Animal Crossing Pocket Camp: Game Nintendo Untuk Smartphone Setelah Mario Run!

11 months ago
Sumber gambar: rollingstone.com

sis main game Mario Run? Game itu merupakan reaksi Nintendo pada popularitas game smartphone [Saat Nintendo menyerah Pada Popularitas Smartphone] yang sedikit banyak menggoyang singgasana Nintendo sebagai raja game handheld/portable selama ini. Walaupun sampai saat ini penjualan Mario Run masih belum memenuhi ekspektasi Nintendo, tapi sepertinya hal itu tidak membuat kapok mereka untuk terus mencoba menguasai pasar game smartphone dengan IP yang mereka miliki.

Ucapkan selamat datang pada Animal Crossing: Pocket Camp!

Setelah Mario Run, kini Pocket Camp. Sumber gambar: engadget.com

Setelah Mario Run, kini Pocket Camp. Sumber gambar: engadget.com

Seperti halnya Mario Run yang sebuah spin-off dari game Mario di console dan handheld Nintendo, Animal Crossing: Pocket Camp juga merupakan game sempalan dari Animal Crossing di console dan handheld Nintendo.

Serial Animal Crossing (di Jepang dikenal dengan judul aslinya “Doubutsu no Mori / どうぶつの森”) adalah game dengan genre “simulasi komunitas’. Genre apa itu? Ya sesuai dengan namanya, di serial game ini kita akan berada dalam sebuah komunitas dimana kita akan bertemu dan berinteraksi dengan NPC (non-playable characters) maupun pemain game lainnya (secara online). Di dalam game ini pemain akan bertemu dengan NPC yang berbentuk binatang tapi dapat berbicara, berjalan dan berkelakuan seperti manusia normal. Dan para pemain melakukan aktivitas keseharian di dalam komunitas ini seperti memancing, menangkap serangga dan masih banyak lagi. Game Animal Crossing tidak memiliki sebuah ending yang “ending” dan lebih tepat disebut memiliki ending “open-ended”.

Ngobrol dengan kucing soal serangga di bulan September… Sumber gambar:mobygames.com

Ngobrol dengan kucing soal serangga di bulan September… Sumber gambar:mobygames.com

Game Animal Crossing punya empat game utama/canonical serta tiga game sempalan/spin-off. Game pertama Animal Crossing tercatat lahir di console Nintendo64 tahun 2001, tapi di tahun yang sama game ini mendapatkan rilis ulang untuk console Nintendo GameCube. Game ini memanfaatkan sistem internal clock dan kalender sehingga beberapa event di dalam game akan menyesuaikan dengan kondisi asli di dunia nyata. Contohnya: jika sedang dalam suasana Natal (25 Desember) maka situasi di dalam game akan bernuansa Natal juga seperti adanya salju, atribut Natal dan hal-hal lain yang merepresentasikan suasana Natal.

Sistem tanggal dan jam di mesin berpengaruh ke tampilan dalam game. Sumber gambar: animalcrossingworld.com

Sistem tanggal dan jam di mesin berpengaruh ke tampilan dalam game. Sumber gambar: animalcrossingworld.com

Game Animal Crossing: Pocket Camp merupakan bagian dari game spin-off Animal Crossing. Berbeda dari dua spin-off lainnya yang dirilis untuk Nintendo 3DS dan Wii U, Pocket Camp dirilis untuk platform smartphone dan mengadopsi sistem “Freemium” (Nintendo menyebutnya “Free-to-Start”) alias bisa didapatkan secara gratis namun pemain hanya akan mendapatkan hal-hal basic saja. Untuk mendapatkan pengalaman terbaik maka pemain harus mengeluarkan sejumlah uang asli untuk membayar fitur yang lebih baik dari hal basic dalam game.

Gratis. Tapi bayar. Sumber gambar: heavy.com

Gratis. Tapi bayar. Sumber gambar: heavy.com

Animal Crossing: Pocket Camp pertama kali rilis di Australia pada Oktober 2017 sebelum kemudian rilis ke seluruh dunia sebulan setelahnya. Sama seperti Mario Run, Pocket Camp ini juga dirilis untuk platform smartphone Android serta iOS. Dan sama seperti game-game Animal Crossing lainnya yang sudah lebih dulu rilis, genre yang digunakan masih berupa simulasi kehidupan sosial. Yang langsung terasa membedakan mungkin ada di bagian tempat. Game-game Animal Crossing sebelumnya berada di sebuah kota kecil dimana karakter-karakter yang ada tinggal dan berinteraksi, namun kali ini lokasinya berada di sebuah bumi perkemahan. Mungkin kayak di Bumi Perkemahan Cibubur kali ya, bro sis? Saya belum pernah ke Cibubur sih… Jadi nggak tahu juga hehehe.

