Tips Menggambar Komik Chibi Dari Author Emma’s Ghost Diary

3 months ago
chit-chat-ema-ghost-diary-desktop

Web comic semakin mendapat tempat dan perhatian penggemar komik dunia. Termasuk di negara kita Indonesia.

Rasanya mudah untuk menemukan web comic di internet yang dibuat atau diciptakan oleh orang Indonesia. Baik itu melalui portal web comic terkemuka seperti CIAYO Comics maupun tempat-tempat lain seperti website pribadi ataupun media sosial. Di Facebook, Twitter serta di Instagram misalnya; ada lusinan karya web comic yang bersaing untuk merebut atensi pembaca komik.

Dengan berbagai jenis model gambar dan tema, para komikus web comic Indonesia ini merupakan pemain penting perkembangan web comic secara nyata di jagad komik digital Indonesia sekarang.

Salah satu jenis dan metode gambar web comic buatan Indonesia yang populer dan memiliki basis penggemar besar adalah model gambar chibi alias imut petite. Model gambar seperti ini misalnya seperti yang di adopsi oleh pengarang web comic “Emma’s Ghost Diary” yang populer di media sosial Facebook.

Sumber: Deskgram

Sumber: Deskgram

Perkenalkan Deswondo Efarys Radlika, alias “Deathwindow”. Pria ramah bertubuh bongsor ini menciptakan konsep “Emma” sejak lama, yaitu sejak tahun 2011. Saat itu format, proporsi maupun eksekusi konsep Emma berbeda dengan yang sekarang.

Deathwindow. Sumber: Harry Rezqiano

Deathwindow. Sumber: Harry Rezqiano

“Di tahun 2010 saya menciptakan komik berjudul ‘Pacarku Kuntilanak’ yang ber-genre romansa horor” terang Deathwindow saat ditanya sejarah IP ciptaannya. “Desain karakter dan plot di kisah itu kemudian melebar dan terciptalah spin-off berjudul ‘Emma’ dari situ. Yang akhirnya jadi seri yang berdiri sendiri hingga sekarang” tambahnya kemudian.

Desain awal tahun 2010. Sumber: Deathwindow Pro

Desain awal tahun 2010. Sumber: Deathwindow Pro

Desain di ‘Pacarku Kuntilanak’ saat itu belum terlalu mengadopsi gaya gambar chibi yang imut seperti yang bisa dilihat saat ini di ‘Emma’. Gaya gambar chibi baru mulai dilakukan oleh Deathwindow sejak fokus ke Emma di tahun 2011.

Alasannya karena waktu itu terlihat belum banyak yang mengadopsi gaya gambar chibi. Tema cerita juga diubah. Dari ‘romansa horor’ diubah menjadi ‘komedi harian yang dialami makhluk halus khas (daerah Medan) Indonesia’.

emma's ghost diary

Desain chibi makhluk halus (ki-ka) Genderuwo, Jin, Jin, Ifrit, Jin & Hantu Noni Belanda. Sumber: Deathwindow Pro

Perubahan-perubahan yang terjadi ternyata dapat diterima dengan baik oleh publik pembaca “Pacarku Kuntilanak” sebelumnya. Web comic “Emma’s Ghost Diary” memiliki banyak penggemar di media sosial dimana dia dimuat, yaitu di Facebook dan Instagram.

Gaya gambar chibi di Emma dipelajari dan diterapkan Deathwindow seiring waktu sejak konsepnya mulai baku di tahun 2011. Karakter-karakter yang ada digambarkan secara cartoonish, chibi dan secara general memiliki proporsi tubuh yang imut.

Bagaimana Deathwindow menggambarnya?

