3 Karya Ini Membuktikan Hukum Islam Nggak Membatasi Kreativitas!

3 months ago
00-d-hukum-islam-kreatif

Saat ini umat Muslim tengah menjalankan ibadah shaum ramadhan. Di bulan ini, umat Muslim berpuasa sebulan penuh sebagai bentuk ibadah mereka kepada Allah SWT.

Bagi sebagian orang, hukum Islam terbilang cukup ketat, dari mulai kewajiban memakai jilbab dan halal-haramnya sebuah aktivitas. Di mata pelaku industri kreatif, menganggap hukum Islam bisa membatasi kebabasan umat Muslim dalam berkarya.

Tapi, benarkah demikian? Berikut ini adalah 3 contoh karya yang berhasil membuktikan bahwa hukum Islam bukan jadi halangan untuk terus berkarya!

The Muslim Show

hukum islam kreatif

(Sumber: The Muslim Show)

Ada sebuah larangan yang dipercaya oleh beberapa kalangan umat Islam, yaitu larangan menggambar makhluk hidup. Ada beberapa tafsiran tentang larangan ini, salah satu yang dimaksud adalah jika menggambar makhluk hidup dengan anggapan bahwa apa yang digambar itu dapat menandingi makhluk Tuhan, dan bukan menggambar makhluk hidup secara umum.

Tetapi, ada seorang komikus Muslim dari Perancis bernama Noredine Allam yang mempercayai larangan tersebut, namun uniknya tetap mampu menjalankan profesinya sebagai komikus.

(Sumber: The Muslim Show)

(Sumber: The Muslim Show)

Di awal Allam mengerjakan proyek The Muslim Show sendiri, setelah sebelumnya mengerjakan proyek komik lain, ia masih menggambar makhluk hidup/manusia lengkap dengan mata dan tangannya. Baru pada Oktober 2014, ia mulai menyadari dan menganggap bahwa hal itu salah dan dilarang dalam Islam.

Tapi pencerahan itu tidak membuat dirinya berhenti menggambar komik dan beralih menjadi peternak lele. Allam justru memilih untuk mengubah gaya gambarnya dengan menggambar siluet hitam untuk menggambarkan karakter manusia. Kreatif, bukan?

Dengan idealisme seperti itu pun, komiknya masih dan bahkan justru semakin terkenal, termasuk di Indonesia dimana terdapat komunitas yang menerjemahkan The Muslim Show ke bahasa Indonesia.

Cosplayer Hijab

(Sumber: Pinterest) 

(Sumber: Pinterest)

Budaya cosplay mulai masuk dan merebak sejak populernya anime dan manga Jepang di Indonesia. Budaya ini pun semakin dikenal dengan banyaknya komunitas dan event-event yang berbau pop culture Jepang. Tapi, bisakah seorang Muslimah dengan kewajiban memakai jilbabnya, mengikuti budaya cosplay?

Bisa. Sangat bisa. Seperti yang bisa kamu lihat di atas, seorang cosplayer dalam salah satu event dapat menampilkan karakter vocaloid Hatsune Miku dalam bentuk hijab, tanpa merusak estetikanya. Coba bandingkan dengan sosok Hatsune Miku asli di bawah ini. Bagaimana, terlihat serasi, kan?

(Sumber: Rooster Teeth)

(Sumber: Rooster Teeth)

Film Iran

(Sumber: Film Comment)

(Sumber: Film Comment)

Hanya ada dua negara di dunia yang menerapkan aturan wajib memakai hijab untuk penduduk perempuan: Iran dan Arab Saudi. Di Indonesia sendiri, aturan itu hanya berlaku di provinsi Aceh. Aturan tersebut pun berlaku dalam film Iran, dimana para aktris yang sudah dewasa pun diwajibkan memakai hijab dalam peran mereka.

Meskipun terkekang oleh aturan itu, para sineas Iran mampu membawa film-film mereka ke perhelatan Oscar, dari hanya sebatas nominasi hingga berhasil memenangkannya! Sebuah prestasi yang bahkan belum mampu dicapai oleh sineas Indonesia.

Ashgar Farhadi, sineas Iran yang memenangkan dua piala Oscar untuk kategori Film Berbahasa Asing (sumber: Financial Tribune)

Ashgar Farhadi, sineas Iran yang memenangkan dua piala Oscar untuk kategori Film Berbahasa Asing (Sumber: Financial Tribune)

Film Iran sudah masuk ke panggung Oscar sejak tahun 1978. Salah satu film Iran yang juga cukup populer di Indonesia, Children of Heaven pun pernah mendapatkan nominasi meskipun akhirnya kalah melawan Life is Beautiful dari Italia di tahun 1998. Ashgar Farhadi kemudian mampu membawa film Iran memenangkan Oscar pada tahun 2011 dan 2016 A Separation dan The Salesman.

Sekedar informasi, hijab Iran mempunyai bentuk yang agak berbeda dengan hijab yang biasanya dikenakan di Indonesia maupun di Arab Saudi. Hijab Iran yang dikenal bernama rusari, mempunyai bentuk yang agak lebih longgar dan memperlihatkan sedikit rambut.

(Sumber: Newshub)

(Sumber: Newshub)


Tiga contoh karya di atas jadi bukti bahwa tidak ada halangan dalam berkarya, termasuk dalam hukum agama sekalipun. Dengan segala keterbatasan, karya-karya ini mampu menunjukkan kreativitas dalam bentuk yang unik dan tak mungkin terjadi dalam karya yang dibuat tanpa batasan. Bagaimana menurut kamu sendiri?

About Author

Muhammad Al Fatih Hadi

Muhammad Al Fatih Hadi

Mempunyai dua nama panggung yaitu Nocturne dan Buluidung. Book nerd, movie freak. Sedang merantau ke Al-Ain, Uni Emirat Arab, entah sebagai pelajar atau sebagai TKI. Jika tertarik menghubunginya, bisa lewat akun instagramnya @Fatihnokturnal14. Jika tidak tertarik, ya sudah.

Comments

Most
Popular

Sumber: idownloadblog

iPhone X: Saat Apple Tidak Bermain (Lagi) Di Kekuatan Hardware Smartphone Premium

Jadi, apakah iPhone X tidak layak dimiliki karena hardware, dan bahkan desain, yang ditawarkan tidak lebih baik dari sej.. more

Benarkah Spiderman Akan Muncul di Film spin-off ‘Venom’?

Setelah teaser trailer keluar dua bulan yang lalu, akhirnya trailer pertama film spin-off  ‘Venom’ muncul dan memp.. more

Selain Aksi Ant-Man, Film Pilihan Bulan Juli Juga Menampilkan Tom Cruise!

Memasuki akhir bulan, film penutup bulan Juni pun menampilkan aksi efik Benicio Del Toro dan Josh Brolin dalam film Sica.. more

Sumber: https://www.empireonline.com

[SPOILER ALERT] Maze Runner: The Death Cure, Siapa Sebenarnya Penjahat dalam Film Ini?

Film ketiga Maze Runner, The Death Cure akan segera hadir. Tapi pertanyaan akan siapa sosok penjahat serial ini belum te.. more

Sumber : life-is-strange.wikia.com

Life is Strange: Ketika Waktu Tidak Berpihak

Lho, kok baru di review sekarang sih? Yap, alasannya karena yang pertama, Game Life is Strange (LIS) lagi gratis di Stea.. more