Cargo, Menarik Di Atas Kertas Dengan Ide Unik Untuk Sebuah Film Zombie

5 months ago

Mungkin akan banyak orang salah kaprah terhadap film Cargo. Terutama untuk orang-orang yang suka film bertema zombie dan berharap film ini menakut-nakuti, sadis berdarah-darah, apalagi sampai seperti Resident Evil. Buang jauh-jauh angan tentang film semacam itu sebab Cargo lebih menitikberatkan cerita pada keadaan pisikologi karakter dibandingkan hal-hal yang sudah biasa ada di film zombie.

Menemukan sebuah ide baru untuk film bertema zombie memang bukanlah hal yang mudah. Namun Ben Howling dan Yolanda Ramke selaku sutradara berhasil menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.

Cargo lahir dari sebuah film pendek berjudul sama dengna durasi tujuh menit yang dibuat oleh Ben Howling dan Yolanda pada tahun 2013. Film pendek yang menjadi sangat viral ini akhirnya dibuat versi panjangnya di bawah naungan Netflix.

Yolanda dan Ben Howling selaku sutradara. (sumber: http://www.zimbio.com)

Secara garis besar Cargo punya satu misi yang cukup jelas namun dilalui dengan banyak hal yang tidak menentu. Martin Freeman sebelumnya di film Black Panther selalu berhasil menjadi sumber tawa bagi penonton tampil penuh empatik di film ini sebagai karakter Andy. Martin Freeman sukses memberikan sentuhan rapuhnya seorang laki-laki ramah yang tidak ingin menyerah dari keadaan. Walau dibeberapa bagian intensitas Martin Freeman agak menurun sehingga terlihat cukup lemah.

Cargo punya setting cerita luas, yaitu wilayah Australia yang tentu tidak punya ampun. Diawali dengan kisah Andy yang hidup di Outback (semacam rumah kapal) bersama istrinya Kay (Susie Porter), dan bayi mereka bernama Rosie. Tidak dijelaskan sejak kapan dunia dikuasai zombie dan pertanyaan tentang hal itu belakangan ini memang tidak lagi begitu penting untuk sebuah film zombie.

Saat-saat dramatis ketika Andy harus memulai perjalanan. (sumber: www.hollywoodreporter.com)

Pada intinya kita semua tahu bahwa Andy dan keluarganya ingin menemukan tempat nyaman yang aman semacam pangkalan militer untuk berlindung. Namun semua keinginan itu tidak mudah dan berjalan semakin sulit ketika mereka terpaksa harus turun ke darat demi memotong estemasi waktu disebabkan Kay terinfeksi virus zombie.

Di atas kertas Cargo jelas punya banyak hal mendebarkan yang bisa membuat orang-orang tidak berhenti untuk membacanya, namun di dalam film, Cargo berkali-kali meruntuhkan ketegangan itu sehingga beberapa adegan tidak benar-benar mencapai klimaks yang tepat. Kealamian watak Martin Freeman jelas menjadi poin nomor satu yang membuat kisah dalam Cargo patut diikuti. Lagi pula Cargo punya banyak hal yang bagus untuk berbagai pesan moral.

Berlari bersama waktu terdengar sangat mendebarkan bukan. Waktu 48 jam yang dimiliki Andy untuk mencari tempat aman bagi anaknya bergerak dengan berbagai macam konflik yang terasa dibagi dalam berbagai episodik.

Australia yang gersang, luas, dan kejam. (sumber: www.horrorfuel.com)

Interperetasi baru tentang mitos zombie yang suka mengubur kepala ke dalam tanah terasa sangat unik sekaligus menarik secara harfiah. Penjelasan singkat tentang kelakuan zombie itu hadir lewat dialog singkat soal hibernasi.

Kehadiran karakter Vic (Anthony Hayes) sebagai seorang mantan tentara memperkaya karakter. Perwatakkannya yang keras dan memiliki niat mengeksploitasi para zombie untuk keuntungan finensial, tampil cukup bagus dan menjanjikan.

Kritik tentang eksploitasi Australia terhadap masyarakat Aborigin muncul menjadi pesan yang baik. Dan hadirnya karakter Thoomi (Somone Landers), bocah perempuan keturunan Aborigin yang hidup mandiri bersama seorang zombie memberikan episode mengharukan yang pada akhirnya saling terkait dengan Andy.

Thoomi bersama Rosie dan suku Aborigin (sumber: http://horrorfreaknews.com)

Thoomi hidup dalam sebuah kisah leluhur yang percaya tentang cara penyembuhan dan manusia sakti. Oleh sebab itu ia masih terus menjaga ayahnya walau pun ayahnya sudah menjadi zombie. Keinginan terus menjaga sang ayah hingga ia menemuka seseorang yang ia percayai bisa menyembuhkan ayahnya.

Memanjangkan sebuah film berdurasi tujuh menit memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika beberapa konflik harus ditambahkan agar kisah tidak menjadi menjemukan untuk diikuti. Cargo terus berusaha menghadirkan konflik-konflik kecil dengan menu utamanya; penyelamatan Rosie untuk menemukan tempat yang lebih baik. Namun walau pun beberapa konflik sudah dimasukkan, tetap saja rentang kekosongan sering kali terasa sehingga fakta bahwa film ini sengaja dipanjang-panjangnya begitu sangat terasa.

Ketika Andy mulai putus asa (Sumber: www.dailydead.com)

Saya rasa Cargo punya ambisi yang cukup besar untuk terus menghadirkan hal-hal tidak terduga serta baru di beberapa bagiannya. Walau berkali-kali juga Cargo terasa penuh keputus asaan dengan banyak lubang menganga yang dimilikinya.

Tapi anggap saja semua itu merupakan pesan bahwa tak ada hal yang benar-benar sempurna di dunia ini, terutama jika dunia diserang virus zombie, saya yakin kalian semua akan terpaksa membunuh orang lain agar kalian juga bisa mendapatkan kehidupan. Dunia ingin selalu menjadi tentram walau manusia tanpa sadar menyadari bahwa mereka adalah makhluk yang super kejam.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sabrina – Chapter 12: Dari Mana Sifat Serakah Manusia Berasal?

Sabrina mengulet, membuka matanya, sambil masih belum sadar benar. Perjalanan yang tidak terlalu lama tadi tetap bisa me.. more

maghfirare

Adelia Maghfira : Berkarya dengan Tujuan ‘Berkarya’, Bukan untuk Nyari Uang

Bro sis suka baca komik strip di Instagram ? Pastinya udah tau akun Instagram-nya Maghfirare, kan. .. more

00 d anime badminton

Sambut Hanebado, Anime Badminton Pertama Di Dunia!

Akhirnya ada anime bulutangkis! Liden Films akan memproduksi Hanebado, anime badminton adaptasi dari manga karya Hamada .. more

Nickelodeon. Sumber: idwgames

Yuk, Nostalgia Bareng Film Kartun Nickelodeon ini!

Mari kembali mengingat berbagai film kartun Nickelodeon yang pernah menghiasi layar kaca Indonesia ini dari pagi hingga .. more

Dari kiri ke kanan: Herrad (Editor-in-Chief CIAYO Comics), Beny (Head of Comic at CIAYO Comics), Iskandar Salim (Komik Faktap), Borton Liew (Founder & CEO CIAYO Corp)

Komik Faktap dan Perbincangan Seru di Kantor CIAYO Comics

Iskandar Salim, sang mastermind di balik fenomena digital ‘@Komikfaktap’ menyempatkan diri buat bertamu dan bermain-.. more