Bleach: Shonen Manga Populer Yang Tidak Bertahan Lama

3 months ago

Masih pada ingat dengan manga dan anime berjudul “Bleach” ?

Sejak awal millennium, setidaknya ada lima judul shonen manga/komik cowok buatan Jepang yang bisa dibilang sebagai yang terbesar menguasai pasar; baik di Jepang dan global. Lima komik tersebut antara lain Dragon Ball Z, One Piece, Naruto, Fairy Tail dan Bleach. Kita akan bicarain sedikit soal Bleach.

Cover tankobon “Bleach” edisi terakhir. Sumber gambar: myanimelist.net

Cover tankobon “Bleach” edisi terakhir. Sumber gambar: myanimelist.net

Manga karangan Tite Kubo (bertindak sebagai penulis naskah dan ilustrator utama) ini menceritakan tentang perjalanan seorang pemuda bernama Ichigo Kurosaki yang secara tidak sengaja mendapatkan kekuatan Shinigami (Soul Reaper alias Pencabut Nyawa) dari seorang Shinigami bernama Rukia Kuchiki.

Ichigo Kurosaki. Sumber gambar: infinite-loops.wikia.com

Ichigo Kurosaki. Sumber gambar: infinite-loops.wikia.com

Rukia Kuchiki. Sumber gambar: vsbattles.wikia.com

Rukia Kuchiki. Sumber gambar: vsbattles.wikia.com

Dengan kekuatan Shinigami, Ichigo mengalami petualangan untuk melindungi dunia dari serangan makhluk-makhluk halus jahat. Ia juga bertugas mengawal jiwa-jiwa orang mati menuju ‘afterlife’ dan berkelana ke alam-alam supernatural bersama Rukia dan teman-teman lainnya sesama Shinigami.

Sejak di serialisasi mulai tahun 2001 di Weekly Shonen Jump, manga “Bleach” mengalami sukses besar hingga terbit 74 volume buku/tankobon. Komik ini juga dibuat dalam berbagai versi lain seperti anime tv (366 episode), dua OVA, sepuluh konser musik berdasarkan animenya, empat film teatrikal, satu film live action (yang direncanakan rilis tahun 2018), serta berbagai jenis video games berdasarkan kisah manga dari “Bleach” itu sendiri.

Game Bleach untuk console PlayStation 3. Sumber gambar: bleach.wikia.com

Game Bleach untuk console PlayStation 3. Sumber gambar: bleach.wikia.com

Dengan popularitas sederet produk yang dihasilkan dari komik manga ini, mengapa akhirnya Bleach berhenti alias tamat? Biasanya sebuah judul manga populer akan terus ‘ditarik ulur’ dan di produksi walau sudah berumur lama. Misalnya saja “Dragon Ball” atau “One Piece”. Kedua judul populer ini masih tetap beredar di pasaran. Tapi tidak dengan “Bleach”.

One Piece. Masih populer dan di produksi sampai kini. Sumber gambar: onepiece.wikia.com

One Piece. Masih populer dan di produksi sampai kini. Sumber gambar: onepiece.wikia.com

Well, saya melakukan sounding singkat untuk pertanyaan itu dengan “my inner circle bros” ( fans J-Pop Culture terutama di manga-anime-video game) dan ada beberapa hal/kesimpulan yang kami ambil.

Misalnya “Rukia yang sejak chapter awal seperti di-posisikan sebagai main heroine ternyata enggak jadian sama main hero”. Kasus ini juga mirip video game “Tales Of Zestiria”, dimana Princess Alisha terlihat seperti tokoh penting di berbagai tampilan promosi namun kemunculannya di game sangat sedikit dan tidak terlalu signifikan.

Seringnya art pairing Ichigo x Rukia bikin salah sangka. Sumber gambar: aliexpress.com

Seringnya art pairing Ichigo x Rukia bikin salah sangka. Sumber gambar: aliexpress.com

Dengan seringnya ditonjolkan gambar promosi Ichigo bersama Rukia, pembaca seakan-akan digiring ke pemikiran kalau “mereka akan berjodoh hingga akhir kisah”. Tapi ternyata yang terjadi bukan itu. Ichigo malah dipasangkan dengan teman masa kecilnya yang bernama Orihime Inoue.

Teman masa kecil akhirnya jadi pasangan hidup. Sumber gambar: sugaradore.tumblr.com

Teman masa kecil akhirnya jadi pasangan hidup. Sumber gambar: sugaradore.tumblr.com

Untuk sebagian fans, hal ini tentu tidak memuaskan. Alhasil manga “Bleach” mulai kehilangan support sebagian fans.

Pendapat lainnya adalah karena jalan cerita yang terlalu dipaksakan untuk dilanjutkan, sementara kisahnya seharusnya ideal berhenti di arc Arrancar. Walau sebenarnya hal ini bisa diperdebatkan. Kisah manga “Dragon Ball” juga sebenarnya sudah bisa berhenti di arc Piccolo muda dan menikahnya Son Goku dengan Chi Chi. Tapi toh “Dragon Ball” tetap dilanjutkan dengan embel-embel “Z” dan ditambahi aspek science-fiction/aliens di dalamnya (yang berhasil memikat pembaca lama maupun baru).

