Wow! 6 Sutradara Ini Ternyata Punya Ciri Khas Unik di Setiap Karyanya

5 months ago
00 d sutradara unik

Ibarat seorang chef yang mempunyai cita rasa khas di setiap hidangannya, para sutradara pun sering kali membubuhkan ‘tanda tangan’ khas nan unik dari setiap karya yang dibuatnya. Ciri khas ini bahkan sering kali menjadi nilai tersendiri yang membedakan kualitas antara satu sutradara dengan sutradara yang lainnya. Dari ciri khas yang dimiliki sutradara inilah lahir banyak karya-karya legendaris yang mungkin akan dikenang sepanjang zaman.

Bagi penggemar dan pengamat dunia film, gaya dan teknik pengambilan film setiap sutradara dapat terlihat dengan mudah, bahkan mungkin bisa dikenali dengan sekejap mata. Nah kalau kamu sendiri, sudah tahu belum ciri khas dari 7 sutradara terkenal berikut ini?

Stanley Kubrick — Kombinasi Tabu dan Perfeksionisme

sutradara unik

Sumber: vecer.mk

Lahir pada 26 Juli 1928, Stanley Kubrick adalah seorang sutradara, screenwriter sekaligus produser asal Amerika yang sudah menjadi legenda bahkan sejak usianya masih muda. Dianggap sebagai salah satu sutradara yang paling berpengaruh di dunia film, Kubrick sukses menggemparkan dunia dengan film Space Odyssey : 2001, The Shining, A Clockwork Orange, Full Metal Jacket dan Eyes Wide Shut. Dia membawa dunia perfilman ke arah yang baru, dan menempatkan standar kualitas yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Secara teknik dalam membuat sebuah film, Kubrick sebenarnya tidak mempunyai gaya visual yang definitif. Setiap filmnya memiliki gaya yang berbeda, begitu juga dengan plot dan setiap karakter di dalamnya. Tapi kalau kita perhatikan lebih dalam dan detail, ada ciri khas nan unik yang dapat kita lihat dari film-film legendaris karya Stanley Kubrick.

Sumber: rbth.com

Sumber: rbth.com

Ciri khas yang mungkin paling terlihat adalah pengambilan topik tabu yang ditampilkan secara lugas, tegas, bahkan cenderung frontal dan offensive. Coba tengok karyanya yang berjudul Lolita, yang mengangkat tema pedophilia dan seks yang sering dianggap tabu. Begitu juga dengan film Full Metal Jacket yang bercerita tentang sisi gelap dunia perang, Eyes Wide Shut tentang seks dan perselingkuhan, dan Clockwork Orange tentang kekerasan dan narkoba.

Karakter yang ada di film Kubrick juga sering kali dibuat sebagai karikatur yang penuh dengan cerita. Tidak hanya itu, Kubrick juga sering kali membuat karakter filmnya dijadikan sebagai objek, terutama karakter wanita. Di film Eyes Wide Shut, Clockwork Orange dan Lolita contohnya, wanita-benar-benar dianggap sebagai barang yang bisa dipakai dan dianggap sebagai benda yang tidak berharga.

Sumber: pinterest.com

Sumber: pinterest.com

Selain kerap mengangkat topik yang tabu, Kubrick juga dikenal sebagai sutradara jenius yang sangat perfeksionis. Setiap frame film yang dibuatnya harus persis seperti apa yang dibayangkannya. Bahkan dalam di film The Shining, ada satu adegan yang mengharuskan kru film melakukan 127 take ulang agar sesuai dengan apa yang ada dipikiran Kubrick. Perfeksionis banget ya?

Wes Anderson — Simetrisme & Keseimbangan

Sumber: pinterest.com

Sumber: pinterest.com

Cemerlang, sukses, banyak dipuji oleh kritikus film merupakan banyak sifat yang dimiliki oleh Wes Anderson. Sutradara asal Amerika yang sukses dengan film The Royal Tenenbaums, Moonrise Kingdom dan The Grand Budapest Hotel ini termasuk sutradara terkenal yang dikagumi oleh banyak orang.

