Kehadiran Sweta Kartika di Markas CIAYO Comics, “Yang Kita Karyakan Hari Ini Adalah Sebuah Investasi “

4 months ago

Menjadi komikus profesional tentu bukan hal yang mudah. Diperlukan tekad, passion serta bakat yang mumpuni. Kalau berbicara mengenai dunia komik Indonesia, pasti tidak bisa lepas dari sosok satu ini. Sweta Kartika, komikus dan ilustrator handal asal Kebumen yang sudah menghasilkan puluhan judul komik.

Kamis, 14 Desember kemarin, kantor CIAYO Comics kedatangan komikus Sweta Kartika. Tidak mau melewatkan kesempatan emas ini, Steffi (SF) salah satu tim CIAYO Blog pun mewawancarai Sweta, yang sempat menjadi juri di kompetisi komik one-shot CIAYO Comics (CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2). Kami pun banyak berbicara mengenai tren industri komik Indonesia serta sneak peek maksud kedatangannya ke kantor CIAYO Comics yang sepertinya akan membawa kabar baik (?). Berikut wawancara lengkap Steffi (SF) dengan Sweta Kartika (SK).

SF: Hai Kak Sweta, sekarang lagi sibuk apa?

SK: Sekarang sih, seperti biasa, masih fokus di komik kok.

SF: Kedatangan Kak Sweta ke kantor CIAYO Comics kayaknya bakal bawa kabar baik nih. hehe

SK: Iya, saya sudah melihat performa CIAYO Comics yang makin bagus. Lalu genre yang dibawakan juga banyak yang menarik. Kemarin juga sempat menjadi juri kompetisi CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2 dan saya lihat talent nya bagus-bagus. Jadi, saya kepikiran untuk gabung aja deh, kebetulan tahun depan saya juga ada rencana untuk upload beberapa judul dalam format webtoon, tapi untuk memulainya kayaknya mau di CIAYO Comics.

SF: Boleh kasih sedikit bocoran gak, mengenai kerjasama ini.

SK: Saya gak bisa bocorin banyak. Yang pasti akan ada judul komik favorite yang bakal tayang di CIAYO Comics dalam format webtoon.

SF: (Wah, jadi gak sabar nih. hehe) Dalam wawancara singkat ini, aku mau tanya pendapat Kak Sweta mengenai industri komik yang mulai berevolusi, dari yang cetak, sekarang  ke digital. Dengan perubahan seperti ini, ada yang dikhawatirkan tidak? Kak Sweta melihat ini sebagai apa?

SK: Saya justru melihat ini merupakan hal yang sangat positif ya. Malah dengan berkembangnya media digital, jadi menambah khasana media untuk ngomik. Dari yang cuma cetak aja, sekarang pasar malah semakin luas. Apalagi ngomik di digital terdapat aspek interaktif yang tinggi antar author dan pembaca. Saya menilai hal ini sebagai sesuatu yang bagus, dan patut disyukuri pula, berkat era digital, dunia komik semakin bertambah besar. Malah, tidak menutup kemungkinan juga, next bisa dikolaborasikan antara media digital dan cetak. Misalnya seperti yang sudah dilakukan oleh rekan komikus, Faza Meonk. Yang awalnya komik Si Juki di upload di digital, setelah tutup series langsung dicetak.

Mas Sweta Kartika di event Mangafest 2017 (CIAYO Pictures)

Mas Sweta Kartika di event Mangafest 2017 (CIAYO Pictures)

SF: Sebagai komikus yang sudah lama berkecimpung di industri ini, pasti kan sudah melihat pergerakkan tren komik dari masa ke masa. Kira-kira prediksi Kak Sweta untuk kedepannya, industri komik akan seperti apa?

SK: Kalau dulu komik itu sesuatu yang hanya affordable untuk pembaca dewasa. Jadi orang-orang yang punya uang lah yang sanggup membeli komik (cetak). Nah, waktu itu, anak-anak hanya bisa beli komik, kalau dibeliin orang tuanya saja. Sedangkan sekarang berbeda, ketika komik dipindahkan ke samrtphone, which is semua orang punya smartphone termasuk anak-anak, mereka jadi bebas memilih apapun, apalagi aplikasinya gratis. Untuk segi konten, saya melihatnya masih tergantung pasar ya. Untuk pasar anak-anak dan remaja dibawah 20 tahum (belum berpenghasilan) mereka pasarnya besar sekali. Sehingga genre yang men-support pasar ini pasti laris, seperti romance, komedi dll. Nah genre yang serius-serius biasanya buat pembaca yang lebih senior.

SF: Di dunia persaingan industri komik yang semakin ketat ini, membuat banyak komikus yang perlahan berguguran di tengah jalan. Menurut Kak Sweta, biasanya apa penyebab fenomena ini bisa terjadi? Ada masukan bagi mereka para komikus agar bisa bertahan untuk tetap berkarya di tengah persaingan yang ketat ini?

