Astra Jingga: Mecha Raksasa Bersilat Dalam Kearifan Lokal

3 months ago
Sumber: Padepokan Ragasukma (http://ragasukma.com/komik/baca/18/judul/astra-jingga.php#pendekar-raksasa)

Mendengar dua kata berbeda, “mecha” dan “silat” mungkin keduanya bagaikan air dan minyak. Sulit sekali membayangkan keduanya bersinergi dan melebur. Setidaknya di tahun 90-an pernah ada sebuah serial bertema mecha-silat. G Gundam, walaupun dapat perlakuan love-it-or-hate-it dari fans, tetap merupakan sebuah serial anime mecha yang menyenangkan. Bayangkan robot-robot saling bertarung dengan kepalan tangan mereka. Apalagi G Gundam menampilkan beberapa momen super keren yang pernah muncul dalam anime mecha manapun. Penuh aksi dan berjiwa laki.

Di Indonesia, kita juga punya serial yang serupa. Masuklah Astra Jingga, sebuah judul komik rilisan Padepokan Ragasukma. Dikarang oleh Fauzy Zulvikar, Astra Jingga memiliki formula yang mirip dengan G Gundam: Para pendekar saling bertukar ilmu silat dengan perantara sosok boneka besar yang mereka kendalikan. Makhluk yang disebut Raksasa ini dipanggil melalui batu pemanggil yang berbentuk kalung atau tasbih berbiji besar. Tubuh mereka kemudian akan diselimuti lempung tanah yang perlahan berubah bentuk menjadi sosok tubuh raksasa. Lewat Raksasa, para pendekar masih bisa menyalurkan ajian silat dan bergerak leluasa, seakan Raksasa itu merupakan bagian tubuh mereka sendiri.

Alkisah tersebut satu pendekar wanita bernama Astra Pramesty yang berkelana dari desa ke desa. Ambisinya adalah untuk mengalahkan semua pendekar di muka bumi dan membuktikan diri pada dua kakaknya di padepokan. Tiba di kampung Sarkanjut, Astra dengan Raksasa miliknya, Astra Jingga, berhasil mengalahkan pendekar setempat. Mereka terkejut karena ada pendekar lain yang mampu menguasai ilmu Tinju Untaian Kilat selain Pendekar Kilat Bentang yang tak lain adalah ayah Astra.

Astra juga berhasil menyelamatkan Ningsih, kembang desa yang diperebutkan para pendekar. Ia kemudian menolong Ningsih membebaskan ibunya yang dijadikan selir untuk Pendekar Buaya. Namun di samping itu, Astra juga ditantang untuk bertarung melawan Rimba Si Raja Hutan. Rimba yang takut terhadap perempuan, tidak menyadari sosok Astra yang tersembunyi di balik Raksasa-nya. Nah, bagaimanakah perjalanan Astra selanjutnya untuk menjadi pendekar terkuat?

Sumber: Fauzy Zulvikar (https://www.facebook.com/fauzyzulvikarfirmansyah)

Sumber: Fauzy Zulvikar (https://www.facebook.com/fauzyzulvikarfirmansyah)

Fauzy Zulvikar yang populer lewat komik Wanoja dan Jaka Kahuruan masih tetap mengandalkan gaya artwork dengan detil yang oke. Desain karakter perempuan seperti Astra dan Ningsih ditonjolkan kecantikannya tanpa melupakan sebuah rasa yang membuat mereka terlihat seperti perempuan Indonesia yang jelita. Tak lupa pula dengan karakter lelaki seperti Rimba yang terlihat sangat garang dan perkasa. Detil otot pada tubuhnya menakjubkan sekali.

Sumber: Padepokan Ragasukma (http://ragasukma.com/komik/baca/18/judul/astra-jingga.php#pendekar-raksasa)

Sumber: Padepokan Ragasukma (http://ragasukma.com/komik/baca/18/judul/astra-jingga.php#pendekar-raksasa)

Ada emphasis yang selalu ditaruh pada adegan aksi, yang membuat setiap momennya menegangkan dan penuh tensi. Desain Raksasa dalam Astra Jingga mengedepankan bentuk-bentuk yang lebih organik dengan pengaruh kuat pada tokoh-tokoh pewayangan. Ambil contoh Astra Jingga, yang dengan bangga menampilkan wajah Cepot di dadanya.

Sumber: Padepokan Ragasukma (http://ragasukma.com/komik/baca/18/judul/astra-jingga.php#pendekar-raksasa)

Sumber: Padepokan Ragasukma (http://ragasukma.com/komik/baca/18/judul/astra-jingga.php#pendekar-raksasa)

Aksi yang intens, dipadukan pula dengan beberapa komedi yang membuat suasana lebih santai. Mengambil inspirasi dari komedi Sunda, momen-momen lucu di dalam Astra Jingga dijamin bisa membuat perutmu mulas. Meski begitu perlu diperhatikan juga bahwa kadang beberapa komedinya terkesan agak cunihin (mesum dalam bahasa Sunda) sehingga kurang cocok dibaca anak-anak belum akil baligh.

Sumber: Padepokan Ragasukma (http://ragasukma.com/komik/baca/18/judul/astra-jingga.php#pendekar-raksasa)

Sumber: Padepokan Ragasukma (http://ragasukma.com/komik/baca/18/judul/astra-jingga.php#pendekar-raksasa)

Komik Astra Jingga saat ini sudah dirilis sebanyak dua jilid dan bisa kamu beli langsung di Padepokan Ragasukma. Jika kamu mencari sebuak komik silat lokal yang kaya akan aksi keras, komedi yang gas pol, dan utamanya adalah pertarungan mecha raksasa dengan sentuhan kedaerahan, maka Astra Jingga cocok jadi bahan bacaanmu selanjutnya.

Dengan segala intensitas yang disajikan, saya rasa tak ada salahnya menyebutkan Astra Jingga sebagai G Gundam yang terjadi di dunia fantasi dengan cita rasa Indonesia yang sangat kental. Jika Domon Kasshu bertarung dengan Astra, siapa ya yang akan menang? Bagaimana menurutmu? Tuliskan di kolom komentar ya!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna dan sebuah studio video game. Biasanya bermukim di Bandung, namun bisa teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Steam, perusahan milik Valve (Sumber: legitreviews)

Steam Mulai Memalak Developer Game $100 Per Game

Steam mengumumkan di web resminya bahwa Steam Greenlight resmi digantikan dengan Steam Direct mulai 13 Juni 2017... more

The World of Ghibli Jakarta Press Conference. Photo by CIAYO Picture

Full Report: Ngintip Press Conference Studio Ghibli di Jakarta Yuk!

Ternyata konferensi pers Studio Ghibli menarik juga!.. more

Sumber: Don’t Feed The Gamers

Game Awards 2017 Sudah Usai, Siapa Saja Pemenangnya?

Siapa saja yang berhasil meraih penghargaan itu ya bro sis? .. more

clover yuuki

Clover Yuuki: Semangat Dari Pembaca yang Jadi Sumber Kekuatanku

Aku tidak ingin dimarahi pembaca lagi karena terlalu sering meminta maaf. .. more

Sumpah Pemuda vs Halloween: Dua Event Yang Berbeda Tapi Berdekatan Dan Berhubungan Dengan Generasi Muda

Sumpah Pemuda vs Halloween: Dua Event Yang Berbeda Tapi Berdekatan Dan Berhubungan Dengan Generasi Muda

Sumpah Pemuda 1928 dan Halloween. Dua event yang secara definisi jelas berbeda esensi satu dengan lainnya. Bahkan bisa d.. more