Apa yang Ditawarkan Microsoft dengan Joystick Xbox untuk Difabel “Xbox Adaptive Controller” ?

5 months ago
Sumber PCMag

Video game adalah soal kendali atau kontrol sebuah permainan yang ditayangkan melalui sebuah layar. Sejak video game jadul “Pong” dirilis ke pasaran hingga game modern seperti “God of War”, aspek kendali merupakan sebuah bagian tidak terpisahkan dari permainan video game.

Papan kendali untuk video game lazim disebut sebagai “Controller” atau “Joystick” sejak dulu. Benda ini juga terus mengalami evolusi demi evolusi untuk memberikan pemain game, rasa kendali penuh atas permainan yang sedang mereka mainkan.

Dulu di video game arcade, papan kendali ini melekat di mesin game itu sendiri dengan sebuah stick dan deretan tombol. Dengan stick dan tombol itulah pemain mengendalikan jalannya permainan di layar hingga selesai.

Video Game Arcade. (Sumber: ArcadeTimeMachine)

Video Game Arcade. (Sumber: ArcadeTimeMachine)

Masuk ke generasi home console, joystick mulai mengalami evolusi besar. Benda itu tidak lagi melekat di mesin namun disambungkan dengan kabel. Perubahan ini memberikan rasa nyaman buat pemain game console karena mereka tidak perlu berada terlalu dekat dengan mesin game dan punya kebebasan bergerak jika dibandingkan joystick di mesin video game arcade.

Joystick video game era ‘90an. (Sumber: PicCick)

Joystick video game era ‘90an. (Sumber: PicCick)

Evolusi di bagian joystick console ini bahkan memungkinkan sebuah joystick tidak lagi mengandalkan kabel penghubung karena sudah mengadopsi teknologi gelombang radio atau wireless dan bahkan memiliki gyroscope alias kemampuan sensorik pergerakan; sehingga gamers tidak hanya mengandalkan sentuhan ataupun tekanan di tombol joystick namun juga pergerakan joystick itu sendiri secara total (atas-bawah-kiri-kanan-menyamping-360 derajat pergerakan).

Saat ini pengendalian dalam game bahkan sudah dapat melibatkan pergerakan tubuh manusia itu sendiri lewat kamera sensorik yang menangkap citra serta pergerakan gamers dan mengaplikasikannya sebagai kendali dalam game.

Kendali video game dengan motion sensor dari kamera khusus. (Sumber: VideogamesBlogger)

Semua mekanisme dan kenyamanan joystick video game console itu mengakomodasi para pemain video game ‘biasa/normal’ yang memiliki kelengkapan motorik. Panca indera yang komplit. Karena memang video game biasanya ditujukan untuk orang yang demikian. Tapi bermain game juga bukan monopoli kelompok manusia yang memiliki kelengkapan maupun panca indera yang komplit. Ada pula manusia kelompok difabel; yaitu kelompok yang tidak memiliki kelengkapan ataupun punya keterbatasan motorik. Bagaimana mengakomodasi mereka agar dapat menikmati video game seperti manusia lain?

Microsoft melihat kondisi ini dan menciptakan “Xbox Adaptive Controller atau XAC”.

Sumber gambar: Xbox

Sesuai dengan namanya, joystick XAC dari Microsoft ini memiliki kemampuan beradaptasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan gamer yang menggunakannya. Adaptasi itu diwakili dari desain joystick: XAC di desain dengan pemikiran ‘different folks different needs’ alias beda orang beda kebutuhan.

XAC memiliki dua tombol besar di tengah-tengah dengan berbagai slot input untuk tambahan peripheral yang sesuai kebutuhan gamer yang menggunakan XAC. Ada 19 input jack 3.5mm yang dapat dipasang add-ons apa saja yang mendukung kendali untuk bermain game. Semuanya format “industrial standard” sehingga bersifat universal. Contoh: jika tidak bisa menggunakan d-pad maka gamer bisa mengganti fungsi d-pad dengan benda lain yang menawarkan kinerja yang sama melalui add-on. Tersedia pula slot USB untuk koneksi tambahan.

