Bumblebee: Batu Loncatan Kecil Untuk Masa Depan Film Transformer

8 months ago
00-bumblebee-review

Mendengar Bumblebee dibuat film solonya, tentu membuat saya bersemangat. Tapi bersamaan dengan itu juga ada keresahan di diri saya bahwa film ini akan bernasib sama seperti film Transformer yang sudah-sudah. Yeah, tentu kalian semua juga tahu bahwa bertahun-tahun seri Transformer dibuat film layar lebarnya, semuanya berujung pada ledakan dasyat tapi dengan cerita yang lemah, dan terkadang juga sangat dipaksakan.

Keresahan saya itu membuat saya menonton film Bumblebee tanpa ekspektasi yang tinggi. Hingga mencapai akhir film, perasaan bahwa ini adalah film yang sangat luar biasa juga tidak bisa muncul di hati saya. Ini memang bukan film yang sangat luar biasa, akan tetapi beberapa poin penting membuat Bumblebee terasa seperti menghapus semua kekacauan  yang dulu dibuat Michael Bay pada seri Transformer.

Travis Knight saat syuting Bumblebee. Sumber: Collider

Travis Knight saat syuting Bumblebee. Sumber: Collider

Ketika akhirnya nama Travis Knight disebut sebagai sutradara yang akan menggarap film Bumblebee, yang terlintas di kepala saya hanyalah film animasi. Travis Knight memang sangat dekat dengan film animasi, sebut saja seperti Kubo and the Tow Strings atau Coraline yang punya detil luar biasa bagus dengan cerita sederhana tapi mengena di hati.

Lalu apakah Travis Knight mampu membawa Bumblebee menjadi cukup spesial padahal ini bisa dikatakan debut pertamanya sebagai sutradara untuk film selain film animasi?

Baca Juga: Sering Dihujat, Film Resident Evil dan Transformers Tetap Laris

Review Film Bumblebee

Bumblebee tampil berbeda dari versi Michael Bay. Sumber: IMdb

Bumblebee tampil berbeda dari versi Michael Bay. Sumber: IMdb

Bumblebee merupakan film dengan sekala spin-off, jadi beban ia harus lebih bagus dari seri Transformer versi Michael Bay jelas sedikit agak berkurang. Tapi bukan berarti film ini tak mau jadi lebih bagus.

Penulis skenario film ini, Christina Hodson melakukan pendekatan cerita yang sangat bagus. Protagonis bernama Charlie (diperankan oleh Hailee Steinfeld) jadi punya keluasan dalam menarik rasa simpati penonton dibandingkan Shia LaBeouf atau Mark Wahlberg yang tampil di film Tranformer sebelumnya. Sisi kemanusiaan yang berdampak besar pada emosi penonton itu tidak hanya berpusat pada kisah hidup Charlie, tapi juga menyentuh hingga kepada sosok Bumblebee itu sendiri.

Ini seperti dua sosok yang sedang berada dalam masalah, berjumpa dan mencari pemecah masalah mereka masing-masing dengan cara saling melengkapi. Bumblebee yang jauh dari rumah merasa terasingkan, sedangkan Charlie tenggelam dalam rasa berkabung yang membuat ia punya dinding kasat mata dengan orang-orang terdekatnya.

Jika karakter Charlie berhasil menampilkan ekspresi lewat mimik wajah, mungkin itu terdengar biasa. Tapi jika hal itu juga berlaku pada sebuah robot seperti Bumblebee, jelas ini menjadi nilai positif yang besar untuk menggali perasaan penonton. Baik itu lewat bahasa tubuh Bumblebee, , serta pada sisi terdalam; kerentanan sifat Bumblebee membuat ia terlihat punya hati yang rapuh.

Hailee Steinfeld sebagai Charlie. Sumber: Cnet

Hailee Steinfeld sebagai Charlie. Sumber: Cnet

Travis Knight punya kecenderungan dalam memerhatikan detil dari film yang ia buat. Setting tahun 80-an membuat Travis Knight harus membangkitkan kembali lagu-lagu populer pada masa itu yang akan mempengaruhi pertumbuhan seorang remaja seperti Charlie. Positifnya, ini bisa menjadi wahana pembangit nostalgia bagi penonton  yang pernah  hidup di era 80-an serta menjadi referensi bagus untuk para anak muda mengetahui bahwa lagu-lagu dulu masih bisa diterima kembali oleh generasi masa kini.

Detil jenis mobil juga sangat diperhatikan, hal ini berdampak pada desain para robot yang lebih sederhana dari apa yang Michael Bay buat. Kesederhanaan ini membuat detil-detil kecil jadi terlihat lebih jelas (terutama saat para robot bergerak dengan cepat). Bahkan saat Bumblebee berubah menjadi robot, bentuk dari jenis mobilnya masih sangat terasa khas. Seperti transformer versi komik memang melakukan hal demikian. Dan beberapa lelucon tampil cukup menghibur, membuat film tidak terasa terlalu serius.

