BEKU

3 months ago
Arif Juliyanto,

by: Arif Juliyanto,

Chapter 1

Legenda maupun mitos, adalah suatu hal yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Kebenaran dari setiap ceritanya mungkin hanya bersisa beberapa persen saja. Tapi ada kalanya sebuah legenda dan mitos menunjukkan kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lalu.

Profesor Edward bersama rekan-rekannya lah yang tertarik untuk membuktikan kebenaran itu.

Pulau Iszes memang masih menyimpan banyak misteri. Menurut teori, seharusnya pulau itu masuk gugusan pulau-pulau tropis yang tidak bersuhu dingin. Mitos tentang pulau terkutukpun muncul dimana-mana. Hal ini membuat banyak orang penasaran. Tapi sayangnya belum ada satupun yang mampu memecahkannya.Sampai akhirnya, pangkalan penelitian 103 milik Profesor Edward menemukan hasil yang mengejutkan. Mereka menemukan seorang pemuda laki-laki dengan keadaan tubuh tersalib, membeku di dalam pulau Iszes.

“Apakah kau bisa menjelaskan tentang penemuan ini Profesor?” Tanya salah satu asisten.

“Belum sama sekali.” Jawab Edward.

“Lihat! Ia sepertinya masih hidup.” Lapor asisten yang lain.

“Benarkah? Kalau begitu, cepat lepaskan dia dari ikatan salib itu dan segera bawa ketempat aman!”

Semua orang yang ada disana langsung tergerak untuk melaksanakan perintah.

“Orang itu hanya mengenakan celana dan tertutupi gundukan es aneh yang menebal ini. Lalu ia masih hidup? Sulit dipercaya.” Tanggap Edward.

“Orang itu tampaknya mengetahui segala hal yang terjadi Prof.”

“Mungkin. Ku juga belum memprediksi kira-kira sudah berapa lama dia dalam kondisi seperti itu. Tolong beritahukan kepada yang lain, bahwa aktifitas penelitian kita berhentikan sementara sampai menunggu dia sadar kembali.”

“Baiklah.”

Berselang waktu cukup lama setelah ditemukan, banyak isu dan berita yang kemudian bermunculan. Semua isu itu tertuju kepada si pria misterius yang membeku. Ada yang mengatakan dia itu alien, monster, mutan, dll. Hampir seminggu setelah ia ditemukan dan dipindah ke tempat perawatan di pangkalan. Sekarang kelihatannya ia sudah memberikan beberapa tanda akan kesadarannya kembali.

Semua orang menanti informasi asli dari orangnya langsung.

Kala itu Edward mendapat panggilan dari perawat agar segera ke ruang perawatan. Karena dia sepertinya sudah kembali terbangun dari tidur panjangnya.

Pembicaraan diantara mereka berduapun dimulai.

“Hmm,… Kau siapa ya?” Tanya pria itu. Raut wajah kebingungan muncul dari wajahnya.

“Baiklah, mari perkenalan dulu. Namaku Edward Fernandes, biasa dipanggil Profesor Edward. Aku adalah seorang ahli geografi, sekaligus arkeolog. Bagaimana denganmu?”

“Kau bisa memanggilku…, Arkan. Aku adalah seorang…..” Berpikir keras.

“Kau tidak ingat ya?”

“Hmm…, sepertinya begitu. Bisakah kau beritahu ini tahun berapa dan dimana?”

“Kita sekarang ada di pangkalan penelitian 103, pada tahun 2017”

“Apa?”

Entah apa yang diingatnya, pria itu tiba-tiba langsung bergegas pergi keluar dari ruangan. Melepas semua alat bantu yang melekat pada tubuhnya.

Tapi penjaga yang siaga berhasil menahannya.

“Tolong jelaskan semua yang kau ketahui dulu! Kau pasti tahu pecahan misteri dibalik mitos pulau terkutuk itu bukan?” Pinta Edward.

