17 Fakta Unik Tentang Film Spirited Away

7 months ago
Sumber: Beyond The Cartoon

Gimana, udah puas ngerasain film Spirited Away di bioskop sungguhan? Pasti dong, karena fiim ini ngehits banget di awal pertama rilisnya tahun 2009. Dengan pendapatan lebih dari 30 miliyar yen, film Spirited Away adalah film terlaris dalam sejarah Jepang. Film ini bahkan ngalahin Titanic sebagai box office. Padahal nih ya, film ini cuma butuh anggaran dana produksi sekitar 1,9 miliyar yen. Keren ga sih? Mau tahu lebih banyak lagi tentang karya Ghibli yang satu ini? Ya udah, nih kita kasih.

1.Spirited Away Diproduksi Tanpa Naskah Cerita

Setelah diwawancara, Miyazaki ternyata ngaku kalau film ini memang tidak punya naskah! “Saya tidak punya bahan cerita apapun ketika kami mulai mengerjakan film ini,” kata Miyazaki kepada Midnight Eye. “Saya tidak sempat membuatnya. Jadi, ceritanya berkembang ketika saya mulai menggambar storyboard. Produksi dimulai tepat setelahnya, ketika pengembangan storyboard masih berjalan.” Miyazaki lebih suka kalau plot cerita berkembang secara organik, sambil berkomentar, “Bukan saya yang menulis filmnya. Film ini menulis dirinya sendiri dan saya tidak punya pilihan selain mengikuti.” Oke, Pak. Bapak Miyazaki masih keren, kok.

Sumber: Beyond The Cartoon

Sumber: Beyond The Cartoon

2. Miyazaki Adalah Auteur Dari Spirited Away

Hayao Miyazaki menulis, mengarahkan, dan mendesain film Spirited Away. Dia juga sering berpartisipasi dalam animasi tiap frame. Gara-gara ini Miyazaki sering disebut sebagai auteur. Istilah ini berasal dari bahasa Perancis dan biasa digunakan untuk menyebut seorang seniman yang punya kendali besar di setiap bidang produksi film. Nyatanya, ngga semua orang bisa jadi auteur dalam dunia film. Dipikir gampang ngatur ini-itu sambil masih mikirin produksi? Susah, lho. Tapi Miyazaki bisa. Ruar biasa, Pak!

3. Inspirasi Tokoh Spirited Away Datang Dari Liburan Pensiun

Rupanya karakter utama Spirited Away, Chihiro, terinspirasi dari anak orang. Setelah Miyazaki mengumumkan pensiunnya (semi-permanen) di tahun 1997, kreator kondang ini menghabiskan waktu di sebuah pondok liburan bersama teman-temannya. Kebetulan, temannya Miyazaki ini sekalian bawa anaknya juga, yang—kebetulan lagi nih—membuat Miyazaki pingin bikin film tentang anak-anak biasa yang sepantaran. Dia merasa konten yang khusus dibuat untuk anak umur sepuluh tahunan ngga banyak, dan manga-manga Jepang biasanya cuma fokus ke arah romance dan gebetan. “Saya merasa, [pacaran] bukanlah sesuatu yang bisa mereka pegang, atau yang mereka dambakan,” Miyazaki mengingat-ingat. “Jadi saya berandai-andai membuat film di mana anak-anak biasa ini bisa jadi pahlawan.” Karena itu, Chihiro dikembangkan berdasarkan ingatan Miyazaki tentang gadis kecil yang ditemuinya di pondok itu. “Tiap kali saya menulis atau menggambar sesuatu yang berkaitan dengan Chihiro, saya terus bertanya, apakah anak teman saya itu akan melakukan ini? Atau apa dia akan melakukan itu?”

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

Ini malah nambah pertanyaan, deh. Apa ayah Chihiro juga terinspirasi dari ayah anak-anak yang jadi inspirasi Miyazaki? Jawabannya: iya.

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

4. Miyazaki Bukan Penggemar Majalah Shoujo

Sebelum mulai mengerjakan Spirited Away, Miyazaki berusaha membaca majalah shoujo dan majalah lain yang ditargetkan untuk gadis kecil. Niatnya sih mau cari inspirasi. Ujung-ujungnya, Miyazaki malah berpendapat kalau majalah-majalah itu sama sekali tidak membantu.

5. Detil-detil Kecil Bikin Film Ini Jadi Besar

Kalau kamu perhatikan, film Spirited Away memuat banyak sekali detil-detil kecil yang sering terlewat mata. Tapi, detil-detil kecil ini yang menyumbang sensasi ‘nyata’ dan bikin film ini jadi karya seni yang kaya dengan kehidupan. Contohnya? Kamu bisa lihat tanah yang menempel di sol sepatu Chihiro, cahaya dari pantulan resleting, Chihiro yang memakai sepatunya sambil diketuk-ketuk di tanah, sampai kebiasaan Chihiro yang tidak menjawab pertanyaan orangtua sampai ditanyai dua kali! Malah, katanya, salah satu kru film ini bilang supaya Chihiro jangan menjawab sampai ditanyai tiga kali. Mau sedetil apa sih kalian, Ghibli? Iya, anak umur segitu nyebelin, tapi ngga sampai segitunya!

