Pantaskah Serial Horor Conjuring Dibuat Cinematic Universe-nya?

6 months ago
00-d-conjuring

Ketika pertama kali menyaksikan The Conjuring (2013), tak pernah terbesit sama sekali di benak kita bahwa film horor yang pada dasarnya mengisahkan kasus paranormal yang ditangani oleh duo suami istri, Ed & Lorraine Warren (Patrick Wilson & Vera Farmiga), bakalan sukses gila-gilaan.

Memikirkan hal tersebut saja, kala itu kita tidak kepikiran. Apalagi sampai harus kepikiran kalau franchise film ini ke depannya, bakalan berkembang lebih pesat hingga menjadi rangkaian dunia sinematik AKA cinematic universe seperti sekarang. Tapi ya kenyataannya, The Conjuring sukses mencapai keduanya bukan?

Dan kini, kesuksesan The Conjuring dengan dunia sinematiknya, bisa disejajarkan dengan kesuksesan yang telah diraih oleh Marvel Cinematic Universe (MCU) dan DC Extended Universe (DCEU).

Memang, mungkin sebagai fans horor atau fans film secara general, kita senang banget dengan adanya keterkaitan sinematik unik nan menarik antara Valak dan Annabelle ini. Tapi kalau kita pikir dan telaah lagi secara mendalam, apakah memang merupakan keputusan yang tepat untuk memberikan perlakuan sharing universe ke franchise horor hit ini?

Patrick Wilson dan Vera Farmiga sebagai Ed & Lorraine Warren (sumber: The Telegraph)

Patrick Wilson dan Vera Farmiga sebagai Ed & Lorraine Warren (sumber: The Telegraph)

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bahas ulang terkait terbentuknya The Conjuring-verse ini. Sebenarnya kalau bro sis pernah membaca-baca artikel 1-2 tahun lalu, sutradara sekaligus figur terkenal dari franchise ini, James Wan, berkali-kali mengatakan bahwa ketika dirinya menangani film The Conjuring pertama, Wan dan Warner Bros gak pernah meniatkan bahwa film ini nantinya akan menjadi sebuah dunia sinematik yang kompleks dan besar.

Namun dikarenakan kepopuleran masiv yang didapatkan oleh boneka setan, Annabelle di film The Conjuring, alhasil Wan dan studio pun berinisiatif untuk menceritakan kisah latar dari boneka yang tampang seramnya merupakan hasil modifikasi tersebut melalui film spin-off pertama, Annabelle (2014) serta film spin-off kedua yang juga sekaligus prekuel Annabelle, Annabelle: Creation (2017).

Hal yang sama juga terjadi ketika karakter biarawati setan, Valak (Bonnie Aarons), mencuri perhatian habis-habisan di The Conjuring 2 (2016) yang akhirnya membuat mereka berinisiaif untuk menceritakan asal-usulnya di film spin-off ketiga dari Conjuring-verse, The Nun yang menurut rencana, akan dirilis pada tanggal 7 September 2018 mendatang.

Oh ya, jangan lupakan juga dengan sosok monster legenda cerita anak, The Crooked Man yang juga lumayan disorot di sekuel Conjuring tersebut yang pada akhirnya juga, membuat Wan cs berinisiatif untuk membuatkan film spin-off mengenai dirinya.

The Conjuring 2 (sumber: Variety)

The Conjuring 2 (sumber: Variety)

Berdasarkan fakta tersebut, maka bisa dikatakan disini bahwa rangkaian dunia sinematik The Conjuring, tercipta (atau mungkin lebih tepatnya, diciptakan) oleh kita sendiri sebagai fans dan audiens.

Dengan kata lainnya lagi, apabila kita-kita tidak membicarakan karakter-karakter nyeremin ikonik tersebut, bisa sangat dipastikan Wan dan Warner Bros tidak akan pernah kepikiran untuk memproduksi film-film spin-off sekaligus menciptakan dunia sinematiknya tersebut.

Dan untuk kesekian kalinya saya katakan, ide untuk membuatkan seluruh karakter setan-nya saling inter-connected ini memanglah sangat keren dan menarik malah lebih jauhnya bisa dibilang fresh banget untuk sebuah genre horor.

Namun, kembali ke pertanyaan kita di awal. Apakah memang perlu banget untuk diberikan perlakuan sharing universe seperti itu? Karena, kalau kita pikir dan telaah lagi, sebenarnya oke-oke saja bukan apabila mereka diberlakukan secara film tunggal layaknya seperti film lainnya?

Annabelle: Creation (sumber: Horror Freak News)

Annabelle: Creation (sumber: Horror Freak News)

Mungkin jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah: Perlu, gak perlu. Loh kok? Iya bro sis. Karena motif dari hampir kebanyakan sineas dan studio saat ini ketika memutuskan untuk menciptakan dunia sinematik adalah: UANG.

