Jember Bukan Hanya Tempat Asal Fashion Carnaval, Tapi Juga Telurkan Komikus Berbakat

2 years ago

Bro sis, coba deh sebutin komikus berbakat yang Kamu tahu…

Industri perkomikan biasanya terpusat di kota-kota besar. Banyak publisher, penerbit, atau studio komik yang berkumpul di lokasi pusat ekonomi bergeliat. Berat amat yak bahasanya. Ya intinya, industri besar hidup di jantung kota atau di tempat terjadinya perputaran uang. Sedangkan, talenta-talenta atau bakat potensial nggak selalu berasal dari kota besar. Ibarat kekayaan bumi, bakat-bakat di dunia komik, atau komikus berbakat tuh seperti mutiara hitam, yang nggak gampang menemukannya.

Kayak yang udah kita tahu, pusat komik Amerika terletak di New York. Komikus-komikusnya nggak semua dari New York, tapi ada juga yang berasal dari kota-kota sekitar Amerika. Nggak semua potensi terpusat di kota besar. Begitu juga dengan potensi-potensi di Indonesia. Bukan karena industri komik besar berada di Jakarta, lantas semua komikusnya dari Jakarta. Banyak kota-kota lain di Indonesia yang punya komikus berbakat yang mengagumkan, seperti comic artist asal Jember satu ini.

Salah satu karya Revin

Kita punya kesempatan ngobrol-ngobrol sama seorang pria yang punya talenta amazing di bidang komik. Langsung aja kita ikuti wawancara Maria Megayanti (MM) dari tim Blog CIAYO Comics sama salah satu comic artist di CIAYO Comics, Revin Putra (RP).

MM: Sejak kapan sih suka komik dan mulai bikin komik sendiri? Terus komiknya bercerita tentang apa?

RP: Kalau suka komik sih dari kecil ya. Jadi dulu suka baca-baca majalah Bobo dan liat-liat gambarnya. Pas SMP sama SMA juga suka nyewa komik sepulang sekolah. Tapi kalau mulai bikin komik sendiri, itu sejak SMP. Dulu masih bikin cerita tentang temen-temen dan terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.

MM: Komik yang pertama kali dibaca apa nih?

RP: Dragon Ball.

MM: Ceritain dong, lomba-lomba apa aja yang pernah diikutin?

RP: Pernah pas SMP ikutan lomba tingkat provinsi, temanya cerita rakyat. Waktu itu ngangkat cerita Pantai Watu Ulo, juara 1. Hadiahnya dapet beasiswa uang sekolah. SMA lomba lukis tingkat provinsi, juara 1 juga.

MM: Wah, udah ikutan lomba dari jaman sekolah ya. Terus mulai serius di dunia komik, gimana ceritanya?

RP: Awalnya suka upload karya-karya yang komik ke salah satu platform komik online, sambil freelance juga di GAIM studio. Sempat sekolah desain grafis D1. Setelah itu nggak hanya freelance, tapi kerja full time. Ngerjain request klien. Itu 2010. Lalu 2011 pindah ke Semarang dan kerja di HOI (House of Imaji) studio. Semenjak menikah, pindah ke Mojokerto dan kerja freelance di rumah. Baru Agustus 2016 balik lagi ke Jakarta dan gabung sama CIAYO Comics.

MM: Dari dulu memang udah terbiasa bikin komik pake Wacom?

RP: Sempat lama bikin komik secara tradisional, pake spidol, pensil. Sejak dituntut pake Wacom, ya harus adaptasi. Tapi adaptasinya nggak begitu lama. Bedanya dari pandangan mata. Yang awalnya langsung ke objek gambar, jadi liat ke layar.

Salah satu karya Revin

MM: Style yang dipilih untuk bikin komik, kiblatnya ke mana nih?

RP: Style America, atau manga juga bisa. Dan memang nggak membatasi untuk style. Dari awal memang mengerjakan berbagai style. Jadi belajar semua style. Tapi kalo secara pribadi, lebih suka style realis atau America.

