Ataribox: Usaha Sia-Sia Atari Di Persaingan Sengit Console Masa Kini?

1 month ago
Ataribox. Console terbaru dari Atari yang mencoba mencari momentum. Sumber gambar: techradar.com

Atari. Pada masanya dulu, merk ini sangat berkuasa di jagat video game dunia.

Atari. Penguasa bisnis video game era 80an. Sumber gambar: wikipedia.org

Atari. Penguasa bisnis video game era 80an. Sumber gambar: wikipedia.org

Jauh sebelum dunia video game yang kini dikuasai oleh Nintendo, Sony serta Microsoft, ada Atari yang berdiri kokoh dengan produk-produk arcade serta home console mereka saat itu.

Dengan nyaris tanpa persaingan berarti dari kompetitor seperti Coleco atau Magnavox, Atari menguasai lebih dari separuh pangsa pasar video game di seluruh daratan Amerika Serikat di era 80an.

Bahkan saking kuatnya merk ini, Nintendo dulu sampai mencoba meminta bantuan mereka untuk memasarkan Famicom. Saat itu Famicom adalah console game 8-bit buatan Nintendo yang sukses di negara asalnya Jepang, dan Nintendo ingin mencoba peruntungan mereka di tanah Amerika. Karena masih buta dengan kondisi market disana, Nintendo mencoba meminta bantuan Atari untuk memasarkan Famicom.

Famicom. Mesin sukses 8-bit yang diabaikan Atari. Sumber gambar: nintendolife.com

Famicom. Mesin sukses 8-bit yang diabaikan Atari. Sumber gambar: nintendolife.com

Dan saat itu, seperti yang tercatat dalam sejarah video game dunia, Nintendo mendapatkan situasi yang tidak kondusif dari Atari. Pemikiran Atari dapat dimengerti, berhubung saat itu posisi mereka adalah raja video game di kawasan Amerika Serikat.

Tapi sejarah juga ikut mencatat, bagaimana Nintendo dengan Famicom mereka (di-rebranding menjadi NES atau Nintendo Entertainment System) akhirnya mengubah drastis peta persaingan video game di Amerika Serikat saat itu. NES laku keras dan membuat Atari gigit jari karena kehilangan pendapatan potensial.

NES. Versi rebranding Famicom untuk pasar Amerika. Sumber gambar: ocremix.org

NES. Versi rebranding Famicom untuk pasar Amerika. Sumber gambar: ocremix.org

Hadirnya NES dari Nintendo memaksa Atari mengubah strategi pemasaran dan lineup produk mereka.

Tapi kehadiran console seperti Atari 7800 tidak mampu menggeser kedigdayaan Nintendo dengan NES mereka pada masa itu. Bahkan Atari terlihat seperti semakin kebingungan saat Nintendo merilis sekuel dari NES mereka, Super NES, ke pasar Amerika. Dan dalam kebingungan tersebut Atari kembali melakukan blunder saat mencoba melawan hegemoni Nintendo dengan mengeluarkan pesaing Super NES bernama Atari Jaguar pada tahun 1993 yang mereka gadang-gadang sebagai “console video game 64-bit pertama di dunia” sebagai usaha memojokkan Super NES yang lebih dulu dikenal sebagai console video game dengan kapasitas 16-bit.

Atari Jaguar. Console yang ditujukan untuk melawan Super NES dan lainnya. Sumber gambar: digitalspy.com

Atari Jaguar. Console yang ditujukan untuk melawan Super NES dan lainnya. Sumber gambar: digitalspy.com

64-bit atau tidak, Atari Jaguar mengalami kegagalan di pasar. Dan kerugian yang ada memaksa Atari untuk “angkat kaki” dari bisnis hardware console video game.

Tapi seperti halnya Sega pasca kegagalan marketing Dreamcast, Atari tidak benar-benar pergi menghilang dari bisnis video game. Core business Atari berpindah ke segment software dan tidak lagi bermain di bisnis hardware. Atari tetap mengeluarkan IP game serta menjadi publisher untuk game yang di-developed oleh developer lain di luar Atari. Model bisnis seperti ini cukup efektif menjaga eksistensi nama Atari di bisnis video game secara global. Mereka masih wara-wiri di jagat video game dunia, namun tidak lagi sebagai raja ataupun pemilik nama besar seperti era 80an.

Salah satu game yang di-published oleh Atari. Sumber gambar: heardcountyrecreationdepartment.com

Salah satu game yang di-published oleh Atari. Sumber gambar: heardcountyrecreationdepartment.com

Karena dipercaya sudah kapok berbisnis hardware tak heran saat Atari mendadak mengumumkan kalau mereka akan merilis console baru, dunia video game sempat gempar.

