Apa Yang Salah Dari PlayStation Classic?

7 months ago
00-playstation-classic

Di era hype “konsol jadul dirilis kembali dalam bentuk mini” yang dipopulerkan perusahaan gaming raksasa Nintendo, berbagai jenis konsol lama era sebelum Millennium segera muncul di pasaran. Termasuk dari si ‘anak baru’ Sony. Perlu di ingat kalau dulu industri game dunia adalah perang dua nama yang punya rivalitas sengit. Yaitu Nintendo dan Sega. Saat itu Sony bukanlah nama untuk urusan video game. Sony was nobody.

Bahkan boleh dibilang kalau masuknya Sony ke industri game juga karena kebetulan saja. Dan merupakan proyek ‘balas dendam’ Ken Kutaragi (dari Sony) ke para petinggi Nintendo setelah sebelumnya mereka sepakat untuk menciptakan konsol bersama namun di tengah jalan Nintendo membatalkan kerja sama tersebut dan pindah ke Philips.

Singkat cerita, Sony yang marah akibat hal tersebut melahirkan PlayStation di Jepang tahun 1994 (1995 di pasaran Amerika Serikat, Eropa dan Australia). Dan sisanya adalah sejarah kesuksesan, yang selalu berulang, dari keluarga PlayStation ini.

Ken Kutaragi. Bapaknya PlayStation (Sumber: Karx.RU)

Ken Kutaragi. Bapaknya PlayStation (Sumber: Karx.RU)

Baca Juga: Dari NES Sampai PS1: Booming Classic Console Merajalela

Saat Nintendo merilis NES dan SNES Classic / Mini mereka ke pasaran, di kalangan analis beredar sebuah perbincangan apakah langkah tersebut akan di ikuti oleh pabrikan game lain.

Dan ternyata benar. Mulai dari sang rival masa lalu Sega hingga Sony membuat konsol ‘Mini’ versi mereka sendiri, meniru ‘Winning Formula’ yang dibuat oleh Nintendo. Hal ini sebenarnya bukan hal haram di industri manapun. Saling meniru antar kompetitor bukan hal aneh atau tabu. Dulu Nintendo tetap ngotot menggunakan media cartridge untuk game-game mereka di saat kompetitor mulai berimigrasi ke media CD. Dan akhirnya Nintendo juga ikut menggunakan kepingan disc sebagai pengganti cartridge game; walau belakangan mereka sepertinya kembali ke media cartridge lagi seperti yang terlihat di Nintendo Switch.

Sony merilis versi klasik dari PlayStation mereka sendiri.

Dimulai dari pengumuman di website resmi dan kemudian mengadakan demo/display produk di pameran video game terbesar Jepang, “Tokyo Game Show 2018”. Konsol PlayStation yang di-klasik-kan oleh Sony adalah konsol original PlayStation versi awal. Masih pada ingat ‘kan bentuknya? Saya hampir yakin kalau yang membaca artikel ini setidaknya pernah main (atau memiliki) konsol legend ini. Petak dan berwarna abu-abu. Itulah PlayStation pertama.

Memperkenalkan PlayStation Classic! (Sumber: Scorpzgca)

Memperkenalkan PlayStation Classic! (Sumber: Scorpzgca)

Dan Sony kini mengecilkan ukuran mesin itu dalam semangat ‘Classic’. Seperti yang dilakukan Nintendo dengan NES dan SNES mereka.

PlayStation Classic rencananya akan dirilis oleh Sony mulai tanggal 3 Desember 2018. Dan mereka terlihat pede akan menghasilkan penjualan tinggi dari konsol ‘terbaru’ Sony ini. Tapi ternyata tidak semudah itu, Ferguso (?) Karena belum lagi dirilis resmi, beberapa outlet media dan kritikus game mengeluarkan suara negatif untuk PlayStation Classic ini.

