Darkest Hour: Si Perdana Menteri Rock n’ Roll Yang Bakal Membawa Pulang Oscar

9 months ago
00 darkest hour desktop

Ketika kita belajar tentang sejarah dunia saat masih SD atau SMP dulu, kita kerap membaca bahwa perdana menteri Inggris, Winston Churchill, adalah sosok yang paling berpengaruh di era Perang Dunia 2. Namun, kita tidak pernah mengetahui secara pasti bagaimana pria berkacamata ini bisa sukses mencapai status ikonik tersebut.

Nah, melalui film Darkest Hour arahan Joe Wright (Pride & Prejudice, Atonement) inilah, akhirnya kita akan mengetahui jawabannya.

Pada bulan Mei 1940, pasukan Nazi Jerman telah menguasai hampir separuh dari negara Eropa. Tinggal Belanda, Belgia dan Inggris saja yang belum dijamah oleh Third Reich pimpinan Adolf Hitler. Melihat hal ini, parlemen Inggris pun menjadi ketar-ketir tidak karuan. Pasalnya, mereka sudah terlanjur tidak percaya dengan perdana menteri saat itu, Neville Chamberlain (Ronald Pickup). Alasannya, Chamberlain dianggap terlalu “lembek” sebagai pimpinan.

Sadar diri, Chamberlain pun rela mengundurkan diri namun dengan satu syarat. Dirinya ingin politisi senior, Lord Halifax (Stephen Dillane) sebagai pengganti dirinya. Sayangnya, Halifax menolak karena ia merasa belum siap untuk menjadi orang nomor dua di negeri Union Jack tersebut. Merasa waktu makin sempit, Chamberlain pun akhirnya memilih kepala angkatan laut Inggris saat itu, Winston Churchill (Gary Oldman).

01 darkest hour

Sumber: Listal

Keputusan ini ditanggapi dengan berat hati oleh seluruh parlemen, bahkan oleh Raja Inggris saat itu, George VI (Ben Mendelshon). Pasalnya, Churchill memiliki reputasi layaknya musisi rock n’ roll yang bertindak “semau gue”. Salah satu dari sekian banyak tindakan kontroversial yang dilakukannya kala itu, adalah dua kali melakukan tindakan “nyebrang” partai / ideologi di kala dirinya masih di partai yang lama.

Hal ini makin diperparah dengan pidato pertamanya sebagai PM yang justru membuat parlemen makin tidak simpatik dengan dirinya. Alhasil, Churchill pun kini harus bisa meyakinkan parlemen dan seluruh dunia, kalau dirinya memang sosok yang tepat untuk menjadi PM Inggris di era terkelam Eropa tersebut.

02 darkest hour

Sumber: Listal

Sebagai penikmat hal-hal yang berbau Perang Dunia, tidak heran apabila saya lumayan hype untuk menyaksikan film ini. Terlebih karena Gary Oldman beberapa minggu lalu memenangkan Golden Globe pertamanya atas perannya ini. Makin tidak sabar saja diri ini untuk menyaksikan filmnya.

Sayangnya, rasa antusias tersebut berubah menjadi rasa bosan sekaligus sedikit kantuk. Karena dari awal sampai akhir, alur Darkest Hour terasa datar. Memang, film ini pada dasarnya adalah drama politik yang banyak dialog dan eksposisi.

Dan ya, bro sis, Churchill di film ini tidak bertempur di medan perang. Darkest Hour banyak menampilkan dirinya “berperang” di parlemen, kantor, dan rumahnya. Namun, saya rasa Wright masih mampu untuk membuat film ini sama asyiknya dengan The Imitation Game (2014) yang dibintangi Benedict Cumberbatch (Sherlock) dulu. Tapi yah, itu tadi bro sis. Yang ada malah penyutradaraan Wright begitu-begitu saja.

Untunglah, seluruh cast tampil dengan sangat baik terutama sekali lagi Gary Oldman sebagai Churchill. Gimana nggak, bro sis? Dari make-up, cara berjalan, cara merokok hingga karakteristik Churchill diperankan dengan sangat fantastis oleh aktor yang juga memerankan Sirius Black (Harry Potter) dan James Gordon (The Dark Knight Trilogy) ini. Pantas saja ia diganjar penghargaan Golden Globe. Dan saya yakin, Gary Oldman nantinya juga akan membawa pulang piala Oscar pertamanya. We’ll see.

03 darkest hour

Sumber: Listal

Tapi jangan salah, bro sis. Bukan berarti penampilan aktor-aktor pendukung lainnya jadi melempem. Justru karena penampilan maha sakti Oldman, ototmatis membuat rekan-rekannya meningkatkan penampilan mereka hingga level tertinggi.

Misalnya ada Lily James (Cinderella) yang lumayan bersinar di sini. Memerankan Elizabeth Layton, sekertaris pribadi Churchill yang sering kena sasaran amarah, Lily James cukup mampu mengimbangi performa Gary Oldman. Tapi terlepas dari penampilan okenya, entah mengapa saya melihat performa aktris berusia 28 tahun ini masih bisa lebih baik lagi. Pasalnya, terasa sekali dirinya terlalu patuh dengan naskah serta deskripsi yang diarahkan sutradara.

05 darkest hour

Sumber: Listal

Pada akhirnya, Darkest Hour bisa dibilang menuturkan kisah yang cukup baik tentang perjalanan sekaligus lika-liku seorang Winston Churchil menjadi salah satu sosok terpenting di dataran Inggris Raya. Sifatnya memang terkadang bagaikan seorang rocker yang asal cablak sana-sini. Tapi justru karena sifatnya inilah, yang pada akhirnya membuat dirinya sukses menjadi Churchill yang kita kenal hingga hari ini.

Memang sekali lagi, narasi dalam Darkest Hour terasa lumayan melelahkan. Tetapi jika bro sis memang fans berat WInston Churcil, dan terlebih lagi Gary Oldman, rasanya bro sis tidak akan mengantuk sama sekali ketika menyaksikan film ini.

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

As Long As I Lived: Cewek Introvert Gone Wrong!

Komik yang berhasil mengantarkan Duta Pi menjadi pemenang ini berjudul As Long As I Lived. Kira-kira gimana ya ceritanya.. more

Liputan: Anime Matsuri 2017

Event Anime Matsuri turut menghadirkan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pop culture, salah satunya CIAYO Comi.. more

00-d-komik-anak-bangsa

17 Komik Anak Bangsa yang Berhasil Mewarnai Media Sosial Milenial Indonesia

Tanpa disadari, ternyata ada banyak komik anak bangsa yang setia mewarnai media sosial netizen Indonesia. Mari simak ula.. more

CHIPS: Monster Tap

12 Game ini Terpilih Untuk Tampil di Archipelageek, POPCON Asia 2017

Di pertengahan bulan Juli 2017 lalu, Asosiasi Game Indonesia (AGI) bersama dengan BEKRAF mengundang para developer Indon.. more

Kudjo (CIAYO Comics)

“Kudjo”, Karya yang Berawal dari Keisengan

Hai bro sis, di rubrik Chit Chat kali ini kita kedatangan Doni, author dari Komik Kudjo. Ngomongin soal komik, pasti gak.. more