CEO Atari Fred Chesnais mengumumkan hal itu di event E3 2017 dalam sebuah wawancara. Saat itu Chesnais tidak banyak memberikan informasi selain “ya, kami kembali ke bisnis hardware”. Atari sendiri terakhir berada di bisnis hardware tahun 1996, tahun “kematian” Jaguar mereka.

Di video teaser Atari yang dimuat di Youtube, tagline yang digunakan Atari adalah “Ataribox. Produk terbaru dari Atari yang telah bertahun-tahun dirancang”.

Desain yang cukup keren dengan sentuhan retro kayu ala jadul. Sumber gambar: mailchi.mp

Desain yang cukup keren dengan sentuhan retro kayu ala jadul. Sumber gambar: mailchi.mp

Dengan tampilan yang sepertinya berbalut aksen kayu (persis console mereka yang ikonik, Atari 2600) dan kepastian kalau “console ini akan berbasis Linux PC”, banyak pengamat industri video game yang memprediksi kalau Ataribox ini (seharusnya) bukan ditujukan untuk ikut bersaing di current gen (yang dikuasai oleh PlayStation 4, Xbox One, Switch dan PC) tapi hanya untuk nostalgia seperti halnya NES Classic buatan Nintendo tahun lalu.

Atari 2600 yang klasik. Sumber gambar: arcadepunks.com

Atari 2600 yang klasik. Sumber gambar: arcadepunks.com

Info terkini yang beredar mengenai Ataribox baru saja beredar, dan disebutkan kalau Ataribox akan dipersenjatai prosesor AMD custom dengan kemampuan grafis kelas Radeon series. Ataribox tidak hanya mampu menjalankan video game tapi juga berbagai tugas multimedia serta streaming service melalui platform PC-like yang akan diusungnya.

Yang menariknya lagi, Ataribox akan menggunakan metode crowdfunding untuk mendanai pembuatan console ini seperti yang dilakukan Yu Suzuki untuk menerbitkan Shenmue III.

Sepertinya Atari sendiri tidak begitu yakin akan kemungkinan sukses Ataribox?

Berbeda dengan Yu Suzuki yang terpaksa menggunakan metode crowdfunding untuk membiayai Shenmue III karena Sega tidak mau membiayai pembuatan game tersebut, Ataribox bisa saja dibiayai oleh Atari secara keseluruhan karena mereka punya uang untuk itu. Tapi dengan menggunakan crowdfunding, penjualan Ataribox akan lebih pasti karena ‘backer’ memberikan uang mereka lebih dulu untuk console yang baru akan dibuat seperti itu.

Dengan janji akan adanya game-game Atari klasik secara pre-loaded alias sudah ada di dalam mesin dan kemampuan ala PC, Ataribox mungkin saja mampu mencuri perhatian gamers yang ingin mengenang masa lalu bersama Atari dan tidak keberatan membayar harga sekitar $249 – $299 untuk nostalgia itu. Walau harus diingat pula, dengan duit segitu gamers dapat membeli current gen console seperti PlayStation 4 atau Xbox One, walau tanpa game apapun di dalamnya.

Dengan harga yang sama, gamers dapat membeli PlayStation 4. Sumber gambar: polygon.com

Dengan harga yang sama, gamers dapat membeli PlayStation 4. Sumber gambar: polygon.com

Berminat punya Ataribox, bro sis gamers? Siap-siap menanti pre-order via crowdfunding Indiegogo ya! Happy gaming!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Dari kiri-kanan: Sherina Munaf (Komite Studio Ghibli), Willawati (CEO Kaninga Pictures), Toshio Suzuki (Direktur Eksekutif Studio Ghibli), Tommy Fukuda (Marubeni Indonesia), Kaonashi (Spirited Away), dan Tetsuya Sakurai (Hakuhodo DY Media Partners). Photo by CIAYO Pictures.

Indonesia Kedatangan Studio Ghibli. Ada Apa Ya?

Wah, Studio Ghibli mau ngapain nih di Indonesia?.. more

[KONTEN KHUSUS 18+] Apakah Fan Service di Anime Itu Dibutuhkan???

Pernahkah kalian mendengar istilah Fan Service di anime? Istilah ini sering muncul di forum-forum pecinta manga dan anim.. more

Yuk Kenali Kepribadianmu Dari Gaya Penulisanmu!

Sejak kecil, seorang anak normalnya mulai belajar menulis dengan tangan. Nah, di saat itu lah, setiap anak mulai mempuny.. more

Faza Meonk: Saya Tidak Punya Role Model Khusus

Rubrik Chit Chat kali ini kita kedatangan Faza Meonk! Bro sis punya role model nggak?.. more

(CIAYO Comics)

Darwin Si Raja Kera. Siapa Sih Dia?

Hai Guys! CIAYO Comics kedatangan komik baru nih. Komik ini adalah hasil kerja bareng Danar dan Nyoenyo. .. more