“Biarkan ku pergi sekarang juga! Kalau tidak segera kuhentikan, mereka mungkin mampu mengancam masa depan dunia lagi. Ku sudah berjanji untuk membawa kedamaian kembali.” Teriaknya di dekat gerbang keluar.

Orang –orang disana langsung terdiam seketika mendengarnya. Kaget, bingung, tak percaya, semua bercampur aduk.

“Hei Arkan, siapa kau sebenarnya?” Sahut Edward.

“Kalian mungkin sulit meyakininya. Tapi, kukatakan ini dengan jujur. Aku adalah seorang penjelajah waktu yang mengemban sebuah tugas penting. Bila kalian bertanya kepadaku masalah pulau Iszes, kemungkinan besar ku mampu untuk menjawabnya.”

* * *

Chapter 2

Masa depan…

Yang pasti terlintas dibenak masyarakat adalah zaman berkembangnya segala hal teknologi modern dan canggih. Berbanding lurus dengan mulianya kehidupan pada masa itu juga.

Semua berubah menjadi digital. Itulah utopia yang selama ini diharapkan.

Tapi nyatanya, semua itu tak sepenuhnya terjadi.

Perang besar terjadi. Dunia modernisasi masa depan dirusak kedamaiannya oleh sekelompok orang yang ingin mengambil alih kekuasaan dunia. Kelompok itu adalah organisasi sihir yang menamai dirinya “Firalexyuss”.

Demi melawan mereka, beberapa aliansi kemudian terbentuk. Dan kami kelompok ReKrea (relawan kreatif) adalah salah satunya.

Dikarenakan kelompok sihir yang dipimpin Kizen ini telah berhasil mengambil alih Ibu Kota, saat ini kami ditugaskan untuk menjaga beberapa tempat penting. Sudah keharusan juga untuk mampu mengalahkan mereka.

Sebelum tugas selesai, salah satu teman sekaligus teknisi handal kami tiba-tiba datang memanggil.

“Arkan, bisakah kita bicara sebentar?”

“Ada hal penting apa Steward? Kau tahu sendiri kan, saat ini ku bersama lainnya sedang memberantas kelompok yang ada di Ibu Kota.”

“Ku tahu itu. Tapi hal ini menurutku jauh lebih penting. Segera tinggalkan tempat ini dan pergi ke Distrik 103!”

“Untuk apa?”

“Untuk menjalankan rencana kita pergi ke masa lalu. Alat portal yang telah kita buat sudah mendapatkan izin dari pemerintah.”

“Benarkah? Tak kusangka rencana kita akan segera terwujud.”

Ber-alatkan portal ruang dan waktu, kami akan memulai penjelajahan. Penjelajahan menumpas mereka para penyihir di masa lalu.

Pada bukunya yang berjudul “Xyuss?”, Edward Fernandes menulis beberapa kejanggalan dan keanehan dari kelompok sihir bernama Xyuss. Kelompok itu diprediksi tinggal di Pulau Iszes. Pada masanya, kelompok ini dituliskan pernah mengalami kejayaan yang mana pusat pemerintahannya di Pulau Iszes. Tapi entah apa yang terjadi, kelompok sihir itu tiba-tiba lenyap dan menghilang tanpa jejak. Tak ada bukti petunjuk bahwa mereka diserang lalu mengalami kekalahan parah.

Sebab berakhirnya peradaban kelompok Xyuss masihlah misterius. Sehingga banyak spekulasi bermunculan.

Dan Edward dituding telah menulis kebenaran yang sebenarnya.

Dalam bukunya itu, ia menjelaskan bahwa para penyihir Xyuss telah bereksperimen untuk membuat portal yang akan memindahkan mereka ke suatu tempat. Konon, orang-orang dulu telah menemukan portal lintas waktu.

Pernyataan ini membuat heboh khalayak ramai. Banyak yang tidak percaya, namun ulasan Edward di bukunya tak sekedar omong kosong belaka. Kru pangkalan 103 sudah melakukan berbagai penelitian untuk menyibak kebenaran itu.

