Aquaman: Eksperimen Indah dan Mengerikan Dari James Wan

5 months ago
00-aquaman-review

Horor, horor, dan horor. Ya itulah 1 kata berulang yang langsung terbesit di benak setiap kali mendengarkan nama James Wan (Saw, The Conjuring).

Wajarlah. Pasalnya semenjak memulai karir penyutradaraannya di awal 2000an, sutradara asal Malaysia ini  memang lebih sering dikenal sebagai sutradara dari genre film “olahraga jantung” tersebut.

Sehingga, ketika kita mendengar bahwa dirinya ditunjuk untuk menyutradarai film superhero akuatik ini, kitapun menjadi mengernyitkan dahi sekaligus “ngeri” sendiri. Pasalnya banyak dari kita yang masih sangat trauma dengan reputasi DCEU yang hingga kini dicap buruk oleh sebagian besar audiens.

Apakah Wan yang notabene belum memiliki pengalaman menyutradarai genre superhero akan semakin memperburuk keadaan atau justru sukses mengejutkan sekaligus menyelamatkan muka DC untuk pertama kalinya?

Dan untunglah jawabannya adalah jawaban yang kedua.

Sumber: We Got This Covered

Sumber: We Got This Covered

Ya, saya pribadi sebagai fanboy DC juga tidak menyangka sama sekali. Saya tentunya mengharapkan Aquaman akan menjadi penyelamat DC. Namun mengingat sudah beberapa kali dikecewakan, sayapun menurunkan ekspektasi tersebut.

Saya menurunkannya hingga ke tingkat: “Yang penting enak disaksikan”. Tapi ketika saya akhirnya menyaksikan filmnya, justru Wan sukses melebihkan ekespektasi saya tersebut. Intinya, Wan sukses memberikan kemenangan besar yang sangat dibutuhkan oleh DCEU selama ini.

Namun sebelum kita membahas aspek-aspek positifnya, mari kita bahas dulu aspek-aspek negatifnya. Karena walau film ini adalah film kemenangan bagi dunia sinematik tersebut, bukan berarti film ini 100% sempurna tanpa bekas gigitan sekalipun.

Kekurangan umumnya adalah  masih terdapat sedikit (INGAT SEDIKIT) error direction di beberapa adegan yang membuat kita sedikit menggaruk kepala dan berkata “tunggu mengapa ini tadi terjadi?” Walau, mungkin menurut logika saya, ini adalah cara Wan untuk membuat audiens-nya langsung berpikir tanggap binti logis.

Namun menurut saya aneh saja. Kalau Wan ingin demikian, untuk apa ia harus menampilkan banyak adegan eksposisi di filmnya ini? Ya guys. Film ini banyak sekali menampilkan adegan penjelasan dari adegan-adegan. Walau adegan-adegan ini terlihat sangat penting, namun terlalu banyaknya adegan eksposisi ini tak dipungkiri cukup membuat annoying.

Sumber: Coming Soon

Sumber: Coming Soon

Namun bagi saya, kekurangan yang paling mencolok disini adalah ketika film ini memperlihatkan adegan perjuangan Arthur Curry aka Aquaman (Jason Mamoa) untuk mendapatkan triden emas ikoniknya itu dan ditampilkannya Black Manta (Yahya Abdul-Mateen II) di film ini.

Untuk yang poin pertama, seperti yang kamu persi baca kata-nya, BERJUANG. Jujur saja, adegan ini justru tidak menampilkan adegan berjuang yang seperti diharapkan (baca: keras dan susah payah).

Memang Curry diperlihatkan berjuang mati-matian melawan Karathen. Namun, perjuangannya hanya begitu saja. Memang saya sadar beberapa dari kamu akan menganggap perjuangan singkat yang ditampilkan logis. Tapi entah mengapa tetap saja bagi saya, perjuangan yang ditampilkan terlalu “soft”.

Sedangkan poin Black Manta, oke merupakan keputusan yang sangat tepat ketika Wan memutuskan untuk memberikan backstory kebencian Manta ke Aquaman yang amat sangat. Namun ketika ia juga ditampilkan banyak melawan Aquaman, disitulah masalah timbul.

Memang Wan cs sudah berusaha sedemikian rupa agar ketelibatannya di film ini masih terihat logis. Namun dengan inti plot yang berfokus pada perjuangan Curry dan Mera (Amber Heard) untuk menghentikan Orm aka Ocean Master (Patrick Wilson), keterlibatannya sedikit mengganggu.

Sosoknya seharusnya baru ditampilkan melawan Curry di sekuelnya mendatang. Yap, saya yakin film ini akan mendapatkan sekuelnya. Dan lebih dari pantas untuk mendapatkannya.

Sumber: Nerdist

Sumber: Nerdist

Oke, marilah kita sekarang bahas kelebihan yang ditampilkan. Pertama tentunya adalah plot yang disusun secara rapih walau ya seperti yang dikatakan sebelumnya masih terdapat beberapa error, namun secara keseluruhan naskah ceritanya memang benar-benar terstruktur secara baik.

