Ini 7 Alasan Kolot Orang Tua Melarang Anak Main Game

3 weeks ago
00-d-anak-main-game

Pernahkah kalian kena marah orang tua karena bermain game? Tentu saja kalian pernah mengalaminya termasuk saya sendiri. Kekhawatiran orang tua kepada anaknya saat bermain game bukanlah hal yang aneh. Apalagi jika anak sudah bermain game terlalu lama, orang tua pasti selalu menegur dan dilanjutkan dengan memarahi mereka. Game saat ini tidak hanya selalu memiliki efek negatif saja seperti yang dipikirkan para orang tua. Sudah ada bermacam-macam jenis dan genre game mulai dari game single player, multiplayer offline-online, console-mobile game , dance rythm game, family game dan masih banyak lagi. Tetapi tetap saja beberapa orang tua tetap melarang anaknya bermain game karena suatu hal. Nah, kali ini saya akan membahas 7 alasan jadul orang tua melarang anak bermain game.

Ini 7 alasan yang sering dipakai orang tua untuk melarang anak main game

1. Merusak kesehatan

Game selalu mendapat kesan merusak kesehatan anak bagi para orang tua. Sumber: Commdiginews

Game selalu mendapat kesan merusak kesehatan anak bagi para orang tua. Sumber: Commdiginews

Alasan ini pasti selalu keluar pertama saat orang tua melarang anaknya bermain game. Selalu membawa masalah ini dengan menghubung-hubungkan dengan kesehatan, mulai dari penyakit mata (rabun jauh, dekat, dll), lambatnya pertumbuhan tinggi badan karena terlalu lama duduk, mempengaruhi psikologi atau tingkah laku anak, dan masih banyak lagi. Saya sendiri secara pribadi tidak bisa menghindari jika orang tua sudah menggunakan alasan yang sifatnya mutlak dan sulit untuk di counter. Kecuali kalau di rumah kalian memiliki game yang bersifat fitnes atau dapat menggerakkan seluruh tubuh kalian, seperti game Dance Dance Revolution.

Baca Juga: Saat Kecanduan Game Dianggap Sebagai Penyakit Mental, Perlukah Kita Bereaksi?

2. Bermain di luar bersama teman-teman

Dulu pada era zaman game console PS1 dan pendahulunya dimana kita yang hobi bermain game terus dirumah dan gak pernah keluar adalah momen paling luar biasa terlebih lagi jika sedang libur sekolah. Karena terlalu asyik bermain game dirumah sampai lupa dengan teman, orang tua pasti menyuruh anak mereka pergi bermain diluar. Apabila anak masih terus bermain game dirumah, orang tua pasti akan menyebut anaknya tidak mau bersosial dengan orang lain. Dengan berkembangnya zaman dalam teknologi dan adanya sistem online hampir di tiap jenis game, kita bisa bermain game dengan orang lain tanpa harus keluar rumah. Beberapa orang tua masih menggunakan alasan ini walaupun anaknya sedang bermain game secara online bersama teman-temannya.

3. Membuat anak menjadi malas

Terlalu lama bermain game bisa membuat anak menjadi malas melakukan aktivitas yang lain. Sumber: Propfood

Terlalu lama bermain game bisa membuat anak menjadi malas melakukan aktivitas yang lain. Sumber: Propfood

Sampai saat ini orang tua masih tidak bisa lepas dengan kesan bermain game dapat membuat anak menjadi malas. Faktanya hal ini memang benar. Anak pasti akan terus bermain game sampai lupa dengan tugas sekolah yang harus dikerjakan dirumah. Orang tua akan sulit menyuruh anak mereka berhenti jika sudah keasyikan bermain game. Maka dari itu, orang tua perlu lebih tegas terhadap anak agar kedepannya tidak mempengaruhi masa depan mereka.

4. Game tidak pantas dimainkan anak

Ada banyak efek samping apabila anak bermain game tidak sesuai dengan umur. Sumber: Gamersdecide

Ada banyak efek samping apabila anak bermain game tidak sesuai dengan umur. Sumber: Gamersdecide

Susahnya mengontrol anak bermain game membuat orang tua selalu khawatir dengan game yang mereka mainkan. Apalagi jika game tersebut memiliki unsur yang seharusnya tidak cocok untuk anak, misalnya adanya adegan kekerasan. Selain itu, hal ini akan berdampak terhadap perilaku mereka saat bermain bersama teman teman mereka diluar.

