Film Sci-fi Klasik 2001: A Space Odyssey Kini Berusia Setengah Abad

5 months ago
00-d-2001-a-space-odyssey

Di dunia perfilman Hollywood Amerika Serikat, beberapa film sudah berada dalam level tertinggi. Baik dalam hal penghargaan (seperti piala, reviews bagus ataupun dimasukkan oleh negara ke dalam kategori “Film Yang Berpengaruh Dalam Sejarah Perfilman Amerika Serikat” dalam arsip nasional) maupun sumber inspirasi. Dan film-film ini terdiri dari beragam genre. Bisa berupa film drama, film aksi, film fiksi ilmiah atau malah film horror. Film-film inspiratif ini mampu melewati rentang waktu dan tetap jadi favorit bertahun-tahun setelah rilis ke pasaran.

Contoh film-film level tinggi seperti ini misalnya “The Godfather” (1972) yang bercerita soal keluarga imigran Italia yang juga boss Mafia alias penjahat terorganisir Italia. Film ini menginspirasi banyak film-film tentang kejahatan terorganisir lain. Ada pula film “The Terminator” (1984). Film fiksi ilmiah soal cyborg dan penjelajahan waktu ini juga favorit untuk banyak sineas perfilman. Tema perjalanan waktu dalam sinema memang bukan berasal dari The Terminator, namun kisah di film tersebut bisa dibilang termasuk menginspirasi perfilman dunia soal time travel dan robot jahat.

Dan ada film klasik yang hampir pasti dikenali dan jadi favorit baik oleh penonton film fiksi ilmiah maupun pelaku perfilman fiksi ilmiah. Yaitu film “2001: A Space Odyssey” (1968).

Poster film 2001: A Space Odyssey. Sumber: Vanity Fair

Poster film 2001: A Space Odyssey. Sumber: Vanity Fair

Dibuat setengah abad yang lalu, 2001: A Space Odyssey karya sutradara kontroversial Stanley Kubrick berasal dari cerita pendek Arthur C. Clarke “The Sentinel” (1951). Clarke juga berperan di bagian Screenplay. Film ini berdurasi 142 menit (dari durasi asli 161 menit) dan bertema fiksi ilmiah yang, untuk ukuran tahun 1968, terlalu mustahil dan tidak masuk di akal. Perjalanan luar angkasa antar planet, kecerdasan buatan (A.I alias Artificial Intelligence dalam sosok komputer super HAL 9000), dan bahkan sarana video call/phone… Sesuatu yang di masa kini merupakan hal memungkinkan namun tidak di tahun ‘60an.

2001: A Space Odyssey seakan merupakan pandangan pasti situasi masa depan yang dibuat pada tahun 1968.

Clarke (kiri) dan Kubrick (kanan). Sumber: OpenCulture

Clarke (kiri) dan Kubrick (kanan). Sumber: OpenCulture

Film 2001: A Space Odyssey berpengaruh besar di berbagai lapisan penonton.

Musisi legendaris David Bowie menonton film itu (gosipnya sambil teler karena substansi seperti acid dan ganja). Menurut sebuah laporan media, seorang penonton di bioskop Los Angeles berteriak-teriak “Itu Tuhan! Itu Tuhan!” saat menonton. John Lennon (pentolan grup band legendaris The Beatles) bahkan mengaku kalau dia menonton 2001: A Space Odyssey “setiap minggu”.

Tak hanya penonton dari kalangan selebritis ataupun orang biasa, film 2001: A Space Odyssey juga meraih perhatian dan cinta para sineas perfilman. Para sutradara kolega dari Stanley Kubrick juga banyak yang menjadikan film perjalanan luar angkasa klasik ini sebagai favorit mereka.

Seperti misalnya sutradara film fiksi ilmiah kawakan Steven Spielberg. Spielberg mengatakan “Cara bercerita di film ini merupakan antitesa dari yang selama ini kita terbiasa lihat di sebuah penceritaan. Dia (Kubrick) pernah mengatakan pada saya ‘Aku ingin mengubah bentuk. Aku ingin membuat film yang mengubah bentuk pakem yang ada’. Saat itu saya berkata ‘Lho? Bukannya kamu sudah melakukannya di film 2001: A Space Odyssey?’ kepada Kubrick”.

Steven Spielberg. Sumber: Cinemas-Online

Steven Spielberg. Sumber: Cinemas-Online

Pujian lain datang dari sutradara peraih Piala Oscar untuk film fiksi ilmiah “Gravity” (2013), Alfonso Cuaron. “Saya belum pernah melihat film yang seperti ini sebelumnya saat pertama menyaksikan 2001: A Space Odyssey” sebut Cuaron soal film klasik Stanley Kubrick tersebut. “Saya terbiasa dengan film fiksi ilmiah berbalut petualangan fantasi. Tapi film ini sama sekali bukan petualangan fantasi. Di film ini Kubrick memberikan sesuatu yang belum pernah ada di bidang sinema” sambungnya lagi.