6. Ngga Di Jepang Ngga di Indonesia, Sungai Kotor Tuh Sama Aja

Ingat roh sungai yang butuh bantuan Chihiro untuk mengeluarkan sepeda dari tubuhnya? Ternyata, inspirasinya (lagi-lagi) dari dunia nyata. “Saya pernah membersikan sungai,” kata Miyazaki. “Dekat rumah. Dan di sana benar-benar ada sepeda. Tertancap di sana. Butuh sepuluh orang untuk menambatkan tali di antara setangnya dan menariknya pelan-pelan. Kami benar-benar membuat sungai itu bersih dan ikan-ikannya kembali lagi. Itulah kenapa saya harus menambahkan adegan itu.”

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

7. Pengisi Suara Chihiro Ternyata… Anak Kecil

Ini adalah film pertama di bawah arahan Miyazaki yang tokoh anak kecilnya disuarakan oleh anak kecil betulan (kayak ada yang palsu aja). Rumi Hiiragi namanya. Kalau kalian jeli, kartu di buket bunga Chihiro ditulis dari ‘sahabat baikmu, Rumi’.

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

8. Adegan-adegan Sunyi Rupanya Penuh Makna

Adegan-adegan ‘diam’, misalnya saat ada tokoh yang memandang di kejauhan, atau duduk berpikir, rupanya sengaja (dan sering) dimasukkan oleh Miyazaki. Ini dinamakan “ma”, yang berarti “kekosongan” dalam bahasa Jepang. Dalam sebuah wawancara, Miyazaki menjelaskan manfaat adegan-adegan ini. “Kalau Anda hanya menyuguhkan action nonstop tanpa ada ruang untuk bernapas, semua itu hanya dengung kesibukan. Tapi jika Anda berhenti sebentar, ketegangan yang dibangun dalam film bisa terangkat ke dimensi yang lebih lebar.” Jika 80% film hanya diisi klimaks dan ketegangan, lanjutnya, kamu hanya akan mati rasa.

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

9. Pixar dan Ghibli Berteman Baik

Iya, kemarin sih Toshio Suzuki, produser Spirited Away, bilang Disney ‘tidak kreatif’. Tapi di balik itu, rupanya kedua studio ini punya hubungan yang cukup baik! Kepala Kreatif Pixar, John Lasseter, suka banget sama film ini. Dia sampai bikin penayangan Spirited Away yang pertama di luar Jepang, di Studio Pixar. Miyazaki juga meminta bantuannya untuk mengomandoi prosesi dubbing bahasa Inggris untuk Spirited Away.

Sumber: Beyond The Cartoon

Sumber: Beyond The Cartoon

Banyak studio yang sudah siap ancang-ancang untuk membeli hak distribusi film Ghibli, tapi Toshio Suzuki selalu menolak. Gosipnya, mereka cukup trauma dengan adaptasi Nausicaä yang terlalu diubah sampai kehilangan inti filmnya. Pada akhirnya Disney berhasil menggandeng Ghibli dengan tawaran khusus: janji bahwa mereka tidak akan pernah mengubah isi film apapun, demi hak distribusi semua film Ghibli. Deal!

Eh, sebentar. Kalian pikir Pixar dan Ghibli baru berteman setelah Spirited Away? Salah! Sebelum itu mereka sudah akrab, lho. Inget si lampu yang lompat-lompat menyambut Chihiro di gerbang Zeniba? Yak, itu referensi logo Pixar, si Luxo!

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

10. Animator Ghibli Juga Manusia

Untuk membantu para animator Jepang dalam memahami gerakan karakter, Miyazaki sering menggunakan analogi gerakan binatang. Ketika menjelaskan adegan di mana Haku yang terluka jatuh ke perangkap, Miyazaki mendeskripsikan Haku mirip naga yang menempel ke dinding seperti cicak, sebelum jatuh ke tanah seperti ular. Ketika Chihiro menyuapkan obat ke mulut Haku, Miyazaki meminta para animator untuk mencontoh mulut anjing. Ketika Miyazaki mendapati bahwa seluruh animatornya tidak ada yang memelihara anjing, mereka pergi ke dokter hewan sambil bawa kamera.

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

11. Kamu Bisa Mengunjungi Setting Spirited Away Di Dunia Nyata

Serius. Jalanan film Spirited Away yang rame dan pemandiannya yang khas rupanya diambil dari dunia nyata. Dateng aja ke Juifen, Taiwan. Di sana, kamu bisa menikmati pemandangan yang familiar dan ramenya kota dunia gaib… ngga gaib juga ding, tapi mirip! Konon, Miyazaki pernah mengunjungi kedai teh yang populer di sini. Kalau kamu punya rencana ke Taiwan, ajak-ajak penulisnya juga dong. Pengen nih ke sana!