Wes Anderson dikenal dengan karya filmnya yang detail secara visual dan kaya akan cerita naratif. Dia juga sering membuat banyak penonton dan kritikus film kagum dengan tekniknya dalam mengambil gambar, sehingga setiap frame punya cerita dan maknanya sendiri. Dia mengambil sudut sedemikian rupa hingga gambar yang diambil memiliki simetris dan keseimbangan yang memanjakan mata.

Sumber: ultraswank.com

Sumber: ultraswank.com

Tengoklah film The Grand Budapest yang membuatnya menang sebagai sutradara terbaik di Academy Award. Film yang bercerita tentang kehidupan yang ada didalam sebuah hotel ini penuh dengan pengambilan gambar yang simetris, dan sangat seimbang dilayar kaca. Setiap frame dibuat sempurna, dilihat dengan detail dan dipastikan agar frame tersebut mempunyai cerita didalamnya. Ciri khas ini juga dapat terlihat di beberapa film karya Wes Anderson lainnya, seperti Fantastic Mr. Fox dan The Darjeeling Limited.

Sumber: openculture.comlomography.compastemagazine.com

Sumber: openculture.com

lomography.com

Sumber: lomography.com

pastemagazine.com

Sumber: pastemagazine.com

Obsesi Wes Anderson terhadap simetris inilah yang membuatnya sering kali dibilang auteur, sebutan untuk pembuat film jenius yang mampu membuat film hebat secara artistik. Wes Anderson memasukan elemen simetris pada filmnya bukan hanya tuntutan studio, tapi juga ingin memanjakan mata para penonton dengan obsesi yang dimilikinya.

Riset sosial yang dilakukan NCBI memang menyebutkan bahwa manusia secara naluriah akan melihat segala sesuatunya dengan simetris, dan seimbang. Semakin simetris suatu benda atau suatu wajah, semakin tenang dan nyaman pula mata melihat. Mungkin inilah yang Wes Anderson kejar dari setiap karya film yang dibuatnya, rasa nyaman dan tentram bagi setiap penonton yang melihatnya.

Guy Ritchie —Montage Unik & Time Motion Scene

Sumber: hellomagazine.com

Sumber: hellomagazine.com

Pernah dengar film Snatch, RocknRolla, Lock, Stock and Two Barrels? Bagaimana dengan Sherlock Holmes 1 & 2, The Man from Uncle, atau King Arthur : Legend of The Sword? Tentu pernah mendengarnya bukan?

Ya, film-film diatas merupakan hasil karya dari Guy Ritchie, seorang sutradara asal Inggris yang terkenal dengan film bergenre crime ringan ‘Snatch’ yang penuh dengan komedi. Pertama kali saya melihat film ini, entah kenapa saya langsung suka dengan narasi, teknik pengambilan gambar dan plot cerita yang dibuat. Guy Ritchie memang punya ciri khas yang unik dan mungkin mudah dikenali, yaitu montage dan time motion scene yang ikonik dan hampir ada di semua filmnya.

Sumber: pinterest.com

Sumber: pinterest.com

Tentu kita masih ingat dengan scene diatas, dimana kita melihat Sherlock Holmes memikirkan langkah-langkah yang akan diambil secara spesifik, dari satu langkah menuju langkah lainnya. Dan ga cuman itu, disini juga kita melihat kilas balik dan after effect saat langkah Sherlock Holmes di eksekusi. Saya dan mungkin semua penonton film ini mungkin akan dibuat kagum dengan cara Guy Ritchie mengambil gambar pada scene ini.

Ya, ciri khas montage kilas balik inilah yang membuat film-film karya Guy Ritchie begitu unik. Kita dapat melihatnya sepercik di film Snatch, dan semakin terlihat jelas di film terbarunya — King Arthur : Legend of The Sword.

