The Cloverfield Paradox: Tidak Semua yang Mengejutkan Itu Baik

1 year ago
Sumber: www.comingsoon.net

Judul “Cloverfield” tentu menjadi gaya tarik yang sangat besar bagi sebagian orang yang sudah menonton film “10 Clovergield Lane” (2016). Film yang dulunya lebih menitikberatkan cerita ke arah horor dan misteri ini, sukses memberikan ketegangan baik dari segi cerita, misteri, dan adegan yang mendebarkan.

Tahun ini, “Cloverfield” muncul dengan judul “The Cloverfield Paradox” yang “sedikit” agak memaksa para penikmat film layar lebar untuk duduk di rumah dan menyalakan tv. Yap, film ini dirilis di saluran tv streaming, Netflix. Perilisan perdana trailer “The Cloverfield Paradox” yang penuh dengan adegan ledakan, teriakan, di sebuah stasiun luar angkasa, menciptakan tanda tanya besar. Di bawa ke mana film ini? Misteri seperti apa yang akan muncul? Dan apa hubungannya dengan film pendahulunya “10 Clovergield Lane”?

Sumber: www.thrillist.com

Sumber: www.thrillist.com

Untuk menjawab semua pertanyaan itu, penulis akan mengupas sedikit demi sedikit bagian dari “The Cloverfield Paradox”. Film ini ternyata benar-benar menciptakan paradox besar dari sebuah film horor misteri ke arah sci-fi yang rancu.

Seperti yang J.J. Abrams selaku produser untuk franchise “Cloverfield” pernah sampaikan, bahwa sekuel dari film ini bisa jadi masuk ke dalam genre apa saja, sebab potensi cerita yang luas memungkinkannya memasuki dunia-dunia tidak terduga yang tidak akan habis untuk di jelajahi.

Sumber: www.inverse.com

Sumber: www.inverse.com

Becerita tentang sekelompok ilmuan internasional yang dikirim ke luar angkasa untuk memanfaatkan sebuah partikel yang bisa memberikan energi tidak terbatas ke Bumi, selama hampir 700 hari.

Secara garis besar film ini mencoba untuk bisa berdiri sendiri dan memfokuskan cerita pada apa yang terjadi di stasiun luar angkasa serta perjalanan para ilmuan itu. Jika tadi muncul pertanyaan apakah cerita ini masih berhubungan dengan “10 Clovergield Lane”? Jawabnya, memang berhubungan tapi tidak secara dalam.

Misteri yang terlampau bagus dalam “10 Clovergield Lane” menjadikan “The Cloverfield Paradox” terasa kurang maksimal. Ini bukan kali pertamanya sekuel sebuah film gagal menyaiki film pendahulunya.

Sumber: www.inverse.com

Sumber: www.inverse.com

Saat menonton film ini, pasti akan banyak orang yang teringat dengan film lain yang saat ini juga sudah membosankan untuk ditonton. Contohnya saja “Final Destination”, cerita yang hanya menitikberatkan malapetaka sebagai suguhan tanpa peduli dengan misteri besar yang sebenarnya akan menyenangkan jika digali lebih dalam atau diberikan jawaban yang konkrit.

Jika “10 Clovergield Lane” memiliki misteri yang sangat besar hingga diakhir film, maka “The Cloverfield Paradox” sama sekali tidak memiliki hal itu dengan baik. Mungkin ini karena genre sci-fi tentang alien yang terlalu banyak dibuat film. Sehingga formula penceritaan yang digunakan oleh “The Cloverfield Paradox” terasa sangat biasa dan malah sangat mudah ditebak.

Sumber: www.highdefdigest.com

Sumber: www.highdefdigest.com

Kesalahan berikutnya yang membuat “The Cloverfield Paradox” menjadi semakin lemah adalah penentuan setting yang tidak konsisten. Seharusnya Julius Onah selaku sutradara menyadari apa yang dilakukan oleh  Dan Trachtenberg dalam “10 Clovergield Lane” untuk masalah setting. Dan Trachtenberg hanya menjadikan sebuah rumah sebagai setting terbatas yang dipenuhi oleh banyak misteri, sedangkan Julius Onah malah membawa “The Cloverfield Paradox” dari stasiun luar angkasa yang menjadi masalah utama ke bumi dengan banyak adegan tidak perlu. Akhirnya film ini memberikan kesan tidak konsisten.

Namun dari sekian banyak kekurangan yang dimiliki film ini, “The Cloverfield Paradox” tentu saja masih memiliki hal-hal yang menyenangkan untuk dilihat. Ide paradox yang terjadi di luar angkasa, tentang keretakan dimensi yang membuat beberapa dimensi berbeda seolah”terjebak” dalam ruang dan waktu yang sama, menjadikan sebuah ide baru menyegarkan.

Sumber: thisguywrites.com

Sumber: thisguywrites.com

Hal lain yang membuat film ini sedikit lebih baik adalah adegan mendebarkan mulai dari ledakan, kesadisan, serta tata pengambilan gambar yang sangat sinematis. Dan yang paling penting adalah benang merah yang coba dirajut “The Cloverfield Paradox” dengan film pertama dan keduanya, untuk menguatkan bahwa film ini memang memiliki identitas mitos “Cloverfield”.

Entah mau dibawa kemana franchise “Cloverfield” selanjutnya. Sebagai salah satu penggemar franchise ini penulis berharap kedepannya ini bisa kembali pada nuansa horror misteri yang kental dan tidak tertebak.

Video: https://www.youtube.com/watch?v=mqRl4kxkd0A

Apa kalian sudah menonton film ini? Atau kalian juga penggemar franchise-nya? Bagaimana pendapat kalian tentang film ini? Jangan lupa untuk menuliskannya di kolom komentar.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Joged Bumbung, Warisan Budaya yang Dicap Negatif. Mengapa Bisa Demikian?

Pernah dengar Joged Bumbung? Mengapa orang tua yang seharusnya mengawasi anak-anaknya, malah membiarkan anaknya ikut men.. more

Sumber gambar: steemit.com

Tak Hanya PUBG dan Fortnite – Game Berikut Juga Cocok untuk Mode Battle Royale Death Match

Saat ini di kalangan PC gamers sedang trending game berbasis “Battle Royale Death Match”. Battle Royale? Seperti apa.. more

Komik Patah Hati, CIAYO Comics

Patah Hati Ternyata Bisa Dinikmati Loh!

Sesuai dengan judulnya, Komik Patah Hati aka KPH, merupakan komik dengan kumpulan cerita seputar patah hati. Meski banya.. more

Benarkah The Simpsons Mampu Meramal Masa Depan?

Selama 29 musim, The Simpsons acap kali "memprediksi" kejadian fenomenal di masa depan, seperti pelantikan presiden Dona.. more

00-ultra-space-battle-brawl

Ultra Space Battle Brawl Jadi Salah Satu Game Indonesia Pertama Yang Hadir di Switch

Toge Productions merilis game Mojiken Studio berjudul Ultra Space Battle Brawl yang sekarang bisa dibeli untuk Nintendo .. more