12. Soundtrack Spirited Away Sudah Ada Sebelum Filmnya Dibuat

Lagu penutup Spirited Away (“Itsumo Nando Demo”/”Always With Me”) dibuat oleh Joe Hisaishi untuk Hayao Miyazaki, jauh sebelum Miyazaki punya ide untuk membuat film Spirited Away. Miyazaki memutarnya berulang-ulang saat mengerjakan film ini dan memutuskan untuk memasukkannya ke end credit.

Sumber: Hibiki Hajime

Sumber: Hibiki Hajime

13. Permen Bintang Makanan Susuwatari Ternyata Punya Nama

Cemilan berbentuk bintang yang disukai Susuwatari (abu hitam) adalah salah satu permen Jepang tradisional yang disebut kompeitô.

Sumber: Studio Ghibli/Beyond The Cartoon

Sumber: Studio Ghibli/Beyond The Cartoon

14. Kaonashi Didesain Mirip Seperti Ulat

Tokoh Kaonashi sangat mirip ulat sutera, binatang yang penting di budaya Jepang. Kaonashi, seperti ulat sutera, punya wajah putih dengan tanda wajah yang unik, dan di mulutnya berada di bawah tanda tersebut. Dua makhluk ini juga makan terus dan membesar dengan cepat. Di ujung film, Kaonashi mengunjungi Zeniba bersama Sen, dan akhirnya tinggal dengan Zeniba untuk memintal benang.

Sumber: Studio Ghibli/Beyond The Cartoon

Sumber: Studio Ghibli/Beyond The Cartoon

15. [SPOILER!] Ending Spirited Away Rupanya Seperti Ini

Miyazaki mengungkap, setelah pergi dari pemandian, Chihiro sama sekali tidak ingat tentang petualangannya. Atau tentang Haku.

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

16. Banyak Adegan Spirited Away Yang Dipotong

Saat menyelesaikan film ini, Miyazaki sadar bahwa Spirited Away akan memakan waktu lebih dari tiga jam dan terpaksa harus menghapus beberapa bagian cerita untuk memotong waktu. Dia mengaku, ini adalah bagian terberat dalam pembuatan film Spirited Away.

17. Chihiro, Kamu Menawan Hatiku

Miyazaki bertekad untuk menciptakan protagonis dari sosok gadis biasa yang bisa menarik simpati penonton. Katanya, “Ini bukan cerita di mana tokoh-tokohnya tumbuh dewasa, tapi ini cerita di mana mereka menegaskan sesuatu yang sudah ada dalam diri mereka, yang hanya bisa keluar ketika situasinya memaksa.”

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

Tapi katanya nih, Miyazaki sering frustrasi sendiri ketika mengembangkan Chihiro! Nah, lho. Awalnya Miyazaki tidak ingin Chihiro dianggap ‘cantik’, tapi bapak ini merasa bahwa desain Chihiro terlalu biasa. Sering dia kepikiran, “Chihiro tidak imut. Apa kita tidak bisa melakukan sesuatu?” Tapi, makin dekat dengan akhir cerita, Miyazaki jadi lega. Kenapa? Karena dia merasa bahwa Chihiro akan tumbuh menjadi “wanita yang menawan.”

Sumber: Studio Ghibli

Sumber: Studio Ghibli

About Author

Inri

Inri

Writer, musician, and a certified procrastinator, Inri is an elusive creature who writes once in a blue moon. The only known way to summon this mystical being is to call its name three times in front of a pizza. No one would come, but at least you have a pizza.

Comments

Most
Popular

Kafetaria khusus untuk makhluk dunia lain (Sumber: alchetron.com)

Hiii~ Di Jepang ada Restoran yang Khusus Melayani Makhluk Dunia Lain!

Kafetaria ditutup setiap hari sabtu dari publik karena di hari itu mereka memang hanya buka untuk melayani tamu khusus... more

Sumber: CIAYO Blog

Pose Bareng Hadiah CIAYO Short Story Challenge

Pemenang CIAYO Short Story Challenge sudah diumumkan. Ini dia selebrasi dari beberapa pemenang yang berhasil diabadikan .. more

Liputan: Anime Matsuri 2017

Event Anime Matsuri turut menghadirkan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pop culture, salah satunya CIAYO Comi.. more

Edwin Jhody - CIAYO Comics (Sumber: ciayo.com)

Makan Siang Gratis Bareng Edwin Jhody

Pemenang sayembara #BacaEdJho akhirnya ketemu dan makan bareng Bang Edwin dan Bang Jhody. Yuk simak keseruannya!.. more

Michael Jackson

Michael Jackson Masih Hidup?

Siapa yang gak tau sama sosok Michael Jackson? Pria yang lebih dikenal dengan sebutan King of Pop ini adalah penyanyi Am.. more