Dari Challenge Hingga Official, Wonder Sweet

7 months ago
CIAYO Pictures

CIAYO Comics One Shot Challenge sudah selesai digelar. Event ini gak hanya meramaikan CIAYO Comics aja, tapi juga mengasah kemampuan para komikus. Salah satunya ialah komik Wonder Sweet karya Jessica Leman dan Johanes Park. Nah, di sela-sela acara CIAYO Comics Club kemarin, Grad dari CIAYO Blog berkesempatan bertemu dengan keduanya. Mau tau gimana keseruannya? Yuk, simak!

Grad           : Hako Johanes dan Jessica, sebelum lebih lanjut, sebenernya pekerjaan kalian di Wonder Sweet itu apa ya?

Johanes    : Halo, saya yang menangani art di komik Wondersweet. Mulai dari line-art sampai coloring, saya yang mengerjakan.

Jessica    : Saya Jessica, yang membuat storyline-nya, lalu nanti dikasih ke Johannes untuk dibuat artnya.

Wonder Sweet di CIAYO (Sumber: CIAYO.com)

Wonder Sweet di CIAYO (Sumber: CIAYO.com)

Grad               : Sebelumnya kalian kenal dari mana? Apakah saudara?

Johanes         : Kami satu kampus. Jessica ini tadinya adik kelas saya. Kami mulai coba kerjasama buat komik pas menjelang lulus kuliah.

Johanes dan Jessica ketika menghadiri acara CIAYO Comics Club (Sumber: koleksi pribadi)

Johanes dan Jessica ketika menghadiri acara CIAYO Comics Club (Sumber: koleksi pribadi)

Grad               : Bisa cerita sedikit tentang Wondersweet?

Johanes         : Ceritanya tentang Gula, sebagai magical girl. Banyak hal lucu dan aneh yang dia lakukan dengan tongkat sihirnya. Pokoknya nantikan aja, deh.

Grad                : Untuk komik Wondersweet, sudah sampai mana nih?

Jessica            : Lagi dalam proses produksi. Nanti pas di-publish, kita lihat reaksi pembaca juga. Kalau reaksi pembaca bagus, nanti baru diputuskan, satu seasonnya dibuat berapa chapter.

Wonder Sweet di apps CIAYO (Sumber: Screencapture dari ciayo apps)

Wonder Sweet di apps CIAYO (Sumber: Screencapture dari ciayo apps)

Grad                : Pertanyaan paling mendasar, nih. Kenapa memilih terjun ke dunia komik?

Johanes          : Saya kan tadinya jurusan animasi. Karena tahap produksi sampai jadi dan di-publish ke pembaca itu prosesnya cukup lama, jadi saya rasa komik lebih cepat kalau mau ngasih lihat suatu cerita. Lebih simpel juga kalau dibanding novel. Karena kalau novel kan harus baca, sedangkan nggak semua orang suka ngelihat tulisan banyak.

Grad                : Awal mula kalian bikin komik itu gimana sih?

Johanes          : Awalnya kami berdua buat komik fantasy, tapi lama-lama jadi komedi-fantasi aja, soalnya orang Indonesia kan masih lebih nganggap komik itu sebagai suatu hiburan.

Jessica            : Kalau fantasi kan ceritanya berat, orang jarang yang mau ngikutin untuk masuk ke dalam ceritanya. Ya, walaupun ada beberapa. Jadi untuk menarik minat pembaca, harus diselipkan komedi. Kalau nggak, agak susah ya. Hehehe.

Johanes          : Kalau dari handphone kan pengen lihat yang ringan-ringan. Kalau orang Indonesia sepertinya belum mau lihat yang berat dulu.

Grad                : Nah, bagaimana triknya supaya orang Indonesia mau baca yang berat-berat?

Jessica            : Mungkin nanti selanjutnya genre fantasinya lebih dikuatin lagi.

Grad                : Karena kalian bekerjasama, kira-kira ada kendala nggak?

Johanes          : Kalau saya orangnya butuh referensi, jadi kalau saya lagi buat sesuatu, idenya harus jelas referensinya. Jessica suka bingung, karena ide dia berasal dari imajinasinya sendiri.

Jessica            : Makanya kita butuh editor, supaya bisa cari referensi juga. Jadi saya cerita sama editor tentang yang saya inginkan, lalu editor bisa bantu cari referensi, dari pose hingga feel warnanya.

Komentar pembaca mengenai Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Komentar pembaca mengenai Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Grad                : Kalau misalkan ditawari project baru tapi genrenya berbeda dari yang diinginkan, mau nggak?

Johanes          : Kalau saya yang paling nggak mau itu horror. Kalau romance, action, fantasy, masih nggak apa-apa. Tapi kalau genre horror, meskipun bisa, tetep saya nggak suka yang ada kekerasan, bercak-bercak darah. Jadi kalau misalnya ditawarin genre horror, nggak deh.

Jessica            : Kalau disuruh nulis sih nggak apa-apa, soalnya aku suka mencoba hal yang baru. Tapi kalau aku nulis genre yang aku suka dan dibandingkan dengan genre yang aku nggak kuasain, kualitasnya bakal beda. Nggak dapat feel-nya. Jadi nggak maksimal kesannya.