Inilah Beberapa Kesalahan PlayStation Classic

Judul-judul Game PlayStation Classic Tidak Semuanya Disambut Gembira

Seharusnya game ini ada di PlayStation Classic (Sumber: GameSkinny)

Seharusnya game ini ada di PlayStation Classic (Sumber: GameSkinny)

Akan ada 20 judul game di dalam konsol PlayStation Classic. Beberapa judul memang merupakan judul kelas atas PS1 seperti Tekken 3, Final Fantasy VII, Resident Evil serta Metal Gear Solid. Namun game-game lain, yang arguably merupakan judul penting dalam hidup PlayStation tidak disertakan. Ini termasuk game melodik/musik/rap battle legendaris “Parappa The Rapper”. Atau game skateboard “Tony Hawk Pro Skater”. Atau yang terparah (menurut saya pribadi): tidak adanya Gran Turismo di PlayStation Classic! Sementara game-game ini jelas merupakan game penting dalam hidup PlayStation.

Kemungkinan besar tidak disertakannya game-game seperti Gran Turismo atau Tony Hawk Pro Skater adalah karena Sony ogah membeli/memperpanjang lisensi musik yang ada di dalam game-game tersebut. Yang pernah main game Gran Turismo di PlayStation pasti ingat kalau OST atau soundtrack di game itu keren banget dan berasal dari grup/musisi dunia yang populer seperti The Cardigans, Garbage, atau Chemical Brothers.

Ada pula masalah lisensi merk-merk dan tipe mobil yang ada di Gran Turismo. Mobil-mobil yang ada di Gran Turismo semuanya merupakan mobil yang asli ada di dunia nyata. Tentu saja dibutuhkan persetujuan kerjasama antara pabrikan mobil dengan Sony agar mobil-mobil itu dapat muncul di game. Dan hal ini melibatkan kontrak/perjanjian yang rumit. Serta berbiaya mahal.

Game Third Party Yang Mengangkat Brand PS1 Banyak Yang Absen

Ini termasuk game PS1 legendaris yang seharusnya ada di PlayStation Classic (Sumber: WordPress)

Ini termasuk game PS1 legendaris yang seharusnya ada di PlayStation Classic (Sumber: WordPress)

Memang PlayStation Classic punya Tekken 3 dan Resident Evil. Ada juga Final Fantasy VII. Judul-judul dari 3rd party ini identik dalam kesuksesan PlayStation di masa jayanya. Tidak seperti Nintendo, Sony lebih banyak mengandalkan game-game yang berasal dari developer/publisher di luar manajemen Sony. Dan hasilnya positif, sehingga PS1 akan tetap dikenang sebagai tempat lahirnya berbagai IP games keren yang masih jadi pembicaraan hingga sekarang. Sebut saja seperti Tomb Raider, Final Fantasy Tactics, Suikoden dan masih banyak lagi.

Absennya judul-judul seperti ini tentu saja jadi sebuah hal negatif buat PlayStation Classic, mengingat kecil kemungkinan kalau konsol ini dapat di isi game selain 20 judul yang sudah ditetapkan oleh Sony. Kecuali jika PlayStation Classic dapat di-hack seperti halnya NES Mini. Tapi itu dikategorikan tindakan illegal dan akan ada persoalan etika disana.

Joystick Yang Digunakan Bukan Model Analog

Sepertinya Sony salah pilih controller untuk PlayStation Classic (Sumber: Polygon)

Sepertinya Sony salah pilih controller untuk PlayStation Classic (Sumber: Polygon)

Bagian ini memang mengherankan publik. Alih-alih menyertakan sepasang joystick DualShock, Sony hanya memberikan joystick standar non-analog untuk PlayStation Classic. Entah apa alasannya. Yang jelas langkah ini menuai kecaman karena joystick standar tidak sebagus DualShock yang dibekali fitur getar / force feedback serta sepasang stick analog yang memudahkan pergerakan dalam permainan.

Harga Jual PlayStation Classic Dinilai Terlalu Mahal

Harganya ketinggian? (Sumber: BigJoe4U)

Harganya ketinggian? (Sumber: BigJoe4U)

PlayStation Classic memiliki range harga yang berbeda-beda di tiap region namun semuanya ada di level yang dianggap terlalu mahal. Di pasar Jepang, PlayStation Classic akan dijual dengan harga 9.980 Yen. Sementara di Amerika Serikat akan dijual di harga $ 99,99. Wilayah Eropa akan mendapatkan harga 99 Euro. Bagaimana dengan di Indonesia? Menurut perwakilan resmi Sony di Indonesia, PlayStation Classic akan dijual di harga 1,7 Juta Rupiah.

