6 Tahun Volt Dan Mimpi Marcelino Lefrandt Membangkitkan Superhero Lokal

9 months ago
00-volt-d

Popcon Asia 2012 jadi tempat dimana saya pertama kali berkenalan dengan Volt. Saat itu saya masih SMK, sedang liburan paska UN sambil ikut lomba Bahasa Inggris tingkat nasional di Mangga Dua. Teman circle saya bilang di Jakarta Convention Center ada event pop culture besar. Popcon Asia namanya. Bersama tante dan keponakan, saya menyempatkan diri untuk datang ke Popcon Asia 2012.

Sebagai acara perdananya, Popcon Asia 2012 sudah cukup meriah. Ada banyak booth yang didiami kreator amatir dan profesional. Ada JKT48 yang bisa ditonton gratis; saya sempat salaman dengan Kinal dan dapat posternya pula. Dengan uang hadiah dari lomba, saya belanja cukup banyak di sana. Mulai dari komik sampai Nendoroid.

01 volt 0

Sumber: Komik Indie Indonesia

Namun, ada satu komik yang sampai saat ini masih membekas di ingatan saya: Volt edisi 0. Komik tersebut dibagikan gratis kepada para pengunjung Popcon Asia. Covernya menampilkan sang superhero Volt berkostum biru-biru di depan background merah-putih ala bendera Indonesia. Nama pengarang di depannya pun sempat membuat saya melotot. Marcelino Lefrandt. Wah, kok bisa ada nama aktor sinetron favorit ibu saya di sini?

02-volt-marcelino

Sumber: Sidomi

Di kalangan penggiat showbiz dan hiburan lokal, Marcelino Lefrandt mungkin hanya satu dari segelintir nama yang memang berkecimpung penuh dalam dunia pop culture lokal. Kita nggak bicara soal artis yang sekedar suka pop culture, bagaikan Ariel Noah yang ngerakit Gundam bareng Luna Maya. Marcelino Lefrandt memang benar-benar punya passion besar dalam dunia komik, dan berambisi untuk memajukan komik Indonesia.

Marcelino Lefrandt membentuk Skylar Comics, sebuah penerbit komik/lingkar kreatif bersama dengan komikus Aswin MC Siregar dan produser film Sarjono Sutrisno yang juga memiliki studio film Skylar Pictures. Dibentuknya Skylar Comics ini tak lepas dari ambisi Marcelino dan Aswin untuk memajukan komik Indonesia. “Suatu hari nanti kita harus buat jagoan kita sendiri Win,” ujar Marcelino kepada Aswin di saat mereka asyik berdiskusi tentang komik-komik superhero.

03-volt-skylar

Sumber: Ganlob

Dan begitulah kisah di balik hadirnya Volt. Marcelino membuat ceritanya sendiri, sementara Aswin menggambar karakternya. Komik Volt edisi 0 tidak menampilkan sebuah kisah yang rumit. Hanya pertemuan pertama antara sang superhero melawan musuh bebuyutannya, seorang pencuri relik mistis bernama Shadow. Namun, kemunculan perdana Volt di sini menjadi tonggak awal dari kisah Volt yang lebih besar.

Volt adalah seorang superhero yang memiliki kekuatan listrik yang dapat digunakan untuk menyerang atau bertahan. Selain itu, ia juga memiliki kecepatan tinggi, kemampuan penyembuh, serta bisa melihat aliran mana/prana dalam tubuh makhluk hidup. Volt berteman dengan Ruben, seorang anak SD dengan keterbatasan fisik namun memiliki otak yang cerdas.

04-volt-series

Sumber: Rebanas

Sejak saat itu, saya senantiasa melihat komik Volt berjejer di rak toko buku. Memang kelihatannya tidak begitu diminati banyak orang layaknya manga atau manhua, tapi hari bulan berselang, dan berbagai jilid baru Volt terus dirilis.

Dalam sebuah artikel yang diangkat SWA tahun 2016, Skylar Comics menyebutkan ada 3 sampai 4 ribu eksemplar komik Volt yang dicetak per edisinya. “Responnya bagus, bahkan edisi ketiga dan kenam selalu sold out,” aku Marcelino. Bahkan, komik Volt dicetak terbatas untuk dipasarkan ke luar negeri.

05-volt-jawara

Sumber: Skylar Comics

Namun, Marcelino tak puas dengan Volt saja. Ia melebarkan cakupan Skylar Comics dengan IP-IP baru namun masih sejalan dengan passionnya. Pertama diluncurkan komik Jawara Indonesia, sebuah spinoff dari Volt dengan format tankoubon ala manga. Mengangkat tema kelompok ala Justice League beranggotakan masyarakat biasa yang terinspirasi kisah heroik Volt, Jawara Indonesia menjadi sebuah missing link yang mampu menghubungkan cerita antara Volt edisi 0 dengan Volt edisi 1.

