ikkubaru & Dhira Bongs: Ciptakan Musik Berkesan Hingga Populer di Jepang

7 months ago

Bagi kamu yang mengikuti ranah musik indie Indonesia, pastinya sudah kenal dengan ikkubaru dan Dhira Bongs. Dua musisi yang berasal dari kota Bandung ini sudah mempunyai rekam jejak yang cemerlang, bukan hanya di ranah indie lokal tetapi juga mempunyai nama di luar negeri. Utamanya di Jepang, dimana nama mereka sudah menjadi nama yang sering diperbincangkan di skena musik indie Jepang.

Dalam kesempatan kali ini, tim CIAYO Blog yang diwakili Luthfi akan berbincang-bincang dengan ikkubaru dan Dhira Bongs yang sempat berkolaborasi dalam showcase yang diadakan Ikkubaru dalam rangka hari jadi ketujuhnya. Keduanya akan bicara tentang pengalaman mereka didengarkan dan disukai oleh orang-orang di luar Indonesia. Penasaran? Simak chit-chat dengan ikkubaru dan Dhira Bongs berikut ini.

01 ikkubaru

Sumber: CIAYO Pictures

Luthfi (LU): Bagaimana showcase perdana ikkubaru di Indonesia?

Iqbal (Vokalis ikkubaru – IQ): Awalnya sedikit ragu dengan showcase ini karena saya berpikir showcase-nya akan sepi, dan ini kali pertama kami mengadakan konser sendiri di Bandung. Saya kira bakalan sepi tapi ternyata ga nyangka yang datang banyak banget.

LU: Bagaimana dengan persiapan showcase-nya sendiri?

IQ: Seperti biasa aja, latihan setiap hari 4 jam.

Banon (Drummer ikkubaru – BA): Kadang-kadang mah bisa dilama-lamain sampai 7 jam hahahaha.

LU: Pada showcase ikkubaru kali ini, kalian kan mengundang banyak banget guest musician seperti Dhira Bongs dan Imam dari Lightcraft. Gimana sih awalnya kalian kepikiran buat ngundang orang-orang ini ke dalam showcase kalian?

IQ: Awalnya kami udah kenal lama sama musisi yang jadi guest di showcase kita, teman nge-gigs bareng tepatnya.

02-ikkubaru

Sumber: CIAYO Pictures

LU: Berbicara soal influence nih, ikkubaru dan Dhira Bongs pengaruh musiknya dari mana aja?

IQ: Kalau saya sukanya Tatsuro Yamashita, Toshiki Kadomatsu, Cornelius, Prefab Sprout, Tears for Fears…

Dhira Bongs (DB): Kalau aku ditanya soal influence, aku bingung juga soalnya aku banyak banget dapet pengaruh musik dari mana aja. Tetapi kalau sebut satu nama aku paling ngidolain Brian May dari Queen.

LU: Bagaimana kalian bisa berkarir dan tampil di Jepang untuk pertama kalinya?

IQ: Awal mulanya ada seseorang yang meng-upload lagu saya ke 8tracks. Terus tiba-tiba ada orang Jepang yang nge-like lagunya, dicari siapa yang ngebawain lalu kita berkomunikasi lewat Twitter.

BA: Sebenarnya ya, awalnya dikira yang buat lagu itu cewek loh. Soalnya avatar yang nge-upload nya pake gambar cewek, jadi disangka cewek si Iqbal awalnya hahahahaha.

DB: Nah kalau aku ini by accident bisa kesana. Jadi pas aku manggung di Java Jazz, ada drummer dari band Jepang namanya Goodluck Heiwa, nanya ke teman saya. “Dhira Bongs main jam berapa ya?” Teman saya kaget, “Loh, kok kalian pengen nonton Dhira Bongs?” Terus mereka jawab, dia di Jepang itu disebutnya “little pop healer” loh. Wah, makin aneh kan temanku, kok kita belum ada usaha ke Jepang sampai segitunya tiba-tiba bisa dapat julukan seperti itu?

Lalu drummernya cerita bahwa pemain terompet band alternative rock dari Jepang, Quruli, yang namanya Fanfan ini sering nge-twit laguku. Quruli fansnya udah banyak di sana kan, di situlah fans Quruli juga pada dengerin lagu aku dan akhirnya aku diundang ke Kyoto Onpaku 2017 yang diselenggarakan sama Quruli.

03-ikkubaru

Sumber: CIAYO Pictures

LU: Apa perbedaan antara manggung di Jepang sama di Indonesia?

IQ: Kalau di Jepang penontonnya lebih apresiasi sama musik kita, meskipun dia ga tau musik kita, setidaknya mereka goyang dan tepuk tangan.

