Batman = Overrated Superhero, Apakah Memang Demikian?

2 months ago

Walaupun sangat dipuja, nyatanya tak sedikit orang awam maupun fans  yang menganggap Bruce Wayne alias Batman adalah sosok pahlawan komik yang paling overrated sepanjang masa. Ironis. Tapi memanglah begitulah kenyataannya.

Lalu, apakah Batman memang merupakan sosok superhero yang overratedWell, untuk menjawab tersebut, tentunya kita harus menengok lagi definisi dari kata overrated itu sendiri.

Berdasarkan situs Cambridge English Dictionary yang tentunya sudah diterjemahkan kembali, Overrated adalah seseorang atau sesuatu yang dianggap paling baik atau paling penting dari kapasitas yang seharusnya didapatkan.

Definisi hampir serupa, juga diutarakan oleh situs Urban Dictionary. Menurut mereka, Overrated, adalah sesuatu atau seseorang yang menjadi super populer dikarenakan subyek tersebut diberikan pujian yang melebihi dari kapasitas yang seharusnya ia dapatkan.

Sumber: Last of the Famous International Fanboys

Jadi berdasarkan kombinasi pemahaman definisi tersebut, apakah si pangeran kegelapan memanglah sosok yang overrated? Well, kalau mau berbicara yang sejujur-jujurnya, maka yap Batsy adalah sosok superhero yang overrated.

Eit sabar dulu. Jangan langsung lemparin saya dengan barang, karena saya sendiri adalah fanboy Batman. Tapi tentunya saya harus bersikap obyektif disini. Tidak dipungkiri bahwa Bruce sebagai Bruce adalah sosok pria yang kaya, tampan dan misterius.

Sedangkan ketika sebagai Batman, dia adalah sosok yang dingin, kejam, dan seorang detektif mumpuni. Nah, melihat kualitas keren yang dimiliki oleh masing-masing kepribadian Bruce ini, kalau dipikir, ya wajar banget bukan apabila sosoknya sebegitu diagung-agungkannya?

Tapi yang membuatnya menjadi tidak wajar atau dengan kata lainnya disini “berlebihan”, adalah kelakuan mengesalkan yang kerap diperlihatkan sebagian besar fanboy-nya atau seperti yang kerap dikatakan anak zaman NOW, “TOXIC”.

Sumber: Bounding Into Comics

Spesifiknya disini, dengan melihat atribut Bruce dan Batman yang sama-sama sempurna tersebut, tak pelak para penggemar ini langsung menganggap Batman sebagai “The Best” , “tidak terkalahkan”, “dewa”, atau ribuan kata sanjung berlebih lainnya yang dapat  menumbuhkan sikap “fanatisme sempit” di dalam diri yang seperti dikatakan di atas, sangat “beracun”.

Oke, kedua atribut yang telah disebutkan tersebut, memanglah merupakan atribut yang sangat diinginkan oleh seluruh laki-laki di duia ini.  Siapa yang gak mau menjadi sekeren atau sekaya Bruce? Tapi pada akhirnya, kita harus ingat lagi bahwa Bruce tetaplah manusia biasa. Dia bukanlah alien seperti Superman atau manusia dewa super seperti Shazam.

Dengan kata lain, sehebat-hebatnya The Cape Crusader, dia tetap bisa berbuat error, dilukai, dan bahkan dikalahkan. Dan dalam sejarah kisahnya, Batman tidak hanya sudah lumayan sering dikalahkan oleh musuh-musuhnya, dirinya bahkan sudah lumayan sering menerima kekalahan yang benar-benar mengenaskan.

Sumber: ScreenRant

Diantara berbagai kekalahan mengenaskan yang pernah diterima oleh anak biliyuner Gotham Thomas Wayne ini, rasanya hanya 2 kekalahan inilah yang super mengenaskan. Pertama ketika dirinya dikalahkan villain bertubuh kekar, Bane dan, ketika dikalahkan oleh kelompok pengawas kota Gotham, The Court of Owls. Ketika melawan Bane di storyline ikonik, Knightfall (1993), Bane sukses mengalahkan Batman dengan mematahkan tulang punggung musuh bebuyutannya tersebut.

