Dari Three Billboards Hingga Blade Runner 2049. Berikut Prediksi Pemenang Oscar di 90th Academy Awards

9 months ago
Jimmy Kimmel akan menjadi host 90th Academy Awards (sumber: Oscars)

Seperti kita ketahui, pada tanggal 4 Maret 2018 mendatang, perhelatan event penghargaan terbesar di industri pefilman Hollywood, 90th Academy Awards AKA Oscar 2018 akan diselenggarkan. Event ini akan dihelat di Dolby Theater, Hollywood, Los Anglese, California, AS dengan Jimmy Kimmel, sebagai pembawa acaranya untuk kedua kalinya berturut-turut.

Perhelatan ini memang masih sekitar 2 minggu lagi. Namun bukan berarti kita tidak boleh berprediksi ria bukan?  Oleh karenanya, yuk, mari kita mulai sama-sama memprediksi siapa atau film mana saja yang nantinya akan membawa pulang piala bergengsi ini di masing-masing kategorinya.

Sebelum kita mulai, perlu diingat bahwa disini, saya hanya akan memperediksi kategori-kategori yang ESENSIAL saja. Dan sekali lagi, ini hanyalah prediksi. Jadi belum tentu yang diprediksi disini, nantinya juga menjadi kenyataan.

Best Picture

Frances McDormand di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (sumber: popsugar)

Frances McDormand di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (sumber: popsugar)

Kompetisi di kategori best picture di penghargaan Oscar tahun ini, bisa dibilang sangat ketat. Pasalnya, kesembilan film yang dinominasikan keren worthy untuk dinominasikan. Pada awalnya, saya berprediksi bahwa film ber-genre coming of age, Lady Bird yang akan membawa pulang kategori tertinggi ini. Namun, setelah menyaksikan film arahan Martin McDonagh (Seven Psychopaths) ini, saya pun langsung beralih.

Film yang pada esensinya mengisahkan kenekatan seorang ibu yang mengambil alih 3 papan billboard di lingkungan tetangganya untuk mengekspresikan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian setempat yang sangat lalai dalam mengusut kematian putrinya ini, sangat menyentuh dan relevan sekali.

Buktinya, kita masih sering melihat bukan kasus serupa baik di negeri kita maupun di A.S sana? Dan sekali lagi, Three Billboards outside Ebbing, Missouri, sukses menangkap keseluruhan feel dari permasalahan “sehari-hari” tersebut.

Winner: Three Billboards outside Ebbing, Missouri

Best Director

Guillermo Del Toro, Sally Hawkins & Richard Jenkins di lokasi syuting The Shape of Water (sumber: EW)

Guillermo Del Toro, Sally Hawkins & Richard Jenkins di lokasi syuting The Shape of Water (sumber: EW)

Greta Gerwig, pada awalnya difavortikan oleh banyak orang (termasuk saya) untuk memenangkan kategori ini. Ya bagaimana tidak? Wanita berusia 34 tahun ini, sukses mengejutkan audiens melalui performa penyutradaraan perdananya yang sangat fantastis di film Lady Bird. Akan tetapi, semuanya berubah ketika saya menyaksikan The Shape of Water. Guillermo Del Toro (Hellboy. Film ini sukses membuat mata dan rahang saya terbuka selebar-lebarnya (bahkan hampir jatuh) dengan pengarahan / shot yang sangat indah nan artistik.

Kalau diumpamakan nih bro sis, pengarahan Del Toro di film ini bagaikan Picasso yang sedang bermain-main dengan kuasnya di atas kanvas.

Berdasarkan pernyataan tersebut serta fakta bahwasanya Del Toro, dalam beberapa bulan terakhir, telah memenangkan penghargaan sutradara terbaik di tiga penghargaan terbesar pra-Oscar: Golden Globes, BAFTA dan Directors Guild of America, maka dapat dipastikan, Oscar akan melengkapi lemari pialanya di tahun ini.

Winner: Guillermo Del Toro

Best Actor

Gary Oldman sebagai Winston Churchill di Darkest Hour (sumber: sundaypost)

Gary Oldman sebagai Winston Churchill di Darkest Hour (sumber: sundaypost)

Tidak dapat dipungkiri bahwa akan menjadi pukulan yang sangat “jleb” bagi Daniel Day- Lewis di penghargaan Oscar tahun ini. Seperti yang kita ketahui, perannya sebagai Reynolds Woodcock di film Phantom Thread yang juga dinominasikan di kategori ini, akan menjadi peran terakhirnya alias, Lewis kini sudah resmi pensiun dari dunia akting. Namun kalau dipikir, setidaknya Lewis di pehelatan ini nantinya, akan kalah / pamit secara terhormat. Pasalnya, yang akan mengalahkannya, adalah sosok aktor yang memang sangat pantas.