Lalu bila diamati sekilas, Firalexyuss dan Xyuss itu hampir sama.

Perencanaan anggota ReKrea membuat sebuah portal ke masa lalupun dimulai dari hal itu. Awalnya kami mendapat benyak cibiran. Tapi seiring semakin terancamnya dunia masa depan, kami mulai mendapat sorotan dari perusahaan teknologi terbesar yaitu Futura. Sehingga kami mendapat bantuan bahan dan alat-alat penting pastinya. Termasuk menggunakan salah satu bahan baru yang belum lama ditemukan. Pemerintah memberi nama bahan itu zat RO2 (Rancangan Organisasi 2). Bentuk pengembangan persenjataan militer pemerintah generasi kedua. Masyarakat umum sering menyebut zat ini dengan nama “Xyusskill”. Sebab banyak organisasi militer yang menggunakannya sebagai senjata utama melawan para penyihir Firalexyuss.

Harapan kami untuk membawa kembali kedamaian di dunia ini sepertinya segera terwujud.

“Apakah hanya kita berdua saja yang akan melakukan perjalanan ini?” Tanyaku.

“Perjalanan ini mempertaruhkan nyawa. Walaupun ku sudah mencoba menyetel pengaturan waktu dan tempat, namun semua itu belumlah pasti 100% berhasil. Ada konsekuensi dimana tubuh kita bisa saja hancur sebelum sampai tujuan. Sehingga ku yakin, hanya kita berdua saja yang mau menjadi tikus percobaan dari proyek besar ini. Apakah kau sudah siap?”

“Sudah.”

“Baguslah, akan kuhidupkan portal ini sekarang juga. Dalam hitungan, 1…, 2…, 3…, ayo masuk!”

Portal besar yang terbuka lantas membawa kami melewati dimensi ruang dan waktu yang begitu rumit. Steward yang memiliki peran utama dalam pengembangan ini pun, sebelumnya harus mengalami beberapa kali kegagalan. Pertimbangan besar dari banyak aspek wajib dipelajari.

Hingga pada akhirnya, Steward memilih untuk membuat portal ini menjadi semacam hologram. Yang pastinya lebih praktis dan efisien. Dia menyambungkan sistem kerja programnya dengan jam tangan berteknologi canggih. Yang tidak hanya mampu melacak waktu dan lokasi secara otomatis, tapi juga sebagai pembuka pintu gerbang portal beserta setelannya.

“Kilatan cahaya apa tadi?”

“Itu tadi bukanlah kilatan cahaya, melainkan refleksi terowongan dimensi ruang dan waktu. Ngomong-ngomong, apakah sekarang kita di dalam sebuah gua?”

“Kelihatannya begitu. Tempat ini cukup aman bila kita gunakan sebagai tempat transit sementara.”

“Bersyukurlah kita Arkan, kita tiba di tempat dan waktu yang sesuai.”

“Steward, ayo kita cek keadaan di luar.” Ajakku.

Secercah cahaya yang terlihat, mengantar kami berdua untuk bisa keluar menuju bibir gua. Cahaya itu lama-lama menjadi besar bersamaan dengan mendekatnya kami. Cahaya cerahnya sinar matahari yang melewati lubang bibir gua.

Sesampainya di luar, ku melihat pemandangan yang begitu luar biasa. Terlihat lebatnya hutan belantara, yang belum dijajahi peralatan berat dan bangunan-bangunan besar. Pulau ini terlihat asri dan rindang.

“Hey kelinci nakal…, kesini kamu…, jangan pergi!”

Suara siapa itu? Apakah ada orang lain di dekat sini?

“Steward, biarkan aku mengeceknya. Kau tetaplah disini saja dulu.”

“Jangan lupa bawa senjatamu!”

“Tenang saja kawan.”

