Karena Batman v Superman, DC Comics Fokus ke Film Solo

3 months ago
00-d-film-solo-dc-comics

DCEU dibuka dengan langkah yang besar, tapi juga gegabah dan terlalu dini dalam film dimana dua tokoh baru diperkenalkan sekaligus ; ‘Batman V Superman’. Belum belajar dari kesalahan tersebut, muncul ‘Justice League’ dengan tiga tokoh baru yang diperkenalkan. Berikutnya?

Beda sama Marvel Cinematic Universe, DC Comics justru menerapkan strategi yang unik dimana mereka membangun film crossover sebelum tokoh-tokoh yang ada diperkenalkan dalam film solo. Bahkan setelah berlangsung dua film crossover, tokoh Batman yang seharusnya menjadi figur penting pun sama sekali belum mendapatkan film solo yang berfokus pada kisahnya –setidaknya kita mengetahui originnya sekilas di BvS.

Dan sejauh ini nampaknya ‘strategi’ ini justru berjalan buruk. Dari lima film yang ada, mungkin hanya dua film yang menurut saya pantas disebut bagus ; ‘Man of Steel’ dan ‘Wonder Woman’, dan kebetulan dua-duanya film origin solo. Baru setelah kegagalan Justice League pun akhirnya DC Comics tersadar kalau film standalone mereka jauh lebih bagus daripada film crossover.

Baca Juga: Film Justice League “Snyder Cut”: Antara Fakta, Mitos dan Harapan Kosong

Alasan Mengapa DC Comics Move On ke Film Solo

Wonder Woman jadi film pertama DCEU yang sukses baik dari pendapatan maupun kritik. (Sumber: DC Entertainment)

Wonder Woman jadi film pertama DCEU yang sukses baik dari pendapatan maupun kritik. (Sumber: DC Entertainment)

Mengesampingkan banyaknya permasalahan dalam manajemen –pemotongan scene secara berlebihan oleh Kevin Tsujihara, mundurnya Geoff Johns dari DC Entertainment, hingga konflik kreatif yang membuat sutradara keluar masuk proyek- DCEU emang sekarang ini lagi punya masalah yang cukup serius dengan penyusunan film-nya.

Kesadaran ini dibuktikan dengan empat film DC Comics berikutnya yang semua adalah film solo. ‘Aquaman’, ‘Shazam’ dan ‘Wonder Woman 1984’ semuanya sudah memulai tahap syuting, bahkan Shazam pun sudah hampir selesai –Aquaman masih setengah jalan, dan WW84 baru saja mulai syuting sekitar sebulan yang lalu. Satunya lagi yaitu film ‘The Batman’ yang masih tahap pra-produksi bersama sutradara Matt Reeves yang masih mikirin konsep.

Penampilan pertama resmi dari Zachary Levi mengenakan kostum Shazam. (Sumber: Entertainment Weekly)

Penampilan pertama resmi dari Zachary Levi mengenakan kostum Shazam. (Sumber: Entertainment Weekly)

Perkembangan dari ketiga film tersebut sejauh ini cukup bagus. Di film Wonder Woman kita akan melihat Barbara Ann Minerva, yang lebih dikenal sebagai petarung ganas bernama Cheetah. Di Aquaman kita akan menyaksikan Arthur Curry berebut tahta dengan Orm sembari menghalau ancaman dari Black Manta. Dan mungkin yang paling menarik adalah Shazam, dimana nantinya bocah berusia 9 tahun yang diberkahi kekuatan dewa ini akan belajar untuk menjadi superhero. Film Shazam akan jadi film pertama dalam DCEU yang mengusung konsep ceria dan light-hearted, pokoknya jauh lebih fun daripada Batman V Superman lah.

Baca Juga: Villain Film Aquaman Terungkap! Seperti Apa Kisahnya?

Amber Heard, James Wan, Jason Momoa dan Willem Dafoe dalam set film Aquaman. (Sumber: Entertainment Weekly)

Amber Heard, James Wan, Jason Momoa dan Willem Dafoe dalam set film Aquaman. (Sumber: Entertainment Weekly)

Disamping keempat film yang sudah dapat kejelasan itu, sebenarnya ada banyak lagi proyek film yang sudah direncanakan, tapi masih menggantung karena masalah manajemen yang disebutkan tadi. Mulai dari film solo ‘Joker’, film tim ‘Birds of Prey’ hingga film ‘New Gods’, DC Comics menyiapkan terlalu banyak proyek tanpa benar-benar memikirkan bagaimana kelangsungannya. Jangankan film Birds of Prey yang kurang terkenal, film The Flash saja sampai gonta-ganti sutradara 2 kali! Sudah cukup menggambarkan betapa berantakannya manajemen DC Films saat ini.

