Altered Carbon Season 1: Peluang Manusia Hidup Abadi dengan Banyak Tubuh Berbeda

3 months ago
Sumber: www.nflix.pl

Saat pertama kali melihat dunia “Altered Carbon”, yang terpikir di dalam benak tentu saja adalah dunia dalam film “Blade Runner 2049” yang canggih, futuristik, dan sekaligus kumuh. Ini tentang kehidupan di masa depan yang mungkin saja bisa benar-benar terjadi namun sulit untuk dipercaya.

“Altered Carbon” adalah serial tv yang baru saja memulai season pertamanya dengan banyak hal memikat. Netflix seakan sedang “berjudi” dengan nasib, karena berani mengangkat film cyberpunk yang diadaptasi dari novel Richard Morgan dengan judul sama.

Mengapa disebut “berjudi”? Sebab minat penonton pada film seperti ini dirasa mulai berkurang. Hal ini terjadi pada dua film di tahun lalu yang mengalami kegagalan dalam jumlah penghasilan dan berpengaruh pada peringakt box office yang suram. Dua film itu adalah “Valerian” dan “Blade Runner 2049” (berbeda dengan “Star Wars” yang memang punya penggemar hardcore).

Sumber: www.cnet.com

Sumber: www.cnet.com

Namun jika dipikir lagi, layar lebar dan serial tv jelas merupakan dua hal berbeda, sebab serial tv punya ruang lingkup yang lebih luas, terbagi atas 10 episode yang siap mengupas semua aspek dunia “Altered Carbon” dengan sangat detail.

“Altered Carbon” bercerita tentang dunia masa depan, di mana teknologi memungkinkan kematian hanyalah sesuatu yang tidak terlalu harus dirisaukan. Sebab ketika seseorang mati, kesadarannya bisa ditransfer ke tubuh yang berbeda. Hal ini memungkinkan manusia untuk hidup abadi. Akan tetapi, setiap kecanggihan teknologi pasti memiliki kelemahannya tersendiri. Kesadaran manusia yang tersimpan dalam sebuah cakram dan ditanam di bagian belakang leher bisa dihancurkan. Jika hancur, maka kesadaran itu akan musnah untuk selama-lamanya dan itulah definisi dari kematian dalam film ini.

Sumber: www.forbes.com

Sumber: www.forbes.com

Cerita berfokus pada kisah hidup Takeshi Kovacs (Joel Kinnaman), seorang tentara, pemberontak di masa lalu, yang dihidupkan kembali dalam tubuh baru oleh seorang Meth (sebutan untuk para penguasa kaya) bernama Laurens Bancroft (James Purefoy), untuk menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Bancroft sendiri. Oke, ini sangatlah menarik, sebab seseorang yang sangat yakin bahwa dirinya dibunuh, kembali hidup dan meminta bantuan pada tokoh utama untuk menyelidiki kematiannya. Sedangkan semua bukti terkadang mengarah bahwa Bancroft melakukan bunuh diri. Hal lain yang menarik adalah, mengapa Bancroft tidak bisa mengingat beberapa ingatan di detik-detik kematiannya.

Melihat dunia yang begitu modern dengan kehidupan yang liar dan futuristik, jelas hal-hal semacam agama biasanya akan terkesampingkan, sebab teknologi sudah bisa mengesampingkan hal-hal yang dijelaskan dalam agama tentang kematian. Namun “Altered Carbon” berusaha untuk berjalan dengan hal-hal yang berbau kepercayaan, di mana sebagain orang masih mempercayai agama dan meyakini bahwa kematian adalah sesuatu yang Tuhan berikan dan bukan untuk dipermainkan.

Sumber: blog.screenweek.it

Sumber: blog.screenweek.it

Konflik tentang agama ini dihidupkan lewat karakter Kristin Ortega (Martha Higareda), seorang polisi wanita, di mana orang tuanya merupakan penganut Katolik yang taat. Ada juga diceritakan tentang rekan Kristin yang beragama Islam. Perdebatan antara Kristin dengan Ibunya kerap kali menciptakan dialog yang sangat menarik. Misalnya tentang korban pembunuhan yang tidak ingin dihidupkan kembali namun perlu diintrogasi oleh Polisi untuk melakukan penyelidikan, hal ini akan menjadi kebingungan moral yang cukup rumit.

Ada cukup banyak konflik di “Altered Carbon”. Salah satunya adalah tentang kisah masa lalu Kovacs selaku tokoh utama. Bahkan Netflix dengan sengaja membuatkan satu episode untuk membahas dengan sangat dalam kisah hidup Kovacs di era pemberontakannya. Serta ada juga beberapa potongan kisah Kovacs semasa kecil yang tidak kalah kelam.

