Bohemian Rhapsody: Transformasi Freddie Mercury Rami Malek Yang Sangat Jawara

2 weeks ago
00-d-bohemian-rhapsody

Tentunya kita masih ingat ketika pemeran Elliot Alderson di seri Mr. Robot, Rami Malek, diumumkan untuk memerankan sosok frontman band rock Inggris legendaris Queen, Freddie Mercury.

Kala itu opini publik beragam dan terbelah. Sebagaian mendukung sedangkan sebagian merasa bahwa komedian Sacha Baron Cohen (Borat), yang pertama mengajukan visi dan keinginannya untuk memerankan si vokalis flamboyan ini, yang seharusnya menjadi pemerannya.

Terlepas perbedaan prefrensi tersebut, toh pada akhirnya dua personil Queen yang masih sehat wal’afiat, Brian May & Roger Taylor, memutuskan untuk memilih Malek sebagai aktor yang akan menghidupkan kembali sahabat mereka tersebut.

Dan bisa dikatakan bahwa keputusan mereka tersebut tidaklah salah sama sekali.

Sumber: Den of Geek

Sumber: Den of Geek

Yap. Dengan kata lain, Malek sangatlah sukses dalam menghidupkan sosok Mercury. Sumpah saya tidak bohong atau ingin meng-hiperobalakan apapun sama sekali. Ketika menyaksikan performa Malek sebagai frontman bernama asli Farrokh Bulsara ini, kami seakan menyaksikan Freddie yang kembali bangkit dari kuburnya,

Terlihat sekali bahwa Malek sudah mempersiapkan atau lebih tepatnya, mempelajari betul-betul seluruh gerakan dan seluruh ciri khas Freddie Mercury luar dan dalam. Mau itu tone berbicaranya, gerakan flamboyan, gerakan-gerakan nge-rock yang ditampilkan, seluruhnya benar-benar terlihat mirip 100% dengan almarhum Freddie dulu.

Melihat penampilannya yang memukau ini, saya cuma mengingatkan saja untuk tidak kaget sama sekali kalau nantinya kita melihat nama aktor keturunan timur tengah ini masuk ke dalam jajaran nomine aktor terbaik di ajang penghargaan Golden Globe atau Academy Awards tahun 2019 mendatang.

Sumber: AlloCine

Sumber: AlloCine

WOW. Lalu bagaimana dengan penampilan aktor lainnya? Apakah sama kerennya? Yap. Bisa dikatakan demikian. Seluruh aktor yang ada di Bohemian Rhapsody, tidak hanya mampu mengimbangi penampilan “dewa” Malek, namun mereka juga sukses dalam menghidupkan karakter real-life yang diperankan.

Sangat sulit memang untuk memilih aktor  pendukung manakah yang tampil dengan sangat keren di filmnya. Namun, kalau memang harus benar-benar memilih, saya memilih 2: Ben Hardy (X-Men: Apocalypse) sebagai Taylor dan Lucy Boynton (Sing Street) sebagai sahabat sekaligus kekasih “abadi” Freddie, Mary Austin.

Saya kurang tahu persis apakah seorang Roger Taylor ketika muda memanglah sosok yang lebay dan emosian. Namun kalau memang demikian, maka yap Hardy sukses sekali memerakan sosoknya.

Di sisi lain, Boynton sukses menampilkan sosok sahabat sekaligus mantan kekasih yang cukup kompleks. Tapi toh, memang Boynton jago banget bukan memerankan sosok wanita yang kompleks? Ingat karakter Raphina di Sing Street ?

Sumber: Capitol.co.nz

Sumber: Capitol.co.nz

Wah kalau penampilan seluruh aktornya keren banget seperti yang telah dikatakan, artinya film Bohemian Rhapsody memang keren dong? Hmm, bagaimana ya saya mengatakannya.  Film ini tidak buruk memang. Tapi di saat yang sama, kami tidak yakin akan bisa memuaskan seluruh audiens (terutama yang notabene fans berat Queen).

Hal ini dikarenakan pertama, film ini tidak menampilkan keakuratan tampilan sejarah yang ada. Sebagian besar memang akurat tapi sebagiannya lagi tidak. Salah satu contohnya yang mungkin kamu telah saksikan di cuplikan kip terbarunya, adalah ketika May (Gwilym Lee) yang memberikan alasan / latar belakang mengapa ia menciptakan “We Will Rock You” (1977).

Alasan yang ia kemukakan memang akurat. Karena faktanya Brian May real-life juga kerap mengemukakan alasan yang sama tersebut berkali-kali. Namun lokasi serta terutama tampilan fisik beberapa personil yang terlibat di adegan, tidaklah sesuai demgan keadaan fisik real-life mereka di tahun 1977.

