Teror Komik Horror

2 months ago
Sumber: Syarif Hidayatullah
Syarif Hidayatullah

by: Syarif Hidayatullah

Buku-buku komik berserakan. Ia sedang tak ingin membereskannya. Ialah Arga, anak yang sangat suka membaca komik. Kamar Arga penuh dengak koleksi komik miliknya. Komik yang paling dia sukai ialah komik dengan genre horror. Semua komik yang dimilikinya adalah komik horror. Masih banyak lagi stok komik horror miliknya yang belum dibacanya.

Siang ini, seperti biasanya Arga pulang dari sekolahnya. Sesampainya dirumah dia langsung pergi kekamarnya. Tanpa beberes, dia langsung mengambil komiknya dan lompat ke tempat tidurnya. Waktu demi waktu dia lewati dengan membaca buku-buku komik miliknya. Sudah beberapa komik yang telah selesai dibacanya. Dan setelah lelah membaca komiknya, Arga pergi keluar untuk bermain dengan temannya tanpa membereskan buku-buku komik yang telah habis dibacanya.

”Bu,aku pergi main keluar ya”. kata Arga.

”Komik-komikmu sudah dibereskan? Biasanya kan komikmu itu selalu berserakan sampai ibu pusing melihatnya”. kata sang ibu.

”Nanti saja bu setelah selesai main”. balas Arga.

Hari sudah hampir malam dan Arga pun sampai kerumah. Sesampainya dirumah, Arga langsung menuju ke kamarnya. Sesampainya dikamar, Arga melihat buku-buku komiknya yang masih berserakan.

”Hadeuh, berserak amat sih. Males banget beresinnya.” gumamnya.

”Nanti aja ah!” tambahnya sambil pergi meninggalkan kamarnya.

Arga pun pergi mandi dan setelah itu pergi ke meja makan untuk makan malam.

“Ayah kemana bu?” tanya Arga.

”Ayah hari ini lembur nanti malam pulang.” kata ibu

”Komik-komikmu sudah kamu bereskan?” tambah ibu

”Nanti saja bu.” balas Arga.

Setelah selesai makan malam, Arga pergi ke kamarnya dan melihat komiknya yang masih berserakan di atas tempat tidurnya. Dia malas sekali membereskannya. Akhirnya dia mencampakkan komik-komiknya yang ada diatas tempat tidur ke lantai agar dia bisa beristirahat.

“Aduh!!” Arga yang sedang beristirahat dilempar dengan sebuah komik miliknya.

”Siapa sih yang melempar komik ini ke aku?” kata Arga.

Arga melihat ke semua arah tapi tak menemukan siapa-siapa disekitarya. Arga pun bingung.

”Apa jangan-jangan ibu yang melemparnya ya?” kata Arga

Arga yang sedang kesal langsung keluar kamarnya. Arga mengetuk pintu kamar ibunya tetapi tidak ada jawaban. Diapun langsung membuka pintu dan masuk ke kamar ibunya. Tetapi ibunya tidak ada dikamar. Arga pun mencari ke seluruh ruangan dan dia tetap tidak bisa menemukan ibunya.

Arga kebingungan dengan situasinya saat itu. Arga mencoba menelpon ayahnya tetapi telponnya tidak tersambung. Dan tiba-tiba suara benda jatuh terdengar di kamar Arga. Arga kaget dan panik. Dia langsung lari ke pintu untuk keluar. Tetapi pintunya terkunci tak bisa terbuka.

Arga ketakutan dan hanya bisa terduduk diam didepan pintu sambil menundukkan kepalanya. Dan pada saat yang sama Arga tersentak karena seperti ada yang lewat didepannya. Arga terdiam kaku dan tak mengeluarkan satu patah katapun.

Arga pun kembali kaget karena mendengar suara benda jatuh yang sama seperti sebelumnya yang berasal dari kamarnya. Badan Arga dingin dan keringatnya terus bercucuran. Arga benar-benar ketakutan. Tapi, didalam ketakutannya dia juga punya rasa penasaran terhadap apa yang terjadi saat itu. Dia pun memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di kamarnya. Perlahan Arga berdiri dengan kaki yang bergemetar dan tubuh yang dingin dan dibasahi oleh keringatnya. Arga melangkah perlahan-lahan menaiki tangga. Tangga itu terasa sangat jauh dan tubuhnnya terasa sangat berat karna Arga yang benar-benar ketakutan saat itu.

Akhirnya, Arga pun sampai di atas. Karena sudah malam,lampu diseluruh ruangan mati kecuali ruangan kamar. Arga saat itu mecoba menghidupkan lampu tetapi lampunya tidak menyala.

