Anime Souten no Ken: Spin-off Hokuto no Ken

3 months ago

Seperti halnya di film, spin-off satu IP manga (dan anime) bukan sesuatu yang aneh atau mengherankan. Biasa di latar belakangi kesuksesan judul “induknya”, sebuah spin-off bisa mengalami kesuksesan yang sama dengan judul utama, atau sebaliknya. Dalam hal ini, spin-off dari manga shonen populer era 80an “Hokuto no Ken” tersebut dapat dikatakan tidak mengalami kegagalan ,walaupun rada sulit juga disebut sukses seperti pendahulunya karena tidak semua orang sudah tahu judul ini.

Juga baru ada pachinko game berbasis “Souten no Ken”. Tidak seperti Hokuto no Ken yang sudah punya deretan video game sejak era 16 Bit hingga PlayStation 4.

Trailer Pachinko Souten no Ken

“Souten no Ken” atau Fist of the Blue Sky adalah manga yang ditulis dan digambar oleh Tetsuo Hara dengan plot di supervisi oleh Buronson. Kedua nama ini bukan nama asing di universe Hokuto no Ken karena keduanya merupakan ‘winning team’ pencipta IP “Hokuto no Ken”. Tapi di Souten no Ken sepertinya Tetsuo Hara yang lebih banyak berperan dalam proses pembuatannya dibandingkan Buronson.

Souten no Kena. (Sumber: Bato)

Berbeda dengan Hokuto no Ken yang mengambil timeline 199X dengan setting dunia fiksi, Souten no Ken berada di timeline 193X dengan lokasi serta situasi bersejarah yaitu di Shanghai, China serta di waktu di mana Perang Dunia Kedua siap meletus.

Shanghai yang dipenuhi banyak tentara negara asing seperti Perancis dan Jerman, triad-triad lokal yang berebut kekuasaan serta pengaruh, pengungsi Yahudi yang kabur dari Eropa karena dikejar-kejar oleh Nazi, dan bahkan kemunculan tokoh-tokoh sejarah dunia asli seperti Chiang Kai-shek dan partai politik Kuomintang turut hadir sebagai bagian dari cerita.

Tokoh utama di kisah Souten no Ken bernama Kasumi Kenshiro. Secara timeline, Kasumi Kenshiro adalah paman dari Kenshiro di Hokuto no Ken. Kasumi Kenshiro adalah seorang guru dari Tokyo berkarakter santai dan perokok berat yang secara diam-diam juga merupakan pewaris ilmu bela diri mematikan dari China bernama “Hokuto Shinken”. Kasumi Kenshiro pergi ke Shanghai karena mendapat kabar kalau kawan karibnya yang merupakan petinggi Triad Qing Bang (Green Gang), Pan Guang-Ling & adik perempuannya Pan Yu-Ling, mendapat masalah.

Di Shanghai, Kasumi juga dikenal dengan nama sebutan “Yan Wang”, yang berasal dari sebutan ‘Raja Neraka’ Yan Luo Wang.

Sebagian karakter manga Souten no Ken. (Sumber: Honey’sAnime)

Dibandingkan Hokuto no Ken, situasi di Souten no Ken bisa dibilang tidak se suram Hokuto no Ken. Shanghai digambarkan seperti kondisi asli di era 1930an yang sibuk. Sementara dulu situasi dunia Hokuto no Ken suram banget. Tandus, sulit mendapatkan air bersih, dan preman-preman bersenjata berat berkeliaran merampok koloni-koloni manusia yang bertahan hidup pasca ledakan bom nuklir (yang jadi awal kisah manga atau anime Hokuto no Ken).

Yan Wang & Yu-Lin. (Sumber: CDJapan)

Souten no Ken terbit secara serial di majalah manga Weekly Comic Bunch mulai dari tahun 2001 sampai dengan 2010. Tankobon atau buku yang dihasilkan sebanyak 22 volume. Dari manga ini dibuatlah animenya sebanyak 26 episode di tahun 2006 sampai dengan 2007.

Animenya menurut saya keren banget. Selain animasinya yang modern, ilmu bela diri yang ditampilkan juga terasa authentic. Hokuto Shinken sendiri merupakan fiksi, namun di Souten no Ken tidak hanya ada Hokuto Shinken saja. Tetsuo Hara konon sampai pergi sendiri ke Shanghai untuk mendapatkan inspirasi kempo yang digambarkan di manga Souten no Ken.

Manga Souten no Ken. (Sumber: HokutoDestiny)

Souten no Ken mendapatkan lanjutan kisah mulai bulan Desember 2017 dengan judul “Souten no Ken : Re:Genesis” di majalah komik Comic Zenon dan masih bersambung.

Tak lama kemudian disusul oleh animenya yang mulai diputar 2 April 2018 dan masih berlangsung sampai tulisan ini dibuat. Untuk versi Re:Genesis ini, saya melihat ada sedikit kemunduran karena animenya jadi berkesan ‘kaku’ berhubung style gambar yang digunakan berupa model “celshading” dan bukan tradtional hand-drawing. Saya tidak tahu alasan perubahan model gambar ini walau dapat menebak kalau tujuannya untuk penghematan karena teknik tradisional lebih makan waktu dan biaya ketimbang model celshading.

Anime Souten no Ken. (Sumber: AnimeOut)

Anime Souten no Ken: Re:Genesis. (Sumber: Twitter)

Sebagai manga & anime spin-off Hokuto no Ken, Souten no Ken memiliki khas-khas dari Hokuto no Ken (desain Kasumi Kenshiro mirip Kenshiro di Hokuto no Ken walau berbeda sifat) disamping punya ciri khasnya sendiri. Dengan situasi yang lebih ‘berwarna’, lokasi dan kejadian historis akan menarik untuk pembaca manga yang ingin tahu apa yang terjadi sebelum 199X di Hokuto no Ken.

Trailer “Souten no Ken: Re:Genesis”

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: Real Big Hits

Apakah Hollywood Kini Memang Sedang dalam Masa Krisis Orisinalitas?

“Apakah Hollywood kini memang sedang dalam masa-masa krisis orisinalitas?”.. more

Death Stranding, A Hideo Kojima Game yang Masih Belum Jelas Maksudnya

Death Stranding adalah game Hideo Kojima (dibaca: A Hideo Kojima Game) yang dibuat setelah keluar dari Konami. Pada pena.. more

Mighty Morphin Power Rangers - Hendry Prasetya

Power Rangers Buatan Indonesia. Seriously?

Siapa di sini yang nggak kenal Power Rangers? Ternyata komiknya dibikin sama orang Indonesia... more

Sumber: Youtuber

Mengenal Catherine: Game Puzzle Dengan Cita Rasa Dewasa

Jarang ada game puzzle dengan gebrakan gameplay ataupun visual yang membedakannya dari game puzzle lain. Disinilah game .. more

Sumber: money.cnn.com

Fenomena Overwork di Korea yang Semakin Parah

Liburan biasanya menjadin momok yang paling ditunggu oleh semua orang. Tapi beda dengan di negara ini. Masyarakatnya jus.. more