Marchella FP: “Berkaryalah Dengan Produktif!”

4 weeks ago
00-marchella

Marchella FP saat ini menjadi salah satu author tersukses di Indonesia. Pertama melejit dengan merilis IP Generasi 90an, kini Marchella menaikkan levelnya lewat buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Buku yang menceritakan tentang Awan yang menulis surat untuk dirinya sendiri di masa depan ini terbukti sukses di kalangan pembaca Indonesia hingga dicetak ulang 11 kali!

Apa sih rahasia Marchella FP memproduksi dua karya yang sukses di tingkat nasional? Tim CIAYO Blog berkesempatan untuk ngobrol dengan Marchella FP saat menghadiri CIAYO COMICONNECT Tour Jakarta. Penasaran dengan rahasianya? Baca terus sampai selesai!

Chit Chat with Marchella FP

Sumber: CIAYO Pictures

Sumber: CIAYO Pictures

Seperti apa awal terbentuknya Generasi 90an?

Awal mulanya dari skripsi kuliah aku di DKV Binus, lulusnya tahun 2012. Akhirnya bikin tugas akhir, project buku. Tadinya memang bukan buat dipublish karena memang buat skripsi aja. Sambil riset berjalan, teman-teman berminat, dan setelah ditolak beberapa penerbit akhirnya diterima di satu penerbit. Akhirnya rilis dan alhamdulillah responnya bagus.

Generasi 90an berkembang pesat sebagai sebuah franchise dengan merilis buku, komik, dan event. Seperti apa suka duka menjalankan semuanya?

Generasi 90an kan udah 6 tahun nih. Nggak kebayang bisa jadi IP yang berkembang. Ternyata setelah bukunya rilis, banyak yang minta dibikinin merchandise. Sehabis merchandise, ditanya kenapa nggak bikin event buat ketemuan? Akhirnya kita bikin event seperti Tamasya Mesin Waktu.

Problem yang dihadapi itu dari mengelolanya, gimana konten kita setiap hari tetap fresh. Kita ngomongin 6 tahun dengan satu ide yang dituruin menjadi produk utama kan masalahnya, jenuh nggak sih? Apakah mereka masih mau konsumsi ini? Yang jadi PR kita di tim adalah gimana caranya mengolah satu tema 90’s yang segmented banget, gimana caranya mengemas agar bisa diterima segala kalangan. Ga cuma generasi 90an, tapi 2000an juga bisa. Caranya dengan inovasi, bikin hal yang baru, kita test market lagi. Pada akhirnya, itu termasuk proses berkarya.

Jika konten tema 90an yang bisa dibahas habis, apa yang bakal dilakukan?

Konten pasti akan habis. Ini gimana cara kita memperbaharuinya. Di jaman sekarang itu pasti ada pengulangan. Misalnya filmnya Queen, orang sudah tahu tapi dikemas lagi dengan modern. Jadi triknya adalah mengemas konten yang lama agar terlihat baru kembali.

Baca Juga: Naik Mesin Waktu Bersama Generasi 90an

Marchella FP. Sumber: CIAYO Pictures

Marchella FP. Sumber: CIAYO Pictures

Soal buku NKCTHI, apa latar belakang pembuatannya?

Kalau kamu baca bukunya kamu bakal tahu tema besar dari NKCTHI. Cuman, aku ada kerinduan untuk bikin karya baru. 6 tahun aku di Generasi 90an terus, aku udah hafal sistem dan lingkungannya, dan aku mulai merasakan kejenuhan.

Aku pingin bikin karya lagi dari nol, tanpa ekspektasi banyak orang. Misalnya ilustrator, kamu bikin karya untuk klien dan untuk diri sendiri. Feeling aku tuh kayak gitu. Aku kangen bikin karya untuk diri aku sendiri. Sangat personal. Setelah setahun aku menulis, aku beranikan diri untuk tunjukin ke orang dan ternyata mereka suka. Setahun kemudian aku eksekusi tulisan itu dan akhirnya jadi.

Inspirasi untuk NKCTHI datang dari mana?

Datang dari Sang Pencipta, alhamdulillah. Itu berkah yang harus aku sampaikan ke orang. Inspirasinya banyak dari orang-orang rumah, orang dekat. Yang membentuk diri kita adalah orang terdekat di rumah, lingkungan sekitar, dan teman. Aku riset di sosial media, aku banyak belajar dari cerita teman-teman, dan aku simpulkan dan sederhanakan menjadi sebuah buku.

Tadi kan mention soal ekspektasi nol buat NKCTHI. Kaget nggak  begitu tahu pencapaian bukunya?

Kaget lah. Ini di luar dugaan aku, berkali-kali lipat dari Generasi 90an. Itu kan awalnya dari skripsi menjadi karya yang bisa diterima publik. Buat NKCTHI aku tahu karya ini akan berhasil. Tapi aku nggak tahu euforianya bakal sebesar ini. Sempat curiga, ini beneran suka atau cuma ikut hype doang? Tapi sampai akhirnya bukunya rilis dan dicerna orang, sampai ada komentar orang, “Buku ini mengubah hidup aku,” “Buku ini merubah cara pandang aku.”