Johanes dan Jessica bersama dengan Adesa, Editor CIAYO (Sumber: CIAYO Pictures)

Johanes dan Jessica bersama dengan Adesa, Editor CIAYO (Sumber: CIAYO Pictures)

Grad                : Kenapa memilih publish di CIAYO?

Johanes          : Saya ngerasa kalau CIAYO itu kontennya lokal, ya. Kalau yang lain kan ada dari Korea, Jepang, jadi mungkin mereka pedulinya sama pasar mereka yang belum tentu nge-blend sama orang Indonesia. Kalau sama CIAYO kan, pasarnya kita yang tahu sendiri. Kontennya juga sesuka kita, yang lebih cocok dengan orang Indonesia dan lebih baik. Lebih bangga juga, produk lokal kan. CIAYO juga lebih ngebimbing para komikus-komikus baru, lebih dirangkul.  Jadi lebih terbuka juga.

Jessica             : Kalau menurut aku sih, kalau misalnya di tempat lain, lebih memilih genre-genre dan tipe gambar yang sesuai dengan negara asalnya. Misal, genre lebih ke drama. CIAYO lebih membuka kesempatan luas. Meskipun nggak bisa dipungkiri, genre romance lebih banyak peminatnya, tapi disini semua genre punya kesempatan yang sama. Kalau yang lain mungkin lebih mikirin ke arah strategi pemasarannya. Misalnya, ketika ada yang suka romance, mereka akan memperbanyak genre romance.

Potongan cerita Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Potongan cerita Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Grad                  : Ada harapan dan pesan-kesan buat CIAYO yang baru menginjak satu tahun ini?

Johanes            : Mudah-mudahan CIAYO lebih menguasai pasar, supaya platform lokal lebih dihargai daripada platform luar. Supaya bisa lebih Indonesia banget. Hehehe. Jadi kalau CIAYO bisa merajai pasar, orang-orang juga lebih memilih membaca komik dari sini daripada dengan platform lain. Saya rasa CIAYO juga lebih baik manajemennya.

Jessica              : Kalau dilihat dari sekarang aja, baru setahun sudah bagus. Udah termasuk platform WebToon yang populer. Untuk kedepannya semoga lebih lagi. Karena yang diutamakan oleh CIAYO adalah lebih mengincar pasar lokal, bukan dia hanya mau pasarin genre tertentu yang sesuai sama keinginan pasar negara lain. Jadi CIAYO sudah sesuai dengan pasar.

Potongan cerita Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Potongan cerita Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Grad                 : Harapan untuk go international pasti ada dong?

Johanes          : Pasti ada lah.

Jessica            : Tapi dengan membawa nama Indonesia. Kalau yang lain kan di-backing negara lain.

Grad                : Bisa kasih saran, tips-trik penulisan dan model kolaborasi seperti kalian?

Jessica            : Kita juga masih baru. Jadi kadang masih nggak nyambung. Pastinya, komunikasi harus lebih sering. Butuh save referensi, karena yang kita sampaikan belum tentu diterima sesuai dengan yang diinginkan, makanya ada referensi.

Johanes           : Tiap punya ide, catat. Kalau lagi baca komik lain untuk referensi dan ada yang mirip seperti adegan yang diinginkan, langsung save.

Karakter Gula pada Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Karakter Gula pada Wonder Sweet (Sumber: CIAYO.com)

Nah, itu dia obrolan bareng Johanes dan Jessica. Dari cuma sekedar ikut challenge sampai akhirnya bisa official, loh. Kalau bro sis penasaran, langsung aja kepoin Wonder Sweet di CIAYO Comics. Jangan lupa juga baca komik-komik lainnya dan dukung terus dunia komik Indonesia!!!

About Author

Saya Grad

Saya Grad

Menyukai May’n, anime, dan film Jepang. Bisa dihubungi melalui laman Facebook Saya Grad ataupun Twitter @grad_11

Comments

Most
Popular

Interview Sweta Kartika: Membumi, Untuk Karya Komik Mendunia

Sweta Kartika adalah seorang komikus lulusan S2 FSRD ITB. Ia mulai menggeluti dunia komik sejak SD, dan selalu memasukka.. more

Wonder Boven Wonder: Serasa Kembali ke Jaman Dulu!

Tuan, Nona, apakah Anda tidak penasaran, kira-kira apa aja ya yang terjadi 100 tahun yang lalu di Indonesia?.. more

Sumber: imdb

5 Fakta yang Wajib Diketahui Tentang “Insidious: The Last Key”

Berikut 5 fakta yang wajib kalian ketahui tentang “Insidious: The Last Key”:.. more

Sumber: Forbes

Batman Jadi Wibu? Anime Batman Ninja Segera Hadir!

Batman Ninja, seperti namanya, bakal menampilkan sang Dark Knight sebagai seorang ninja di zaman Jepang feodal. Bruce Wa.. more

The Other Side. Sumber: CIAYO Comics

Top 10 Komik Horror di CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2

Berbeda dengan film horror, kayaknya nge-buat komik horror itu lebih susah deh. Bayangin aja, penulis harus membuat kita.. more