Apakah Kamu Termasuk Seorang Weeaboo??

12 months ago
(from : newweaboo.com)

Weeaboo sering disamakan dengan Wapanese yang berarti “Want to be Japanese” atau “Japanese Wannabe” atau “orang Jepang jadi-jadian”. Sebab mereka sangat terobsesi dengan budaya Jepang dan cenderung untuk bertingkah laku seperti orang Jepang. Padahal mereka bukanlah orang Jepang, bukan lahir di Jepang dan bukan warga negara Jepang. Apakah kamu termasuk seorang weeaboo?

Seorang Weeaboo senang mempertontonkan dirinya ‘sangat Jepang’ dan justru melebihi orang Jepang asli. Inspirasi mereka berasal dari anime atau manga. Bagi mereka, anime atau manga adalah sumber utama maha kebenaran ilmu pengetahuan dan juga bahasa. Dalam benaknya, negara Jepang adalah semacam ‘Holy Land’ di planet ini, dan segala hal mengenai Jepang adalah yang paling ‘Super-ultra-fantastic-mega-awesome’. Uwoow..

(from : m.tempo.co)

(from : m.tempo.co)

Bagi weeaboo, semua orang harus beranggapan baik mengenai Jepang, termasuk mengerti dan memahami Jepang baik budaya, tradisi dan kebiasaannya. Mereka akan naik pitam jika kamu berani mencoba menjelek-jelekkan Jepang. Fenomena weeaboo ini sudah banyak terjadi dan tersebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

(from : funnyjunk.com)

(from : funnyjunk.com)

Di sisi lain, ungkapan weeaboo sendiri merupakan ungkapan negatif, di mana mereka dianggap terbelakang, norak, alay, dan sebagainya. Sisi parahnya adalah mereka sama sekali tidak menghargai dan tidak menyukai kebudayaan bangsa sendiri. Malah kebudayaan Jepang lah yang di dewa-dewakan. Sebenarnya sah-sah aja sih karena setiap orang mempunyai hak untuk menyukai sesuatu dan bebas berekspresi. Namun jangan terlalu over dan mengganggu orang lain juga.

Emang kayak gimana sih perilaku weeaboo? Yuk, simak ciri-ciri seseorang yang dicap sebagai seorang weeaboo tingkat akut sebagai berikut :

1. Kurang menghargai budaya negaranya sendiri. Misalnya, menganggap budaya Indonesia itu sampah, tidak ada yang bagus, serta berharap terlahir dan tinggal di Jepang. Atau sama sekali tidak menyukai lagu Indonesia karena generalisasi terhadap budaya Indonesia dianggap asal-asalan.

(from : forum.wotlabs.com)

(from : forum.wotlabs.com)

2. Memalsukan isi profile di Facebook atau social networking lainnya, dibuat se-Jepang mungkin dan seakan-akan dia adalah orang Jepang, padahal kenyataannya tidak sama sekali. Mirisnya, orang Jepang sendiri malah jarang yang menggunakan Facebook dan ber-social networking.

3. Kurang menghargai nama, identitas asli, dan penampilan sendiri. Misalnya membenci nama sendiri dan berharap orang tuanya memberinya nama-nama Jepang. Upsss, gak boleh ya guys..

(from : pinterest.com)

(from : pinterest.com)

4. Menganggap bahwa Jepang adalah negara terbaik sedunia, sehingga berharap terlahir di Jepang dan menjadi orang Jepang, pengen tinggal di Jepang, serta mempunyai pasangan orang Jepang.

(from : kawaiikanae.com)

(from : kawaiikanae.com)

5. Ngambek’ kalau tidak mempunyai barang-barang yang berkaitan dengan Jepang. Termasuk mereka tidak mau makan kalau makanannya bukan masakan Jepang seperti sushi, takoyaki, dan sebagainya. Duuh, wake up guys…

6. Mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar atau mahasiswa untuk proyek yang berkaitan dengan obsesinya. Misalnya rela bolos sekolah untuk membuat kostum cosplay atau rela mengabaikan kuliahnya untuk sibuk dengan band j-pop atau j-rocknya. Hmm, gak boleh dicontoh ya..

(from : kawaiikanae.com)

(from : kawaiikanae.com)

7. Suka sekali memakai kostum cosplay bukan pada tempatnya. Ini dia yang bikin mereka dicap alayers jejepangan. Seperti memakai baju cosplay ke acara-acara sekolah/keluarga tapi tidak ada sangkut pautnya dengan acara tersebut.

8. Dan yang paling menohok adalah mereka sama sekali tidak ada keinginan untuk memajukan bangsa sendiri. Huks..

(from : beritadaerah.co.id)

(from : beritadaerah.co.id)

Nah, kalau di antara kalian banyak yang merasa dirinya seperti contoh-contoh di atas, sebaiknya mulai diubah ya. Belajarlah untuk hidup di dunia nyata, bahwa kalian orang Indonesia ya harus menghargai kebudayaan Indonesia. Intinya, cinta sama Jepang sih boleh banget tapi jangan sampai berlebihan dan melupakan bangsa sendiri ya guys..

About Author

Patricia Trisnawati

Patricia Trisnawati

Wanita berdarah Jawa ini sejak di bangku kuliah sudah aktif di dunia broadcasting. Baik menjadi penyiar radio di kampus, dan menjadi reporter radio lokal di Jogja. Pernah pula bekerja aktif sebagai reporter, penulis naskah, dan voice over artist di salah satu media televisi swasta ternama. Motto hidupnya adalah "Kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil yang didapat."

Comments

Most
Popular

Sumber: Dok. Pribadi (Meka Medina)

TERBONGKAR!! Osama bin Laden Meninggalkan Komputer Berisi Game, Anime, dan Film Bajakan!

Ternyata, isi dari komputer bin Laden dipenuhi berbagai jenis file yang nampak tidak lazim. Apakah terlintas di pikiranm.. more

Sumber gambar: technobuffalo.com

Komputer Gaming Mulai Lamban? Ini Solusinya Sebelum Di-Lembiru!

Secara umum komputer hanya akan bekerja sesuai kapasitas terbaiknya di tiga tahun pertama... more

Sumber gambar: 2ch.hk

Shinji Mikami: Tokoh Dibalik Kesuksesan Genre “Survival Horror” Seperti Resident Evil

Dunia harusnya berterima kasih pada Shinji Mikami 三上 真司 ... more

(www.comifuro.net)

Comic Frontier, Comiket Ala Indonesia

Bro sis ada yang datang ke Comic Frontier? Itu loh, acara yang lebih dikenal dengan sebutan Comifuro. Tapi udah pada tau.. more

Ataribox. Console terbaru dari Atari yang mencoba mencari momentum. Sumber gambar: techradar.com

Ataribox: Usaha Sia-Sia Atari Di Persaingan Sengit Console Masa Kini?

Atari. Pada masanya dulu, merk ini sangat berkuasa di jagat video game dunia. Jauh sebelum dunia video game yang kini.. more