5. Meniru tindakan kekerasan

GTA adalah game yang paling sering dimainkan anak dibawah umur. Sumber: Techspot

GTA adalah game yang paling sering dimainkan anak dibawah umur. Sumber: Techspot

Seorang anak memiliki rasa penasaran dan mudah terpengaruh dengan apa yang mereka lihat. Game yang mereka mainkan juga dapat mempengaruhi perilaku mereka hingga melakukan suatu tindakan kekerasan terhadap orang lain. Dengan berkembangnya genre game saat ini, sangat mudah mendapatkan game yang memiliki unsur tindakan kekerasan. Tidak aneh kalau orang tua akan selalu khawatir dengan game yang dimainkan anak.

Baca Juga: Tuduhan Video Game Sebagai Penyebab Kekerasan Bersenjata Sepertinya Hanya Terjadi Di Amerika?

6. Nilai rapor sekolah menurun

anak main game

Terlalu sering bermain game membuat anak menjadi tidak mau belajar. Sumber: Huffingtonpost

Setelah semua alasan tadi, pada akhirnya akan berujung dengan turunnya nilai rapor sekolah anak. Hampir semua anak pernah mengalami hal ini karena tidak terkontrolnya jam waktu bermain game. Kekhawatiran ini menjadi salah satu alasan orang tua selalu melarang anaknya bermain game.

7. Orang tua mau nonton TV

Rebutan remote TV orang tua VS anak. Sumber: Shutterstock

Rebutan remote TV orang tua VS anak. Sumber: Shutterstock

Jika dirumah hanya mempunyai satu TV, maka alasan terakhir ini masuk dalam list. Alasan ini hanya kemauan pribadi orang tua saat anaknya memakai TV dirumah untuk bermain game. Saat acara TV favorit orang tua sudah dimulai, anak masih memakai TV  untuk bermain game. Maka akan terjadi adu debat dan terjadi Civil War demi rebutan remote TV.


Setelah semua yang saya jelaskan tadi, diharapkan peran penuh kepada seluruh orang tua ataupun yang akan menjadi orang tua suatu hari nanti untuk selalu mengontrol dan memberikan bimbingan penuh kepada anak. Bermain game itu tidak selalu memiliki hal negatif terhadap anak. Orang tua harus pandai mempelajari mengenai rating game yang ada agar anak tidak salah pilih bermain game yang seharusnya tidak sesuai dengan umur mereka.

Dan kalian yang sudah bukan anak-anak lagi, diharapkan tetap menjaga dan mengontrol waktu bermain game. Mau itu game console, arcade, pc, dan smartphone harus tetap menjaga waktu antara bermain game dengan melakukan aktivitas utama kalian. Agar suatu hari nanti tidak ada penyesalan yang berakibat buruk buat kalian.

Banner Komik Action

About Author

Faisal

Faisal

Mahasiswa semester akhir yang terjebak ke dalam jurang gacha mobage. Berpikir untuk pensi dari FGO, GBF dan sejenisnya, tapi Dev berkata lain. Koleksi SSR semakin banyak, jadi sayang akun nya kalo gak dimainkan...

Comments

Most
Popular

[Dragon Ball Super 128] Tersingkirnya Vegeta dan Harga Diri Bangsa Saiyan

Ada kejutan menarik buat para penggemar transformasi Super Saiyan loh!.. more

Sumber gambar: money.cnn.com

Kontroversi Logan Paul: Sebuah Kebablasan Berekspresi Di Era Internet dan Media Sosial

Tapi apa yang dilakukan Logan Paul di akhir tahun 2017 untuk konten channel YouTube dia, melewati apa yang disebut “cr.. more

00 desktop trailer ant-man and the wasp

Ant-Man Punya Sidekick Baru di Trailer Ant-Man and the Wasp!

Ant-Man kembali jadi buronan, namun untungnya ia bakal mendapatkan partner baru: Wasp! Marvel merilis trailer Ant-Man an.. more

Gakuen Babysitters: Pentingnya Penitipan Anak di Tempat Kerja

Gakuen Babysitter menampilkan sebuah klub babysitter di sebuah sekolah. Kalau di sekolah ada penitipan anak-anak guru, h.. more

Sumber: WikiHow

Hati-hati, Attitude Jelek Bisa Menghancurkan Karir Berkarya!

Attitude, inilah satu hal yang tidak boleh gagal kita pahami dalam kehidupan berkarya... more