Yap, pemeran Sirius Black di franchise Harry Potter dan Komisaris Polisi James Gordon di trilogi The Dark Knight, Gary Oldman akan menjadi sosok aktor yang membawa pulang Oscar di tahun ini. Dan sepertinya saya tidak perlu berpanjang lebar lagi bukan untuk menjelaskan mengapa Oldman akan memenangkan penghargaan aktor terbaiknya ini?

Intinya, Oldman sukses besar dalam melakukan transformasinya sebagai Perdana Menteri Inggris top, Winston Churchill di film ini. Kalau bro sis, masih meragukannya, well, I don’t know what to say anymore.

Winner: Gary Oldman

Best Actress

Frances McDormand sebagai Mildred Hayes di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (sumber: Highlander)

Frances McDormand sebagai Mildred Hayes di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (sumber: Highlander)

Kategori ini sama beratnya dengan kategori film terbaik. Hal ini dikarenakan, kelima aktris yang dinominasikan, menampilkan performa yang sama kuatnya di masing-masing filmnya. Namun pada akhirnya menurut saya, adalah Frances McDormand yang akan memenangkan penghargaan ini. McDormand di film ini, sukses besar dalam menghidupkan karakter Mildred Hayes yang mana, adalah seorang ibu yang nekad melakukan hal apapun (termasuk mengambil alih 3 buah papan billboard) demi mendapatkan keadilan terhadap kematian putri kandungnya.

Pokoknya bro sis, ketika melihat performanya, tidak peduli apakah bro sis juga adalah seorang ibu, pria atau wanita single, dijamin banget, kalian bakalan langsung ingin membantu Mildred juga.

Winner: Frances McDormand

Best Supporting Actor

Sam Rockwell sebagai Officer Jason Dixon di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (sumber: Variety)

Sam Rockwell sebagai Officer Jason Dixon di Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (sumber: Variety)

Setelah berakting semenjak tahun 1989 dan kerap dianggap sebagai salah satu aktor Hollywood yang underrated, akhirnya aktor asal Los Angeles, California ini, akan menuai kesuksesan besarnya juga di event ini. Sebenarnya rekan mainnya, Woody Harrelson juga dinominasikan di kategori sama, atas  perannya sebagai Chief Bill Willoughby di film ini. Tapi, tetap saja pada akhirnya, Rockwell lah yang lebih unggul.

Rockwell sukses besar dalam menampilkan sosok Dixon yang sangat rasis dan kasar walau, di saat yang sama, dirinya merupakan sosok polisi yang sangat berdedikasi. Alhasil, terlepas merasa gregetan sendiri, pada akhirnya, kita tetap merasa iba juga terhadapnya setiap kali melihat sosoknya.

Winner: Sam Rockwell

Best Supporting Actress

Allison Janney sebagai LaVona Golden di I, Tonya (sumber: Time)

Allison Janney sebagai LaVona Golden di I, Tonya (sumber: Time)

Saya bingung bro sis. Ada masalah apa ya pihak akademi dengan Allison Janney? Pasalnya, nominasi Oscarnya tahun 2018 ini, merupakan yang pertama kali bagi aktris berusia 58 tahun ini.

Padahal setiap film yang dibintanginya, Janney selalu memberikan penampilan yang sangat fantastis. Penampilannya sebagai Brenda MacGuff di Juno (2007) adalah salah satu penampilan yang tidak hanya merupakan favorit saya, namun juga merupakan penampilan yang seharusnya diganjar nominasi Oscar kala itu.

Tapi seperti kata pepatah, yang berlalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang dirinya dinominasikan juga bukan? Dan ya, berdasarkan penampilannya yang bikin kita greget dan marah-marah sendiri ketika menyaksikannya berakting sebagai ibu Tonya Harding, LaVona Golden, di I, Tonya, saya yakin di nominasi perdananya ini, Janney akanlah berjaya.

Winner: Allison Janney

Best Original Screenplay

Three Billboards outside Ebbing, Missouri (sumber: GoldDerby)

Three Billboards outside Ebbing, Missouri (sumber: GoldDerby)

Kalau boleh jujur, saya sebenarnya lebih ingin The Shape of Water yang memenangkan kategori ini. Pasalnya menurut saya, naskah yang ditulis oleh Del Toro sangatlah unik dan fresh banget.

