In This Corner of the World, Kisah Manis di Tengah Peperangan

8 months ago
In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

Sebagai pecinta anime anti perang,tentunya kalian ga boleh melewatkan anime satu ini. Meski sudah sempat ditayangkan pada 14 Juni kemarin, penulis yakin, pasti masih banyak dari kalian yang belum terkena hype dari film ini. Anime bertemakan anti-war memang sudah pernah dipopulerkan oleh “Grave of the Fireflies” besutan Studio Ghibli. Film yang menceritakan mengenai kehidupan kakak adik yang harus bertahan saat perang sukses buat seantero Jepang banjir air mata karena kisahnya yang sangat amat heartbreaking.

Grave of the Fireflies. Sumber: animacsoft101

Grave of the Fireflies. Sumber: animacsoft101

Nah, kali ini yang akan kita bahas adalah anime yang berjudul “In This Corner of the World” yang merupakan adaptasi dari manga Fumiyo Kouno tahun 2007. Anime ini disutradarai oleh Sunao Katabuchi, yang pernah bekerja dengan Bapak Studio Ghibli, Hayao Miyazaki. Dari trailer-nya saja, fans anime pasti sudah terbuai dengan visualnya yang lembut sederhana dengan warna-warna yang ‘kalem’.

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

Kisah berlatar belakang perang dunia ini dilihat dari sudut pandang seorang gadis yang bernama  Suzu Urano. Suzu merupakan istri ‘kecil’ dari seorang tentara angkatan darat di Kure, kota kecil yang berdekatan dengan Hiroshima.

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

Saat menonton sampai setengah anime ini, penulis langsung menangkap bahwa anime ini sangat memperlihatkan bagaimana kehidupan dan peran wanita di masa perang dunia (1943-1945). Awal-awal anime ini terlihat manis dengan kepolosan Suzu dan interaksi Suzu dan keluarga suaminya saat baru menikah.

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

Suzu yang polos ini tentunya bertindak sebagai ‘pemanis’ di kala perang saat itu. Meskipun lugu, ceroboh dan polos, penonton pasti akan jatuh hati dengan gerak-gerik Suzu. Kelebihan Suzu adalah ia sangat pandai menggambar, hingga ia sempat dikira mata-mata karena menggambar sebuah kapal! Meski awalnya keluarga Suzu sempat tegang karena diinterograsi, namun kemudian dilanjutkan dengan momen manis karena keluarganya menertawakan Suzu. Suzu yang polos dan lugu ini bisa-bisanya dianggap mata-mata. hehe

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

Selain kepolosannya, adegan lain yang menghibur dan ‘sweet‘ terlihat dari hubungan harmonis Suzu dengan Shusaku. Shusaku yang sangat mencintai Suzu sampai rela untuk pulang dari tugas militernya hanya untuk bertemu Suzu. Serta adegan ciuman yang berakhir awkward karena kepergok oleh…..

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

Kedamaian manis di tengah perang tentunya menjadi hiburan bagi penulis. Karena jika diserapi, penonton akan merasa terharu dengan kisah Suzu dan keluarga suaminya yang tetap bahagia di kala suasana negara sedang tegang-tegangnya.

Puncak dari film ini ada ketika Hiroshima yang notabene berlokasi sangat dekat dengan Kure, di bom oleh Amerika. Saat inilah kehidupan Suzu mulai terombang-ambing, hingga harus bersembunyi di tempat aman. Hal ini sangat berdampak besar bagi rakyat Jepang, termasuk Suzu yang termasuk rakyat kecil. Tak hanya luka psikologis, Suzu sampai harus menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya.

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

“In this Corner of the World” berhasil meraih berbagai penghargaan seperti Animation of the Year the 40th Japan Academy Film Prize, Peace Film Award Hiroshima International Film Festival, hingga Japanese Film Best 10 Osaka Cinema Festival. Anime ini sebenarnya sudah pernah ditayangkan di CGV pada bulan Juni lalu. Namun, sepertinya anime ini kurang begitu populer di Indonesia. Padahal menurut penulis, anime yang bertemakan anti-war ini sangat penting bagi kita sebagai pengingat bahwa perang sama sekali tidak menguntungkan apa-apa.

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

Oya, yang pernah ‘trauma’ menonton anime anti perang yang berjudul “Grave of the Fireflies”, kalian gausah khawatir. Anime ini lebih ceria dan tidak sekelam “Grave of the Fireflies”-nya Isao Takahata, film luar biasa mengenai perjuangan kakak-adik yang bertahan hidup kala perang. Namun jangan salah, film ini juga menyimpan pesan moral kehidupan yang sangat dalam.

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Dakimakura. (Sumber: reddit)

Dakimakura: Hug Pillow Nyentrik Khas Otaku

Inilah benda “ajaib” yang biasanya akan membuat orang awam meringis saat melihatnya. Dakimakura. .. more

sumber: www.traileraddict.com

The Vanishing of Sidney Hall, Kebrutalan dalam Bentuk Dialog Minim Visual

“The Vanishing of Sidney Hall” membuka kisah dengan sebuah narasi liar yang dibacakan oleh Sidney Hall (Logan Lerman.. more

00-d-rediscover-3

Rediscover: Imagination

CIAYO Comics Challenge Vol. 3 semakin dekat. Mari kembali mengulas bagaimana kamu bisa meramu cerita komik dengan tema R.. more

Woody Allen (sumber: Thestudioexec.com)

Woody Allen, Komedi = Tragedi + Waktu

Woody Allen adalah seorang sutradara kawakan Holywood yang sudah menghasilkan 47 film dan empat diantaranya membuatnya m.. more