Tapi selain itu, Guy Ritchie juga memiliki ciri khas unik lainnya yang dapat membuat penonton ‘ketagihan’ saat menonton karyanya. Saya kurang faham apa namanya, tapi saya bakal menyebutnya dengan time-motion scene. Ciri khas ini pertama kali terlihat di film Sherlock Holmes : Game of Shadows, saat Sherlock kabur dari pabrik milik Moriarty dan diserang dengan meriam ‘Little Hansel’

Dari cuplikan film di atas, kita dapat melihat Guy Ritchie memainkan waktu pada scene secara cepat dan lambat. Sudut pengambilan kameranya pun sangat jauh dari kata konvensional. Tidak hanya memperlihatkan Sherlock dan teman-teman yang berlari, Guy juga mengambil gambar saat tentara memasukan peluru ke meriam Little Hansel dengan cara yang unik.

Saat peluru dilesatkan layar pun menjadi diam, waktu berjalan sangat lambat agar penonton dapat melihat peluru meriam bergerak dengan sangat cepat. Scoring suara pun dibuat serealistis mungkin, suara terdengar redam karena scene berjalan secara slow motion. Benar-benar brilian.

Konsep dan teknik pengambilan gambar serupa juga dapat kamu temui di film Lock, Stock and Two Smoking Barrles, Snatch, hingga King Arthur : Sword of Legend. Hmm jadi penasaran, apakah Guy Ritchie akan memasukan ciri khasnya di film live action Aladdin nanti?

Michael Bay — Aksi, Ledakan dan Pahlawan

Sumber: variety.com

Sumber: variety.com

Michael “Boom-Boom” Bay sudah dikenal oleh seluruh orang sebagai sutradara yang selalu memberikan aksi dan ledakan di setiap filmnya. Berawal dari kesuksesan film Armageddon, Michael Bay semakin hari semakin yakin kalau ledakan bom yang besar adalah sesuatu yang dicari oleh penonton.

Sekuel Bad Boys, Pearl Harbor, hingga film Sci-Fi seperti Armageddon pun tidak luput dari aksi-aksi liar ala Michael Bay. Penonton dibuat menarik nafas, mencari setiap detail aksi yang ditampilkan dan dibuat riuh dengan suara benturan dan ledakan. Ya, Michael Bay memang senang sekali menghancurkan set film yang mahal.

Sumber: nerdist.com

Sumber: nerdist.com

Ada ciri khas unik yang dimiliki oleh Michael Bay dan ada di setiap filmnya, yaitu The Bay Shot. Istilah ini dibuat oleh kritikus film karena memang Michael Bay sering kali melakukan scene ini, dimana karakter terlihat berdiri dan menatap langit penuh dengan optimisme layaknya seorang pahlawan.

Teknik pengambilan gambar seperti ini memang digunakan untuk menyimbolkan suasana ‘bangkit’ dan pantang ‘menyerah’, terutama bagi karakter tokoh utama yang punya tugas untuk menyelamatkan dunia. The Bay Shot ini bisa kamu lihat hampir disemua film Michael Bay, terutama 13 Hours, franchise Transformers, Pain & Gain dan Bad Boys.

Sumber: premiumbeat.com

Sumber: premiumbeat.com

Meskipun ciri khasnya unik dan punya nilai tersendiri, banyak orang (terutama kritikus film) yang menganggap bahwa karya Michael Bay jelek dan tidak pantas untuk di tonton. Plot cerita selalu standar, tidak ada kejutan dan terlalu ringan dan gampang ditebak.

Tapi yah, menurut saya pribadi sih Michael Bay ga jelek-jelek banget kok. Saya senang dan menikmati dengan tegang film 13 Hours, Pearl Harbor dan Armageddon. Film dengan banyak asap, suara ledakan, tembak-tembakan dan aksi heroik ga akan pernah ngebosenin kok, buktinya masih ada aja orang yang nonton bukan?