Tapi pada akhirnya, saya memprediksi bahwa Three Billboards lah, yang akan memenangkan kategori ini. Pasalnya selain telah memenangkan juga kategori yang sama di penghargaan Golden Globe dan BAFTA tahun ini, kalau dibandingkan lagi, naskah Three Billboards alurnya memanglah terasa jauh lebih natural. Atau dengan kata lain, alur kisahnya membuat film ini terlihat dan terasa seperti film-film dokumenter real-life mengenai kematian anak misterius pada umumnya.

Winner: Three Billboards outside Ebbing, Missouri

Best Adapted Screenplay

Call Me By Your Name (sumber: The Stranger)

Call Me By Your Name (sumber: The Stranger)

Film biografi Tommy Wiseau, The Disaster Artist, sebenarnya juga berpotensi untuk memenangkan kategori ini. Namun pada akhirnya menurut saya, adaptasi novel karya Andre Aciman, Call Me by Your Name, yang akan memenangkan kategori ini. Hal ini dikarenakan penulis naskah James Ivory, sukses mengadaptasi novelnya dengan penuh perasaan yang bahkan, membuat kita-kita yang orientasi seksualnya straight sekalipun menjadi suka sekali dengan film ini

Winner: Call Me by Your Name

Best Animated Feature

Coco (sumber: Julie Says So)

Coco (sumber: Julie Says So)

Dari tahun ke tahun, setiap kali film animasi keluaran Pixar dinominasikan di kategori ini, sudah barang pasti film tersebut akan membawa pulang penghargaannya. Hal yang sama kemungkinan juga akan terjadi terhadap Coco di perhelatan Oscar tahun ini. Dan salah satu alasan mengapa film-film animasi Pixar selalu berjaya di kategori ini adalah, tidak seperti film-film animasi milik kompetitor-kompetitornya, film-film animasi milik Pixar selalu sukses dalam meramu kisah yang bisa mengkoyak-koyak emosi kita.

Ayo mengaku saja deh bro sis. Pastinya bro sis hampir menitikkan air mata bukan ketika menyaksikan Coco?

Winner: Coco

Best Original Score

Alexandre Desplat, The Shape of Water (sumber: Billboard)

Alexandre Desplat, The Shape of Water (sumber: Billboard)

Sejak memulai karir scoring filmnya di tahun 1998, alunan nada-nada klasik Alexandre Desplat selalu sukses menghidupkan suasana sekaligus imajinasi audiens ketika menyaksikan filmnya. Dan hal yang samapun juga sangat terasa ketika dirinya menggubah komposisi musik The Shape of Water. Jujur bro sis, feel khayal dan romantis yang mendominasi film milik Guillermo Del Toro ini sangat bisa dirasakan dari awal hingga akhir berkat tangan dingin Desplat.

Berdasarkan alasan tersebut, maka tidaklah mengherankan apabila saya memprediksikan komposer berusia 56 tahun ini, dalam dua minggu lagi, akan sukses menyabet piala Oscar keduanya.

Winner: Alexandre Desplat (The Shape of Water)

Best Original Song

Remember Me - Coco (sumber: Telemetro)

Remember Me – Coco (sumber: Telemetro)

Dari seluruh kategori yang ada di daftar ini, kategori Best Sound Editing, Best Sound Mixing, dan kategori inilah yang bikin saya lumayan ribet sendiri dalam memperediksikan pemenanganya. Untuk kasus prediksi lagu (soundtrack) terbaik ini, saya terbagi dua antara lagu Remember Me-nya Coco dan This is Me-nya The Greatest Showman. Yang satu adalah lagu mengenai untuk terus mengingat dan diingat oleh orang terdekat, sedangkan yang satu lagi, adalah anthem kepercayaan diri.

Dan keduanya, sama-sama keren untuk didengar. Akan tetapi, pada akhirnya, saya memutuskan bahwa kemungkinan besar Remember Me, akan membawa pulang pialanya.

Karena selain lagu ini telah menang di Golden Globe, juga secara general, musik serta kandungan pesan yang ada, lebih “menusuk” daripada This is Me.

