Bohemian Rhapsody: Transformasi Freddie Mercury Rami Malek Yang Sangat Jawara

3 months ago
00-d-bohemian-rhapsody

Tentunya kita masih ingat ketika pemeran Elliot Alderson di seri Mr. Robot, Rami Malek, diumumkan untuk memerankan sosok frontman band rock Inggris legendaris Queen, Freddie Mercury.

Kala itu opini publik beragam dan terbelah. Sebagaian mendukung sedangkan sebagian merasa bahwa komedian Sacha Baron Cohen (Borat), yang pertama mengajukan visi dan keinginannya untuk memerankan si vokalis flamboyan ini, yang seharusnya menjadi pemerannya.

Terlepas perbedaan prefrensi tersebut, toh pada akhirnya dua personil Queen yang masih sehat wal’afiat, Brian May & Roger Taylor, memutuskan untuk memilih Malek sebagai aktor yang akan menghidupkan kembali sahabat mereka tersebut.

Dan bisa dikatakan bahwa keputusan mereka tersebut tidaklah salah sama sekali.

Sumber: Den of Geek

Sumber: Den of Geek

Yap. Dengan kata lain, Malek sangatlah sukses dalam menghidupkan sosok Mercury. Sumpah saya tidak bohong atau ingin meng-hiperobalakan apapun sama sekali. Ketika menyaksikan performa Malek sebagai frontman bernama asli Farrokh Bulsara ini, kami seakan menyaksikan Freddie yang kembali bangkit dari kuburnya,

Terlihat sekali bahwa Malek sudah mempersiapkan atau lebih tepatnya, mempelajari betul-betul seluruh gerakan dan seluruh ciri khas Freddie Mercury luar dan dalam. Mau itu tone berbicaranya, gerakan flamboyan, gerakan-gerakan nge-rock yang ditampilkan, seluruhnya benar-benar terlihat mirip 100% dengan almarhum Freddie dulu.

Melihat penampilannya yang memukau ini, saya cuma mengingatkan saja untuk tidak kaget sama sekali kalau nantinya kita melihat nama aktor keturunan timur tengah ini masuk ke dalam jajaran nomine aktor terbaik di ajang penghargaan Golden Globe atau Academy Awards tahun 2019 mendatang.

Sumber: AlloCine

Sumber: AlloCine

WOW. Lalu bagaimana dengan penampilan aktor lainnya? Apakah sama kerennya? Yap. Bisa dikatakan demikian. Seluruh aktor yang ada di Bohemian Rhapsody, tidak hanya mampu mengimbangi penampilan “dewa” Malek, namun mereka juga sukses dalam menghidupkan karakter real-life yang diperankan.

Sangat sulit memang untuk memilih aktor  pendukung manakah yang tampil dengan sangat keren di filmnya. Namun, kalau memang harus benar-benar memilih, saya memilih 2: Ben Hardy (X-Men: Apocalypse) sebagai Taylor dan Lucy Boynton (Sing Street) sebagai sahabat sekaligus kekasih “abadi” Freddie, Mary Austin.

Saya kurang tahu persis apakah seorang Roger Taylor ketika muda memanglah sosok yang lebay dan emosian. Namun kalau memang demikian, maka yap Hardy sukses sekali memerakan sosoknya.

Di sisi lain, Boynton sukses menampilkan sosok sahabat sekaligus mantan kekasih yang cukup kompleks. Tapi toh, memang Boynton jago banget bukan memerankan sosok wanita yang kompleks? Ingat karakter Raphina di Sing Street ?

Sumber: Capitol.co.nz

Sumber: Capitol.co.nz

Wah kalau penampilan seluruh aktornya keren banget seperti yang telah dikatakan, artinya film Bohemian Rhapsody memang keren dong? Hmm, bagaimana ya saya mengatakannya.  Film ini tidak buruk memang. Tapi di saat yang sama, kami tidak yakin akan bisa memuaskan seluruh audiens (terutama yang notabene fans berat Queen).

Hal ini dikarenakan pertama, film ini tidak menampilkan keakuratan tampilan sejarah yang ada. Sebagian besar memang akurat tapi sebagiannya lagi tidak. Salah satu contohnya yang mungkin kamu telah saksikan di cuplikan kip terbarunya, adalah ketika May (Gwilym Lee) yang memberikan alasan / latar belakang mengapa ia menciptakan “We Will Rock You” (1977).

Alasan yang ia kemukakan memang akurat. Karena faktanya Brian May real-life juga kerap mengemukakan alasan yang sama tersebut berkali-kali. Namun lokasi serta terutama tampilan fisik beberapa personil yang terlibat di adegan, tidaklah sesuai demgan keadaan fisik real-life mereka di tahun 1977.

