Comiket Japan: Event Manga Kecil-Kecilan Yang Kini Berubah Jadi Besar-Besaran

1 month ago
00-d-comiket

Belakangan ini berita soal manga Jepang sedang di dominasi pemberitaan “Comiket / Comic Market” yang sedang digelar disana.

Untuk fans komik dojin serta cosplay, event Comiket Jepang tentu sudah tidak perlu diperkenalkan lagi dan selalu ditunggu-tunggu. Biasa digelar dua kali dalam setahun di musim panas dan dingin, NatsuComi di Agustus dan FuyuComi di Desember, Comiket adalah sebuah event independen penting untuk mereka para circle komikus non major label untuk memperkenalkan produk kepada publik dan berharap eksposure; yang bisa mengangkat karya mereka ke level yang lebih tinggi lagi.

Karena memang banyak mangaka major label lahir dari event ini. Contohnya CLAMP, yang kondang di seluruh dunia dengan karya mereka seperti “Cardcaptor Sakura” atau “xxxHOLiC”. Juga Toboso Yana; yang menciptakan IP “Kuroshitsuji”. Atau pengarang manga gokil “Azumanga Daioh”, Azuma Kiyohiko. Mereka semua memulai karir pro dari event Comiket.

Baca Juga: Trend Doujin Ero Dari Manga Yang Bukan Ero

Tapi tahukah kamu kalau Comiket awalnya merupakan sebuah event ‘tandingan’ ?

Comiket Bukan Event Komik Pertama di Jepang

Antrian panjang untuk memasuki venue Comiket 90. Sumber gambar: Mantan-Web

Antrian panjang untuk memasuki venue Comiket 90. Sumber: Mantan-Web

Di era 70an dulu para penggemar manga ngumpulnya di event yang bernama “Nihon SF Taikai”.

SF disini diartikan sebagai ‘Science Fiction’ alias Fiksi Ilmiah, karena memang event ini berupa convention manga dan anime fiksi ilmiah yang mulai booming pada masa itu (misalnya karya-karya dari Go Nagai). Event ini bersifat professional dengan kehadiran major label serta bintang tamu yang populer di masa itu, namun disediakan sudut untuk kelompok kecil fans manga yang bukan berasal dari label besar (alias mangaka dojinshi) agar mereka dapat ikut memeriahkan event Nihon Taikai.

Baca Juga: Go Nagai: Mangaka Senior yang Mempopulerkan Genre Ecchi dan Super Robot

Seiring waktu, para circle mangaka doujinshi ini ingin lebih diperhatikan. Ingin menjadi daya tarik utama acara. Sehingga lama kelamaan menimbulkan konflik antara mereka dengan penyelenggara event. Hingga puncaknya kelompok circle dojinshi mahasiswa Universitas Meiji yang vokal akan kondisi tersebut, Meikyu, memutuskan untuk membuat event tandingan sendiri.

Mereka menciptakan event yang lebih bebas, merdeka dari kepentingan dan aturan major label. Itu terjadi di tahun 1975 dan dimotori oleh sosok yang juga kelak dikenal sebagai Co-Founder “Comiket” : Yoshihiro Yonezawa.

Jatuh Bangun Comiket

Ilustrasi Yonezawa-sensei. Sumber gambar: Manga.Org

Ilustrasi Yonezawa-sensei. Sumber: Manga.Org

Saat pertama kali digelar, Comiket belumlah sebesar seperti hari ini.

Saat itu Nihon Taikai masih menjadi barometer penting ‘event otaku’ sehingga Comiket masih disepelekan eksistensinya. Itu terlihat dari jumlah peserta yang hanya 32 circle mangaka dojin atau sekitar 700 orang partisipan. Tapi sepertinya hal ini tidak menghentikan perkembangan event bernama awal “Comic Market” ini di kalangan circle mangaka di Jepang. Karena semakin tahun ternyata semakin banyak saja jumlah pengunjung serta peserta yang meramaikan event ini.

Baca Juga : “Comiket 92”, Ajang Bertemunya Para Cosplayer Jepang

Di tahun 1996 jumlah partisipan di event yang biasa berlangsung di Tokyo ini melonjak menjadi 20.000 circle. Karena jumlahnya semakin membludak maka sejak Agustus 1999 diberlakukan batasan peserta menjadi 35.000 circle saja yang bisa berpartisipasi. Peserta harus mengikuti undian untuk menjadi satu dari 35.000 tadi berhubung luas area event yang selalu kepenuhan sehingga mengganggu kenyamanan.