Iklan dari Animal Crossing: Pocket Camp. Sumber gambar: businessinsider.com

Iklan dari Animal Crossing: Pocket Camp. Sumber gambar: businessinsider.com

Di Pocket Camp pemain game dapat mendekorasi area tempat mereka dengan beragam tampilan menggunakan material yang ada. Pemain game dapat bertemu, berteman serta berinteraksi dengan para tetangga dan warga sekitar perkemahan (yang sama seperti di game-game Animal Crossing lainnya, yaitu binatang yang memiliki karakteristik seperti manusia). Pemain Animal Crossing dari seluruh dunia juga dapat berinteraksi disini secara online. Saling mengunjungi lapak/tenda/trailer-car masing-masing, ngobrol, dan menjelajahi area-area yang ada di dalam permainan seperti pulau Sunburst atau pantai Saltwater. Tersedia pula ‘pasar’ yang menjual item seperti pakaian untuk avatar pemain maupun perabotan buat tempat tinggal.

Camping bareng sobat-sobat berwujud gokil. Sumber gambar: gamersheroes.com

Camping bareng sobat-sobat berwujud gokil. Sumber gambar: gamersheroes.com

Avatar/tampilan para pemain di Animal Crossing: Pocket Camp dapat disesuaikan dengan keinginan pemainnya sendiri. Mulai dari jenis kelamin, ekspresi wajah dan banyak lagi. Tapi semua itu perlu currency. Alias alat bayar. Alias duit. Nah… mata uang di game Pocket Camp ini adalah “Leaf Ticket”. Leaf Ticket dapat dimiliki dengan menyelesaikan ‘misi’ yang diberikan oleh game, atau dibeli dengan uang asli/beneran melalui App Store tiap platform (PlayStore di Android atau AppStore di iOS). Disinilah Nintendo berharap mendapatkan profitnya dari game yang mereka rilis secara gratis ini.

Perlu Leaf Tickets yang banyak nih… Sumber gambar: nintendowire.com

Perlu Leaf Tickets yang banyak nih… Sumber gambar: nintendowire.com

Game Animal Crossing series biasanya mendapatkan sambutan bagus buat para fans, dan versi Pocket Camp ini tidak terkecuali. Tapi opini berbeda datang situs berita game.

Kotaku.com menyebutkan kalau game ini “robust, menyenangkan, walau unsur kapitalisme-nya terasa banget”. Pendapat dari Polygon.com lain lagi “walaupun terlihat seperti game Animal Crossing tapi feel yang di dapat tidak seperti Animal Crossing yang sudah kita kenal dan sukai sebelumnya”. Sementara IGN.com menulis “game ini sangat cocok untuk yang mobilitas tinggi namun tetap ingin berinteraksi dengan tetangga mereka di dalam game. Sebuah game yang dapat dimainkan kapan saja dimana saja tanpa perlu memikirkan apa yang sudah terjadi sebelumnya”.

Berbagai aktifitas di Animal Crossing: Pocket Camp. Sumber gambar: steemkr.com

Berbagai aktifitas di Animal Crossing: Pocket Camp. Sumber gambar: steemkr.com

Sebagai mobile game “gratisan”, tentu tidak ada ruginya mencoba Animal Crossing: Pocket Camp di smartphone bro sis. Terlepas dari adanya microtransaction, game ini menawarkan konsep yang serupa dengan game-game Animal Crossing sebelumnya. Dan itu merupakan hal bagus. Tapi kalau bro sis punya opini sendiri, tentu bisa disampaikan di bagian komentar. Happy gaming!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: Don’t Feed The Gamers

Game Awards 2017 Sudah Usai, Siapa Saja Pemenangnya?

Siapa saja yang berhasil meraih penghargaan itu ya bro sis? .. more

Sumber: www.crunchyroll.com

Kesan Pertama Menonton Mahou Shoujo Ore: Magical Girl dengan Konsep Absurd

Siapa bilang Magical Girl selalu identik dengan kesan imut dan romantis? Di musim semi 2018 ini, penggemar anime dikejut.. more

Shenmue III (Sumber: kickstarter)

Trailer Shenmue III Dirilis Dan Reaksi Fans Terbelah

Akhirnya trailer untuk game Shenmue III sudah dirilis oleh Yu Suzuki di internet beberapa saat yang lalu. Mungkin masih .. more

Sumber: Nerdist

The Walking Dead, Seri Zombie Hit yang Harus Segera Dihentikan Perjalanannya

AMC harus segera menghentikan saja keseluruhan seri ini, “Loh kok begitu? Kenapa memangnya?”.. more

00-comiconnect-jakarta-event

Empat Hal Ini Bikin Kamu Nyesel Nggak Datang ke CIAYO COMICONNECT Tour Jakarta!

Buat kamu yang nggak datang ke CIAYO COMICONNECT Tour Jakarta, kamu bakal nyesel karena ngelewatin 4 hal seru berikut in.. more