Slot koneksi yang tersedia. (Sumber: PCGamer)

XAC berjalan dengan mengemulasikan joystick Xbox standar Microsoft sehingga benda ini akan berjalan baik di Xbox One maupun Windows PC. Gamer difabel dapat bermain game dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di XAC untuk “mengatasi kerepotan” disabilitas yang dia miliki saat bermain game menggunakan joystick biasa selama ini. Seperti misalnya menggunakan QuadStick yang dapat dioperasikan dengan mulut. Dua tombol besar di XAC bersifat ‘fully programable’ yang dapat disetel sesuai kebutuhan gamer. Dan karena form factor alias bentuknya yang rata, XAC dapat diletakkan di atas lantai dan gamer bahkan bisa menggunakan kaki mereka di joystick canggih ini.

Bermain game balap dengan QuadStick. (Sumber: YouTube)

Mekanisme Xbox Adaptive Controller

Skenario pemanfaatan XAC untuk gamer dengan disabilitas. (Sumber: DigitalTrends)

Skenario lain pemanfaatan XAC untuk gamer dengan disabilitas motorik. (Sumber: SkyNews)

Harga retail Xbox Adaptive Controller yang US$99 itu memang sedikit lebih mahal ketimbang joystick Xbox standar. Belum lagi harga add-ons tambahan yang, syukurnya, bisa dibeli sesuai kebutuhan alias dijual terpisah (dan bahkan tidak perlu berasal dari Microsoft sendiri karena XAC akan menerima peripheral pabrikan lain selama bendanya ‘industrial standard’). Tapi dengan apa yang ditawarkan oleh benda ini untuk kenyamanan bermain kelompok gamers difabel, rasanya harga yang ada bisa di justifikasi.

Bermain untuk gamer difabel akan semakin menyenangkan. (Sumber: TechSourceInternational)

Kini kelompok difabel bisa semakin menikmati permainan video game tanpa merasakan keribetan beradaptasi dengan joystick ‘biasa’ yang tidak sesuai kondisi tubuh mereka. Dan saya pribadi penasaran gimana bermain dengan joystick ini. Saya membayangkan bermain game seperti Tekken dengan menggunakan kaki di joystick ini akan melelahkan tapi kayakya bakal seru banget. Menurut kamu?

Psst, Xbox Adaptive Controller atau XAC sudah dipamerkan di E3 2018.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-ransomware-PUBG

Awas! Virus Komputer Ini Mengunci Komputermu Jika Tidak Memainkan PUBG!

Di internet tengah menjalar ransomware PUBG. Virus ini akan mengunci komputer dan membukanya jika memainkan PUBG selama .. more

sumber: CIAYO Pictures

Jonbray Komik: “Di CCC Bisa Sharing Bareng Komikus”

CIAYO Comics Club telah selesai diselenggarakan. Banyak sekali komikus yang datang meramaikan perhelatan ulang tahun CIA.. more

sumber: www.tripwiremagazine.co.uk

Film Unsane, Ketika Film Psychology Thriller Dibuat Menggunakan Kamera iPhone7 Plus

Gimana jadinya kalau handphone digunakan untuk membuat sebuah film? Mungkin Unsane bisa menjadi jawabannya... more

Hasil jarahan perang dari Pasar Komik Bandung 6 (CIAYO Pictures)

Indonesia Harus Mulai Melirik Intellectual Property Sebagai Komoditi Industri

Inilah kekuatan IP yang harus mulai dilirik oleh penggiat industri kreatif. Ada banyak cara untuk memulai untuk membangu.. more

Variasi Harley Quinn. Sumber gambar: behindthepanels.net

Harley Quinn: Dari Karakter Sampingan Hingga Jadi Karakter Penting DC Universe

Karakter Harley Quinn semakin populer dan mampu menyamai popularitas karakter wanita DC Comics lainnya yang sudah lebih .. more