SK: Justru sekarang saya melihatnya terbalik ya. Sekarang ini kasusnya lebih banyak tentang komikus yang gak betah karena apresiasi yang didapatkan kecil, meski income-nya lumayan. Nah, dia bakal lari untuk cari ke tempat yang bisa mengapresiasi karyanya lebih besar, yang ngomongin karyanya lebih banyak dan yang lebih disambut. Mereka yang seperti itu, lebih mengutamakan apresiasi daripada finansial.

Tapi bagi beberapa orang, pasti ada yang berpikir bahwa, “Bagaimana-pun kita gak bisa ngomik kalau perut belum terisi.” Oleh karena itu, demi mendapatkan kedua faktor tersebut, kita harus pandai-pandai cari media yang bisa menerima (mengapresiasi) karya kita dan mencukupi kita. Kalau saya pribadi lebih memikirkan kedua hal tersebut.

Seperti yang sudah banyak saya katakan di berbagai kesempatan, dalam ngomik, saya punya dua konsep, yaitu skala urgency dan skala motivasi. Skala urgency artinya, apa sih yang buat kamu urgent banget buat komik? Kalau jawabannya “Saya ga ngomik gak apa apa, soalnya punya bisnis lain.” Nah, kalau gitu sih, berarti bukan idealisme yang  patut diperjuangkan. Selanjutnya ada skala motivasi, yaitu saya ngomik hari ini, sebenarnya untuk 15 tahun mendatang. Yang saya develop hari ini, mungkin 15 tahun lagi baru akan saya tuai hasilnya. Di dunia intellectual property, yang paling penting adalah ketika IP kamu dapat dijual kembali license-nya. Ketika Marvel yang dulunya cuma komik, kemudian berkembang  menjadi IP besar yang license-nya laku dijual dimana-mana. Oleh karena itu, penting untuk ditanamkan ke pemikiran komikus kalau yang kita karyakan hari ini adalah sebuah investasi.

SF: Pertanyaan terakhir, dari sekian banyak karya kak Sweta, manakah yang paling favorite? Alasannya apa?

SK: Favorite saya adalah komik pertama saya yang berjudul Dreamcatcher, teori tentang mimpi alam bawah sadar. Komik tersebut masih banyak banget yang bisa digali ceritanya, tapi sampai hari ini masih itu-itu saja. Jadi kalau ada kesempatan lagi, saya pengen fokus kesitu lagi sih. Yang kedua adalah Pusaka Dewa yang ada di Ragasukma, karena kan passion saya emang di genre pendekar dan silat.

Dreamcatcher, karya Sweta Kartika. Komik ini bercerita tentang sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kemampuan masuk ke dalam dunia mimpi untuk mengalahkan mimpi buruk. Sumber: zilliun

Dreamcatcher, karya Sweta Kartika. Komik ini bercerita tentang sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kemampuan masuk ke dalam dunia mimpi untuk mengalahkan mimpi buruk. Sumber: zilliun

Terima kasih Kak Sweta atas waktunya untuk diwawancarai. Tetap semangat berkarya dan menginsiprasi kita ya!

Seperti yang dikutip di wawancara ini, ada baiknya, dalam berkarya, para komikus tidak hanya sekadar ngomik saja, namun juga memikirkan investasi kedepannya. Oiya, kedatangan kak Sweta ke markas CIAYO Comics kali ini sepertinya akan membawa kabar baik ya kan? Ikuti terus updatenya  di CIAYO Blog ya!

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Faza Meonk: Saya Tidak Punya Role Model Khusus

Rubrik Chit Chat kali ini kita kedatangan Faza Meonk! Bro sis punya role model nggak?.. more

(Source : Facebook @WelcomeSapporo)

“Sapporo Snow Festival” Festival Salju Terbesar di Jepang

Festival musim dingin terbesar di Jepang bernama Sapporo Snow Festival sudah dibuka lho... more

Rumor Film Terbaru Dragon Ball Ternyata Benar! Dan Akan Dirilis Desember 2018

Dan ternyata rumor kalau TV anime Dragon Ball Super dihentikan (sementara) karena akan ada film baru Dragon Ball terbukt.. more

(Sumber: duniaku.net)

Jangan Lewatkan Tournament-Tournament Besar Ini di BEKRAF Game Prime 2017

idak hanya berupa pameran dan workshop, Game Prime 2017 juga mengadakan berbagai tournament. Bagi kamu yang penasaran d.. more

Paris Games Week 2017 Sudah Dimulai Minggu Ini!

Sony Interactive Entertaiment, pemilik merk Sony PlayStation families, baru saja menggelar acara internal/keynote dalam .. more