Mengemas Ide Komik 4koma Dengan Cara Unik

Sumber: Deathwindow Pro

Sumber: Deathwindow Pro

Web comic Emma’s Ghost Diary mengadopsi konsep “yon-koma” atau “komik empat panel”. Model ini merupakan model yang paling sering digunakan untuk komik dengan genre komedi. Jangan menganggap konsep komik empat panel itu mudah karena aslinya tidak gampang menciptakan satu situasi/adegan yang ‘mulai sampai selesai’ hanya dalam empat penggambaran. Perlu ada kekuatan bercerita yang seimbang antara narasi dengan grafis.

Model komik empat panel atau yon-koma. Sumber: Deskgram

Model komik empat panel atau yon-koma. Sumber: Deskgram

Menurut Deathwindow, ide cerita dari Emma selalu muncul dari situasi yang dia lihat/baca/alami sehari-hari.

Ide tersebut langsung dia gambarkan dalam bentuk sketsa di kertas dengan empat panel kotak yang biasa dia bawa dalam tas. Namun saat ide datang dan kertas gambar itu tidak tersedia, dia akan menciptakan sebuah sketsa kasar di buku atau kertas yang ada.

“Intinya ide yang datang jangan sampai lepas. Harus ter-visualkan di atas bidang gambar” papar Deathwindow saat ditanya soal kemungkinan sebuah ide bisa terlupakan.

Cara Author Emma’s Ghost Diary Menggambar Komik 4koma Chibi

Deathwindow mencoba memperlihatkan cara dia menciptakan satu yon-koma dari Emma’s Ghost Diary.

Setelah ide yang mau digambarkan sudah fix, selanjutnya adalah mulai ‘memecah’ ide tadi agar dapat mengalir lewat empat kotak. Deathwindow memiliki kebiasaan (atau menurut saya “personal skill”) dimana dia langsung menggambar ide dengan format ‘gambar jadi’. Dalam artian dia jarang melakukan pembuatan ‘kerangka karakter’ yang berbentuk garis-garis ataupun bulatan-bulatan. Bukan berarti dia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali; karena menurutnya sendiri kadang-kadang dia membuat konsep dalam bentuk ‘stickman’ untuk mem-visualkan ide ke atas kertas.

Langkah pertama. Gunakan pensil, kertas dan imajinasi. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah pertama. Gunakan pensil, kertas dan imajinasi. Sumber: Harry Rezqiano

“Tapi saya lebih sering mencoba menggambar langsung karakter dan situasi yang jadi ide yon-koma dalam bentuk gambar jadi” paparnya saat men-demonstrasikan mekanisme membuat komik chibi Emma-nya.

Deathwindow menganut mekanisme bekerja dengan sistem hybrid: percampuran antara manual dengan digital. Dia lebih suka menggambar konsep komiknya di atas kertas dengan pensil dan pena gambar ketimbang menggambar menggunakan tablet grafis.

Langkah kedua. Visualkan ide dengan aliran cerita. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah kedua. Visualkan ide dengan aliran cerita. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah ketiga. Terus visualkan ide dengan goresan pensil. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah ketiga. Terus visualkan ide dengan goresan pensil. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah ke-empat. Pastikan flow cerita selesai di panel terakhir yon-koma. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah ke-empat. Pastikan flow cerita selesai di panel terakhir yon-koma. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah kelima. Saatnya meninta garis pensil yang sudah dibuat sebelumnya. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah kelima. Saatnya meninta garis pensil yang sudah dibuat sebelumnya. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah terakhir proses pembuatan. Gunakan penghapus setelah seluruh garis pensil di tinta untuk menghilangkan jejak pensil sketsa. Naskah sudah jadi. Sumber: Harry Rezqiano

Langkah terakhir proses pembuatan. Gunakan penghapus setelah seluruh garis pensil di tinta untuk menghilangkan jejak pensil sketsa. Naskah sudah jadi. Sumber: Harry Rezqiano

Feel-nya lebih dapat buat saya saat menggambar di atas kertas. Pressure pensil dan pena lebih asik dan hidup saat menggambar komik. Plus lebih mudah menggunakan penghapus di atas kertas daripada penghapus software gambar” terang dia.