Winner: Remember Me (Coco)

Best Sound Editing & Best Sound Mixing

Dunkirk (sumber: Letterboxd)

Dunkirk (sumber: Letterboxd)

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya benar-benar bingung dalam memprediksi pemenang dua kategori “kakak-adik” ini.  Pasalnya, pertama, baik Dunkirk maupun Baby Driver, memiliki potensi untuk menang yang sama kuatnya. Kedua, banyak kemungkinan / peluang yang bisa terjadi. Seperti Dunkirk memenangkan kategori sound editing terbaik dan Baby Driver memenangkan kategori sound mixing.

Atau bisa juga sebaliknya, atau bisa juga salah satu dari 2 film tersebut menyabet kedua kategori. Akan tetapi dengan penuh kepercayaan diri, saya akhirnya memutuskan, bahwa kemungkinan besar, Dunkirk akanlah memenangkan kedua kategori.

Baby Driver, memang keren bagian sound editing dan sound mixing-nya. Tapi tetap saja, keduanya masihlah kalah dengan kehebatan tim sound Dunkirk yang sukses banget membuat kita serasa ikut bertempur juga bersama seluruh pejuang Perang Dunia 2 yang ada di dalam film ini.

Winner: Dunkirk

Best Production Design

Sally Hawkins & Richard Jenkins, The Shape of Water (Film School Rejects)

Sally Hawkins & Richard Jenkins, The Shape of Water (Film School Rejects)

Bagi bro sis yang mungkin masih bingung dengan kategori ini, jadi begini bro sis. Kategori desain produksi terbaik, adalah kategori yang diperuntukkan untuk menghargai keseluruhan (overall) dari atribut-atribut yang terdapat di dalam filmnya. Tampilan set / lokasi yang sesuai dengan kisahnya, editing, tone warna, dll. Pokoknya ya desain produksi bro sis. Nah, untuk kategori ini, menurut saya ada 3 film yang akan saling “balap-balapan” yaitu: Beauty and the Beast, The Shape of Water dan Blade Runner 2049.

Namun dari ketiga film tersebut, The Shape of Water, kemungkinan yang akan berjaya. Alasannya? Well, kseluruhan tampilan dan desain di film ini, tidak hanya sukses menghidupkan nuansa film monsternya, namun juga nuansa / situasi dari Perang Dingin (Cold War) di awal 60an.

Winner: The Shape of Water

Best Cinematography

Blade Runner 2049 (sumber: Nerdist)

Blade Runner 2049 (sumber: Nerdist)

Terlepas sinematografi Dan Laustsen di The Shape of Water sangat indah dan sinematografi Hoyte van Hoytema di Dunkirk sangat intens, namun keduanya menurut saya, tetaplah tidak bisa mengalahkan pengarahan sinematografi epik dari sang “maestro”, Roger Deakins di Blade Runner 2049.

Selain memang setiap kadar lighting dan pengarahannya sangat keren, ingat bro sis, kita disini membicarakan sekuel dari film sci-fi yang dari dulu, memang terkenal dengan keindahan aspek-aspek visualnya yang sangat revolusioner, Blade Runner (1982).

Jadi ya bro sis, Blade Runner 2049, saya prediksi akan bersinar di kategori ini.

Winner: Blade Runner 2049

Best Makeup & Hairstyling

Tampilan wajah Gary Oldman sebagai Winston Churchill di The Darkest Hour (sumber: MomStart)

Tampilan wajah Gary Oldman sebagai Winston Churchill di The Darkest Hour (sumber: MomStart)

Selain karena kemampuan aktingnya yang mumpuni, salah satu alasan mengapa Gary Oldman sangat keren sebagai Winston Churchill di The Darkest Hour, adalah juga dikarenakan tampilan make-up dan gaya rambutnya yang terlihat “Churchill banget”. Dan tentunya pencapaian keren ini tidaklah lepas dari kejeniusan trio penata gaya dan rambut yang dipimpin oleh Kazuhiro Tsuji (Norbit, Click). Ketiganya, sekali lagi, benar-benar berperan besar dalam semakin menyukseskan penampilan Oldman sebagai Churchill di film ini.

Winner: The Darkest Hour

Best Costume Design

Daniel Day-Lewis sebagai Reynold Woodcock di Phantom Thread (sumber: The Wrap)

Daniel Day-Lewis sebagai Reynold Woodcock di Phantom Thread (sumber: The Wrap)

Beauty and the Beast dan Victoria & Abdul, memanglah memiliki tampilan desain kostum yang sangat mewah. Tapi Phantom Thread, terlepas terlihat jauh lebih simpel, namun terlihat lebih elegan di kedua mata. Lebih jauhnya lagi, ya film ini, adalah film mengenai tukang jahit pakaian for God’s sake. Jadi aneh saja bukan, kalau misalkan film mengenai tukang jahit, tidak menampilkan kostum yang keren nan megah?