Batgirl akan digantikan oleh Cassandra Cain untuk film Birds of Prey, dengan ditambah Harley Quinn dan Renee Montoya. (Sumber: DC Comics)

Batgirl akan digantikan oleh Cassandra Cain untuk film Birds of Prey, dengan ditambah Harley Quinn dan Renee Montoya. (Sumber: DC Comics)

Sejauh ini film New Gods telah menggaet Ava Duvernay sebagai sutradara dan sedang dalam proses negosiasi. Sementara itu, Steven Spielberg juga tertarik untuk menyutradarai film ‘Blackhawks’, juga masih dalam tahap negosiasi awal. Dua film tersebut seharusnya bukan termasuk film yang penting dalam continuity DC Comics sementara ini –terutama Blackhawks. Tapi setidaknya ada perkembangan kalau dibandingin sama film Green Lantern Corps dan The Flash. Kalau misal ngomongin soal continuity, mungkin film Suicide Squad pun seharusnya nggak perlu ada ga masalah kok.

Steppenwolf merupakan New Gods pertama yang muncul di DCEU. (Sumber: DC Entertainment)

Steppenwolf merupakan New Gods pertama yang muncul di DCEU. (Sumber: DC Entertainment)

DC Entertainment pun mengalami perombakan, dimana Geoff Johns telah mundur dari kursi President dan Chief Creative Officer. Jim Lee akan menggantikan Johns sebagai CCO, sementara sampai saat ini masih belum ada pengganti posisi President –nambah masalah lagi kan. Namun khusus sektor DC Films, kursi President masih dipegang oleh Walter Hamada. Semoga saja dia bisa mengendalikan DCEU, dan bisa mengambil langkah yang lebih tenang dan tidak terburu-buru untuk menyaingi Marvel yang saat ini sudah tidak mungkin terkejar.

Bijaknya, dengan ketertinggalan seperti ini, DC Comics lebih baik membangun universe dengan konsep yang berbeda. Di film Wonder Woman kemarin DC Comics sukses menyajikan konsep yang lebih cerah dan ringan dibandingkan konsep dari Snyder yang melulu dark. Ini karena Warner Bros memberikan kebebasan bagi Patty Jenkins agar lebih leluasa untuk mengerjakan filmnya. Kalau misalnya Warner Bros juga ngasih kebebasan yang sama ke James Wan dan David Sandberg, bukan nggak mungkin loh kalau film mereka nantinya bisa menandingi kesuksesan Wonder Woman.

Kalau menurut kalian, apa yang sebaiknya mereka lakukan buat memperbaiki universe filmnya yang lagi kacau?

About Author

Aldyfa Raihan

Aldyfa Raihan

Comments

Most
Popular

Extinction - review

Review Film Extinction – Mencoba Bertahan Dengan Misteri

Extinction, film bergenre thriller dan sci-fi buatan Netflix yang siap menghantui mimpi-mimpimu. .. more

00 darkest hour desktop

Darkest Hour: Si Perdana Menteri Rock n’ Roll Yang Bakal Membawa Pulang Oscar

Film ini punya narasi yang membosankan, namun tertutupi oleh penampilan memukau Gary Oldman sebagai PM Inggris Winston C.. more

00-d-report-comic-frontier-11

Meski Sedang Asian Games, Comic Frontier 11 Tetap Ramai

Kemeriahan Asian Games tak menghalangi pecinta pop culture untuk belanja dan berbagi di Comic Frontier 11... more

Si Nopal

Si Nopal: Karakter Chubby yang Bikin Geli

Hari ini rubrik Chit Chat akan membahas salah satu komikus yang lagi ngetrend di Instagram nih yaitu Si Nopal!.. more

00 d CIAYO Comics Challenge Vol. 3

Rediscover: Inilah Maksud Dari Tema CIAYO Comics Challenge Vol. 3!

Apa arti tema "Rediscover" dalam CIAYO Comics Challenge Vol. 3? CEO CIAYO Corp. Borton Liew buka-bukaan tentang makna ch.. more