Semak belukar dan pepohonan ku telusuri secara diam-diam. Aku berusaha mendekati sumber suara tanpa diketahui sang pemilik. Selangkah demi selangkah, mencoba menghampirinya.

“Siapa disana?”

Gelegak kaget dan deg-degan langsung datang kepadaku. Instingnya kuat juga ternyata.

“Haduhh, ketahuan ternyata.” Jawabku.

“He, mau apa kau? TOLONG…! TOLONG…!”

“Sstt…, tolong diam nona. Ku hanya ingin bertanya sesuatu.”

“Taruh dulu senjatamu!” Perintahnya.

“Baiklah. Perkenalkan namaku Arkan, orang baru yang datang ke pulau ini.”

“Namaku Alexa, salam kenal. Apa yang ingin kau tanyakan?”

Walaupun pada awalnya sangat ragu, namun sepertinya dia cukup ramah juga. Dengan penampilan ala abad pertengahan, Alexa tampak sangat cantik. Ku sampai bingung mau bertanya apa dulu baiknya.

“Hmm Alexa, adakah yang kau ketahui tentang kelompok Xyuss?” Tanyaku.

“Xyuss? Kalau yang kau maksud itu Firalexyuss, aku tahu.”

“Bisakah kamu memberi beberapa informasi mengenai mereka?”

“Bisa saja, asalkan nanti kau gantian menjawab pertanyaanku.”

“Setuju.”

“Firalexyuss itu adalah kelompok para penyihir ber-aliran jahat. Sedangkan nama Xyuss sendiri adalah nama roh api yang mereka percayai. Ku harap kau tak bertanya lebih lagi tentang ini, karena ku tak ingin dianggap sebagai salah satu anggota kelompok mereka.”

Tunggu sebentar, jangan-jangan dia adalah salah satu anggota kelompok jahat itu. Entah mengapa, muncul sedikit rasa takut. Tapi apabila dilihat dari ekspresinya, sepertinya ia sangat membenci kaumnya sendiri. Akan ku manfaatkan momen langka ini, untuk berusaha bertanya hal-hal lain.

“Maaf, bila menyinggungmu. Tapi tolong beri ku kesempatan untuk bertanya lagi. Apakah kau tahu tentang rencana pembukaan portal ruang dan waktu?”

“Kosa katamu lagi-lagi sulit dimengerti. Yang ku tahu adalah, malam ini mereka akan melakukan ritual pembukaan gerbang kejayaan.”

“Untuk apa?”

“Untuk pergi ke suatu tempat yang sekiranya bagus untuk dijajah kembali. Sudah cukup ya, sekarang gantian giliranku yang akan bertanya. Siapa kau dan apa tuju…”

Memotong pembicaraan kami, tiba-tiba muncul sekelompok orang berjubah yang datang. Sekilas penampilan mereka mirip penyihir.

“Apa yang telah terjadi Alexa? Ku mendengar teriakan minta tolongmu.”

“Ayah…? Tidak ada apa-apa kok.” Tampik Alexa.

“Kizen…?” Spontan ku menyebut namanya. Ku masih ingat betul akan wajahnya itu. Tapi tunggu dulu, ayah katanya?

“Ya, namaku Kizen. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Tegas orang itu.

Sepertinya ini adalah kali pertamaku bertemu dengannya di zaman ini. Padahal di masa depan, ku sudah beberapa kali bertemu dengannya dan saling adu tempur. Apa boleh buat, akan ku paksa si sampah busuk ini untuk mengingatnya.

“Kau…, kau…, kau yang telah menghancurkan tanah kelahiranku, membunuh banyak dari kerabatku, memutus harapan zaman yang gemilang dan damai. KAULAH PENYEBABNYA KIZEN! MATILAH KAU!”