Winner: The Phantom Thread

Best Film Editing

Ansel Elgort sebagai Baby / Miles di Baby Driver (sumber: thepopcornmuncher)

Ansel Elgort sebagai Baby / Miles di Baby Driver (sumber: thepopcornmuncher)

“Loh aneh. Tadi katanya Dunkirk yang bakal menang kategori sound editing, kok di kategori ini bukan Dunkirk juga?” Nah begini bro sis. Memang kategorinya sama-sama editing.

Tapi ingat. Yang satu hanya berfokus pada penyuntingan suara, sedangkan kategori ini, berfokus pada penyuntingan gambar dan suara alias keseluruhan. Dan berdasarkan pernyataan tersebut, maka kalau mau berbicara penyuntingan secara menyeluruh, maka film arahan Edgar Wright (Scott Pilgrim vs The World) inilah juaranya.

Ya bagi kalian yang sudah menyaksikan, kalian bisa lihat sendiri bukan betapa kerennya Paul Machliss dan Jonatahan Amos dalam menyunting sekaligus memadu-madankan keselarasan adegan dengan soundtrack-soundtrack kerennya itu? Pokoknya bagi saya, aneh saja apabila Baby Driver kalah di kategori ini terlepas kalahnya oleh Dunkirk.

Winner: Baby Driver

Best Visual Effects

Blade Runner 2049 (sumber: Den of Geek)

Blade Runner 2049 (sumber: Den of Geek)

Terlepas kategori ini memiliki Star Wars: The Last Jedi dan War of the Planet of the Apes yang notabene, memiliki tampilan efek visual yang keren, namun tetap saja keduanya tidaklah sekeren dan “sesakit” tampilan efek visual Blade Runner 2049.Ya seperti yang telah saya katakan di bagian sinematografi terbaik tadi, ini Blade Runner yang kita bicarakan bro sis. Alias sebuah mahakarya film yang semenjak film pertamanya yang dibintangi oleh Harrison Ford sebagai Rick Deckard, sukses merevolusi habis-habisan teknologi efek visual di rana perfilman Hollywood.

Intinya, tidak peduli apakah pesaingnya adalah Star Wars, Planet of the Apes atau bahkan film-film yang menampilkan visual planet indah sekalipun, apabila Blade Runner juga masuk sebagai nomine-nya, sudah pasti dijamin, film inilah yang akan memenangkannya.

Winner: Blade Runner 2049

Nah bro sis, itulah tadi kurang lebihnya, 19 prediksi peraih piala Oscar di ajang 90th Academy Awards yang akan diselenggarakan pada tanggal 4 Maret 2018 mendatang. Untuk kesekian kalinya saya ingatkan bahwa, prediksi-prediksi ini, belum tentu akan menjadi kenyataan nantinya.

Jadi ya untuk mendapatkan kepastian lebih pastinya, ya mari kita tunggu saja hingga event ini dimulai. Namun, bagaimana nih pendapat bro sis terhadap prediksi-prediksi ini? Apakah kalian sependapat? Atau justru kalian memiliki prediksi yang berbeda?

Silahkan sharing-sharing prediksinya di kolom komentara ya bro sis!

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Sumber: dualshocker.com

Celeste, Mendaki Gunung Depresi

Banyak game yang terinspirasi dari game - game platformer legendaris, namun pada akhirnya tidak memiliki banyak perbedaa.. more

[Drama Indonesia Comic Con 2017] Dilema Event Pop Culture: Dengan Tiket Masuk Berbayar Atau Gratisan?

Beberapa waktu lalu sempat terjadi “drama” di media sosial seputar bermasalahnya akses masuk gratis untuk cosplayer .. more

Sumber gambar: money.cnn.com

Kontroversi Logan Paul: Sebuah Kebablasan Berekspresi Di Era Internet dan Media Sosial

Tapi apa yang dilakukan Logan Paul di akhir tahun 2017 untuk konten channel YouTube dia, melewati apa yang disebut “cr.. more

00-d-valthirian-rilis

Valthirian Arc: Hero School Story Akhirnya Resmi Dirilis!

Game Valthirian Arc: Hero School Story karya Agate akhirnya dirilis secara internasional melalui penerbit game PQube... more