Sumber: www.theverge.com

Sumber: www.theverge.com

Perkembangan karakter dalam film ini memang tidak semuanya bisa dikatakan sempurna, namun karena durasi yang panjang untuk serial semacam ini, memungkinkan interaksi beberapa karakter menjadi sangat menarik untuk diikuti. Seperti keterkaitan antara Kristin dan Kovacs yang semula dibangun hanya karena Kristin membenci Bancroft, ternyata menciptakan twist yang cukup menarik.

Lalu ada karakter Poe (Chris Conner), seorang petugas hotel tempat Kovacs menginap  yang sebenarnya adalah kecerdasan buatan (A.I). Yap, hotel itu merupakan hotel masa depan yang menyerahkan semua pengurusan hotel pada A.I, jadi tidak ada petugas manusia.

Serial tv dengan genre sci-fi, thriller, dan misteri ini memang selalu hidup dengan banyak hal yang akan mengundang tanda tanya di awal lalu dijawab dengan banyak twist yang tidak tertebak. Durasi yang panjang memungkinkan banyak konflik bisa dimasukkan ke dalam cerita walau pada akhirnya beberapa konflik masih terasa mengambang dan belum terselesaikan. Entah apakah ini menjadi semacam isyarat bahwa film ini akan berlanjut ke season 2 nantinya.

Sumber: www.gizmodo.com.au

Sumber: www.gizmodo.com.au

Meskipun “Altered Carbon” punya cerita utama yang menarik dengan gaya detektif menyelidiki kasus, akan tetapi hal yang lebih menarik adalah ekplorasi tentang dunia yang hidup dalam “Altered Carbon” itu sendiri. Kita bisa melihat sebuah peradaban baru di dunia yang serba canggih sekaligus kumuh. Melihat beberapa gambaran tentang cara hidup orang-orang di masa depan yang ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang kita hadapi saat ini, konflik kemanusiaan, rasisme, pemberontakan, walau dalam ruang lingkup yang berbeda seakan memberitahu kita bahwa masalah-masalah seperti itu akan terus ada hingga kapan pun.

Dan hal yang juga tidak kalah menarik yaitu tentang perilaku manusia ketika mereka bisa hidup ratusan tahun dalam tubuh yang terus muda seperti yang diinginkan. Pada akhirnya hidup selamanya tidak membuat seseorang menjadi semakin bijak. Mungkin karena ketika hidup tak punya ujung tujuan utama dari kehidupan itu sendiri terasa tidak lagi punya arti yang kuat.

“Altered Carbon” sudah rilis sejak 2 Februari 2018 dan bisa ditonton secara streaming lewat layanan Netflix. Sejauh ini, season satu berhasil menawarkan hal yang luar biasa rapi baik itu dari segi cerita atau pun eksplorasi dunianya.

Apa kalian tertarik untuk mencoba serial yang satu ini? Saya rasa Netflix selalu punya cara yang baik untuk memaksa penikmat film agar betah duduk di rumah dan menikmati suguhan luar biasa yang punya kualitas setara dengan film layar lebar.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Dike - Rian - Melisa (Sumber: ciayo.com)

Ngobrol Sama Artist di Balik Taring Niel dan Rumah Keti

Tim Blog CIAYO Comics berkesempatan ngobrol-ngobrol sama comic artist, juga colorist & background artist Love Has Fangs.. more

AOV

Serunya Grand Final Battle of Valor 2017

Kesuksesan Mobile Arena ini menjadi alasan digelarnya event game terbesar bertajuk “Battle of Valor”. Coba siapa yan.. more

Logo internasional game sepakbola ciptaan Konami Jepang. Sumber gambar: game-debate.com

Winning Eleven/Pro Evolution Soccer: Game Wajib Sejuta Umat Gamers PS Indonesia

Rasanya tidak akan ada yang komplain jika dikatakan kalau game sepakbola Winning Eleven/WE (atau dalam judul internasion.. more

Chammyland - CIAYO Comics

Kangen Nggak Sama Coco, Chips, dan Crocket?

Hi Guys! Masih inget nggak sama Coco, Chips, dan Crocket? Yuk, kita inget-inget lagi karakter Coco, Chips, dan Crocket i.. more

(Sumber: Duniaku)

Meme Sebagai Media Advertising Film Indonesia

Masih ingat dengan Meme di Film AADC 2? Atau Dilan 1990? Nah, di film yang satu ini, sadar atau tidak, meme justru dijad.. more