Quentin Tarantino — Penuh Darah dan Narasi Panjang

Sumber: hypebeast.com

Sumber: hypebeast.com

Quentin Tarantino, seorang sutradara peraih piala Oscar yang satu ini memang ga dipungkiri punya bakat dan ciri khas unik yang bikin semua orang kagum. Kejayaan Quentin Tarantino dimulai berkat karya film ‘Reservoir Dogs’ miliknya, dimana dia mulai dipandang oleh banyak orang sebagai sutradara yang ‘sadis’, berbakat dan ciri khas unik : melibatkan banyak darah dan narasi panjang di dalam semua karya filmnya.

Coba kita lihat film ikonik buatan Quentin Tarantino yang berjudul ‘Pulp Fiction’, yang dibintangi oleh John Travolta, Samuel L. Jackson, dan Bruce Willis. Dari mulai adegan pembuka saja, narasi panjang sudah dimulai dan bisa berlangsung selama lebih dari 10 menit. Karakter film saling melemparkan dialog, bertukar pikiran, dan membuat percakapan layaknya orang pada umumnya. Sama sekali tidak terlihat bahwa mereka adalah aktor yang sedang berakting.

Sumber: youtube.com

Sumber: youtube.com

Adegan yang sadis, potongan tubuh terbang kemana-mana yang disertai hujan darah juga kerap menjadi salah satu daya tarik dari film buatan Quentin Tarantino. Dari mulai film Reservoir Dogs hingga The Hateful Eight yang baru, pasti ada lebih dari lima karakter dalam film yang mati mengenaskan, baik tubuh terpotong atau kepala yang pecah.

Tapi kalau mau mengambil contoh, tidak mungkin kita lupa dengan adegan ikonik pada film Kill Bill Vol. 1 — adegan saat Beatrix Kiddo/Black Mamba melawan Crazy 88 yang merupakan anggota Yakuza Jepang. Saking sadisnya pertarungan tersebut, sang sutradara sengaja membuat awal adegan ini menjadi hitam-putih untuk menyamarkan ‘hujan darah’ yang akan terjadi. (yang ga kuat liat darah jangan putar videonya ya)

Sadis dan mengerikan bukan? Itulah ciri khas yang dimiliki oleh Quentin Tarantino, yang selalu ada di setiap karya film lainnya dengan nuansa dan tema yang berbeda namun tetap sama rasa. Kamu bisa menemukan adegan yang serupa di film Inglorious Basterds, Death Proof, Reservoir Dogs dan Django Unchained. Ga sesadis yang ada di film Kill Bill sih, tapi tetep saja bakal bikin kamu ngilu dan mengerenyitkan dahi.

Oh iya, ada satu ‘tanda tangan’ lagi milik Quentin Tarantino selain darah dan narasi panjang, yaitu trunk shot. Trunk shot adalah teknik pengambilan gambar yang di ambil dari bagasi mobil (bagasi = trunk dalam bahasa Inggris), dengan posisi kamera di bawah dan menghadap karakter seolah kita berada dalam bagasi tersebut.

Sumber: pinterest.com

Sumber: pinterest.com

Sumber: hollywoodreporter.comimovida.com

Sumber: hollywoodreporter.com

Sumber: imovida.com

Sumber: imovida.com

Meskipun sebenarnya bukan dia yang menciptakan teknik ini, trunk shot menjadi populer karena teknik ini ada di hampir semua film karya Quentin Tarantino. Entah apa tujuannya, tapi yang pasti teknik ini sudah menjadi ciri yang sangat khas dari seorang Quentin Tarantino. Kalau begitu, film Star Trek nanti bakalan ada trunk shot ini dong?

Edgar Wright — Quick Cut Scene & Transisi Super Halus

Sumber: Huffingtonpost.com

Sumber: Huffingtonpost.com

Mungkin nama Edgar Wright tidak seterkenal Quentin Tarantino, Christoper Nolan atau Stanley Kubrick, tapi dia benar-benar punya ciri khas yang sangat unik yang akan membuat orang langsung mengingat karya filmnya. Kalau kamu pernah melihat film Baby Driver, Shaun of The Dead dan Scott Pilgrim vs. The World mungkin akan sadar kalau tiga film tersebut mempunyai 1 kesamaan : aksi yang cepat dan transisi super halus.