Kepadatan venue Comiket 88 tahun 2015. Sumber gambar: GoodEReader

Kepadatan venue Comiket 88 tahun 2015. Sumber: GoodEReader

Comiket di Jepang juga menjadi inspirasi negara lain pula untuk mengadakan event serupa.

Walau tidak persis sama namun event berkumpul antara mangaka independen (dan belakangan juga diikuti oleh cosplayer) dengan fans juga diadakan di negara-negara lain. Seperti misalnya di Amerika Serikat dengan “San Diego Comic Con” mereka. Bedanya mungkin di model acara; San Diego Comic Con lebih professional seperti halnya Nihon Manga Taikai. Nama-nama besar seperti Marvel atau DC Comics merupakan peserta reguler disini.

Berbeda dengan Comiket; dimana dominatornya adalah circle mangaka dojin independen non label dan self-published. Tidak diatur oleh major label. Semuanya dilakukan secara mandiri.

Lebih di dominasi major label. Sumber gambar: 10News

Lebih di dominasi major label. Sumber: 10News

Comiket Versi Indonesia

“Comiket” bercitarasa lokal. Sumber gambar: Comifuro.Net

“Comiket” bercitarasa lokal. Sumber: Comifuro

Di Indonesia bagaimana?

Konsep Comiket tentu saja memiliki versi Indonesia-nya disini. Berlandaskan semangat mengembangkan industri kreatif nasional, acara serupa juga digelar di Jakarta, Indonesia dengan nama “Comic Frontier”. Atau disingkat dengan sebutan “Comifuro”.

Mulai digagas dan dilakukan sejak 2012, secara perlahan Comifuro mulai menancapkan pengaruh di kalangan circle mangaka dojin Indonesia sebagai sarana dan lokasi untuk menjual serta mem-publish karya-karya mereka secara independen untuk pasar lokal dan nasional Indonesia.

Baca Juga: Comic Frontier, Comiket Ala Indonesia

Comifuro 11 akan diadakan bulan Agustus ini. Sumber: Comifuro

Comifuro 11 akan diadakan bulan Agustus ini. Sumber: Comifuro

Dan sebagai pemain berpengaruh di era komik digital Indonesia saat ini, CIAYO Comics tentu juga akan hadir dan meramaikan Comifuro 11 yang diadakan di Balai Kartini Jakarta Selatan selama dua hari (18 & 19 Agustus 2018).

Di Comifuro 11, fans komik-komik CIAYO Comics dapat melihat-lihat booth CIAYO Comics dan berinteraksi langsung tentunya. Akan ada beragam hal menarik menanti di booth CIAYO Comics Comifuro 11. Jadi pastikan kamu datang dan menyapa CIAYO Comics ya!

Baca Juga: Meriahnya Comic Frontier X Bersama CIAYO Comics

04-comic-frontier-x

Sumber: CIAYO Pictures

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Pembicara Hebat di BEKRAF Game Prime 2018

Tak hanya menghadirkan berbagai macam game, BEKRAF Game Prime juga bakal membawakan berbagai panel dengan pembicara prof.. more

Devil May Cry HD Collection. Sumber gambar: twitter.com/devilmaycry 

Bukan Devil May Cry 5, Capcom Malah Merilis Ulang Devil May Cry HD Collection

Sebagai game action, DmC boleh lah… Tapi sebagai bagian saga Devil May Cry? Ugh… Sorry, men. It sucks... more

CIAYO Blog

PENGUMUMAN: Pemenang CIAYO Short Story Challenge!

Gak kerasa sudah 4 bulan berlalu semenjak pengumuman CIAYO Short Story Challenge diadakan. Sampai batas waktu yang ada, .. more

Sumber: Youtuber

Mengenal Catherine: Game Puzzle Dengan Cita Rasa Dewasa

Jarang ada game puzzle dengan gebrakan gameplay ataupun visual yang membedakannya dari game puzzle lain. Disinilah game .. more

James & Martha. Sumber: CIAYO Comics

Top 10 Komik Romance di CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2

Apa saja komik romance CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2 yang populer saat ini? Ini dia 10 komiknya yang terbaik... more