Di situ aku merasa antara senang dan takut karena dari awalnya nggak ada ekspektasi jadi ada ekspektasi besar. “Karya selanjutnya bakal bikin apa?” Kalau aku sebagai pencipta tentunya bersyukur banget. Tugas kita sebagai pencipta adalah gimana menyampaikan pesan ke pembaca. Misalnya bikin peringatan, “Jangan main di lapangan,” dan orang paham, itu jadi kepuasan tersendiri.

Sumber: CIAYO Pictures

Sumber: CIAYO Pictures

Saking suksesnya sampai dicetak ulang 11 kali ya?

Wah kamu tahu?

Tapi dari 11 kali cetak ulang itu, kamu sudah bisa menebak kenapa orang sangat suka buku ini?

Beberapa bulan ini aku riset di Instagram, forum cerita yang mana orang bisa cerita senyaman mungkin tanpa dipersekusi. Ternyata selama beberapa bulan ini aku menjalin pertemanan. Aku mendengarkan cerita dia selama hampir satu tahun. Dan tiba-tiba aku mulai bercerita dengan karya aku, dan temanku semua nyambut nih. Semuanya menyambut karena selama ini cerita dia selalu didengarkan.

Itu analisa versi aku. Aku membangun engagement, pertemanan, dan akhirnya aku memperlakukan teman pembacaku seperti pesan di buku ini, memanusiakan manusia. Semua yang ditulis dengan hati akan sampai ke hati yang lain.

NKCTHI punya playlist Spotify sendiri, apa dasar dari memilih lagu di dalamnya?

Berdasarkan kesukaan aku aja sih. Selama Generasi 90an berjalan, kita sadar telat bikin karakter. Mungkin aku harus belajar sama CIAYO Comics buat membangun karakter, dunia, komik, dan lain-lain. Nah di NKCTHI aku udah kebayang semua karakternya, ruang seperti apa yang akan terjadi jika cerita ini dibuat secara visual. Dan aku menggambarkan ruangnya menggunakan lagu.

Di saat menulis aku dengerin lagu itu, jadi aku share ke teman-teman. Itu yang aku rasakan selama menulis buku ini. Jadi dengan playlist itu pembaca bisa ngebayangin suasana yang aku rasakan selama menulis.

Sumber: CIAYO Pictures

Sumber: CIAYO Pictures

Semacam satu lagu satu chapter?

Terserah mereka. Playlist itu cuma mood-nya, dan tanpa lagu pun masih bisa dinikmati. Hanya untuk membangun suasana aja.

Menurut kamu apa trik untuk membuat cerita yang berkesan dan relatable?

Cari dari yang terdekat. Apa masalah kita yang terdekat? Apa yang kita butuhkan? Kadang kita mikirnya terlalu jauh dan bahkan kita nggak bisa relate. Jadi yang paling mudah adalah mencari inspirasi dari masalah terdekat. Dan pastinya harus riset. Jika ingin membuat karya yang ingin diterima publik, harus meriset target pasar kita. Cari tahu mereka butuh apa, suka apa.

Punya pesan untuk para author yang sedang berkarya?

Terus produktif karena aku percaya energi di usia sekarang nggak bisa kita rasain 10 tahun lagi. Jadi kalau ditunda, kamu belum tentu bisa ngerasain energi yang sama di usia tua. Makanya gw sekarang menulis karena di usia 40-50 tahun aku nggak tahu masih bisa berkarya dengan spirit yang sama.


Itu dia chit-chat bersama Marchella FP. Ada banyak banget hal yang bisa kamu tiru dari pencapaiannya lewat Generasi 90an dan Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Buat kamu yang belum baca bukunya, jangan sampai ketinggalan!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

7 Film Pilihan di Bulan Februari, Bulan Cinta yang Dihiasi Genre Thriller

Februari yang dikenal sebagai bulan penuh cinta tidak membuat film-film yang akan tayang dikuasai oleh genre drama roman.. more

Sumber gambar: FilmBuffOnline

Steven Spielberg Akan Terlibat Di Film DC Comics; Tapi Tidak Seperti yang Dibayangkan

Untuk fans ataupun yang mengikuti karir perfilman Steven Spielberg tentu menyadari kalau ada dua tema besar yang boleh d.. more

Sumber: CIAYO Pictures

Kemeriahan Inari Matsuri IPB, Ajang Lomba Pecinta Jejepangan

Inari Matsuri IPB telah berlangsung di tanggal 10 Desember kemarin. Walaupun begitu, acara ini masih tetap meninggalkan .. more

Menjadi gamer yang punya prinsip. Sumber gambar: digitaltrends.com

Mengukur Penting Tidaknya Pengaruh Sebuah Review Di Video Game

Sebenarnya penting nggak sih, sebuah review? Apa review memang berpengaruh pada pengambilan keputusan bro sis?.. more

00 d anime badminton

Sambut Hanebado, Anime Badminton Pertama Di Dunia!

Akhirnya ada anime bulutangkis! Liden Films akan memproduksi Hanebado, anime badminton adaptasi dari manga karya Hamada .. more