4 Aplikasi Kencan Online Terpopuler di Jepang. Single? Cobain Yuk!

2 years ago
Sumber gambar: swolegaijin.com

Jepang adalah negara yang punya ‘masalah’ unik, yaitu overly manner society. Rasa segan, sungkan dan terlalu sopan seringkali ditunjukkan masyarakat Jepang baik ke sesama mereka maupun ke gaijin alias orang asing.

Tapi tentu saja negara ini bukan utopia sempurna. Karena walaupun terkenal punya budaya sopan santun tinggi, tapi Jepang juga punya hal yang bertolak belakang dengan sifat-sifat tadi. Industri hiburan ‘dewasa’ tumbuh subur disini; mulai dari video JAV sampai tempat-tempat hiburan yang bisa bikin muka orang negara lain merah padam karena malu atau takjub.

Kabuki-cho di Shinjuku. Hiburan malam lengkap ada disini. Sumber gambar: 4corners7seas.com
Kabuki-cho di Shinjuku. Hiburan malam lengkap ada disini. Sumber gambar: 4corners7seas.com

Rasio kejahatan juga tercatat sangat kecil jika dibandingkan negara maju lainnya; dan itu sedikit banyak bisa dianggap sebagai efek dari manner mereka yang tinggi. Makanya jika ada kejahatan besar terjadi di Jepang (seperti kemarin ada kasus mutilasi pembunuhan), satu negara akan heboh karenanya. Mayoritas warga disana memang sangat mematuhi hukum. Law-abiding citizens.

Antri dengan rapi adalah sebagian dari iman orang Jepang. Sumber gambar: livemint.com
Antri dengan rapi adalah sebagian dari iman orang Jepang. Sumber gambar: livemint.com

Dengan kebiasaan warganya yang ‘ajaib’ untuk pendatang atau turis [Kebiasaan-Kebiasaan Orang Jepang yang Akan Sulit Dilakukan Oleh Bangsa Lain], masyarakat di Jepang sering dianggap sebagai bangsa yang ‘terlalu lurus’ dan membosankan.

Soalnya hampir semua orang mirip satu dengan lainnya! Bukan dalam soal penampilan sih… tapi soal daily activities alias kegiatan sehari-hari. Kehidupan sempurna nyaris monoton seperti yang mereka praktekkan sedikit banyak berimbas pada kehidupan pribadi individunya.

‘Birth rate’ alias rasio kelahiran di negara Jepang sangat kecil, dan ini berbanding lurus dengan jumlah pernikahan warganya. Zaman sekarang semakin sedikit orang Jepang yang melakukan/memilih pernikahan. Kebanyakan dari professional muda Jepang memilih ‘tenggelam’ dalam pekerjaan mereka, dan sesekali melepaskan diri dari rutinitas kerja dengan hiburan. Mulai dari bar, arcade, hingga ‘love hotel’. Beberapa kelompok orang terjebak dalam depresi, dan terkadang memilih jalan pintas dengan melakukan bunuh diri ketimbang mencari pertolongan (seperti yang ditemukan oleh YouTuber Logan Paul tempo hari dan menyulut kecaman dunia.

Nongkrong bareng selepas kerja adalah kultur di Jepang. Sumber gambar: vnmanpower.com
Nongkrong bareng selepas kerja adalah kultur di Jepang. Sumber gambar: vnmanpower.com

Dan ada bagian dari masyarakat Jepang memilih aplikasi kencan online untuk melepaskan diri mereka dari rutinitas harian.

Smartphone menjadi sarana mencari pasangan. Sumber gambar: fastcompany.com
Smartphone menjadi sarana mencari pasangan. Sumber gambar: fastcompany.com

Beberapa dari mereka menggunakan aplikasi seperti itu murni hanya untuk ‘hiburan’ (seperti one-night stand tanpa ikatan), sementara sebagian kecil lagi menggunakan aplikasi online dating untuk benar-benar mencari pasangan hidup serius.

Aplikasi kencan online bukan hal baru di negara maju seperti Amerika Serikat. Bahkan boleh dibilang aplikasi kencan online lahir dan besar disana sebelum kemudian ‘menular’ ke seantero dunia. Saya cukup yakin ada banyak pengguna aplikasi kencan online di Indonesia. Toh bukan hal illegal atau memalukan.

Setidaknya ada empat aplikasi kencan online yang bisa dikatakan populer di kalangan masyarakat Jepang, terutama di kalangan usia produktif. Tapi jangan harap pengguna aplikasi model begini akan mengakui kalau mereka memakai aplikasi kencan. Menurut laporan FastCompany.com hampir seluruh orang Jepang yang mereka survey tidak ada yang mau mengakui (atau mengatakan ‘iya’) kalau mereka menggunakan aplikasi kencan online walaupun kenyataannya mereka memang menggunakannya. Mungkin itu, selain rasa malu khas Asia yang mereka punya, juga karena stigma ‘kencan online’ zaman dulu yang sering dianggap prostitusi walaupun tentu saja tidak (selalu) seperti itu.