Alfonso Cuaron. Sumber: DiariOuno

Alfonso Cuaron. Sumber: DiariOuno

Christopher Nolan, sutradara yang beken dengan trilogi Batman/The Dark Knight dan film fiksi ilmiah “Inception” (2010) serta “Interstellar” (2014) juga tak ragu menunjukkan kalau dia adalah fans film 2001: A Space Odyssey. “Stanley Kubrick adalah satu-satunya. Anda bisa terinspirasi dari apapun dari dia dan membangun kepercayaan diri dari karya dia”.

Christopher Nolan. Sumber: IndieWire

Christopher Nolan. Sumber: IndieWire

Nama beken lain yang menjadikan film 2001: A Space Odyssey sebagai bagian penting diri mereka adalah George Lucas, kreator jenius saga fiksi ilmiah “Star Wars”. Untuk film itu Lucas mengatakan “Lugas, dengan visualisasi tegas dan cerita yang setajam silet”. Dia menambahkan “Itulah kali pertama orang mulai serius menanggapi (film) fiksi ilmiah. Stanley Kubrick menciptakan film fiksi ilmiah terbaik. Tidak akan mudah buat siapapun untuk melampaui hasil kerja dia di film itu, sepanjang yang saya tahu”.

George Lucas di acara ulang tahun ke 50 bersama nama-nama penting perfilman Amerika Serikat (ki-ka: Ron Howard, Steven Spielberg, Martin Scorsese, Brian De Palma, George Lucas, Robert Zemeckis dan Francis Ford Coppola). Sumber: Pinterest

George Lucas di acara ulang tahun ke 50 bersama nama-nama penting perfilman Amerika Serikat (ki-ka: Ron Howard, Steven Spielberg, Martin Scorsese, Brian De Palma, George Lucas, Robert Zemeckis dan Francis Ford Coppola). Sumber: Pinterest

Saking fenomenalnya film hasil karya Stanley Kubrick ini, sempat muncul tuduhan kalau video pendaratan “Apollo 11” tahun 1969 di Bulan merupakan karya dari Stanley Kubrick oleh para pengikut teori konspirasi.

Mereka mengatakan kalau Amerika Serikat sebenarnya belum pernah mendaratkan manusia ke atas permukaan Bulan, dan video-video yang diberikan NASA kepada publik sebenarnya merupakan buatan Stanley Kubrick, yang terkenal lewat film fiksi ilmiah luar angkasanya “2001: A Space Odyssey”.

Pendaratan Apollo 11 di Bulan. Sumber: NASA

Pendaratan Apollo 11 di Bulan. Sumber: NASA

Tentu saja klaim itu dibantah pemerintah Amerika Serikat maupun pihak Kubrick sendiri. Tapi hal itu tidak meredakan teori-teori konspirasi soal pendaratan Apollo 11 di Bulan.

Pertemuan antara pejabat NASA dengan Kubrick & Clarke. Sumber: MojVideo

Untuk yang belum pernah menonton film legendaris 2001: A Space Odyssey perlu melihat film ini paling tidak sekali. Terutama untuk fans film fiksi ilmiah. Temukan sendiri alasan mengapa film ini, yang sudah berusia setengah abad, masih dianggap sebagai bagian terpenting sejarah perfilman Amerika Serikat (dan dunia) di genre fiksi ilmiah. Have fun!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Suasana CIAYO Comics Club (CIAYO Comics)

Satu Tahun CIAYO Comics, Perlahan Merasuki Hati Penggemar Komik Indonesia

Para penikmat komik yang awalnya ragu, perlahan mulai penasaran akan perkembangan komik Indonesia. CIAYO Comics menjadi .. more

Sabrina – Chapter 9: Kerja di Bali Hanya Mitos

Tujuan utamaku ke Bali adalah bekerja. Tapi hawa laut dan angin pantai tak kuasa kutahan godaannya... more

Dragon Ball Super 123: Kekuatan Maksimal Super Saiya Jin Blue!

Pembuka episode diawali dengan adegan terkaparnya Vegeta setelah diserang oleh Laser Merah dari Jiren... more

Sumber gambar: youtube.com

Film-Film Alien Science Fiction Menegangkan yang Harus Kamu Tonton!

Tapi hey! Tak melulu teknologi. Manusia punya fantasi. Daya imajinasi. Dan rasa penasaran akan adanya makhluk di luar pl.. more

sumber: www.tripwiremagazine.co.uk

Film Unsane, Ketika Film Psychology Thriller Dibuat Menggunakan Kamera iPhone7 Plus

Gimana jadinya kalau handphone digunakan untuk membuat sebuah film? Mungkin Unsane bisa menjadi jawabannya... more