Jessica Kholinne : Melanglang Buana dari DC Comics Hingga Marvel

1 year ago

Halo bro sis! Di section Chit Chat kali ini, kami berkesempatan mewawancarai salah satu colorist kebanggaan Indonesia. Tak hanya berkontribusi di dunia perkomikan Indonesia, Jessica Kholinne juga berperan di dunia internasional loh! Lebih tepatnya di dua publisher kenamaan dunia, DC Comics dan Marvel. (Ih keren banget ya!)

Dalam membuat sebuah komik, dibutuhkan keterlibatan banyak pihak. Profesi di ranah kreatif ini terbagi menjadi beberapa peran, salah satunya adalah colorist. Colorist berperan penting pada tahap akhir dalam proses pembuatan komik.

Dalam interview kali ini, Jessica Kholinne banyak berbagi tentang pengalaman dan tantangannya sebagai colorist profesional. Untuk mengenal lebih dalam mengenai Jessica Kholinne dan profesinya sebagai colorist, yuk intip wawancara Steffi (SF) dari Tim Blog CIAYO dengan Jessica Kholinne (JK) berikut.

 

SF : Hi Kak Jess, pertanyaan umum nih hehe. Sejak kapan kakak mulai suka gambar ?

JK : Aku mulai suka gambar sejak kecil, tepatnya saat duduk di bangku SD.

 

SF : Kalo komikus favoritnya, Kak? Boleh disebutkan?

JK : Komikus favorit tentunya sangat banyak, tapi beberapa di antaranya Jean Giraud ‘Moebius’, Urasawa Naoki, Juan Diaz Canales, Ed Brubaker.

 

SF : Ada impian untuk bekerjasama dengan artist tertentu?

JK : Aku berimpian untuk bekerjasama dengan diri sendiri. Saat ini profesiku sebagai colorist membuatku hanya mewarnai karya pensil orang lain. Namun ke depannya, aku ingin coba untuk mewarnai hasil karya pensil sendiri. 🙂

(X-treme X-men , Jessica Kholinne)

SF : Meskipun sudah sibuk di dunia perkomikan, apakah kakak sendiri masih hobi baca komik? Komik apa yang lagi dibaca akhir-akhir ini?

JK : Masih dong! Hanya jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya, karena deadline pekerjaan yang ada. Beberapa komik yang aku baca akhir-akhir ini adalah Black Widow, Sheriff of Babylon, Fatale, Rixa, Manungsa, Flick Royale, etc.

 

SF : Ilmu menjadi colorist lebih banyak didapatkan dari latihan otodidak atau proses perkuliahan? Apakah yang tidak berkuliah seni pun bisa berkesempatan menjadi komikus?

JK : Sejauh ini beberapa pengetahuan teknis yang didapat waktu kuliah cukup membantu, tapi kebanyakan memang didapatkan secara otodidak karena kuliahnya bukan seni murni juga. Kalau diperhatikan dari teman-teman yang se-profesi pun, untuk terjun di bidang ini tidak tertutup hanya untuk pelajar seni.

 

SF : Menurut kakak, tantangan terbesar menjadi colorist itu apa?

JK : Jika dijelaskan secara general, tantangannya lebih kepada menjelaskan profesi comic book colorist untuk orang awam. Karena masih banyak orang awam yang belum mengerti/tahu akan profesi comic book colorist itu sendiri. Lebih spesifiknya adalah saat menghadapi deadline yang padat yang terkadang berubah-ubah waktunya. Apalagi urutan kerja colorist termasuk bagian terakhir di art team, sehingga sangat bergantung dari progress anggota team lainnya. Selain itu yang dipikirkan colorist juga hasil cetak apakah sesuai dengan saat pewarnaan digital.

(Manungsa, Rixa ; Jessica Kholinne)

 

(The Princess Who Saved Herself, Jessica Kholinne)

 

(Guardian Team-Up , Mind the Gap ; Jessica Kholinne)

 

SF : Kalau tantangan terbesar bekerja dengan pihak Marvel?

JK : Keep up dengan kostum superhero. Karena seringkali ada perubahan kostum sehingga kita butuh bantuan editor untuk bagian ini.

 

SF : Boleh diceritain awal proses bisa menggarap komik DC Comics lalu Marvel?

JK : Singkat cerita aku mewarnai komik Power Girl dan Voodoo di DC Comics, yang kemudian berlanjut dikontak editor untuk mewarnai Journey Into Mysteries di Marvel. (Terima kasih sekali untuk editor yang memberi kesempatan mewarnai berbagai project berbeda!)

(Code Monkey Save World, Daken Dark Wolverine, Squadron Sinister ; Jessica Kholinne)

SF : Apa yang memotivasi/menginspirasi kakak untuk menjadi komikus profesional?

JK : Karena sejak kecil pun aku selalu tertarik dengan dunia storytelling termasuk komik, animasi, film dan game. Aku rasa dari sekadar meneruskan apa yang kita suka bisa dijadikan sebagai pembuktian diri. Hal ini dapat kemudian berkembang menjadi keinginan untuk terus berkarya dan bercerita di media yang paling aku sukai.

