Apakah Kamu Termasuk Seorang Weeaboo??

1 year ago
(from : newweaboo.com)

Weeaboo sering disamakan dengan Wapanese yang berarti “Want to be Japanese” atau “Japanese Wannabe” atau “orang Jepang jadi-jadian”. Sebab mereka sangat terobsesi dengan budaya Jepang dan cenderung untuk bertingkah laku seperti orang Jepang. Padahal mereka bukanlah orang Jepang, bukan lahir di Jepang dan bukan warga negara Jepang. Apakah kamu termasuk seorang weeaboo?

Seorang Weeaboo senang mempertontonkan dirinya ‘sangat Jepang’ dan justru melebihi orang Jepang asli. Inspirasi mereka berasal dari anime atau manga. Bagi mereka, anime atau manga adalah sumber utama maha kebenaran ilmu pengetahuan dan juga bahasa. Dalam benaknya, negara Jepang adalah semacam ‘Holy Land’ di planet ini, dan segala hal mengenai Jepang adalah yang paling ‘Super-ultra-fantastic-mega-awesome’. Uwoow..

(from : m.tempo.co)

(from : m.tempo.co)

Bagi weeaboo, semua orang harus beranggapan baik mengenai Jepang, termasuk mengerti dan memahami Jepang baik budaya, tradisi dan kebiasaannya. Mereka akan naik pitam jika kamu berani mencoba menjelek-jelekkan Jepang. Fenomena weeaboo ini sudah banyak terjadi dan tersebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

(from : funnyjunk.com)

(from : funnyjunk.com)

Di sisi lain, ungkapan weeaboo sendiri merupakan ungkapan negatif, di mana mereka dianggap terbelakang, norak, alay, dan sebagainya. Sisi parahnya adalah mereka sama sekali tidak menghargai dan tidak menyukai kebudayaan bangsa sendiri. Malah kebudayaan Jepang lah yang di dewa-dewakan. Sebenarnya sah-sah aja sih karena setiap orang mempunyai hak untuk menyukai sesuatu dan bebas berekspresi. Namun jangan terlalu over dan mengganggu orang lain juga.

Emang kayak gimana sih perilaku weeaboo? Yuk, simak ciri-ciri seseorang yang dicap sebagai seorang weeaboo tingkat akut sebagai berikut :

1. Kurang menghargai budaya negaranya sendiri. Misalnya, menganggap budaya Indonesia itu sampah, tidak ada yang bagus, serta berharap terlahir dan tinggal di Jepang. Atau sama sekali tidak menyukai lagu Indonesia karena generalisasi terhadap budaya Indonesia dianggap asal-asalan.

(from : forum.wotlabs.com)

(from : forum.wotlabs.com)

2. Memalsukan isi profile di Facebook atau social networking lainnya, dibuat se-Jepang mungkin dan seakan-akan dia adalah orang Jepang, padahal kenyataannya tidak sama sekali. Mirisnya, orang Jepang sendiri malah jarang yang menggunakan Facebook dan ber-social networking.

3. Kurang menghargai nama, identitas asli, dan penampilan sendiri. Misalnya membenci nama sendiri dan berharap orang tuanya memberinya nama-nama Jepang. Upsss, gak boleh ya guys..

(from : pinterest.com)

(from : pinterest.com)

4. Menganggap bahwa Jepang adalah negara terbaik sedunia, sehingga berharap terlahir di Jepang dan menjadi orang Jepang, pengen tinggal di Jepang, serta mempunyai pasangan orang Jepang.

(from : kawaiikanae.com)

(from : kawaiikanae.com)

5. Ngambek’ kalau tidak mempunyai barang-barang yang berkaitan dengan Jepang. Termasuk mereka tidak mau makan kalau makanannya bukan masakan Jepang seperti sushi, takoyaki, dan sebagainya. Duuh, wake up guys…

6. Mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar atau mahasiswa untuk proyek yang berkaitan dengan obsesinya. Misalnya rela bolos sekolah untuk membuat kostum cosplay atau rela mengabaikan kuliahnya untuk sibuk dengan band j-pop atau j-rocknya. Hmm, gak boleh dicontoh ya..

(from : kawaiikanae.com)

(from : kawaiikanae.com)

7. Suka sekali memakai kostum cosplay bukan pada tempatnya. Ini dia yang bikin mereka dicap alayers jejepangan. Seperti memakai baju cosplay ke acara-acara sekolah/keluarga tapi tidak ada sangkut pautnya dengan acara tersebut.

8. Dan yang paling menohok adalah mereka sama sekali tidak ada keinginan untuk memajukan bangsa sendiri. Huks..

(from : beritadaerah.co.id)

(from : beritadaerah.co.id)

Nah, kalau di antara kalian banyak yang merasa dirinya seperti contoh-contoh di atas, sebaiknya mulai diubah ya. Belajarlah untuk hidup di dunia nyata, bahwa kalian orang Indonesia ya harus menghargai kebudayaan Indonesia. Intinya, cinta sama Jepang sih boleh banget tapi jangan sampai berlebihan dan melupakan bangsa sendiri ya guys..

About Author

Patricia Trisnawati

Patricia Trisnawati

Wanita berdarah Jawa ini sejak di bangku kuliah sudah aktif di dunia broadcasting. Baik menjadi penyiar radio di kampus, dan menjadi reporter radio lokal di Jogja. Pernah pula bekerja aktif sebagai reporter, penulis naskah, dan voice over artist di salah satu media televisi swasta ternama. Motto hidupnya adalah "Kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil yang didapat."

Comments

Most
Popular

00-d-bosan-menjadi-otaku

Bosan Menjadi Otaku? Ini 10 Tanda-tandanya!

Setiap orang pasti pernah merasa jenuh. Bagi para otaku, ada saatnya mereka bosan menjadi otaku. Ini adalah 10 tanda-tan.. more

BEKRAF Game Prime Dari Tahun Ke Tahun

Pagelaran Game Prime untuk ketiga kalinya hadir di Indonesia. Setelah sukses di tahun 2016 dan 2017, acara BEKRAF Game P.. more

00-d-flavors-of-youth

Review Anime Flavors of Youth: Sajian Manis Dari Kreator Your Name

Film anime Netflix Flavors of Youth tampilkan 3 cerita pendek hasil kreasi studio dan animator terbaik dari Jepang dan C.. more

sumber: CIAYO Pictures

Jonbray Komik: “Di CCC Bisa Sharing Bareng Komikus”

CIAYO Comics Club telah selesai diselenggarakan. Banyak sekali komikus yang datang meramaikan perhelatan ulang tahun CIA.. more

Siap-siap, COMICONNECT TOUR 2018 Bakal Datang Ke Kotamu!

COMICONNECT TOUR 2018 adalah tempat buat para author komik untuk belajar dan unjuk karya dengan sesama author dan pelaku.. more