Machina Battleground

1 year ago
Rama Agung

by: Rama Agung

Future-Earth 2201. Dunia telah berubah drastis semenjak keberhasilan Mach-Orp menciptakan Exo-suit yang bernama Machina. Berawal dari hanya alat untuk membantu orang disabilitas, kini setelah segalanya berubah digital machina berkembang pesat dan menjadi senjata perang yang berbahaya. Namun sayangnya untuk mengendalikannya diperlukan tingkat synch yang cukup tinggi atau biasa dikenal dengan istilah Wave_R.

Dalam tingkatannya Wave_R dibagi menjadi C-, C, B, A, A+, S, S+, dan terakhir adalah R. Biasanya pemerintah akan memberikan bantuan kepada pemilik tingkat Wave di atas B bagi yang kurang mampu. Namun semenjak minimnya jumlah siswa, untuk tahun ini pemerintah menurunkannya menjadi C, tetapi mereka hanya dipinjamkan machina Dummy atau [D-Gear] yang hanya dapat digunakan untuk berlatih.

Sebagian besar penduduk yang mendengar hal tersebut tidak tertarik karena mereka mengetahui mahalnya harga machina. Tetapi berbeda dengan Geist, saat dia mendengar pengumuman itu, dia langsung bergegas mendaftar karena dia bisa memiliki kesempatan untuk belajar dan bersekolah di Xeno-cademy yang ternama, dan ini adalah kisah setahun setelah dia diterima.

Alarm Geist yang berbunyi membuatnya terjatuh dari sofa, buku-buku komik berserakan. Ia sedang tak ingin membereskannya karena sibuk memperbaiki  machina yang tergantung gagah di depannya.

“Hehehe, akhirnya aku telah selesai memperbaikinya!” Geist senyum memandangi machina berwarna hitam miliknya.

“C0_DA..? Nama machina ini Coda? Aneh aku tidak pernah mendengarnya, tapi rasanya aku ingin segera mencobanya! Store!” machina itu menyusut menjadi ukuran gelang dan langsung ia kenakan.

“Hehehe, aku benar-benar beruntung bisa menemukan machina bekas yang masih berfungsi! Astaga, sudah jam segini?! Aku bisa terlambat!” Geist bergegas berlari keluar menuju tempat kerja sampingannya.

-Whack-A-Mole Custom Garage-

“Yo, G-boy akhirnya datang juga! Cepat! Kita sedang kebanjiran order perbaikan!” Pria besar muncul dan melempar tang.

“Siap bos!”

Tanpa banyak bertanya, Geist bergegas memperbaiki mesin rusak yang terus berdatangan hingga tanpa sadar hari telah menjadi sore.

“Haah! Ada apa ini kenapa bisa banyak sekali mesin rusak!” Geist tergeletak lemas.

“Kau tidak tahu? Kemarin diumumkan bahwa bulan depan akan ada tournament dan para siswa sudah memulai latihan mereka, apa kau tidak mendengarnya?”

“Eh? Masa? Xeno termasuk?”

“Mau taupun dia tidak akan bisa membuat perbedaan ayah, dia hanya Wave_C terlebih hanya memiliki [D-Gear] pinjaman, apa yang bisa dilakukannya?” Seorang gadis seumuran Geist muncul dari balik pintu dan memberikan kopi panas kepada boss.

“Hahaha, Cecil kau kejam sekali! Tapi…itu memang benar sih, apa kau tidak berniat menggantinya Geist?”

“Hehehe, boss, aku sudah memiliki machinaku sendiri!” Geist tersenyum bahagia.

“He? Kau sudah membelinya?! Kapan?! Dasar, kenapa kau tidak membelinya di sini? Aku dapat memberikanmu diskon!” Boss mencekik Geist.

“Ack! Boss ampun! Ampun! Aku tidak membelinya! Aku menemukan machina bekas yang masih dapat berfungsi!” Geist segera mengeluarkan machina dari gelangnya.

“Ini…machinamu?” Boss tertegun saat melihatnya.

“Hah, apa yang bisa diharapkan dari barang buangan.” Cecil segera pergi kecewa melihat rongsokan di depannya.

“….Geist sebenarnya ada apa antara kau dan Cecil? Kenapa dia begitu membencimu?”

“Aku juga tidak tahu, tapi boss bagaimana menurutmu machina ini?”