 

SF : Sejauh pengalaman kakak bekerja sama dengan Marvel dan DC Comics, adakah perbedaan cara kerja/ritme kerja antara komikus luar dan Indonesia? Kalau ada, perbedaannya apa kak?

JK : Pengalamanku bekerja di komik Indonesia sejauh ini tidak sebanyak di luar, jadi agak sulit untuk perbandingan. Tapi kalau dilihat dari sisi industrinya, industri komik di luar berkembang lebih dahulu. Jadi di beberapa area mereka lebih matang dibandingkan dalam negeri.

 

SF : Bisa diceritain kak, kelebihan dan kekurangan bekerja dengan pihak luar?

JK : Kelebihannya adalah menambah pengetahuan kita tentang cara kerja industri yang telah berjalan ±80 tahun lalu. Selain itu dapat bekerjasama dengan writer/artist idola. Untuk kekurangannya hampir dikatakan tidak ada, hanya saja aku kurang ngerti kalo team mulai berbicara kalimat/kata slang inggris.

(Star-Lord & Kitty Pryde, Super Girl, The Weirding Willows ; Jessica Kholinne )

SF : Menurut kakak, apa perbedaan jadi komikus perempuan dan laki-laki di Indonesia/luar negeri dari segi kesempatan dan yang lainnya?

JK : Wah, ini pun agak sulit dijawab. Walaupun komik yang aku warnai terbit di luar, lokasi pengerjaannya tetap di Jakarta. Jadinya belum pernah bertemu langsung dengan team member lainnya, kecuali penciller-nya di Indonesia juga. Interaksinya terbatas melalui internet aja. Dan kalau yang aku nilai dari interaksi internet itu, sejauh ini sih belum mengalami perbedaan dalam konteks negatif.

 

SF : Adakah hal yang perlu dikembangkan dari dunia perkomikan di Indonesia?

JK : Supaya dunia perkomikan lokal terus berkembang, kita butuh support sekaligus dari pembaca dan pemerintah. Dari pembaca, kalian bisa berkontribusi dengan mengikuti karya komikus dan membeli karya-karyanya. Pemerintah juga dapat memberi dukungan agar membantu perkembangan industri.

 

SF : Biasanya apa yang dilakukan untuk refreshing? Dengan kesibukan dan deadline yang ketat, masih ada waktu untuk melakukan hobi lain atau jalan-jalan sama temen ga Kak?

JK : Sejauh ini hobi aku masih seputar komik, film, animasi dan game. Biasanya tinggal di rotasi aja lagi pengen yang mana. Untuk sosialisasi, pastinya aku selalu berusaha untuk menyempatkan diri. Tapi teman-teman pun paham sekali kalau misalnya komikus ini hanya ingin bermalas-malasan aja sehabis deadline. hehe

 

SF : Bagi kakak sendiri, berhubung masih suasana hari Kartini nih Kak. Apa sih makna hari Kartini bagi kakak?

JK : Buat aku, makna hari Kartini sangat banyak. Terutama karena Kartini memperjuangkan kesetaraan perempuan. Kartini meyakini bahwa tujuan akhir perempuan tidak terbatas hanya pada apa yang dipercaya oleh orang-orang pada jaman itu. Justru sebaliknya yaitu hak untuk edukasi dan tidak dibatasi oleh tradisi.

 

SF : Boleh kak minta sarannya buat calon-calon komikus yang sedang berusaha menjadi komikus? Dan juga yang akan merintis karir profesional seperti kakak?

JK : Berjuanglah teman-teman, tapi jangan lupa untuk jaga kesehatan. Tetap semangat!

 

Keberhasilan Jessica Kholinne dan komikus lain yang telah merambah ke ranah komik internasional, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pemicu semangat insan komik Indonesia lainnya. Colorist sekelas Marvel dan DC Comics ini juga mengingatkan kita untuk tetap berjuang namun tetap ingat menjaga kesehatan! Hidup Perkomikan Indonesia !

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Omotenashi, Sumber: japantimes.co.jp

Omotenashi, Pelayanan Ramah-Tamah ‘Plus-Plus’ di Jepang

Omotenashi. Jepang dikenal sebagai negara dengan pelayanan pelanggan terbaik, termasuk pelayanan terhadap turis yang da.. more

source 1: pinterest.com

5 Drama Series Netflix Underrated! Yuk Ditonton!

Ada banyak acara Netflix yang populer, dan ada juga yang luput dari sorotan. Inilah 5 drama series Netflix underrated ya.. more

00-d-penulis-light-novel

Editor Jepang: Penulis Light Novel Ternyata Nggak Bisa Menulis!

Tugas penulis novel adalah menulis novel. Tapi, apa jadinya kalau penulis menyuruh editornya sendiri untuk menulis novel.. more

Para pemenang CIAYO Comics Awards (CIAYO Pictures)

Tantangan dan Harapan Komikus Indonesia

Gak hanya merayakan hari ulang tahun CIAYO yang sudah berumur satu tahun, event CCC atau CIAYO Comics Club juga menjadi .. more

Sumber: Vazurea Studio

Segera Hadir, Visual Novel Produksi Indonesia-Amerika, Our Feelings!

Dengan semakin banyaknya rilisan VN lokal di kancah internasional, membuktikan bahwa skena game indie lokal kita masih d.. more