Setelah digambar dengan pensil dan ditebalkan dengan pena, baru kemudian lembaran itu di-scan dengan komputer. Finishing komik kemudian dilakukan secara digital.

“Biasanya di bagian ini mencakup pembersihan bidang gambar, penebalan garis serta penambahan-penambahan lain seperti warna dan efek” paparnya soal pengerjaan selembar yon-koma Emma dengan sentuhan digital.

Baca Juga: Tips dan Langkah Membuat Komik One-Shot Dalam Format Webtoon

Kesimpulan

Inilah halaman jadi dari proses pembuatan komik Emma's Ghost Diary sebelumnya yang menggunakan kertas, pensil/pena serta imajinasi ide. Sumber: Deathwindow Pro

Inilah halaman jadi dari proses pembuatan komik sebelumnya yang menggunakan kertas, pensil/pena serta imajinasi ide. Sumber: Deathwindow Pro

Menggambar komik chibi tidak lebih mudah atau lebih susah dibandingkan komik lain. Tingkat kesulitannya sama saja. Terutama untuk menjaga konsistensi postur. Disinilah dibutuhkan pengalaman, kesabaran dan sering ‘melihat ke belakang’ atau melihat karya-karya sebelumnya.

“Tujuannya agar selalu ingat bentuk dan proporsi karakter” sebut Deathwindow saat ditanya tips dan trik menggambar komik dengan nuansa chibi yang imut seperti Emma’s Ghost Diary.

Untuk mereka yang ingin mencoba menggambar komik dengan nuansa chibi yang imut, Deathwindow menyarankan untuk tidak ragu saat menggambar dengan proporsi tubuh yang “menciut” dari ukuran normal postur manusia normal. Pada prinsipnya menggambar chibi dengan menggambar biasa sama saja; hanya size atau ukuran tubuh karakter jadi memendek. Tapi pada prinsipnya tetap sebuah proporsi tubuh lengkap (kepala, leher, badan, lengan, kaki) seperti seharusnya.

Nah… Jika kamu punya minat, bakat atau ketertarikan untuk menggambar komik dengan nuansa chibi yang imut, tips dan trik menggambar chibi dari komikus Emma’s Ghost Diary tadi bisa jadi salah satu rujukan informasi untuk diterapkan. Jangan ragu mencoba dan menciptakan style kamu sendiri; karena walaupun komik chibi pada dasarnya mirip antara satu dengan lainnya tapi sebuah style atau gaya tersendiri akan jadi pembeda.

Dan tentu saja jangan ragu juga untuk mengajukan karya komik chibi kamu ke CIAYO Comics. Siapa tahu karya kamu akan disukai dan jadi andalan di CIAYO Comics nantinya. Semangat!

Banner Komik Slice of Life

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-film-boba-fett

Boba Fett Jadi Karakter Star Wars Selanjutnya Yang Dapat Film Sendiri

Setelah Rogue One dan Solo, seri antologi Star Wars selanjutnya adlaah film Boba Fett. Seperti apa kisah sang bounty hun.. more

00-d-maquia

Film Anime Maquia Tayang Perdana di Indonesia Lewat Ponimu!

Film anime Maquia akan tayang di Indonesia dalam waktu dekat. Layanan streaming anime Ponimu berhasil mendapatkan hak ta.. more

Ngabuburit dengan 5 Board Game Seru di Bulan Puasa

Satu hal yang identik dengan bulan Ramadhan di Indonesia adalah ngabuburit, kegiatan yang kita lakukan sambil menunggu A.. more

Disney's Villain. Sumber: youtube

Fakta Mengejutkan Tokoh Antagonis Disney yang Jarang Diketahui!

Setiap cerita pasti punya karakter antagonis yang membuat jalan cerita jadi lebih seru. Selain mempunyai peran sebagai l.. more