“Bagaimana? Terlihat dari modelnya ini sangat mirip dengan [D-Gear] dan namanya C0_DA? Sepertinya aku pernah mendengarnya, sebentar aku cari dulu.” Bos membuka lacinya dan melihat buku katalog mencari model yang Geist temukan.

“Ah aku menemukannya, Custom Zero_Model. Kalau tidak salah, model ini batal diproduksi karena peminatnya sedikit.”

“Eh?? Kok bisa begitu bos?!”

“Hahahaha sampai itu saja tidak tahu. Kamu ini baru sadar, ikut-ikutan kekinian rupanya sulit juga bukan? Itu karena konsep awal C0_Model adalah versatile fighter di mana dia bisa menggunakan banyak jenis attachment. Namun karena permasalahan  output yang tidak stabil serta rumit dalam perawatan membuatnya tidak populer. Terlebih performa C0_Model lebih buruk dari model spesialis, terlebih tim dibuat untuk menutupi kelemahan masing-masing.

“Tapi boss, saat aku mencobanya output CODA stabil di atas 90%.” Geist menyambungkannya dengan layar digital untuk memperlihatkan kondisi CODA

“Itu memang stabil karena saat ini dia tidak menggunakan attachment apapun, sini.” Bos merebut kontrol CODA dan segera memasukkan holodisk untuk memasang dummy attachment [Power-Arm] [Launcher pack] [Steel Armor] [booster leg] pada CODA yang membuatnya langsung turun menjadi 10%.

“Lihat, langsung menjadi 10%, dan tidak hanya itu saja, attachment kini telah menjadi lebih spesifik, membuat CODA hanya bisa menggunakan mid-tier attachment. Dan hei! Bocah bodoh, lihat apa ini! Kenapa kau tidak menyambungkan kabel ini?! Apa kau mau mati!” Bos memperhatikan ada kabel yang masih belum terpasang.

Default Alpha system system online – performance checking – complete, initiate force sync – complete,  restoring !^#(@&*) mode – error, restoring power, armor, speed and repair mode in progress.” Muncul di layar CO_DA namun segera menghilang.

“B-bos? Apa ini?” Geist dan bos tertegun.

“Aku tidak pernah melihat machina yang memiliki lebih dari satu mode tapi sepertinya ini merupakan kelebihan dari C0_Model, bagaimana kalau kita kebelakang untuk langsung kita tes.”

Di halaman belakang, Geist yang mengenakan CODA berdiri di tengah sementara boss menyiapkan penembak bola yang sudah diarahkan kepada Geist.

“Geist bagaimana rasanya?”

“Rasanya lebih ringan dan lebih mudah bergerak, lihat aku lebih bergerak lebih cepat.”

“Tentu saja, reaktor CODA lebih besar 3x dari pada [D-Gear]. Sudahlah ayo kita test, coba kau hindari ini.”

Boss menekan switch yang mengaktifkan tembakan beruntun, Geist dapat menghindarinya tanpa banyak masalah karena dia sendiri sudah sering berlatih menggunakan [D-Gear] dan akhirnya test run Geist berakhir.

“Wow, hanya Machina tua saja memiliki kemampuan seperti ini, sekarang aku mengerti mengapa tidak pernah bisa menang melawan model baru machina.” CODA yang dikenakan Geist mulai menghilang dan menjadi bentuk gelang.

“Akhirnya kau mengerti, tentang perbedaaan power machina tidak bisa hanya di lewati dengan teknik dan keras kepala, terlebih jika menggunakan [D-Gear] sampah itu.” Boss melipat tangannya mendengak dengan bangga.

“Aku paham Boss, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak memiliki uang untuk membeli high grade machina, jika hanya berakhir dengan low grade, maka sama saja tidak ada bedanya dengan [D-Gear].”

“Hei kau sadar bukan yang kau gunakan itu juga termasuk low grade, dan kau sendiri yang mengatakan rasanya jauh berbeda dengan [D-Gear]. Tapi sayang sekali, dari semua mode hanya power dan armor mode yang dapat digunakan terlebih memakan energi yang cukup besar untuk mengaktifkannya.”

“Oh ia bos! Aku lupa aku masih ada urusan, maaf aku permisi dulu.” Geist bergegas pergi.

“He-hei Geist, ah dia sudah lari…yasudah lah.”

Geist yang berlari berhenti di sawah pinggiran dekat hutan sektor-C62 dengan sebuah gubuk yang terbuat dari rongsokan besi.

“Kakak datang!” Geist disambut oleh 2 anak kembar dan seorang nenek tua.

