Beginilah Jika Foto Seratus Tahun yang Lalu Dibuat Berwarna

6 months ago
Sumber: FOX

Seperti yang banyak orang tahu, era awal penggunaan plat film dalam fotografi hanya bisa menghasilkan warna hitam putih atau saat ini lebih dikenal dengan sebutan grayscale. Hingga tahun 1930-an, miliran foto hitam putih sudah berhasil mendokumentasikan foto-foto keluarga jaman itu, berbagai peristiwa penting seperti PD I hingga kesuksesan Charlie Chaplin dalam berkarir di dunia hiburan.

Orang-orang diseluruh dunia pun mendambakan adanya sebuah penemuan foto berwarna agar dapat memunculkan kesan realistis dan hidup dalam sebuah foto. Setelah penemuan tersebut berhasil, foto hitam putih yang sudah terlanjur dicetak pun akhirnya kembali dipelajari seiring dengan perkembangan metode pencetakkan yang lebih canggih. Awalnya, pewarnaan foto hitam putih dilakukan dengan menggunakan cat secara manual.

Pewarnaan dengan metode manual (kiri) dan olahan digital (kanan)

Pewarnaan dengan metode manual (kiri) dan olahan digital (kanan)

Dewasa ini, dengan perkembangan teknologi yang pesat, membuat seorang seniman asal Amerika yang bernama Jordan Llyod berambisi untuk memberikan warna kepada foto-foto yang sudah tercetak dalam kondisi hitam putih. Saat diwawancarai oleh Vox, Jordan Llyod menggunakan aplikasi editing photoshop untuk menjadikan foto-foto berumur seratus tahun lebih ini menjadi bewarna dan realistis.

Jorndan Lloyd terinspirasi menghidupkan foto peristiwa penting yang sudah berumur puluhan hingga ratusan tahun

Jorndan Lloyd terinspirasi menghidupkan foto peristiwa penting yang sudah berumur puluhan hingga ratusan tahun

Jordan Llyod berhasil menghidupkan beberapa peristiwa penting pada foto wajah Abraham Lincoln, pembangunan menara Eiffel hingga pertemuan dua legenda yaitu Charlie Chaplin dan Hellen Keller. Ia pun mengalami tingkat kesulitan yang tinggi dalam proses memberi warna untuk foto-foto ini.

Helen Keller membaca ucapan Chaplin lewat sentuhan jari pada bibir

Helen Keller membaca ucapan Chaplin lewat sentuhan jari pada bibir

Setelah diberi warna, Charlie Chaplin (kiri) dan Hellen Keller (kanan) 1919

Setelah diberi warna, Charlie Chaplin (kiri) dan Hellen Keller (kanan) 1919

Pemberian warna ini pun harus melalui beberapa tahap, yaitu yang pertama adalah mencari data. Dalam mencari data, Jordan melakukan beberapa pencarian data, baik tertulis maupun pencarian langsung dengan mempelajari logika cahaya. Semua itu ia dapat dari literasi buku sejarah, foto/gambar ilustrasi sampai membaca buku harian tokoh yang  bersangkutan dalam foto.

Tiga proses utama pewarnaan foto arsip

Tiga proses utama pewarnaan foto arsip

Tahap kedua adalah perbaikan, Tahap ini meliputi, perbaikan kembali foto yang kondisinya sudah rusak, retak dan berjamur. Kerusakan tersebut nantinya akan di restorasi hingga menjadi mulus dan bersih.

Proses pencarian gambar dengan mencari catatan atau sumber lain dari mereka yang bersangkutan dengan foto

Proses pencarian gambar dengan mencari catatan atau sumber lain dari mereka yang bersangkutan dengan foto

Proses perbaikan gambar dengan menggunakan photoshop

Proses perbaikan gambar dengan menggunakan photoshop

Cara perbaikan dari logika cahaya adalah menyamakan warna yang menjadi ciri khas. Misalnya, daun berwarna hijau, mereka akan mencari warna yang memiliki unsur hijau pada benda lain. Selain itu juga memperkirakan arah datang cahaya hingga warna dominan yang kira-kira akan muncul.

Pewarnaan dengan mencari tau logoka warna dari asal datangnya cahaya

Pewarnaan dengan mencari tau logoka warna dari asal datangnya cahaya

Sudah banyak sekali foto-foto era 1800 hinggan 1950 direalisasikan dengan warna. Berbagai peristiwa penting pun jadi bisa terbayang dengan jelas, kira-kira bagaimana situasi dan kondisi di jaman itu. Hal ini sangat menyenangkan untuk disaksikan bagaimana kondisi kota Berlin atau Prancis di tahun 1800 di saat segalanya masih berbau retro.

Kondisi lokasi pertemuan dan perpustakaan Dresden yang diambil lebih dari seratus tahun yang lalu

Kondisi lokasi pertemuan dan perpustakaan Dresden yang diambil lebih dari seratus tahun yang lalu

Tapi apa yang dilakukan oleh Jordan tentu menimbulkan banyak komentar positif dan negatif. Beberapa pihak ada yang lebih menyukai apabila kondisi foto jaman dahulu tersebut, dibiarkan apa adanya. Karena seolah-olah, apa yang dilakukan Jordan dapat merusak nilai foto tersebut. Padahal foto-foto tersebut, sudah dirawat selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun.

About Author

Ramadhan

Ramadhan

Happiness is a warm gun, bang-bang shoot shoot - John Lennon

Comments

Most
Popular

Beny Maulana, Head of Comics Division CIAYO Corp

Beny Maulana: Target Tahun Ini 100 Judul Komik Official di CIAYO Comics

Tahun ini CIAYO Comics dikabarkan telah mematok target untuk merilis 100 judul komik official yang akan terbit setiap mi.. more

Plant Lily, Chit Chat Bareng Cosplayer Dari Vietnam

Jika ada yang bertanya “Eh gimana sih rasanya bertemu idola secara langsung, bisa duduk bareng dan ngobrol dalam suasa.. more

Maggio Phil

Maggio: Cosplayer yang Bangkitkan Sosok Duke Nukem

Bro sis masih ingat sama Duke Nukem? Nah, pas di Indonesia Comic Con 2017, Chika berhasil bertemu dengan cosplayer Duke .. more

(ablcinema.net)

5 Serial Superhero Terpopuler di Tahun 90-an

Berbicara mengenai generasi 90-an, kegiatan menonton televisi masih menjadi hiburan terfavorit. Kebahagiaan terbesar ana.. more

Kunjungan Tim CIAYO Comics kedua kalinya ke Bumi Langit (CIAYO Pictures)

CIAYO Comics Merapat ke Bumi Langit, Sarang Superhero dan Pendekar

Bumi Langit? Ketemu superhero dan pendekar?.. more