Melihat harga-harga ini, PlayStation Classic tergolong tinggi jika dibandingkan NES atau SNES Mini-nya Nintendo. Entah apa yang bikin pede Sony menjual konsol ‘basi’ ini dengan harga tinggi. Mungkin nama besar PlayStation?

Tren Remaster dan Remake Game Jadi Pertimbangan Dibanding PlayStation Classic

Main yang original (kiri) atau Remake (kanan) ? (Sumber: YouTube)

Main yang original (kiri) atau Remake (kanan) ? (Sumber: YouTube)

PlayStation Classic memang punya game Resident Evil. Tapi saat ini Capcom sudah selesai membuat ulang Resident Evil 2 dengan tampilan lebih cakep dan modern untuk konsol masa kini: PlayStation 4. Sama juga seperti Final Fantasy VII yang tersedia di PlayStation Classic. Game Remake dari FF VII saat ini sedang dalam pengerjaan Square Enix dengan grafis jauh lebih indah ketimbang saat di PS1. Beberapa orang mungkin akan berpikir “Ah… Mendingan gue main Final Fantasy VII dengan tampilan terbaik” sehingga orang tersebut tidak jadi membeli PlayStation Classic. Hal ini terjadi lantaran trend membuat ulang game lama sedang populer di kalangan developer/publisher dunia.

Baca Juga: Remake Crash Bandicoot & Gosip Remake Trilogy Spyro, Game Lama Dilirik Kembali

PlayStation Original/Lama Masih Beredar Dan Dijual Dengan Harga Jauh Lebih Miring

PlayStation saya bahkan masih bersegel! (Sumber: @HarryRezqiano)

PlayStation saya bahkan masih bersegel! (Sumber: @HarryRezqiano)

Walaupun punya reputasi buruk di bagian daya tahan lensa pembaca disc, namun konsol PS1 tergolong kuat beroperasi bertahun-tahun. Di lapak-lapak penjual online maupun forum-forum jual beli internet masih dapat ditemukan seller yang menjual PS1 dengan berbagai kondisi dan harga. Juga masih banyak gamers era ‘80/’90-an yang tetap memiliki PlayStation original mereka hingga hari ini. Saya termasuk di antaranya hehehe. Dan PlayStation saya (Seri 5501) masih dapat dipakai untuk bermain game PS1 dengan baik. Sehingga PlayStation Classic terasa tidak dibutuhkan sama sekali bagi saya; walau harus diakui saya tertarik dengan desain mini-imut yang dimiliki oleh konsol itu.

Dengan alasan-alasan seperti di atas, PlayStation Classic terasa sebagai sebuah produk yang  ditujukan buat kolektor ketimbang gamers biasa. Tidak ada yang salah sih memang… Selama uang dan niat membelinya ada, mengapa tidak? Tapi menurut saya, saya tidak termasuk demografi yang diharapkan oleh Sony untuk membeli PlayStation Classic ini.

Apakah kamu termasuk demografi yang dibidik Sony? Suarakan pendapatmu!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Manga lawas Itoshi no Irene Diadaptasi dalam Bentuk Live-Action

Manga besutan Hideki Arai ini akan segera hadir kembali dalam bentuk Live Action!.. more

Sumber: Digitalspy.com

Rekor Terbaru dan Debut Premiere Black Panther yang Dibanjiri Review Positif oleh Wartawan

Bisa dikatakan, hadirnya film ini menjadi highly anticipated movie atau film yang paling ditunggu-tunggu di awal tahun.. more

Sabrina – Chapter 1: Clubbing di Tengah Kota

Malam itu ia bertemu Intan di salah satu club di tengah kota. Patung kuda terpajang di atap gerbang, sebagai ikon club i.. more

00-d-doomsday

Doomsday, Monster Buas Pembunuh Superman

Dunia komik sempat berduka dengan kematian Superman. Mari berkenalan dengan Doomsday, monster yang membunuh Superman... more

Sumber: Konami.com

Konami Rilis 5 Menit Single-Player Gameplay. Bisakah Metal Gear Survive Bertahan Tanpa Kojima?

Pada acara Tokyo Game Show 2016, pihak Konami sudah memperlihatkan bagaimana gameplay dari seri terbaru “Metal Gear”.. more