06-volt-valentine

Sumber: KAORI Nusantara

Skylar Comics juga menciptakan karakter superhero baru bernama Valentine. Berbeda dengan Volt, Valentine adalah superhero vigilante yang memanfaatkan kemampuan bela dirinya untuk memberantas kejahatan. Di sisi lain, Marcelino Lefrandt juga merangkul sesama penggiat komik untuk berkolaborasi. Coba lihat contohnya di komik crossover Volt x Setan Jalanan yang bisa kamu baca di CIAYO Comics. Ini adalah kerjasama Marcelino-Aswin dengan tim di belakang komik Setan Jalanan: seniman Franki Indrasmoro alias Pepeng NAIF, serta komikus Haryadhi.

Tak puas dengan komik, Skylar Comics juga melebarkan sayapnya ke ranah perfilman, tentu dengan bantuan induknya Skylar Pictures. Pertama ada webseries Jawara Indonesia, kemudian berkembang lagi menjadi film Valentine yang berhasil tayang di bioskop akhir tahun lalu.

07-volt-film

Sumber: Kompas

Lantas, apa Volt tidak diangkat jadi film juga? Ya. Film Volt sendiri tengah dikembangkan. Dengan sutradara Anggy Umbara, ia menunjuk Marcelino sendiri sebagai karkater utamanya. Menurut Anggy, selain memiliki postur tubuh yang cocok, Marcelino juga merupakan orang yang paling memahami sosok Volt. Meski awalnya enggan, akhirnya Marcelino menerima usulan itu. “Cuma saya bilang, ‘Kan saya penciptanya. Ngapain saya jadi pemainnnya juga. Saya pengen kayak Stan Lee. Jadi, setiap film superhero yang saya ciptain saya (jadi) cameo aja,” ungkap Marcelino kepada Liputan 6.

6 tahun sudah berselang sejak Popcon Asia 2012. Bersama itu juga, Marcelino Lefrandt merayakan ulang tahun Volt dan Skylar Comics di bulan Maret 2018 ini. “Bermula dari keprihatinan saya yang ternyata dirasakan juga oleh sahabat saya @sarjono_stro dan @aswinsiregarart , atas Perlu nya Indonesia memiliki figur2 pahlawan super. Agar anak2 Indonesia dapat mengenal budaya negerinya melalui cerita bergambar/komik. .” tulis Marcelino di akun Instagramnya.

Dari 6 tahun perkembangannya, Skylar Comics dan Volt mampu meraih pencapaian yang belum tentu bisa disaingi dalam rentang waktu serupa. Mimpi dan ambisi yang dibarengi dengan keinginan untuk melakukan aksi dan gerakan, merupakan salah satu faktor yang mampu membawa Skylar Comics ke titik ini. Meskipun perjuangan untuk menggelorakan semangat superhero lokal masih panjang, namun usaha yang dijajaki Marcelino, Aswin, dan Sarjono merupakan sebuah batu loncatan, atau milestone yang sangat penting.

Hingga hari ini, Marcelino Lefrandt masih memiliki mimpi yang sama: menjadikan karakter superhero Indonesia tuan rumah di negeri sendiri. Dengan semakin berkembangnya skena perkomikan Indonesia, dan bangkitnya karakter superhero Indonesia klasik dengan gaya modern, sepertinya mimpi Marcelino akan semakin dekat.

08-volt-closing

Sumber: Kupaman

Selamat ulang tahun, Volt! Teruslah menjadi inspirasi bagi anak-anak dan insan kreatif Indonesia.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Galaxin (CIAYO Comics)

Komik Romantis Ini Banyak Kejutannya

Bro sis, pada suka baca komik romantis nggak? Udah pernah denger komik Galaxin belom? Katanya sih, komik romantis ini ba.. more

00-d-darksiders-four-horsemen-of-apocalypse

Siapa Sih Four Horsemen of Apocalypse Dari Game Darksiders?

Darksiders Four Horsemen of Apocalypse menjadi tokoh sentral dalam game tersebut. Empat penunggang kuda ini menjadi pemb.. more

Sumber gambar: gigazine.net

Satu Lagi Themed-Cafe Khas Jepang: Cafe Ranma ½ Telah Dibuka di Tokyo!

Seberapa populer Ranma ½ Café ini? Antriannya membludak!.. more

Love Sucks, Sumber: CIAYO Comics

Love Sucks, Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja di kota New York.

Sesampainya di New York, Elizabeth kepincut dengan laki-laki yang tak sengaja bersenggolan dengannya. Lelaki tampan berm.. more

Sabrina – Chapter 1: Clubbing di Tengah Kota

Malam itu ia bertemu Intan di salah satu club di tengah kota. Patung kuda terpajang di atap gerbang, sebagai ikon club i.. more