Anak Hoki: Kisah Masa Remaja Ahok Tanpa Intrik Politik

12 months ago
anak hoki

Pada tanggal 8 November lalu, film A Man Called Ahok rilis di bioskop Indonesia. Daniel Mananta memerankan sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam sebuah film biografis yang menceritakan perjalanan hidupnya. Di balik hangatnya respons penonton terhadap film tersebut, ternyata masih ada satu lagi film yang mengangkat kisah sang gubernur nyentrik tersebut: Anak Hoki.

Film Anak Hoki (dengan bubuhan tinta merah pada huruf A dan HOK) merupakan film besutan Revolution Pictures, yang disutradarai oleh Ginanti Rona dan diproduseri Harry Tjahaja Purnama, adik kandung Ahok sendiri. Berbeda dengan film A Man Called Ahok, Anak Hoki mengambil pendekatan yang bertolak belakang dengan menceritakan kehidupan Ahok semasa kuliah di Jakarta. Seperti apa kisahnya?

Anak Hoki menceritakan kisah Ahok semasa sekolah. Sumber: Youtube
Anak Hoki menceritakan kisah Ahok semasa sekolah. Sumber: Youtube

Sejak SMA, Ahok (Kenny Austin) disekolahkan di Jakarta oleh sang ayah yang ingin ia menjadi dokter. Di Jakarta, ia satu kos dengan anak rantau lain, Daniel (Lolox) dari keluarga pendeta dan Bayu (Chris Laurent) yang playboy. Ketiganya pun melanjutkan kuliah di tempat yang sama, dan kemudian berkenalan dengan Eva (Nadine Waworuntu).

Permasalahan di antara empat sekawan ini mulai nampak dan mempengaruhi persahabatan mereka. Daniel diam-diam mengambil kuliah tata boga karena tidak mau jadi pendeta. Bayu yang sejak lama menyukai Eva menemukan sang gadis ternyata lebih tertarik kepada Ahok. Bahkan Eva sendiri punya masalah pelik dengan keluarganya. Ahok pun bukannya tak punya masalah, karena ia berdebat dengan ayahnya untuk pindah jurusan kuliah. Alasannya, Ahok ingin membantu ayahnya setelah melihat situasi kampungnya di Belitung yang tak kunjung membaik.

Baca Juga: Film Terlalu Tampan Sajikan Kisah Mas Kulin Yang Realistis

Unsur drama jauh lebih dominan dari intrik politik. Sumber: Youtube
Unsur drama jauh lebih dominan dari intrik politik. Sumber: Youtube

Keputusan mengangkat kisah Ahok yang lebih spesifik dirasa sudah cukup tepat agar tidak tumpang tindih dengan A Man Called Ahok. Kisahnya eksklusif menceritakan kehidupan Ahok semasa sekolah dengan nuansa cerita yang lebih ringan dan cerah. Namun yang disayangkan, hal ini justru berdampak parah pada karakterisasi tokoh Ahok sendiri. Ia ditampilkan sebagai sosok yang sempurna tanpa perkembangan berarti. Masalah yang ia hadapi mendapatkan penyelesaian yang singkat, karena tugas karakter Ahok sepanjang film adalah menyelesaikan masalah karakter lain.

Penonton tidak disuguhkan adegan yang benar-benar signifikan dalam perubahan karakter Ahok. Trigger yang membuat Ahok ingin menjadi abdi masyarakat kurang nendang dan terkesan disuapi dari luar, maksudnya adalah lewat pengalaman tokoh lain. Jadi ada kesan bahwa Ahok ingin berubah bukan karena dorongan dari diri sendiri, melainkan karena orang lain. Ayah Ahok dan masyarakat Belitung percaya bahwa Ahok bisa membantu hidup mereka, tanpa ada alasan yang kuat mengapa bisa demikian.

Karakter Ahok kurang diberikan motivasi untuk menyelesaikan konfliknya. Sumber: Youtube
Karakter Ahok kurang diberikan motivasi untuk menyelesaikan konfliknya. Sumber: Youtube

Tentu, satu alasan kenapa aspek ini terasa lemah adalah karena Anak Hoki tidak memasukkan unsur politik ke dalam filmnya. Aspek ini sebenarnya sudah dimainkan dengan cukup oke, bagaimana Anak Hoki berusaha untuk tidak menyinggung politik dan tidak menyindir pihak manapun. Namun yah, kembali lagi pada pengolahan karakter Ahok yang belum maksimal.

Interaksi karakter jadi aspek menarik dari film Anak Hoki karena menyelipkan unsur budaya lokal. Entah itu dari dialog-dialog Ahok dengan keluarga dan masyarakat lokal Tionghoa, atau keluarga besar Daniel yang asli Batak. Keluwesan aksen dan dialek memberi kesan kedaerahan yang sangat kuat dan mampu memancing reaksi. Misalnya ada Lam (Harry Tjahaja Purnama), seorang warga yang sering ditolong ayah Ahok, hingga ibunya Daniel (Tamara Geraldine) yang menggebu-gebu.

Walau tak sempurna, Anak Hoki sajikan kisah drama yang cukup menarik. Sumber: Youtube
Walau tak sempurna, Anak Hoki sajikan kisah drama yang cukup menarik. Sumber: Youtube

Anak Hoki memang bukan film yang sempurna. Jika karakter Ahok diganti dengan tokoh lain, ceritanya tidak akan melenceng beda. Tapi jika kamu penasaran dengan kisah remaja mantan politikus yang sekarang lebih senang dipanggil BTP ini, Anak Hoki bisa menjadi sebuah tontonan yang lumayan menarik. Selain itu film ini juga dihiasi cameo dari beberapa artis dan public figure beken seperti Nico Siahaan, Maia Estianty, Edric Tjandra, Tina Toon, dan masih banyak lagi.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

00-d-dragon-ball-super-broly

Dragon Ball Super: Broly Tampilkan Super Saiyan Legendaris!

Dikenal sebagai karakter dalam OVA sampingan, kini Broly jadi karakter resmi Dragon Ball lewat film Dragon Ball Super: B.. more

instagram : zipcy

Illustrator Ini Menggambarkan Keintiman Sepasang Kekasih Lewat Karyanya

Yang Se Eun, seorang illustrator berumur 29 tahun asal Korea bakalan membuat kamu ngerasa pingin untuk jatuh cinta terus.. more

Sumber: apkpure.com

Game Fighting Skullgirls untuk Mobile Masih sama Serunya Seperti Versi Konsolnya

Ada cukup banyak game konsol yang akhirnya dirilis ke perangkat mobile demi mendapatkan jumlah pemain yang lebih banyak... more

CIAYO Comics

Ngobrol Seru Dengan Kreator Komik Super O

Penasaran dengan sosok dibalik lucunya Super O, langsung aja yuk kita kenalan dan ngobrol-ngobrol seru bareng creator ko.. more

00-d-generasi-micin-vs-kevin

Faza Meonk Hadirkan Animasi dalam Film GENERASI MICIN vs Kevin

Faza Meonk bersama dengan PIONICON menghadirkan animasi di film GENERASI MICIN VS Kevin serta mengadaptasi skenario film.. more