Seperti yang kamu lihat di cuplikan videonya, Freddie ditampilkan berambut pendek dan berkumis. Padahal di tahun 1977, ia belum berpenampilan seperti yang ditampilkan di video klip tersebut. Lebih jelasnya silahkan kamu lihat saja kembali video klip lagu Queen top tersebut di YouTube.

Memang kalau dilihat masalah ini bisa dikatakan masalah “enteng”. Tapi bagi fanboy band ini, ketidakakuratan ini sangatlah berarti.

Sumber: Labzada Wallpaper

Sumber: Labzada Wallpaper

Selain ketidakakuratan sejarahnya, masalah lain yang agak mengganggu saya ketika menyaksikannya adalah film ini lebih seperti film Freddie Mercury daripada film Queen. Oke, saya tahu banget bahwa sosok seflamboyan Freddie, tidaklah bisa dipisahkan dari idnetitas band ini.

Tapi kalau kamu masih ingat, baik Taylor, May, maupun sutradara Bryan Singer (X-Men) sudah berkali-kali mengatakan kalau film ini adalah film mengenai Queen. Spesifiknya, film ini akan berfokus pada kisah perjalanan karir Queen dan bukannya berfokus pada perjalanan hidup Freddie.

Memang. Film ini beberapa adegannya memberikan porsi yang pas terhadap May, Taylor dan karakter lain. Tapi kalau mau membicarakan porsi sebagian besarnya, ironisnya Bohemian Rhapsody, justru menampilkan perjalanan Freddie dari yang awalnya hanya seorang fanboy band lama Taylor & May bernama Smile, hingga menjadi sosok flamboyant yang kita tahu hingga kini.

Saya sih tidak terlalu keberatan. Tapi, mengingat janji yang diberikan sebelumnya, bukankah ini artinya sama saja dengan ingkar janji?

bohemian rhapsody

Sumber: ultimateclassicrock

Untungnya beberapa kekurangan tersebut tertutupi dengan kemumpunian Singer dan sutradara pengganti, Dexter Fletcher (Eddie the Eagle) dalam memberikan arahan-arahan yang keren yang alhasil membuat kita serasa seperti berpartisipasi dalam perjalanan hidup Freddie.

Oh ya, jangan lupakan juga balutan naskah yang sama kerennya yang ditulis oleh Anthony McCarten (The Theory of Everything) yang sekali lagi membuat film ini terasa cukup mengasyikan untuk disaksikan.

Pada akhirnya, terlepas segala macam drama belakang layar gila-gilaaan yang menghiasi proses syuting filmnya, toh pada akhirnya Bohemian Rhapsody sukses memuaskan seluruh fans Queen. Bahkan even kita-kita yang bukan fan, setidaknya film ini masih menghibur.

Kesuksesan yang diraih Bohemian Rhapsody ini, sukses memberikan pelajaran bijak ke kita semua bahwa terlepas halangan sebesar apapun yang menghalangi, kalau tekad kita untuk merealisasikan yang kita inginkan benar-benar dalam nan total, percayalah semuanya akan terealisasikan baik secara cepat atau secara lambat.

So, bagi kamu yang hingga tulisan ini diturunkan masih belum menyaksikan, Well, apalagi yang kalian tunggu? Langsung saja bergegas ke teater kesayangan terdekat, Dijamin kamu akan mendapatkan Rock N’ Roll Experience yang memuaskan jiwa dan raga. EDOOOOO..!!!

Baca komik online di CIAYO Comics

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

(Sumber : Facebook @theghiblifamily)

List Film Ghibli yang Tayang Tahun 2018

Ghibli Studio juga akan kembali menayangkan beberapa film animasi terbaik mereka di Indonesia. Bro sis pecinta film Ghib.. more

(ja-renders.deviantart.com)

Serunya Bunuh-Bunuhan Sama Zombie di The Last of Us

Setelah sukses dengan The Last Of Us Part 1 yang dirilis pada tahun 2013 silam, Playstation memperkenalkan kisah lanjuta.. more

Trigger Junkie - CIAYO Comics

Trigger Junkie: Kenalan Sama Wanda, Yuk!

Buat yang suka baca Trigger Junkie, pasti kenal sama Wanda. Yuk, kenalan lebih lanjut!.. more

Sumber: alchetron.com

Gaya Tidak Biasa Saharil Hasrin Sanin Lewat Ilustrasi Sederhana Hingga Karya Sastra di Malaysia

Menjumpai karya Saharil Hasrin Sanin di Indonesia memang seperti menemukan sebuah mata air berbeda di dalam sebuah sunga.. more

00-d-film-monster-hunter

Film Monster Hunter Akan Tampilkan Persenjataan Modern?

Meskipun merupakan film fantasi, adaptasi film Monster Hunter akan menampilkan karakter tentara dari dunia modern masa k.. more