Sedangkan ketika melawan “Perkumpulan Illuminati kota Gotham” atau Court of Owls di awal-awal isu komik New 52, seluruh anggota Court beserta assassin mumpuni mereka, Talon, sukses membuat fisik dan mental Batman hancur sehancur-hancurnya. Jujur, saya saja ketika melihat visualisasi-nya, sampai menganga lebar sendiri karena tidak percaya. Hal ini semaki memperkuat kenyataan bahwa Batman bukanlah soosk yang “wah banget”. In the end, dirinya tetaplah seperti kita yang memiliki batasan (limit).

Sumber: YouTube

Ironisnya penggemar si manusia kelelawar, tetaplah menganggapnya sebagai sosok yang super gila, tidak terkalahkan, well sedikit koreksi lebih tepatnya, bisa segalanya. Tidak diragukan Bruce memang jago berkelahi, keren dan detektif mumpuni. Tapi seluruh kemampuan yang dimiliki, juga didapatkannya melalui pelatihan super intens serta pencarian jati diri yang dilakukannya selama bertahun-tahun. Batman bukanlah sosok yang memang dari lahir sudah memiliki kemampuan tersebut.

Kefanatisan ini semakin diperparah dengan quote “I am Batman” atau “He’s Batman” yang kerap diucapkan sendiri oleh si pahlawan idola, yang kemudian dijadikan argumen tunggal oleh para penggemarnya untuk semakin mem-validasi keyakinan mereka bahwa Batman memanglah sosok terbaik.

Padahal seperti kita tahu, alasan utama Bruce kerap mengucapkan kalimat ikonik tersebut, semata bertujuan untuk mengintimidasi lawan-lawannnya. Bukan untuk sekedar menyombongkan atau mengagungkan dirinya (walau ya terkadang memang digunakan untuk yang seperti itu juga sih).

Sumber: The SuperheroHype Forums

Pada akhirnya, sosok Batman tetap saja dicintai banyak orang bukan? Toh dia juga telah membuktikan beratus-ratus kali baik di komik, seri animasi maupun film layar lebar, kalau dirinya memanglah sosok yang keren, hebat dan tentunya selalu berhasil menghadapi berbagai masalah dan juga tantangan yang ada.

Jadi biarkanlah orang-orang melabeli dirinya overrated. Karena faktanya, dirinya adalah sosok superhero overrated yang begitu dicintai.

Bagaimana? Apakah menurut kalian Batman memang merupakan sosok superhero yang overrated? Tinggalkan komentar di bawah, ya!

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

(pixabay.com)

Lowongan Kerja Remote atau Magang Jadi Jurnalis dan Blogger!

Buat yang suka menulis tentang pop culture (komik, game, film animasi), dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, K.. more

Yoh Asakura - thumb

Jika Ingin Berkarya, Lakukanlah Seperti Yoh Asakura

Mungkin banyak orang yang tidak tau dengan Yoh Asakura. Tapi karakter yang sederhana ini justru bisa menjadi inspirasi b.. more

Sumber: variety.com

Review Film Loveless: Pudarnya Seorang Anak Akibat Rasa Sakit yang Dicipta Orangtuanya

“Loveless” bergerak dalam tema yang tidak jauh dari film-film Andrey lainnya. Hanya saja kali ini suasana yang diban.. more

Kakek-kakek Tapi Robot? Inuyashiki Live Action Segera Tayang di Indonesia!

Seorang kakek dan anak muda tersambar petir. Keduanya menjadi robot. Namun sang kakek menjadi pembela kebenaran, dan si .. more

sumber: www.traileraddict.com

The Vanishing of Sidney Hall, Kebrutalan dalam Bentuk Dialog Minim Visual

“The Vanishing of Sidney Hall” membuka kisah dengan sebuah narasi liar yang dibacakan oleh Sidney Hall (Logan Lerman.. more