“Loh The Conjuring kan awalnya bukan karena uang. Tapi lebih karen yang telah dijelaskan sebelumnya?” Memang. Tapi tetap saja dibalik semuanya ada faktor untuk mengais keuntungan yang lebih lagi.

Begini saja deh analogi gampangnya. Katakan bro sis memiliki usah Restoran makan kecil-kecilan. Dan katakan lagi, menu andalan disitu, adalah Nasi Goreng Kambing. Tapi terlepas nasi goreng kambing menu andalan, ternyata diam-diam, Sop Buntut yang notabene bukan menu andalan, juga ikutan laris alias banyak yang pesan.

Nah melihat hal ini, tentunya bro sis jadi kepingin bukan untuk mengais pemasukan lebih dari sop buntut ini? Alhasil, bro sis akhirnya, mau gak mau, menjadikan sop buntut yang menu “underdog” ini sebagai menu andalan selanjutnya dari restoran bro sis.

Begitulah sekiranya analogi yang diterapkan oleh dunia sinematik The Conjuring tersebut. Sekali lagi bohong binti super gombal banget kalau tidak ada motif nyari untung lebih di dalamnya ketika Wan dan WB (Warner Bros) memutuskan untuk memberikan perlakuan sharing universe ini ke franchise horor tersebut.

Charlie Hunnam di King Arthur: Legend of the Sword (sumber: Variety)

Charlie Hunnam di King Arthur: Legend of the Sword (sumber: Variety)

Selain faktor tersebut, faktor lainnya juga adalah memang dikarenakan saat ini, sharing universe / dunia sinematik memang lagi dan masih nge-trend banget. Yap. Semenjak Marvel dengan MCU-nya, hampir seluruh film (terutama yang nerdy), ikut-ikutan untuk menerapkan format yang diterapkan Marvel tersebut.

Mulai dari rival mereka, DC dengan DCEU, Dark Universe (ya rasanya kita gak perlu ngomongin yang satu ini), bahkan nih King Arthur. Yap. King Arthur tidak luput dari trend format ini. Oh ya bagi bro sis yang mungkin belum mengetahui, jadi menurut rencana film King Arthur: Legend of the Sword yang dirilis 2017 lalu, diniatkan sebagai film pembuka dari jalinan dunia siematiknya.

Ini artinya nanti kita akan melihat film-film dan Arthur (Charlie Hunnam) ber-cross over dengan karakter klasik kisah Arthur seperti: Merlin, Guinnevere, Lancelot dan bahkan Merlin.Tapi ya sejauh tulisan ini diturunkan, sepertinya rencana Arthur-verse ini gagal total. Pasalnya Legend of the Sword mencetak keuntungan yang lumayan mengecewakan. Tapi ya kita lihat saja lagi nanti.

Valak & Lorraine Warren (sumber: Liputan6)

Valak & Lorraine Warren (sumber: Liputan6)

Jadi kesimpulannya, Perlu, tidak perlu, tepat atau tidak tepat, toh semuanya sudah keburu terlanjur bukan?

Lagipula kalau dipikir lagi, enak dan keren juga bukan dengan adanya alternatif dunia sinematik selain MCU dan DCEU seperti ini? Istilahnya, kita ada variasi dan tidak boring dengan rana sinematik superhero yang itu-itu saja dari tahun ke tahun.

Mari kita berharap saja semoga ke depannya,  ada lebih banyak lagi konsep film sharing universe yang lebih unik dan keren lagi. Kira-kira bro sis kepingin kisah atau karakter mana yang diberikan perlakuan share universe berikutnya?

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Sumber gambar: money.cnn.com

Kontroversi Logan Paul: Sebuah Kebablasan Berekspresi Di Era Internet dan Media Sosial

Tapi apa yang dilakukan Logan Paul di akhir tahun 2017 untuk konten channel YouTube dia, melewati apa yang disebut “cr.. more

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Sumber: Variety)

Film Indonesia dari Sumba sampai Praha

Ada dua film di tahun 2017 yang mengangkat Sumba, yaitu "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak" karya Mouly Surya dan "S.. more

Sumber: nicovideo.jp

Tahun Baru, Fate/Grand Order Jepang juga Siapkan Season Baru!

Tahun baruan ngapain yah, enaknya? Ada berbagai cara sih, tapi bagi fans Fate series terutama versi mobile game-nya, Fat.. more

00-d-lingkarya-moesia

Lingkarya Moesia dan Author CIAYO Comics Hadir di Bandung

Circle kreatif Lingkarya Moesia akan hadir di 3 event besar di Bandung bersama dua author CIAYO Comics, Aegires Blight d.. more

00-d-chvrches

CHVRCHES Rilis Video Klip Anime “Out of My Head”

Bersama grup Jepang Wednesday Campanella, CHVRCHES merilis lagu dan video klip Out of My Head yang bernuansa anime bange.. more