Seperti yang kamu lihat di cuplikan videonya, Freddie ditampilkan berambut pendek dan berkumis. Padahal di tahun 1977, ia belum berpenampilan seperti yang ditampilkan di video klip tersebut. Lebih jelasnya silahkan kamu lihat saja kembali video klip lagu Queen top tersebut di YouTube.

Memang kalau dilihat masalah ini bisa dikatakan masalah “enteng”. Tapi bagi fanboy band ini, ketidakakuratan ini sangatlah berarti.

Sumber: Labzada Wallpaper

Sumber: Labzada Wallpaper

Selain ketidakakuratan sejarahnya, masalah lain yang agak mengganggu saya ketika menyaksikannya adalah film ini lebih seperti film Freddie Mercury daripada film Queen. Oke, saya tahu banget bahwa sosok seflamboyan Freddie, tidaklah bisa dipisahkan dari idnetitas band ini.

Tapi kalau kamu masih ingat, baik Taylor, May, maupun sutradara Bryan Singer (X-Men) sudah berkali-kali mengatakan kalau film ini adalah film mengenai Queen. Spesifiknya, film ini akan berfokus pada kisah perjalanan karir Queen dan bukannya berfokus pada perjalanan hidup Freddie.

Memang. Film ini beberapa adegannya memberikan porsi yang pas terhadap May, Taylor dan karakter lain. Tapi kalau mau membicarakan porsi sebagian besarnya, ironisnya Bohemian Rhapsody, justru menampilkan perjalanan Freddie dari yang awalnya hanya seorang fanboy band lama Taylor & May bernama Smile, hingga menjadi sosok flamboyant yang kita tahu hingga kini.

Saya sih tidak terlalu keberatan. Tapi, mengingat janji yang diberikan sebelumnya, bukankah ini artinya sama saja dengan ingkar janji?

bohemian rhapsody

Sumber: ultimateclassicrock

Untungnya beberapa kekurangan tersebut tertutupi dengan kemumpunian Singer dan sutradara pengganti, Dexter Fletcher (Eddie the Eagle) dalam memberikan arahan-arahan yang keren yang alhasil membuat kita serasa seperti berpartisipasi dalam perjalanan hidup Freddie.

Oh ya, jangan lupakan juga balutan naskah yang sama kerennya yang ditulis oleh Anthony McCarten (The Theory of Everything) yang sekali lagi membuat film ini terasa cukup mengasyikan untuk disaksikan.

Pada akhirnya, terlepas segala macam drama belakang layar gila-gilaaan yang menghiasi proses syuting filmnya, toh pada akhirnya Bohemian Rhapsody sukses memuaskan seluruh fans Queen. Bahkan even kita-kita yang bukan fan, setidaknya film ini masih menghibur.

Kesuksesan yang diraih Bohemian Rhapsody ini, sukses memberikan pelajaran bijak ke kita semua bahwa terlepas halangan sebesar apapun yang menghalangi, kalau tekad kita untuk merealisasikan yang kita inginkan benar-benar dalam nan total, percayalah semuanya akan terealisasikan baik secara cepat atau secara lambat.

So, bagi kamu yang hingga tulisan ini diturunkan masih belum menyaksikan, Well, apalagi yang kalian tunggu? Langsung saja bergegas ke teater kesayangan terdekat, Dijamin kamu akan mendapatkan Rock N’ Roll Experience yang memuaskan jiwa dan raga. EDOOOOO..!!!

Baca komik online di CIAYO Comics

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

00-d-comifuro-11

CIAYO Comics Akan Bawa Nuansa Jejepangan ke Comifuro 11

CIAYO Comics bakal boka booth yang Jejepangan abis di Comifuro 11. Bakal ada games, portfolio review, meet and greet, da.. more

Sumber: kingdom.wikia.com

Rekomendasi Manga Kolosal Untuk Mengisi Waktu Liburan

5 manga kolosal ini tak hanya menyajikan pertempuran epik dan besar, namun juga potongan sejarah yang penuh dengan wawas.. more

Konferensi pers World of Ghibli Jakarta. Photo by CIAYO Pictures

Q & A Studio Ghibli: Transfer Knowledge, Film Baru, Sampai Disney

Kami baru tahu kalau Toshio Suzuki ternyata savage juga. Buuurn!.. more

irena-d

Irena’s Shadow: Ketika Cerita Horor Bergabung Dengan Art Yang Cantik

Selama ini Arga tak terlalu ambil pusing dengan masa lalunya, sampai ia bertemu dengan Irena yang misterius. Ikuti kelan.. more

00-gotham-d

Apakah Jim Gordon Terancam Gantung Lencana Di Serial TV Gotham?

Gotham, seri yang menceritakan tentang polisi handal Jim Gordon ini malah jadi seperti "semi Batman"! Kok bisa?.. more