“Ira, Lire, kalian tidak merepotkan nenek Anra kan?”

“Ayo Geist jangan di depan pintu saja.”

Di dalam rumah Ira dan Lire berlarian dengan riang sementara Anra dan Geist berbicara di pinggir.

“Geist aku sudah mengatakan kau tidak perlu memberikan kami uang hasil kerjamu lagi, lebih baik kau menabung untuk membeli machina agar kau tidak dibuli oleh temannmu.”

“Hahaha santai saja nek, aku tidak tertarik dalam pertarungan, aku hanya ingin lulus dari Xeno agar mendapatkan gelar yang bagus, lagipula aku hanya Wave_C sebagus apapun machina yang aku punya, tidak akan bisa menyaingi mereka yang berbakat hahaha.” Geist tertawa meskipun Anra terlihat begitu sedih.

“Baiklah nek aku pulang dulu, kalau aku sempat minggu depan aku akan datang lagi.” Geist yang sudah di luar mengucapkan selamat tinggal.

“Ah….Kakak kenapa tidak tinggal di sini lagi, kita kan bisa berbain bersama.”

“Hahah Lire kan kakak harus belajar, jangan terlalu nakal ya.” Geist yang mengusap kepala Ira dan Lire bergegas pergi.

“Haha…nenek, yang kuberikan tidaklah pernah cukup, disaat semua membuangku, hanya kakek dan nenek yang menerimaku, setidaknya aku bisa membuat Ira dan Lire selesai bersekolah baru aku puas.”

Geist mengingat masa lalunya, dia masih mengingatnya dengan jelas, saat masih kecil orang tuanya meninggalkanya di pinggiran hutan sendirian sampai kakek datang dan membawanya tinggal di rumahnya bersama cucunya Ira dan Lire.

“Heh, ternyata ada Remnant liar juga di sini.” Geist merasakan aura aneh, retakan kecil muncul di langit mengeluarkan 3 mahkluk bayangan dengan mata merah.

“Mari kita mulai.” Dengan mata kuning dan wajah Geist berubah sadis sebelum tertutup helm CODA.

Geist yang mulai mengamuk melawan Ghoul Remnant dengan tangan kosong, dan tidak memakan waktu lama Geist dapat menghabisi mereka dengan cepat.

“Ugh…aku tidak bisa mengetesnya…terlalu lemah! Sejak kapan Ghoul menjadi selemah itu! Ha!….Ha? apa? Eh? Kemana Ghoulnya? Eh sudah jam segini?! Aku belum masak!” Geist berlari cepat pulang.

Keesokan harinya di coloseum kecil Xeno-cademy Geist duduk menonton teman kelasnya berlatih menggunakan machina. Setiap siswa sudah memiliki pasangan untuk latihan mereka kecuali Geist.

“haah ayo kemari Geist aku akan menjadi lawan latihanmu” Rook menghampiri Geist yang termenung.

“Ketua? Ah ini perintah ibu guru ya?” Geist berdiri.

“Ya, lagipula tidak ada yang mau berlatih bersamaku, jadi cepatlah.”

“Pfft kasian sekali Geist akan menjadi mainan ketua.”

“Memang kenapa? Apa ketua kita sehebat itu?”

“Ah kau mahasiswa pindahan ya, biar aku ceritakan Rook adalah salah satu yang terkuat disekolah ini karena memiliki Wave_A dan tidak hanya itu saja, dia selalu  bekerja keras membuatnya selalu siswa teladan, terlebih machina khusus bombardir bernama [Warzone] membuatnya ditakuti.”

“Eh?! Ketua kita sehebat itu?”

“Hahaha, maaf Rook aku jadi merepotkanmu.” Geist tersenyum bersalah memasuki arena.

“Tenang saja, aku juga ingin mencoba senjata baruku, jika aku sampai melukai peserta tournament maka aku akan kena masalah.” Rook mengeluarkan backpack roket dan gatling dari punggungnya.

“He-hei, kau bercanda kan? Apa maksudnya dengan peralatan itu?! Maksudmu jika aku yang terluka berarti tidak apa apa?” Geist mundur perlahan-lahan.

“Hm? Aku tidak mengatakan itu, tetapi setidaknya jangan biarkan ini cepat berakhir.” Setelah mengatakan itu helm Rook tertutup dan langsung menerjang Geist yang masih panik.

“Hah, Ketua itu kapan dia akan belajar untuk menahan diri.”