“Loh, kok nggak hidup sih lampunya? Persaaan tadi lampunya masih bagus deh.” kata Arga

”Apa mati lampu ya? Ah mana mungkin, buktinya dari kamarku ada cahaya lampu tuh.” tambah Arga

Kamar Arga yang pintunya terbuka memancarkan sedikit cahaya keluar yang berasal dari lampu kamarnya. Sensasi menegangkan tak luput dari diri Arga saat itu. Arga melangkah perlahan menuju ke arah kamarnya. Tetapi pada saat itu pula terdegar suara gelas pecah di dapur bawah. Arga yang reflek langsung tiarap ketakutan.

“Tadi ada suara diatas,sekarang kenapa ada suara gelas pecah dibawah.” kata Arga dalam hati.

Arga yang saat itu sedang tiarap berusaha bangun walaupun tak ingin. Tetapi lagi-lagi Arga mengalami hal yang mengagetkan. Arga dilempar oleh sebuah benda. Arga terkejut karena benda yang dilemparkan ke dirinya itu adalah komik horror miliknya.

“Ha? Inikan komik horror yang punyaku. Siapa yang melemparnya?” tanya Arga pada dirinya sendiri

“Kalau ibu tidak ada dirumah dan ayah juga belum pulang, berarti yang melemparnya ini ….. h h han nn tuu?” ucap Arga yang sedang menebak-nebak.

Arga melihat ke segala arah tapi tidak menemukan siapapun. Arga kembali melanjutkan langkah menuju kamarnya. Akan tetapi, dia terhenti karna mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang menuju ke arahnya. Arga hanya bisa terdiam dan melihat siap seseorang itu.

“Aaaaaaaa!!!!!!” teriak Arga

Arga melihat sesosok makhluk berbadan besar dan menyeramkan. Arga yang saat itu ketakutan langsung lari meninggalkan makhluk itu. Saat Arga berlari, dia seperti menabrak seseorang. Dan ternyata seseorang yang ditabraknya itu adalah sosok hantu Kuntilanak.

“Ku ku ku kuntilmamakkk!!! teriak Arga

“Woi,kuntilanak bukan kuntilmamak!” kata kuntilanak

“Eh, salah ya hehe maaf ya. Ulang deh ulang” kata Arga “Kuntilanakkkk!!!!!” teriaknya

Arga berlari sekencang mungkin menuju kamarnya dan dengan cepat langsung menutup pintu kamarnya.  Nafas Arga terengah-engah dan dia terduduk lemas di depan pintu kamarnya.

“Itu tadi hantu? Gila,yang bener aja!” kata Arga tidak percaya

Beberapa saat dia duduk didepan pintu, tiba-tiba dia melihat ada seorang anak kecil yang sedang melompat-lompat di atas tempat tidurnya. Arga yang penasaran berusaha mendekatinya untuk melihat lebih jelas. Saat Arga mulai mendekatinya,anak kecil itu langsung melompat ke arah Arga.

“Aaaaa …… tuyulllll!!!!!” teriak Arga

Arga yang terkejut langsung terjatuh dan merangkak menuju pintu untuk keluar. Arga pun berlari keluar. Namun, langkahnya terhenti karna ternyata diluar masih ada kuntilanak dan makluk besar atau genderuwo. Arga lupa kalau mereka ada diluar. Diapun berlari menuju arah lain untuk menjauhi hantu-hantu tersebut. Tetapi kali ini langkah Arga kembali terhenti dan ada sesuatu yang menuju kepada dirinya.

“Apalagi itu yang lompat-lompat kesini?” ucap Arga agak keras.

“Wahh gila ….. Poconggg!!!!” teriak Arga.

Arga terjatuh dan merangkak kebelakang. Akan tetapi dibelakang ada hantu-hantu yang lain.

“Aku sudah terjebak. Aku pasti akan mati, mati mati matiii.” kata Arga dalam hati

Hantu-hantu itu terus mendekat kearah Arga. Seluruh badan Arga gemetar, dingin, dan bercucuran keringat. Arga tidak mampu bergerak sedikitpun. Hantu-hantu itu terus mendekat ke arah Arga dan…

“Stopp!!”teriak Arga

“Kenapa kalian membuatku seperti ini? Apa salahku?” tanya Arga dengan lantang.

Hantu yang berbadan besar mendekati Arga, mencengkram kerah baju Arga dan mengangkatnya.

“Kau lihat wajahku dan wajah mereka! Apa kau tidak ingat dengan kami hah!?” kata genderuwo dengan tegas

Arga melihat wajah genderuwo dan wajah hantu-hantu yang terus berdatangan entah darimana. Tetapi, Arga masih tidak ingat dengan wajah-wajah mereka.