Saat saya pertama kali melihat Scott Pilgrim vs The World, saya merasa kaget sekaligus kagum dengan teknik pengambilan gambar yang digunakan oleh sang sutradara. Transisi antar scene begitu halus, saking halusnya penonton dibuat tidak sadar kalau seting cerita telah berpindah tempat. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat video penjelasan lengkapnya dari salah satu Youtuber favorit saya : Nerdwriter1

Sudah mengerti kan kenapa saya bilang kalau Edgar Wright punya ciri khas yang unik? Sepanjang saya menonton banyak film dari berbagai macam sutradara, hanya Edgar Wright yang punya gaya dan teknik pengambilan gambar dalam sebuah pembuatan film.

Dan tidak hanya transisi super halus, Edgar Wright juga terkenal dengan ciri khas quick cut scene yang mampu memberikan cerita dengan feel yang berbeda dalam sebuah film. Secara definisi, quick cut scene atau fast cutting adalah teknik pengambilan gambar berurutan dari scene yang berdurasi kurang dari 3 detik. Dengan begitu, akan tercipta suatu rentetan gambar yang menceritakan tentang satu peristiwa ke peristiwa selanjutnya.

Edgar Wright membuat quick cut scene ini begitu berbeda. Tidak hanya digunakan untuk sebuah scene aksi yang cepat, tapi juga digunakan menciptakan sebuah narasi cerita yang diambil dari sudut pandang yang jarang digunakan oleh sutradara lain. Coba lihat penjelasan lengkapnya di video buatan Youtuber Every Frame is A Painting :

Jadi pada intinya, Edgar Wright memang memiliki teknik dan ciri khas dalam pengambilan gambar yang menjadi angin segar di dunia sineas film. Penggabungan quick cut scene dan transisi super halus bikin karyanya mudah dikenal, walaupun kebanyakan penonton tidak menyadari tentang apa yang dilakukan oleh sang sutradara.


Nah, itulah beberapa ciri khas unik dari 6 sutradara di atas yang mungkin kamu terlewatkan saat menonton karya-karya film mereka. Sebenarnya, masih banyak banget sutradara terkenal lainnya yang juga punya ‘tanda tangan’ yang unik dan menarik untuk dibahas.

Kalau menurut kamu nih, siapa sih sutradara yang punya ciri khas paling unik?

About Author

Ben

Ben

"Seorang penulis lepas amatiran yang tampan, muda, pemberani, dan mencoba menjadi idaman mertua. Kalau ketemu di jalan tolong teriak 'BENJO' yang kenceng ya!"

Comments

Most
Popular

(Sumber : Koleksi pribadi)

Ketika Komik dan Seni Rupa Dipertemukan

Ada acara hits kekinian mengenai komik dan seni rupa di Jakarta, loh. .. more

00-d-chips-heroes-uprising

Mentahkan Serangan Alien di Game CHIPS: Heroes Uprising!

Bantu Chips menyelamatkan teman-temannya dan Chammyland dari invasi alien dalam game CHIPS: Heroes Uprising. Bangun towe.. more

00-d-bandung-hallowland

Bandung Hallowland Hadirkan Author Komik Lieur

Bandung Hallowland akan menampilkan talkshow komik bersama author Komik Lieur dari CIAYO Comics, dan author komik lainny.. more

Consilium

Consilium, Komik Bergenre Action Sci-fi yang Penuh Drama

Bro sis waktu kecil pernah nonton film-film tentang agen rahasia? Kayak James Bond, Kingsman, Mission Impossible, dan la.. more

Sumber: myanimelist.net

Ingin Move on dari Idol 3 Dimensi? Coba beralih ke Idol 2 Dimensi ini

Bagi penggemar setia, skandal percintaan dianggap salah satu bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh idol terhadap fans.. more