“Hahaha kasian Geist dia akan menjadi bulan-bulanan ketua.”Siswa yang melihat Geist berlarian tunggang langgang menghindari serangan rudal Rook.

“Ketua ampun! Aku bisa mati!”

“Hahaha! Ayo Geist lebih semangat! Aku belum puas!” Rook yang sedang menembak berhenti mendadak.

“Akhirnya habis!” Geist yang melihat kesempatan segera menerjang Rook tanpa ragu.

“Heh, naif!” Rook mencopot backpacknya dan mengeluarkan bor beserta pedang dari tangannya.

“Apa?! Bukannya itu machina range?! Kok bisa?!” Geist terkejut berusaha berhenti.

“Hahaha! Aku adalah orang yang akan mengalahkan dewa dan takdir!” Tanpa ragu Rook menerjang dengan lebih cepat.

-Eien restored – -Tracking Sense Restored-

Seketika mata Geist kembali berubah menjadi kuning dan gerakannya semakin cepat memukul tangan Rook hingga melepaskan pedangnya dan berpindah kebelakangnya.

“Hehehe! Hebat sekali Ge-….” Rook sudah bisa menebak lokasi Geist namun saat dia menengok kebelakang dia merasakan aura membunuh seperti berhadapan dengan binatang buas yang kelaparan dan tanpa sadar melepaskan maximum output bornya membuat arena dipenuhi dengan asap.

“Ceh mau melukaiku dengan serangan seperti itu, mimpi!” Suara wanita tiba-tiba terdengar dari dalam kepala Geist membuatnya tersadar.

-Armor mode activate: maximum capacity-

“Huh?” Geist melihat perutnya terkena bor yang tak lama hancur dan di ikuti dengan [Warzone] yang jatuh sujud di depan CODA.

“Eh…ada apa? Bagaimana mungkin [D-Gear] bisa bertahan dari serangan [Warzone] milik Rook?!”  Semua siswa terkejut saat asap menghilang.

“[Warzone kan tipe jarak jauh tetapi karena memiliki output besar seharusnya tetap dapat merusak [D-Gear].” Para siswa berdiskusi kaget melihat itu semua, namun tidak lama semuanya terjawab, [Warzone] mengeluarkan asap dan mengeluarkan tanda overheat.

“Eh? Apa?” Geist yang terkejut akhirnya sadar.

“Ugh…ternyata memang tidak bisa menggunakan attachment lain jika berbeda model…” Rook berdiri mulai membuka armornya.

“G…Geist menang.” Guru menunduk dan dengan berat hati mengakui kemenangan Geist.

“Haah, kemenangan Geist karena ketua menghancurkan dirinya sendiri, entah kenapa aku kecewa melihatnya inikah yang merupakan salah satu yang elit.”

“Hahaha, jangan begitu jika tidak seperti itu bukan ketua namanya, dia akan selalu menantang batas dirinya sendiri, coba kamu bayangkan apa jika yang ketua perlihatkan berhasil di lakukan?”

“Tentunya ketua akan menjadi semakin tidak terhentikan dia kan bermimpi menjadi Royal Knight.” Siswa baru muncul ikut bergabung dalam pembicaraan.

Semua siswa saling berdiskusi melihat betapa hebatnya yang dilakukan ketua, sedangkan Geist yang masih terkejut berada diluar arena dipanggil oleh Rook.

“Hei Geist, apa yang kau lakukan dengan [D-Gear]mu itu?” Rook tersenyum.

“Eh? Apa yang aku lakukan? Maksudnya?”

“Hahaha, tidak usah berpura-pura, seranganku mengenaimu dengan maximum output. Bagaimana kau bisa tidak terluka?” Rook terlihat kesal dan perlahan mendekati Geist tapi tiba-tiba mereka berdua merasakan hal yang aneh dan melihat kearah langit.

“Che, kita selesaikan nanti.” Rook bergegas pergi berlari ke pusat kota, sementara Geist masih kebingungan dengan yang dia rasakan saat itu.

“Sampai kapan kau berdiam di sana, cepat ikuti anak itu.” Suara wanita itu kembali terdengar.

“EE! Siapa itu?!”

“Berisik, tidak usah berteriak, dan cepat kejar dia!” Geist segera berlari mengejar Rook yang sudah menghilang.

“Aku tidak percaya ada yang bisa menggunakan Alpha series tanpa mengalami gangguan mental, Grigory! Oi Grigo-!”

-Battle Maid-OS offline-

“Che bagaimana mungkin Grigory masih tertidur, oh namaku EIEN.”