Dari empat nama tersebut, hanya satu yang merupakan ‘produk impor’ dari Amerika Serikat. Mereka adalah:

Tinder

Aplikasi ini sudah tidak asing lagi. Istilah “swipe left/right” dari Tinder ini sering dijadikan bahan candaan orang. Geser ke kanan kalau cakep, geser ke kiri kalau tidak. Walaupun Tinder lebih populer sebagai aplikasi kencan dengan tujuan ‘bersenang-senang’ (alias bukan untuk jangka panjang) tapi sepertinya tetap saja ada yang menggunakan apps ini untuk mencari jodoh.

Aplikasi Tinder tersedia untuk platform iOS & Android.

Sumber gambar: dezeen.com
Sumber gambar: dezeen.com

Omiai

Berbeda dari Tinder, Omiai sepertinya lebih ditujukan untuk mereka yang benar-benar sedang serius mencari pasangan. Bukan sekedar untuk bersenang-senang. Omiai terhubung dengan profile Facebook penggunanya sehingga memudahkan untuk akses dan mengurasi resiko terkena scamming/penipuan (walau tidak serta merta aman dari hal tersebut). Bagian ‘search’ Omiai lengkap seperti kewarganegaraan, tingkat pendidikan, jumlah pendapatan hingga model tubuh. Info lengkap juga bisa di dapat dari website mereka.

Aplikasi Omiai tersedia untuk platform iOS & Android.

Sumber gambar: facebook.com/omiai.jp
Sumber gambar: facebook.com/omiai.jp

Tapple

Aplikasi ini secara umum mirip Tinder; cocok untuk semua jenis hubungan yang diinginkan (kasual atau serius). Tapi Tapple ini punya satu peraturan yang mungkin akan bikin kesal para pria. Walaupun membuat akun Tapple gratis alias tidak membayar untuk semua gender, namun pria harus membayar biaya untuk dapat mengirim wanita pesan di aplikasi kencan online ini. Aneh? Mungkin. Tapi hal ini terbilang biasa di aplikasi kencan online Jepang lainnya. Anggota Tapple dapat mencari calon pasangan sesuai kriteria-kriteria yang mereka inginkan melalui mesin pencari aplikasi ini.

Aplikasi Tapple tersedia untuk iOS & Android

Sumber gambar: allabout-japan.com
Sumber gambar: allabout-japan.com

Pairs

Termasuk aplikasi baru dalam kategori ini tapi Pairs sudah mencuri perhatian pengguna aplikasi kencan online Jepang. Keunggulan Pairs antara lain adalah pengguna tidak perlu membuat akun khusus dan dapat menggunakan akun Facebook mereka tanpa terdeteksi pengguna/teman Facebook. Sistem akan menyaring kemungkinan mendapatkan akun bodong/palsu sehingga lebih aman. Karena menggunakan akun Facebook yang profilnya jelas tak heran Pairs menjadi favorit mereka yang mencari hubungan serius berkomitmen. Aplikasi Pairs secara GUI dan tampilan terkesan cantik dan seakan-akan diciptakan agar nyaman digunakan oleh wanita. Hal ini tidak biasa di aplikasi kencan online Jepang. Walau kemungkinan pengguna hanya ingin bersenang-senang tapi tak menutup kemungkinan pengguna Pairs menemukan pasangan hidupnya dari aplikasi kencan online ini.

Aplikasi Pairs tersedia untuk iOS & Android.

Sumber gambar: allabout-japan.com
Sumber gambar: allabout-japan.com

Nah, bro sis… Ada minat mencari pasangan dari Negeri Sakura?

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-era-heisei

Era Heisei Jepang Akan Berakhir Setahun Lagi

Dengan turunnya kaisar Akihito dari takhtanya, maka usia dari era Heisei yang dimulai sejal wafatnya kaisar Hirohito aka.. more

Semakin minimnya angka kelahiran di Jepang (Sumber: Reuters.com)

Mengapa Angka Kelahiran Jepang Semakin Menurun Tiap Tahunnya?

Data pemerintah di tahun 2016 menunjukkan hanya  976,979 bayi yang lahir di Jepang, angka kelahiran yang kurang dari sa.. more

00-d-garudayana

Garudayana: Kisah Perwayangan Dalam Kemasan Unik Dan Segar

Dunia pewayangan Arcapada geger! Kinara, si gadis pemburu harta karun menemukan telur emas Garuda yang legendaris. Pihak.. more

meme desktop

Ketika Meme Terus Berputar di Kepala

Fenomena earworm seperti terjadi pada lebih dari 90% orang. Biasanya objek earworm adalah lagu-lagu pop yang populer dan.. more

Interview Sweta Kartika: Membumi, Untuk Karya Komik Mendunia

Sweta Kartika adalah seorang komikus lulusan S2 FSRD ITB. Ia mulai menggeluti dunia komik sejak SD, dan selalu memasukka.. more