“Aku tidak ingat” kata Arga pelan.

“Waarrgghh!!! Kenapa kau tidak mengingat kami padahal kau selalu melihat dan membaca kami” teriak genderuwo kesal!

“Membaca???” ucap Arga bingung.

Karna Arga tidak mengingat mereka, merekapun melempari Arga dengan komik-komik.Arga yang menyadari dirinya dilempari oleh komik-komik horror miliknya, mengambil dan melihat komik-komik tersebut. Arga terkaget karena ternyata semua hantu yang ada disekelilingnya adalah hantu yang berasal dari komik-komik horror miliknya.

“Aku ingat,kalian adalah tokoh-tokoh hantu yang ada dikomik” kata Arga.

“Akhirnya si bodoh ini ingat juga hihihihihi” ucap kuntilanak.

“Tapi,apa salahku sampai kalian membuatku seperti ini?Aku tuh gak bisa diginiin” kata Arga sedih.

“Apaa???Kau tak tau apa salahmu???” teriak genderuwo yang benar-benar marah.

“Kalau saja aku gak dibungkus kayak gini,udah aku jitak juga palalu tong!” kata pocong sebel.

Arga bingung dan tak mengerti apa salahnnya sehingga membuat hantu-hantu itu marah. Arga mecoba mengingat apa-apa saja yang dilakukannya, tapi dia masih tidak tau dimana letak kesalahannya. Genderuwo yang sangat kesal melihat Arga yang masih tidak tau dimana kesalahannya langsung menarik kerah Arga dan mengangkatnya kembali.

“Kau ini benar-benar membuatku kesal!” kata genderuwo

“Apa kau tidak ingat ha?? Kau itu selalu membaca kami tapi tidak pernah membereskan kami!! Kau selalu mecampakkan kami ke lantai tanpa tau rasanya dicampakkan itu seperti apa?!” kata genderuwo dengan tegas dan keras

“Ya itu benar!!!” tambah hantu-hantu lain serentak

Arga terdiam seribu bahasa mendengar kata-kata genderuwo. Dia ingat dengan yang selama ini dilakukannya. Dia tidak pernah membereskan komik-komik miliknya dan mencampakkannya begitu saja. Dia tersadar kalau dia itu benar-benar anak yang malas.

“Aku ingat dan aku merasa bersalah atas apa yang aku lakukan.” kata Arga

“Baguslah kalau kau ingat.” kata kuntilanak

“Lalu?” tambah genderuwo.

“Aku minta maaf atas perbuatanku selama ini. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi!” ucap Arga memelas

Genderuwo tidak bisa memaafkan Arga, karena genderuwo tidak terima dengan apa yang dilalukan oleh Arga terhadap dirinya dan hantu-hantu yang lain.

“Sudahlah wo, maafkan saja dia. Dia sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” kata pocong

“Iya, dia pasti akan berubah dan menjadi anak yang baik sepertiku.” tambah tuyul dengan bangga

Genderuwo yang awalnya tidak mau memaafkan arga karna perbuatan Arga pada dirinya dan hantu lainnya berubah dan akhirnya genderuwo memaafkan Arga.

“Baiklah, aku akan memaafkanmu. Tapi kau harus ingat, kalau kau sampai mengulanginya aku tidak akan pernah memaafkanmu seperti sekarang ini!” kata genderuwo.

“Terima kasih. Aku janji gak akan mengulanginya.” kata Arga senang.

Tidak hanya Genderuwo, hantu-hantu yang lainpun telah memaafkan perilaku Arga terhadap mereka. Setelah permasalahan yang dirasa telah selesai, genderuwo memukul Arga dengan sangat kuat sampai Arga terjatuh dari tempat tidurnya. Ternyata semua kejadian itu hanyalah mimpi buruk saja.

Tidak terasa ternyata hari sudah pagi. Arga terbangun dari tidurnya. Arga langsung bergegas membereskan komik-komik miliknya.

“Ternyata semua ini hanya mimpi. Tapi, walaupun begitu aku tidak akan pernah mencampakkan kalian kelantai lagi dan aku akan selalu meletakan kalian pada tempatnya.” ucap Arga sambil memegang dan memandangi komik-komiknya.

“Arga, apa kau sudah bangun? Cepatlah beberes nanti kamu terlambat kesekolah.” teriak ibunya dari lantai bawah.

“Iya bu.” balas Arga.

Setelah mimpi buruk tadi malam, Arga berjanji kepada dirinya sendiri untuk selalu membereskan apa yang telah dimulainya bukan hanya komik yang berserakan tetapi semuanya.

16 dukungan telah dikumpulkan

Comments