Senapan yang kutaruh, langsung kuambil kembali. Ku isi ulang tenaganya dengan zat Xyusskill yang ku bawa. Amarah ini sudah sulit untuk dibendung dan aku akan bersiap melakukan sebuah serangan. Serangan bertubi-tubi ke arah Kizen sang ketua persekumpulan.

Namun, sepertinya ku baru saja sadar. Yang kulawan ternyata tak hanya Kizen, melainkan para pengikutnya yang saat itu mengelilingiku juga. Sehingga sebelum ku berhasil menghabisi kizen, mereka para bawahannya terlebih dahulu mampu mencegah seranganku. Mereka mengeluarkan sihir api. Melontarkannya ke arah tembakanku untuk menggagalkannya.

Lalu beberapa yang lain berusaha melumpuhkanku. Ku dipastikan kalah jumlah.

Atas serangan mereka, ku kehabisan tenaga dan mulai lemas. Mereka para penyihir pastinya langsung menangkapku. Ku hanya bisa pasrah dan tak berdaya lagi. Mereka melucuti persenjataan dan sebagian pakaianku.

Tubuh ini lantas diikat di papan salib yang terbuat dari kayu. Disertai api besar yang menyala di sekeliling.

Entah mengapa, akibat kobaran api tadi pikiran ini terasa sangat panas dan seakan mau terbakar. Tapi fisik ini sama sekali tak mengalami luka bakar.

API APA INI?

“Dasar bocah tengik, sekarang kau sudah tak ada pilihan lagi untuk kabur. Karena api Xyuss ini akan segera membakar jiwamu. Semua jati diri, ingatan, dan pendirianmu akan terbakar bak kertas yang menjadi abu. Semua akan lenyap. Dan satu-satunya pilihan adalah, kami akan mengisi kekosongan jiwamu itu dengan doktrin Firalexyuss. Ha… Ha… Ha…” Gelak tawa terdengar keluar dari mulut Kizen.

“Sialan kau!” Tampikku.

Di saat-saat genting ini, ku berharap Steward mampu menjaga dirinya sendiri. Dan bisa memberikan laporan ke markas besar ReKrea secepatnya. Ku tak ingin dia terlibat masalah, serta nekat untuk menyerang tanpa pikir panjang seceroboh diriku ini.

Misiku kali ini sepertinya bakal sia-sia saja. Malam ini para anggota Firalexyuss sudah menggelar ritual pembukaan gerbang kejayaan. Tujuannya yaitu untuk menjajah wilayah baru dan memperluas kekuasaannya. Tak semua anggota ikut pergi. Ada beberapa yang tetap berjaga dan mengawasi keamanan wilayah mereka di Pulau Iszes.

Setelah kupikir lagi, tampaknya mereka tak pernah membayangkan bahwa gerbang itu adalah sebuah portal yang akan menuntun mereka ke masa depan.

“Arkan, ku akan menyelamatkanmu!”

Teriakan siapa itu? Kepalaku sudah sangat pening dan tak bisa berkonsentrasi penuh lagi.

“Tenang saja, ku akan menghancurkan api misterius itu darimu! Matilah kalian para penyihir!”

“Steward, apakah itu kau? Menjauhlah dari sini.”

“Bertahanlah sebentar Arkan. Karena ku akan melempar bom RO2 ini ke arah mereka dalam hitungan, 3…. 2…. 1….”

DUUUAAAARRRRRR………

Ledakan besar terjadi. Pulau ini tergoncang dahsyat dan retak. Kejadian ini pastinya membuat orang di dekatnya terpental hancur berkeping-keping. Ku melihat semua kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri. Aku pun tidak tahu menahu apakah aku ini masih selamat atau tidak.

Ku hanya merasa ada reaksi reaksi zat RO2/Xyusskill dengan sihir api Firalexyuss, yang kemudian membuat suhu udara panas menjadi sangatlah dingin. Pembentukan zat padat semacam es terjadi di sekitar.

Dan membuat tubuhku ini terasa kaku membeku.

l

2 dukungan telah dikumpulkan

Comments