Tidak lama setelah memperkenalkan diri alarm evakuasi dibunyikan dan banyak penduduk yang berlari berlawanan arah dengan Geist.

“Alarm ini?! Ada Gate muncul?” Geist mengeluarkan padnya yang terus berbunyi.

–Perhatian kepada semua WeaveR, Gate terdeteksi B36 dan C40 diharap segera menuju lokasi lokasi yang di sebutkan, dan harap segera menjauh dari sektor-C62 karena akan segera dilakukan pembersihan.

“Pembersihan…? sektor-C62? Oh tidak! Ira dan Lire ada disana!” Geist langsung bergegas berlari.

“He-hei! Kau mau kemana! Kondisi Alpha masih belum sepenuhnya pulih! Kau akan mati jika berada di daerah pembersihan!”

Tidak mendengarkan EIEN, Geist terus berlari dan pada daerah C40 dia melihat banyak Machina-user yang terluka berhadapan dengan Remnant berukuran 18 meter beserta Rook yang bertarung.

“Apa yang kau lakukan! Kau tidak akan sanggup melawan Giganto!” EIEN kesal.

“Cepat bawa yang terluka pergi dari sini! Aku akan menahannya!” Rook terus menghujani Giganto dengan misil dan peledak dari udara berusaha menarik perhatiannya.

“Ire Lira! Nenek! Dimana kalian! Paman apa kamu melihat seorang nenek dan dua anak kecil yang tinggal di sektor-C62?!” Geist bertanya kepada korban yang di kumpulkan dalam truk penyelamat.

“Nenek dan anak kecil? Aku tidak melihatnya, tetapi aku mendengar ada yang berlari ke dalam hutan sesaat sebelum Gate muncul.

“…Hutan…Nenek!? Argh!” Geist segera berlari menerjang ke dalam hutan tidak memperdulikan pertempuran.

“Eien, berapa lama lagi sampai CODA pulih?!”

“CODA? Maksudmu Alpha? Sekitar 15 menit lagi, setidaknya bersabarlah sampai selesai charging.”

“Tidak ada waktu! Armed-C0DA!” Geist yang telah mengenakan C0DA berlari.

Selama berlari ditengah hutan Geist berhadapan dengan berbagai Remnant kecil, namun tidak ada yang bisa menghentikannya, dia tetap menerjang maju sampai akhirnya Geist berhenti dan melihat nenek yang terluka parah merangkul Ira dan Lire yang ketakutan di depan Remnant setinggi 10 Meter dengan tubuh setengah mesin.

“Orga..nic…di sini?!” EIEN kembali terkejut

“Nenek awas!” Geist dengan cepat melompat dan memukul pohon yang diayunkan Organic hingga hancur.

“Geist cepat lari! Kau tidak akan bisa menang melawan Organic! Setidaknya tidak untuk saat ini!”

“Tidak…tidak akan! Tidak! Tidak! Tidak! Organiiic!” Geist memukul organic hingga terpental menjauhi Ira dan Lire.

“Ira…Lire bawa nenek pergi dari sini…Cepat!” Suara Geist berubah berat dan menyeramkan matanya menyala kuning membuat Ira dan Lire ketakutan namun mereka langsung menurutinya.

Tidak lama gempa terjadi dari langkah kaki Organic yang berlari menerjang Geist sambil mengayunkan pedang besar, Geist-pun maju dan menyerang tangan kosong sambil terus menghindar, membuatnya terus sibuk.

“EIEN apa C0DA tidak memiliki senjata?!”

“Cih Alpha itu sempurna semua adalah senjatanya!”

“Lalu bagaimana cara menggunakannya!?”

“Eng…aku juga tidak tahu.”

“Argh tidak berguna!” Geist terus menghindar dari tentakel yang keluar dari badan Organic.

” EIEN dimana lokasi mereka?!” Geist melompat menggunakan pohon sebagai pijakan dan terus menyerang Organic.

“Mereka sudah jauh dari sini, setidaknya tidak akan terbunuh saat pembersihan, pertanyaanya bagaimana kau akan bertahan?”

“Heh, hanya segini aku masih bisa mengatasinya! Hehehahaha!” Perlahan tapi pasti Geist berhasil memojokan Organic hingga terluka parah, namun semakin lama gerakan Geist semakin seperti binatang buas.

“Graaaa!” Organic yang terluka parah akhirnya berhenti bergerak.