Rizki (Gitaris Ikkubaru – RI): Selain mereka on time banget, soundman di sana pada jago jago. Waktu kita manggung itu soundman-nya satu cewek pula bisa ngatur sound-nya rapi banget dan kerjanya juga cepat banget.

LU: Show yang paling berkesan di Jepang menurut kalian apa?

RI: Di Fukuoka, karena kita manggung pertama kali di Jepang.

Fauzi (Basis Ikkubaru – FA): Sebenarnya ada yang paling lucu pas kita main di Jepang. Jadi kan kabelnya dia kan keinjek sama artis Jepang, terus tanpa sadar gitaris kita bilang “Punten, a” ke orang Jepangnya. Terus kita semua pas kejadian lihat tapi ga ada yang tau, hahahaha.

DB: Pastinya pas di Kyoto Onpaku itu. Pas mau tampil aku ngiranya penonton yang datang bakal dikit karena aku kan opening act. Terus manajer aku lari-lari ke belakang panggung sambil bilang, “Cek penonton yuk di depan.” Pas aku lihat ternyata udah penuh dari depan sampai belakang, disitu aku bener-bener seneng sama nangis gara-gara kejadian itu.

04-ikkubaru

Sumber: CIAYO Pictures

LU: Kalau ngomong-ngomong soal anime nih. Apa anime yang paling kalian suka?

IQ: Kalau aku demennya City Hunter.

DB: Kalau aku utamanya pasti Detective Conan, sampai-sampai pas di Jepang aku takjub soalnya banyak merchandise Conan disana, hahaha. Sama anime Beck yang menginsipirasi aku untuk bikin musik.

RI: Kalau aku sama yang lainnya demennya K-ON!. Itu anime yang menginspirasi kita bikin musik sampai-sampai pas ke Jepang, salah satu personil kita ada yang bilang, “Wah ini kan yang ada di K-ON!,” hahahaha.

LU: Di Indonesia kan sekarang lagi naik banget musik folk dan city pop nih. Bagaimana perasaan kalian akan trend positif ini?

BA: Senang banget, karena kan pertama kali kita ini gak dikenal banyak orang, tetapi seiring berjalannya waktu kita dikenal orang berkat lagu-lagu kita.

DB: Seneng banget, karena dulu kan yang naik itu musik ska, metal, rock, sampai-sampai aku kepikiran, ini ada kesempatan ga ya buat musik aku bisa naik juga? Ternyata seiring berjalannya waktu dan trend folk juga naik di Indonesia akhirnya aku punya kesempatan untuk naik.

05-ikkubaru

Sumber: CIAYO Pictures

LU: Next project buat kalian?

IQ: Kita sekarang lagi finishing untuk album kedua, mudah-mudahan habis lebaran sudah dirilis.

DB: Bulan Juni nanti aku rilis single Bahasa Indonesia pertamaku berjudul “Jangan Tumbuh” dan itu bakal sedikit nyeritain tentang perselingkuhan.


Yap, itu dia chit-chat bersama ikkubaru dan Dhira Bongs. Kamu bisa ikuti perkembangan mereka lewat akun ikkubaru dan Dhira Bongs. Tetap sukses dan terus ciptakan musik terbaik kalian!

About Author

Luthfi Suryanda Atmojo

Luthfi Suryanda Atmojo

Penyiar dan Tukang Kritik Anime, Musik, Film di blog pribadinya RE:PSYCHO. Senang akan hal berbau senang-senang. Sekarang belajar caranya menaklukkan industri pop kultur di Asia Tenggara.

Comments

Most
Popular

Steam, perusahan milik Valve (Sumber: legitreviews)

Steam Mulai Memalak Developer Game $100 Per Game

Steam mengumumkan di web resminya bahwa Steam Greenlight resmi digantikan dengan Steam Direct mulai 13 Juni 2017... more

Yang Terbaik Dan Teburuk Dari Game Jurassic Park

Layaknya sebuah franchise sukses (seperti misalnya Star Wars), Jurassic Park tentu saja memiliki lini produk lain selain.. more

(thoughtco.com)

Extraordinary Love

Extraordinary love terjadi sama berbagai macam orang. Ada yang kisah cintanya manis banget, tapi ada juga yang bikin mir.. more

00-d-metal-gear-solid

7 Karakter Metal Gear Solid yang Paling Berkesan Bagi Gamer

Metal Gear Solid punya banyak karakter inspiratif nan kharismatik. Dari semuanya, 7 ini menjadi sosok panutan para gamer.. more

Sumber: www.crunchyroll.com

Kesan Pertama Menonton Mahou Shoujo Ore: Magical Girl dengan Konsep Absurd

Siapa bilang Magical Girl selalu identik dengan kesan imut dan romantis? Di musim semi 2018 ini, penggemar anime dikejut.. more