MM: Di CIAYO Comics bikin komik apa?

RP: Cantika

Cantika (ciayo.com)

MM: Bisa ceritain dikit nggak, prosesnya? Sempat ada kendala nggak selama proses pembuatan komiknya?

RP: Jadi setelah nerima script dari writer nya, dibaca keseluruhan, dipahami konsepnya, dan dimengerti adegannya. Suka kontribusi juga dengan ngasih masukan untuk pose. Jadi ada name sama draft storyboard. Dari situ bisa ketahuan posenya. Uhm…kalo ada yang ga sreg, tetep dibicarain bareng-bareng. Jadi kalo ada hal yang nggak disepakati bersama, ada proses rembukan lagi.

MM: Sepanjang karier di dunia komik, karya mana yang paling membuat Revin puas dan happy?

RP: Waktu di Semarang ngerjain komik action. Ceritanya tentang mitologi Yunani, genre nya fantasi.

Komik Revin yang bertema Yunani

MM: Dengan kesibukan yang dijalani, ada hobi lain yang masih sempat dilakukan nggak?

RP: Iya, masih suka kok main game adventure kayak The Witcher (RPG: action, petualangan). Atau baca novel fantasi, kayak Sherlock Holmes, Harry Potter.

MM: Buat Revin, komik bakal jadi sumber mata pencaharian seterusnya nggak?

RP: Pengennya ada usaha lain di samping komik. Tapi selama masih mampu bikin komik, passion nya emang pengen terus berkarya bikin komik.

MM: Coba dong deskripsikan komik dalam satu kalimat!

RP: Komik adalah tempat di mana semua ekspresi: kegembiraan, kesedihan, bisa ditemukan dalam media gambar.

MM: Oke, untuk penutup interview kali ini nih. Apa yang ingin Revin sampaikan untuk temen-temen yang baru berkecimpung di dunia komik?

RP: Harus banyak mengamati, banyak belajar, jangan gampang nyerah.

Setelah baca rubrik Chit Chat ini, udah bisa sebutin nama komikus berbakat yang bro sis tahu kan? Noh, kata Revin juga…jangan gampang nyerah. Temen-temen yang baru berkecimpung di dunia komik juga punya kesempatan yang sama kok. Terus berjuang!

About Author

Mega

Mega

The dream to become a journalist started in junior high school. Graduating from college, she started a career in TV industry as a broadcaster, reporter, and script-writer. She loves to sing in the shower, dancing with the rain, and let her imagination run wild while reading novel. You can contact her by email: megakardono@gmail.com | Instagram @mariamegayanti | Medium https://medium.com/@megakardono

Comments

Most
Popular

Sumber: pinterest.com

Chronestesia: Mesin Waktu Dalam Otak Manusia

Film dan buku fiksi yang memakai tema balik ke masa lalu atau tokoh yang punya kekuatan teleporter bisa pergi ke suatu m.. more

Sumber: faustusnotes.worpress

Di Jepang ada Festival Khusus Untuk Berterima Kasih Kepada Boneka loh!

Menjelang musim gugur di Jepang terdapat sebuah festival yang bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih atas jasa .. more

00 gpg desktop

Pemblokiran Game Pukul Guru Adalah Aksi Reaksioner Yang Sebenarnya Nggak Penting-Penting Amat

Pemblokiran game pukul guru yang beredar belum lama ini hanya bagian dari aksi reaksioner yang sebenarnya "salah sasaran.. more

Popularitas K-Pop dalam Dunia Musik Amerika

Sekitar lima atau tujuh tahun yang lalu muncul banyak opini dan artikel dengan pertanyaan “bisakah trend musik K-pop m.. more

Papers Please – The Short Film: Intrik Dan Drama Di Perbatasan

Film pendek Papers Please berhasil menangkap nuansa kelam dan ketegangan di perbatasan negara komunis, secara realistis .. more