COCO: “You Won This Round, Disney!” [NO SPOILERS]

8 months ago

Berlatar belakang Meksiko, COCO merupakan film terbaru Disney dan Pixar Animation yang menceritakan mengenai kehidupan afterlife di hari perayaan Dia De Los Muertos atau Day of the Dead.

Sebelumnya mari kita ketahui dulu mengenai Dia De Los Muertos. Tradisi ini berasal dari Meksiko dan juga turut dirayakan di beberapa negara Amerika Selatan. Tradisi ini dirayakan dengan cara mendatangi makam-makam leluhur atau keluarga yang telah meninggal. Tak lupa, sambil membawa sesajen dan makanan kesukaan almarhum/almarhumah semasa hidup. Mereka meyakini bahwa pada saat itulah, keluarga yang meninggal akan datang kembali mengunjungi orang-orang yang mereka cintai dan memakan sesajen tersebut.

Bedanya, perayaan kematian ini tidak dirayakan dengan suasana seram atau sedih, justru sebaliknya. Orang Meksiko menganggap ini merupakan momen bahagia. Masing-masing rumah keluarga Meksiko juga menyediakan altar yang berisikan foto-foto keluarga yang telah meninggal, lilin, makanan kesukaan, marigold (bunga kematian), dan gula berbentuk tengkorak (sugar skull).

Sumber: US weekly

Sumber: US weekly

COCO merupakan film animasi genre musical-fantasy yang di-produce oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Film ini menceritakan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Miguel. Kecintaannya terhadap musik mentah-mentah dihalangi oleh keluarganya. Mereka menentang habis-habisan keinginan Miguel untuk menjadi musisi. Hal ini dikarenakan keluraga besar mereka yang mempunyai trauma akan musik. (Penasaran mengapa keluarganya sangat menentang Miguel bermain musik? Hihi)

Sumber: Film Racket

Sumber: Film Racket

Singkat cerita, setelah mencuri gitar dari penyanyi almarhum Ernesto de la Cruz, Miguel tidak sengaja dapat berjalan memasuki kehidupan afterlife tepat di hari Dia De Los Muertos. Ia pun berjalan memasuki Land of the Dead dan bertemu dengan para almarhum keluarga. Mereka ingin mengirim Miguel kembali ke dunia nyata, namun dengan catatan, ia tidak boleh bermain musik lagi. Miguel pun menolaknya.

Sumber: bustle

Sumber: bustle

Ditemani oleh musik yang indah, visual yang mencengangkan, warna-warna indah, serta pernak-pernik kebudayaan dan tradisi Meksiko, kita akan menyaksikan perjalanan Miguel bertemu dengan kakek buyutnya dan menemukan kebenaran.

Sumber: Pixar Wikia

Sumber: Pixar Wikia

Film animasi ini berhasil mendapatkan banyak review positif dari berbagai kritikus film. Rating yang diberikan untuk film COCO juga bombastis dengan animasi yang menakjubkan, performa pengisi suaranya yang on point, original soundtrack yang keren, serta cerita yang mengena and memorable!

Rating film COCO di Rotten Tomatoes! Sumber: Rotten Tomatoes

Rating film COCO di Rotten Tomatoes! 4.7 dari 5. Sumber: Rotten Tomatoes

Pemutaran perdana film COCO dilakukan pada pertengahan Oktober di kota Meksiko yang tak lain merupakan latar belakang budaya dari film ini. Dan hasilnya menakjubkan! COCO berhasil meraup lebih dari 48 juta dollar dan saat ini menjadi film terlaris di sepanjang sejarah industri film Meksiko.

OST COCO juara! Sumber: Slash Film

OST COCO juara! Sumber: Slash Film

Meski mengangkat budaya dan tradisi Meksiko, film ini sama sekali tidak terlihat asing dan awkward di mata para penonton negara lain. Jason Katz selaku pembuat cerita pun mengungkapkan, bahwa mereka hanya ingin membuat cerita yang pantas ditonton oleh seluruh dunia. “Seeing this reaction from Mexico, weeks before anybody in the United States saw it, (was) beyond what we could hope for! To hear them laugh and cry and the right places, dan gasp when we want them to. The GASP-it was amazing!” kata Jason Katz.

Perkenalkan, keluarga Miguel. Sumber: HDQ Walls

Perkenalkan, keluarga Miguel. Sumber: HDQ Walls

Tak hanya sampai di situ saja, pemutaran film ini di Amerika sejak 22 November juga menghasilkan 155 juta dollar dan otomatis menggeser pendapatan Justice League serta Thor Ragnarok! WOW!

Must-watch movie of the year! Sumber: Hey You Guys

Must-watch movie of the year! Sumber: Hey You Guys

Nah, setelah melihat berbagai review postif di atas, bro sis masih ragu untuk nonton? Oiya, sebelum film COCO dimulai, kita akan disuguhkan film pendek Frozen yang membahas mengenai petualangan Olaf. Sebelumnya saya sempat bingung dan menebak-nebak, mungkin film COCO berhubungan dengan kisah Elsa dan Anna di Frozen? Namun ternyata tidak (yaiyalah, tema dan pilihan warna film aja sangat berbeda *plak).

Sedikit pertualangan Olaf di awal film. Cukup Menghibur. Sumber: Youtube

Sedikit petualangan Olaf di awal film. Cukup Menghibur. Sumber: Youtube

Anyway, this movie is A.W.E.S.O.M.E! COCO sangat layak ditonton di layar lebar bioskop, karena detail animasi dan pilihan warna film ini (terutama adegan-adegan di land of the dead) sangat memanjakan mata. Gak nyesel deh!

“The director’s hope is that “Coco” inspires audiences to tell “their own family stories, and live in the memories of all the people we love.”

Berikut trailernya:

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Cosplayer ini Berpenghasilan Miliyaran Hanya Dalam Sekali Tampil

Di Jepang, terdapat seorang cosplayer yang berpendapatan hingga miliaran rupiah dalam sekali event loh. Cosplayer peremp.. more

Sumber: myanimelist.net

Selebriti-Selebriti Hollywood Ini Ternyata Penggemar Anime Loh!

Begitu pula dengan anime. Ada beberapa selebritas yang menyukai anime. Bukan hanya sekadar suka lho. Selebritas ini bena.. more

Kontrol Analog Vainglory Ternyata Nggak Sekedar Niru Mobile Legends dan AoV!

Setelah Mobile Legends dan Arena of Valor, sekarang giliran Vainglory yang dapat panggilan beken "MOBA kok analog?".. more

Sumber: allkpop.com

Pernikahan Big Bang Taeyang dan Min Hyo Rin Serta Percintaan Selebriti Korea yang Mulai Berani

Sebenarnya sudah ada banyak sekali couple selebriti dan idol Korea yang berani untuk mempublikasikan hubungan mereka dan.. more

Sumber gambar: sonicstadium.org

Denuvo: Pelindung Game PC Dari Pembajakan Yang Selalu Kalah Melawan Cracker

Sampai kemudian sebuah program ‘anti piracy’ bernama Denuvo muncul... more