Ngobrol Bareng Dominic Brian, Co-writer Consilium

7 months ago
Dominic Brian yang menghadiri acara CIAYO Comics Club (Sumber: Saya Grad)

Pada acara CIAYO Comics Club #1 yang diadakan 15 Desember kemarin, banyak komikus-komikus, penulis, dan kontributor CIAYO Comics yang hadir. Salah satunya adalah Dominic Brian, Co-writer komik Consilium. Memang kalau denger kata Consilium, mungkin yang terlintas di pikiran bro sis adalah sang author, Oryza Kathleen. Tapi ada Dominic Brian yang juga ikut terlibat di dalamnya. Kemarin Brian hadir mewakili Oryza Kathleen yang berada di Bali. Grad (G) dari CIAYO Blog berkesempatan untuk bincang santai bareng Dominic Brian (B). Langsung aja simak obrolannya.

G : Hai, Brian. Kamu kan ngomik sambil kuliah, bisa cerita sedikit tentang kuliahnya?

B : Gue kuliah jurusan perfilman di International Design School, Januari lulus. Mestinya lagi

sidang nih. Tapi gue udah nego sama dosennya, jadi aman lah. Hehehe.

G : Consilium ini kan dikerjakan oleh dua orang, gimana sih pembagian tugasnya?

B : Untuk Consilium, gue bertugas sebagai co-writer, sedangkan di komik lainnya membuat

storyline-nya. Sisanya Oryza yang mengerjakan.

Instagram: @dominicbrian96

Instagram: @dominicbrian96

G : Bagaimana awal perjuangan membuat komik Consilium?

B : Awalnya sih kami ingin membuat komik yang simpel. Kami memulai dari sebuah challenge di situs komik online. Komik-komik bertema sci-fi, masa depan pokoknya yang semacam RoboCop, itu masih kurang. Jadi kami berpikir, kenapa nggak buat yang seperti itu? Oryza juga memasukkan bumbu-bumbu kesukaannya seperti cogan (cowok ganteng), action ala Michael Bay, sampai mobil-mobil keren juga ada. Dia mendapat pengaruh dari Transformer. Maka jadilah Consilium.

Consilium (Sumber: CIAYO Comics)

Consilium (Sumber: CIAYO Comics)

G : Karena pengaruh itu, apa ada yang bilang kalau komik kamu mirip dengan cerita lain?

B : Ada juga yang bilang kalau Consilium mirip dengan Psycho-Pass, tapi Oryza malah nggak nonton Psycho-Pass, jadi nggak ada pengaruhnya dari sana. Gue sendiri nonton tapi merasa kalau Psycho-Pass nggak benar-benar mirip. Mungkin mirip hanya dari segi estetika aja, makanya dianggap seperti Psycho-Pass. Tapi Consilium adalah cerita yang berbeda jika ditelaah lebih dalam.

G : Ada kepikiran gak untuk mencoba membuat komik dengan genre lain?

B : Ada dong. Meskipun nanti ujung-ujungnya bakal terbatas di beberapa genre saja, tapi kalau ada kesempatan, kenapa nggak nyoba?

G : Selain Consilium, ada komik yang sedang dikerjakan?

B : Ada dua, tapi berbeda genre. Yang pertama fantasi-detektif, sedangkan yang kedua lebih ke horror.

Merchandise Consilium (Sumber: Facebook.com)

Merchandise Consilium (Sumber: Facebook.com)

G : Selain komik, pernah membuat karya apa lagi?

B : Buku pernah, novel di webcomics. Tapi, ya begitulah. Sudah sampai selesai, tapi keuangannya di sana kurang menguntungkan aja. Sebenarnya kalau ada kompensasi yang pas, nggak keberatan sih.

Dominic Brian bersama komikus lainnya di acara CIAYO Comics Club (Sumber: CIAYO Pictures)

Dominic Brian bersama komikus lainnya di acara CIAYO Comics Club (Sumber: CIAYO Pictures)

G : Denger – denger kamu suka main game, biasanya game apa?

B : Malas sih kalau main online. Lebih sering single player. Yang lagi gue gandrungin tuh Hitman, FallOut Vegas. Kalau untuk FallOut Vegas, udah pernah tamatin beberapa kali tapi lagi pengen tamatin lagi. Soalnya sebelumnya tamat dalam bentuk bajakan. Karena sekarang udah jadi pekerja kreatif, ngerti kalau nggak gampang bikin game. Akhirnya beli yang original. Lebih puas. Hehehe.

CIAYO Comics Club (Sumber: CIAYO Pictures)

CIAYO Comics Club (Sumber: CIAYO Pictures)

G : Ada pesan-pesan untuk para pekerja kreatif?

B : Kalau nulis cerita, banyak orang yang mungkin ngeremehin, “nulis doang kan gampang, tinggal depan komputer, ketik-ketik-ketik-ketik, udah.” Padahal saya juga kadang ngeliatin layar putih begitu aja, bingung mau nulis apa. Nyari ide tuh nggak boleh batasin diri dari sekedar nonton, manga, anime, komik aja. Dari film lain, mungkin dari novel, biografi, dokumenter, dari tukang batagor seberang jalan, dari manapun pasti ada ide. Saya bahkan ada ide untuk bikin cerita horror pendek, idenya malah dari minimarket sebelah kosan.

Pokoknya kalau jadi penulis nggak boleh batasin diri. Ide bisa datang dari mana aja. Kita bakal kepikiran kalau kehabisan ide, itu terjadi biasanya kalau kita udah malas. Seperti kita kalau lagi jalan, pelan-pelan berhenti, terus nggak bergerak. Pas mau bergerak lagi, udah males. Jadi ya solusinya jalan terus, kerja terus. Nggak ada kepikiran kehabisan ide, karena power of kepepet, pasti nanti muncul. Atau mungkin improvisasi, dapat ide yang ngasal, itu bisa jadi sesuatu yang lebih bagus, siapa tahu.

Gimana bro sis? Ternyata Brian ini orangnya seru juga, ya. Persis sama kayak komiknya. Jangan lupa baca komik Consilium di CIAYO Comics.

About Author

Saya Grad

Saya Grad

Menyukai May’n, anime, dan film Jepang. Bisa dihubungi melalui laman Facebook Saya Grad ataupun Twitter @grad_11

Comments

Most
Popular

Sumber: Meka Medina

Kami Mencoba Semua Game Tabrak Tiang Listrik Di Google Play! Mana Yang Terbaik?

Dari semua game tiang listrik ini, manakah yang paling keren?.. more

(Sumber: tvshow.me)

Indonesia Diserbu Promosi Film Terbaru Spiderman Homecoming!

Perilisan film terbaru Marvel, Spiderman Homecoming tentunya tidak disia-siakan oleh perusahaan-perusahaan dengan produk.. more

(Sumber: Youtube)

Wawancara Eksklusif CIAYO Blog Dengan Demian Aditya Sang Illusionist

Bro sis masih inget dong sama Demian? Pesulap yang sekarang lebih terkenal sebagai Illusionist Indonesia ini, sempat ram.. more

sumber: www.tripwiremagazine.co.uk

Film Unsane, Ketika Film Psychology Thriller Dibuat Menggunakan Kamera iPhone7 Plus

Gimana jadinya kalau handphone digunakan untuk membuat sebuah film? Mungkin Unsane bisa menjadi jawabannya... more

felice blanc

Felice Blanc Hadirkan Karakter Buatan Sendiri ke Dunia Nyata

Saat CIAYO Comics berpartisipasi di event Mangafest Mythophobia November lalu, Maria Megayanti (MM) dari tim CIAYO Blog .. more