Sehingga, awam pun bisa mengikuti kisahnya tanpa perlu repot-repot menjadi geek dadakan. Film ini mengisahkan origin Arthur secara keren dan bahkan, jauh lebih keren penceritaannya dari penceritaan origin Diana Prince aka Wonder Woman (Gal Gadot) di Wonder Woman (2017).

Selain itu, adegan pertarungan final-nya pun, bisa dikatakan adalah adegan pertarungan final terbaik dari seluruh film DCEU. Pertarungan antara Curry & Orm benar-benar terlihat badass dan epik.

Namun dari semua aspek positif yang ada, tentunya yang menjadi bintang disini adalah tampilan CG / efek visual yang sangat memanjakan mata. Pokoknya selain sangat indah, tampilan visual kota Atlantis di bawah laut terlihat benar-benar realistis.

Sumber: DC Comics

Sumber: DC Comics

Selain aspek tersebut, tentunya seluruh aktor yang tampil jugalah menjadi faktor kesukses dari filmnya ini. Dan jujur sejujur-jujurnya, tidak ada penampilan minus disini. Semuanya sukses menampilkan karakternya dengan sangat baik.

Mamoa sebagai Aquaman bisa dikatakan sudah lebih dari bernafas dalam memerankan sosok superhero yang diperankannya ini. Ia sukses menampilkan sosok Aquaman yang lebih metal, selengean, badass, namun tetap menampilkan sisi sensitifya sebagai manusia campuran.

Memang, saya tetap bertahan di argument saya yang kerap mengatakan bahwa Mamoa akan jauh lebih keren memerankan antihero alien DC, Lobo. Tapi faktanya aktor asal Hawaii ini sukses membuktikan kalau Zack Snyder tidaklah salah memilihnya  untuk memerankan superhero yang kerap diejek-ejek ini.

Amber Heard sebagai Mera juga sangat pas. Namun, bagi saya adalah Wilson sebagai Orm yang mencuri perhatian. Dengan perannya di film ini, semakin terbuktilah bahwa terlepas Wilson selalu oke memerankan karakter protagonis, namun ia tetap saja lebih keren memerankan antagonis.

Masih tidak yakin? Lihat saja kembali beberapa karyanya dulu terutama ketika ia memerankan Josh Lambert yang kerasukan di Insidious: Chapter 2 (2013).

Sumber: CNet

Sumber: CNet

Diluar dari beberapa kekurangan yang telah disebutkan, Aquaman sekali lagi sukses menjadi penyelmat bagi DCEU dan juga menjadi awal yang baik sebelum memasuki fase baru dunia sinematik DC ini atau yang disebut dengan Worlds of DC.

Dengan kesuksesan ini, maka yap. Rasanya saya dan sebagian besar moviegoers kini menjadi lebih semangat untuk mendukung rana sinematik ini untuk tetap terus eksis hingga di tahun-tahun mendatang.

Bagi kamu yang belum menyaksikan, tunggu apalagi? Dijamin kamu tidak akan kecewa sama sekali. Dan INGAT film ini hanya menampilkan adegan mid-credit saja. Jadi kamu tidak perlu repot-repot menunggu hingga seluruh tampilan kredit di layar benar-benar habis.

About Author

CIAYO Blog Team

CIAYO Blog Team

Terdiri dari bro sis yang doyan nulis. Beberapa bro yang nyumbang tulisan udah cukup lama malang melintang di dunia perkomikan. Penulis lainnya udah jadiin nulis sebagai lifestyle. Blog ini jadi basecamp buat tulisan seputar komik, pop culture, dan game. Enjoy ya bro sis!

Comments

Most
Popular

00-d-meme-dilan

Bikin Meme Dilan Bisa Dapat Hadiah!

Buktikan kamu jago ngegombal dengan bikin meme Dilan 1990. Rangkum dialog-dialog manis kamu dan dapatkan hadiah t-shirt .. more

Destinasi Liburan Ala Jepang di Indonesia, Memangnya Ada?

Nah, buat kamu yang suka dengan negara Jepang, kamu juga bisa banyak menemukan pernak pernik event Jejepangan di Indones.. more

00-d-naruto-bersih-bersih

Aksi Nyata Hokage Naruto Bersih-Bersih Bengawan Solo

Naruto bersih-bersih sungai Bengawan Solo? Sang hokage desa Konoha terlihat ikut membersihkan sungai bersama warga dan r.. more

Jokowi dan “Geng” nya Bakal Muncul di Komik?

Kabar kemunculan komik ini juga diperkuat dari postingan facebook Borton Liew, CEO dari CIAYO Comics... more

00-m-Valthirian-Arc-Hero-School-Story

Agate Akan Rilis Valthirian Arc: Hero School Story Di Switch, PS4, dan PC!

Setelah berkiprah 9 tahun di industri game lokal, developer dan publisher game Agate akan merilis game Valthirian Arc: H.. more