Banyak adegan yang menyentuh dalam film kali ini. Sumber: Indiewire

Banyak adegan yang menyentuh dalam film kali ini. Sumber: Indiewire

Bumblebee mencoba tidak berpegang pada versi Transformer Michael Bay. bahkan kisahnya pun banyak membuang atau terkesan tidak terlalu peduli dengan apa yang sebelumnya pernah disampaikan. Dalam lima seri Transformer, beberapa sejarah para robot ini diceritakan cukup banyak, baik itu tentang kapan mereka pertama kali datang ke bumi, atau kapan kontak manusia dengan para robot dimulai? Bumblebee coba berpegang pada elemen-elemen yang memang mendukung kisah barunya dengan membuang sisa masa lalu kisah di zaman purba.

Untuk kemunculan jenis robot, Bumblebee menyempitkan jumlah dengan memfokuskan kisah pada beberapa robot saja. Ini penting sebab dengan begini semuanya jadi lebih fokus. Tapi bukan berarti beberapa robot penting tidak pernah diperlihatkan. Contoh sederhana, desain Optimus Prime beberapa kali muncul dengan tampilan baru. bahkan dunia para robot, perang antara Autobot dan Decepticon juga diperlihatkan dengan tingkat detil yang sangat bagus. Saat melihat itu, saya jadi berharap, semoga saja nanti Travis Knight akan kembali menggarap film Transformer dan membawanya ke level yang lebih besar lagi.

John Cena tetap jadi dirinya sendiri. Sumber: IMdb

John Cena tetap jadi dirinya sendiri. Sumber: IMdb

Dari sekian banyak elemen yang dimiliki Bumblebee yang membuat saya cukup terganggu hanyalah akting John Cena sebagai Agent Burns. Saya beberapa kali menonton film John Cena dan sejauh ini tidak ada kemajuan signifikan yang ia tampilkan dari segi perkembangan karakter. Saya menyebut ini dengan istilah; Jhon Cena tidak sedang berakting, tapi ia sedang menjadi dirinya sendiri.

Kesimpulan

Bumblebee punya banyak elemen baru yang lebih bagus dari semua film Transformer garapan Michael Bay. Cerita yang lebih menyentuh walau sederhana. Kedalaman emosi yang lebih kentara menjadi nilai positif. Namun film ini bergerak dengan cerita yang agak lambat, sehingga bagi penonton yang haus adegan aksi akan merasa cukup bosan. Tapi inilah cara Bumblebee membangun ceritanya.

Sekala bahwa ini adalah film spin-off sangat terasa. Tidak mengebu-gebu, tidak terlalu megah, hanya fokus pada Bumblebee dan rekan manusianya, Charlie. Dan saya rasa ini merupakan sebuah batu loncatan kecil seri Transformer ke depannya untuk menjadi lebih baik.

Kembali ke akar, dengan mengambil hal-hal penting dari versi komiknya adalah jalan paling bijak yang bisa dilakukan. Senang rasanya bisa melihat film Transformer punya cerita yang lebih masuk akal dan rapi. Mungkin, hal ini juga bisa menjadi renungan bagi Michael Bay untuk mengurangi penggunaan bahan peledak dan memerhatikan bahwa sebuah film butuh cerita bagus dan plot yang jelas.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Kerja keras vs bakat

Kerja Keras vs Bakat, Siapa yang akan Menang?

Kalau mendengar kata Kerja keras vs bakat, mungkin yang akan terlintas di pikiran adalah tokoh Uzumaki Naruto dengan Uch.. more

(from : studiomdhr.com)

Kisah Sedih di Balik Kesuksesan Game Cuphead

Cuphead adalah permainan aksi lari dan penggunaan senjata pistol klasik yang sangat fokus pada pertempuran mengalahkan p.. more

00-d-april-mop-2018

Kecele? Ini 7 April Mop 2018 Yang Paling Menarik!

Setiap tahunnya ada saja lelucon April Mop yang lucu dan kreatif. Ini dia 7 April Mop 2018 yang segar dan menarik... more

star wars resistance d

Star Wars Resistance: Serial Animasi Baru Star Wars

Diumumkan tidak lama setelah serial Star Wars Rebels berakhir, saat ini Star Wars Resistance baru atau sedang dalam pros.. more

BEKRAF Game Prime 2019 Segera Hadir!

BEKRAF Game Prime 2019 bakal digelar selama tiga hari, Business Day pada tanggal 12 Juli 2019 dan Public Day pada 13 dan.. more