“Ha….ha….menang…” Geist terduduk kelahan, tubuhnya penuh dengan luka.

“Uh..Geist sebaiknya segara lari, aku mendeteksi bomb sudah dalam perjalanan.”

“Oh…hahaha….Bagaimana dengan nenek, Ira, dan Lire?” tetap diam duduk.

“Mereka dalam bahaya! Aku mendeteksi Organic lain!”

“Apa?! Ugh tapi aku sudah tidak bisa bergera!” Geist berdiri dengan lunglai.

” Argh tidak ada waktu! Harus cepat begerak! Dimana mereka!” Geist berlari dengan sisa tenaganya.

“Mereka ada di sektor-C40! Cepat Geist jika tidak usahamu akan percuma!”

“Argh! Minggir!” Geist yang sudah seperti orang sehat kembali menerjang pasukan Remnant hingga akhirnya sampai ke sektor-C40.

“Nenek! Ira! Lire!” Geist melompat dengan sekuat tenaga bersiap untuk berperang, tetapi di depan matanya hanya terlihat pasukan machina dan pengungsi yang sudah di dalam mobil termasuk Ira dan Lire.

“Eh….Apa?” Geist tertegun.

.”Fuh akhirnya selamat, aku kira akan mati…” EIEN bernafas lega.

“Uh EIEN apa maksudnya ini?”

“Kau kira aku mau mati begitu saja? Kau berniat menyerah bukan setelah berhasil menyelamatkan mereka?”

“Ugh…jadi kau menipuku…tapi jika di pikir sektor-C40 kan tempat berkumpulnya para pengungsi…kenapa bisa tidak aku pikirkan…” Geist yang sudah benar-benar kelelahan akhirnya kehilangan kesadarannya.

Geis yang pingsan terbangun di rumah sakit dengan tubuh dibalut perban nyaris diseluruh tubuhnya, dan disampingnya Ira dan Lire tertidur.

“Uh…Apa…aku masih hidup…?” tidak lama setelah bangun pintu terbuka dan nenek muncul dari balik pintu.

“Ah ne- ah maaf aku lupa Ira dan Lire sedang tidur.” Nenek langsung menaruh jari di mulutnya mengisyaratkan Geist untuk diam.

“Geist aku kan sudah bilang jangan pernah memaksakan diri, lihat dirimu kau hampir mati karena perbuatanmu.”

“Ah…maaf nek, tetapi nenek tidak apa-apa berdiri? Ow!” Nenek menjitak Geist.

“Sudah aku bilang diam, dan aku tidak apa-apa, aku hanya kelelahan saat kamu menemukanku.”

“Kelelahan tapi-Ow!” Geist kembali di jitak.

“Aku bilang diam, sebaiknya kau berhenti menghawatirkan nenek tua sepertiku, lihat dirimu kau nyaris mati karena melindungi seorang nenek, seharusnya kau lebih menghargai nyawamu! Aku tidak pernah membesarkanmu untuk menjadi seorang pahlawan kesiangan!” Suara nenek semakin membesar.

“Nenek bukannya kau bilang jang-OW” Untuk ketiga kalinya Geist di jitak.

“Orang tua sedang berbicara dengarkan!”

“Ia nek..”

“Dengar Geist aku ingin kau berjanji, jangan melakukan sesuatu yang berbahaya, jangan membuang nyawamu untuk sesuatu yang tidak berguna.”

“tapi ne…..Baiklah aku berjanji….” Geist melihat nenek yang mengepalkan tanganya.

“Baguslah, dan tolong rawat Ira dan Lire.”

“Rawat?! Tunggu ne….nek….jangan bilang….” Geist hanya bisa melihat neneknya yang tersenyum sebelum dia akhirnya kehilangn kesadaran.

Seminggu akhirnya berlalu. Setelah pertempuran itu, renovasi dan perbaikan dilakukan nyaris di semua sektor untuk memperkuat pertahanan agar tidak terulang lagi. Siswa yang berniat bergabung dengan Xeno-cademy juga meningkat tajam.

Geist yang terbangun sudah bersiap berangkat, rumah Geist tidak seperti dahulu yang penuh berantakan dengan sampah, kini sudah tertata rapi dan bersih, karena kini Ira dan Lire tinggal dengannya.

“Ira, Lire aku pergi dulu tolong jaga rumah, dan jangan biarkan orang asing masuk.” Geist memakai sepatunya dan pergi kembali ke sekolah.

 

-End-

9 dukungan telah dikumpulkan

Comments