Mengenal Bonni Rambatan, Sosok di Balik Primate Peril

1 year ago
Bonni Rambatan

Komik merupakan salah satu media yang bisa menyampaikan pesan atau refleksi tentang kehidupan nyata. Sudah berkarya cukup lama di dunia tulis-menulis, Bonni Rambatan juga terjun sebagai comic writer. Karya-karyanya adalah buah imajinasi, serta sarat makna dan pesan. Bro sis yang udah baca Primate Peril di CIAYO Comics, mungkin udah tahu siapa writer-nya. Yup, dialah Bonni Rambatan.

Maria Megayanti (MM) sempet ngobrol-ngobrol sama Bonni Rambatan (BR) tentang hobinya di dunia kreatif khususnya komik. Yuk, kita kenalan sama sosok di balik komik Primate Peril ini!

MM: Sejak kapan suka nulis cerita? Apakah jadi comic writer memang cita-cita sejak kecil?

BR: Ya, kurang lebih begitu! Sejak kecil saya suka menggambar, tapi sering bosan kalau gambar-gambar saya nggak punya cerita yang menarik. Dari kecil saya selalu ingin menggeluti dunia kreatif—komik, animasi, film—namun, terlebih lagi, saya selalu ingin bercerita.

MM: Apa hal atau peristiwa yang bikin Bonni ingin menggeluti dunia kreatif/ menulis lebih dalam lagi?

BR: Ada banyak sekali karakter di dalam kepala saya. Dulu, seperti kebanyakan orang, saya mengira itu cuma fantasi anak-anak saja. Sampai saya mendapat banyak sekali tanggapan positif dari orang yang merasa sayang dan terhubung pada karakter-karakter yang sempat saya tuturkan. Dari situ saya semakin sadar bahwa tak ada yang remeh dari cerita fiksi kanak-kanak sekalipun: cerita selalu membantu orang memahami diri mereka dan masalah-masalah dalam masyarakat yang mereka tinggali, tak peduli kecil atau besar.

MM: Kalau suka dengan komik, manga, animasi, dan hal-hal berbau Jepang sejak kapan?

BR: Sejak kecil tentunya, karena saya termasuk generasi 90an yang dibesarkan oleh produk-produk karakter Jepang. Meski demikian, saya menghabiskan beberapa tahun masa kecil saya di Australia, sehingga saya juga cukup terpapar dengan produk-produk Barat di sana. Tapi uniknya justru di Australia pula awal mula saya belajar bahasa dan budaya Jepang.

MM: Apa aja karya komik yang sudah dihasilkan? 
BR: Sejauh ini, yang sudah terbit baru Not My Hero di Kosmik. Saya sempat menghasilkan beberapa karya lain untuk klien, tapi saya tidak merasa itu relevan. Sebelum komik, saya justru banyak berkarya di film dan novel. Salah satu yang relatif sukses adalah Cosplay: The Series.

Not My Hero (labs.kosmik.id)

Not My Hero (labs.kosmik.id)

Cosplay: The Series (cosplaytheseries.com)

Cosplay: The Series (cosplaytheseries.com)

MM: Apa hal yang bikin betah jadi comic writer?

BR: Saya dibayar buat berkhayal! Siapa yang nggak betah? Hahaha!

MM: Genre apa yang paling disukai dalam berkarya?

BR: Sekarang saya cenderung dikenal sebagai penulis kisah-kisah petualangan investigatif dengan unsur drama personal yang kental, tapi sebetulnya itu bukan kesengajaan dari awal. Saya terbuka berkarya dalam genre apapun, tapi entah kenapa memang ujung-ujungnya selalu ada unsur-unsur itu.

MM: Ceritain dong, proses kreatif pembuatan komik Primate Peril!

BR: Sebetulnya Primate Peril berasal dari obrolan saya dengan beberapa orang yang bekerja bersama TRI Handkerchiefs. Waktu itu saya sedang menjadi juri sebuah hackathon dari UN Influx mengenai SDG no 12, Responsible Consumption and Production, dan kami langsung klik. Mereka ingin mengkampanyekan isu penggundulan hutan Kalimantan melalui medium komik. Setelah berdiskusi sebulan lebih, serta riset langsung ke Kalimantan, komik Primate Peril lahir!

(Facebook NaoBun Project)

(Facebook NaoBun Project)

Primate Peril (CIAYO Comics)

Primate Peril (CIAYO Comics)

MM: Apa pesan yang ingin disampaikan lewat komik Primate Peril?

BR: Saya ingin masyarakat sadar bahwa penggundulan hutan merupakan isu yang penting dan mendesak, sekaligus juga kompleks, karena ada banyak sekali faktor yang bermain di sana. Tidak bisa asal tunjuk dan menggambarkan keadannya dengan hitam putih. Saya harap komik Primate Peril bisa menggambarkan berbagai sisi ini dengan baik.

(CIAYO Comics)

(CIAYO Comics)

MM: Menurut Bonni, bagaimana perkembangan komik di Indonesia saat ini?

BR: Oke banget, pastinya! Tentunya masih banyak tantangan, terutama dari segi memperluas pasar pembaca komik, tapi saya rasa industri ini sedang berkembang dengan amat pesat. Saya cukup optimis akan dapat terus berkarya dalam industri ini.

Begitulah perjalanan Bonni Rambatan dalam berkarya dan berkecimpung di dunia komik. Buat bro sis yang suka berimajinasi dan ingin menghasilkan sesuatu, bisa belajar jadi writer. Siapa tahu karya Kamu bisa go international. CIAYO!

About Author

Mega

Mega

The dream to become a journalist started in junior high school. Graduating from college, she started a career in TV industry as a broadcaster, reporter, and script-writer. She loves to sing in the shower, dancing with the rain, and let her imagination run wild while reading novel. You can contact her by email: megakardono@gmail.com | Instagram @mariamegayanti | Medium https://medium.com/@megakardono

Comments

Most
Popular

Komik Aso (Sumber: CIAYO Comics)

Belajar Berdamai dengan Masa Lalu Bersama Aso

Masa lalu dipandang dengan berbagai cara oleh manusia. Ada yang memandangnya sebagai sebuah mesin waktu dan berharap bis.. more

Kehancuran Xandar Pasca ‘Avengers ; Infinity War’, Bisakah Kita Melihat Nova Prime di MCU?

Mungkin untuk yang belum pernah baca komik Marvel, nggak akan tahu siapa Nova Prime yang dimaksud ini. Tapi sebagian fan.. more

Deadpool 2 Review :  Parodi Sinisme Yang Kejam, Brutal, Namun Kocak

Dalam Deadpool 2, Wade Wilson harus berseteru dengan mutan robot dari masa depan, demi seorang anak mutan pencari gara-g.. more

Sumber gambar: gamespot.com

Game Klasik Favorit “Secret of Mana” Mendapatkan Treatment Remake Modern

Mungkin karena dianggap sebagai yang paling sukses, Seiken Densetsu 2 kemudian di-remake oleh Square Enix untuk pasar RP.. more

Sabrina – Chapter 3: Berkenalan Dengan Pria Mapan

“Itu, Om Setyo punya temen. Baik orangnya, udah mapan juga. Pengen dikenalin ke siapa gitu.”.. more