Manga “Bleach” tidak seberuntung ini. Tite Kubo-sensei seperti kesulitan menciptakan kisah yang tetap intens dan menarik selepas arc Arrancar, sehingga mengakibatkan penurunan minat pembaca lama “Bleach” dan tidak mampu meraih pembaca baru.

Arc Arrancar disebut-sebut cocok sebagai finale Bleach. Sumber gambar: myanimelist.net

Arc Arrancar disebut-sebut cocok sebagai finale Bleach. Sumber gambar: myanimelist.net

Bleach juga tidak lepas dari ‘kutukan’ shonen manga/komik aksi cowok, yakni konsep more powerful enemy appears after powerful enemy got beaten alias musuh kuat terbaru nongol setelah para jagoan mengalahkan musuh kuat sebelumnya. Hampir semua komik shonen mengalami ini, dan Bleach tidak terkecuali. Jika di sederhanakan: Ichigo baru saja power up, dan menang lawan si A, namun mendadak nongol lawan baru (si B) dan Ichigo dkk dihajar kalah telak tak berdaya. Kemudian Ichigo berusaha mendapatkan kekuatan lebih lagi untuk menaklukkan si B. Dan si B kalah, sampai kemudian muncul si C yang lebih kuat dari si A dan B sebelumnya.

Jika dikerjakan dengan oke, konsep ini sebenarnya tetap bisa menarik. Dan bukannya tidak ada yang berhasil bertahan dengan konsep tadi. Lihat saja shonen manga “One Piece” atau Dragon Ball, yang jelas-jelas memakai konsep yang sama. Tapi keduanya berhasil bertahan dan mempertahankan kualitas cerita. Hal yang sama tidak terjadi di Bleach.

Serial Dragon Ball yang terus ber-evolusi. Sumber gambar: pinterest.com

Serial Dragon Ball yang terus ber-evolusi. Sumber gambar: pinterest.com

Pada dasarnya yang terjadi di Bleach adalah sebuah cerita yang sudah ideal untuk tamat, namun diperpanjang (entah karena demand dari fans atau permintaan editor/penerbit), tapi tidak berhasil dengan baik saat eksekusinya. Ceritanya semakin tidak terarah, dan mungkin Kubo-sensei akhirnya berpikir menyerah dan menamatkan kisah ciptaannya tersebut sebelum makin membingungkan dirinya sendiri maupun fans.

Bleach bukanlah sebuah shonen manga yang gagal ataupun tidak menarik. Tidak sama sekali. Justru sebaliknya, pada saat diperkenalkan, Bleach termasuk manga keren dengan grafik dan art yang wow. Karakter yang di-desain oleh Kubo-sensei memiliki ciri khas yang bagus. Ini harus diakui. Dan hal itulah yang menaikkan popularitas “Bleach” di awal-awal kemunculannya hingga beberapa waktu lamanya.

Sayangnya art dan design keren ini tidak di-support kontinuitas storyline yang menarik dan bikin penasaran pembaca. Saya rasa itu yang mendasari pemikiran Tite Kubo-sensei saat memutuskan untuk mengakhiri kisah perjalan ‘spiritual’ Ichigo Kurosaki di manga ciptaannya tersebut. Sepopuler apapun sebuah manga, atau sebagus apapun art-nya, jika tanpa didukung cerita yang menarik akan mengalami stagnant yang berakhir dengan downfall.

Overall, Bleach adalah manga yang menarik dengan grafik yang menawan. Ini tidak dapat dibantah. Namun sepopuler apapun sebuah manga, yang menjamin untuk dapat bertahan lama di kalangan fans adalah kisah yang selalu seru untuk diikuti. Dan Bleach sayangnya tidak berhasil untuk bertahan di bagian tersebut.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Mary and The Witch's Flower (Sumber: youtube.com)

Anime Bergaya Ghibli: Mary and The Witch’s Flower

Anime Mary and The Witch’s Flower merupakan anime pertama produksi Studio Ponoc. Namun, yang menjadi perbincangan dari.. more

(etonline.com)

Kematian Chester Mengguncang Generasi 90an

Generasi 90an pasti ikut terguncang dengan berita mengejutkan tentang kematian vokalis Linkin Park, Chester Bennington. .. more

Mother! : Jennifer Lawrence Hadir Sebagai Kiasan Tentang Mother Earth

Mother! adalah film yang sutradarai oleh Darren Aronofsky, dimana selain menjadi sutradara Ia juga berperan sebagai penu.. more

Dukung Short Story Kesukaanmu!

CIAYO Blog Short Story Challenge hampir mencapai puncaknya nih bro sis! Dari 100 lebih submisi yang diterima, akhirnya s.. more

(Sumber: jurnalotaku)

Eiichiro Oda: Mangaka dengan Dedikasi yang Extraordinary

Bekerja sesuai passion tentu merupakan hal yang sangat menyenangkan bukan? Namun bukan berarti segalanya mulus-mulus saj.. more