Denuvo: Pelindung Game PC Dari Pembajakan Yang Selalu Kalah Melawan Cracker

3 months ago
Sumber gambar: sonicstadium.org

Pembajakan adalah persoalan klasik yang dihadapi oleh berbagai medium hiburan dunia. Ibaratnya apapun produk entertaiment dunia, biasanya akan ada barang palsunya. Mulai dari boneka hingga video games.

Hal ini merupakan perang abadi antara produsen/publisher dengan pembajak. A cat and mouse battle. Pertempuran kucing vs tikus yang tidak pernah selesai. Dulu sebelum era internet menjadi mainstream, penjual film bajakan dalam format VCD/DVD merupakan pemandangan biasa; sama biasanya saat melihat mereka dikejar-kejar petugas yang berwenang mengatur soal peredaran produk hiburan. Era internet sedikit mengurangi jumlah mereka di lapangan, tapi tidak praktek pembajakannya itu sendiri. Karena internet malah membuka kesempatan lebih lebar lagi untuk konsumen agar melakukan pembajakan mereka sendiri tanpa harus membeli dari pembajak yang ada di jalanan.

Penjual DVD bajakan kaki lima. Sumber gambar: beritagar.id

Penjual DVD bajakan kaki lima. Sumber gambar: beritagar.id

Itu baru di area film saja, bro sis. Di video game juga tidak ada bedanya.

Saya ingat di era PlayStation 1 dulu ada seorang turis (ngakunya dari Inggris) yang saya temui di toko video game tempat saya nongkrong. Orang ini spesial datang untuk memborong CD game PS1 bajakan yang dijual disitu. Si bule memborong barang seharga hingga 500ribuan (dimana saat itu harga CD bajakan PS1 adalah 15ribu per keping jika saya tidak salah ingat).

“Asia Tenggara adalah surga buat produk bajakan” coleteh dia waktu itu. Dulu saya nggak merasakan apa-apa selain ‘wah banyak duit dia bah!’ Tapi sekarang? Sekarang rasanya malu karena artinya saat itu dia sedang merendahkan Asia Tenggara walaupun dia juga sama buruknya karena membeli produk bajakan.

Dulu bangga koleksi ini. Sekarang malu karena sudah mengerti. Sumber gambar: bukalapak.com

Dulu bangga koleksi ini. Sekarang malu karena sudah mengerti. Sumber gambar: bukalapak.com

Semua game dari semua console dan handheld mengalami pembajakan sejak era ‘80an. Tidak ada yang lolos dari praktek ini. Current gen console seperti Nintendo Switch, Sony PlayStation 4 dan Microsoft Xbox One memang belum (walaupun beredar informasi kalau Switch dan PS4 sudah mulai bisa dibajak). Tapi ini sepertinya hanya soal waktu saja. Para pembajak dan Cracker (sebutan untuk mereka yang berkutat di bagian ‘memecahkan’ kode-kode komputasi) selalu mampu menjebol proteksi yang dibuat oleh para produsen video game.

Secara sekilas sulit membedakan game original dengan game palsu. Sumber gambar: nintendoage.com

Secara sekilas sulit membedakan game original dengan game palsu. Sumber gambar: nintendoage.com

Game PC juga tidak jauh berbeda. Game-game PC mengalami pembajakan yang sama brutalnya dengan rekan-rekan dia di console dan handheld. Alternatif game PC murah tersedia melalui toko digital seperti Steam dari Valve walaupun dalam bayang-bayang pengawasan pemerintah [Steam dalam Ancaman Blokir Pemerintah Akankah Lord Gaben Bertindak].  Tapi hal itu tidak membuat praktek pembajakan game PC hilang atau berhenti. Karena mungkin mentalitas nyolong/gratisan masih kuat menjadi budaya untuk gamers di banyak lokasi; terutama di Asia Tenggara?

Video game tergolong mudah dibajak ataupun di duplikasi. Mulai dari zaman cartridge era ‘80an hingga kepingan disc Blu-ray dan format file digital seperti Steam, semuanya mudah untuk dibajak. Mereka bukannya tanpa sebuah proteksi untuk menghalangi pembajak menduplikasi game tanpa ijin, tapi para pembajak dan cracker selalu punya cara untuk melewati hambatan tersebut.

Sampai kemudian sebuah program ‘anti piracy’ bernama Denuvo muncul.

Denuvo Anti-Tamper Software Solution. Sumber gambar: hexus.net

Denuvo Anti-Tamper Software Solution. Sumber gambar: hexus.net

Bernama lengkap “Denuvo Anti-Tamper” , program ini merupakan program anti pembajakan software buatan perusahaan Austria bernama Denuvo Software Solutions GmbH yang mulai dikenal publik gamers dunia sejak September 2014. Denuvo tidak membeberkan kepada publik tentang bagaimana program mereka bekerja untuk mengatasi pembajakan selain “program kami bekerja mengenkripsi dan mendekripsi data secara terus menerus sehingga mustahil untuk di-crack”. Denuvo juga mewajibkan re-aktivasi setiap 24 jam dan membatasi hal itu untuk 4 hardware saja untuk satu software yang di-aktivasi.

Dengan pengertian sederhana, Denuvo memungkinkan sebuah software/game berada di kondisi terkendali dalam sebuah sistem. Dengan demikian proses dan usaha pembajakan, jika terjadi, akan dapat diketahui dan ditangani melalui jaringan komputer dimana software/game terhubung melalui Denuvo. Secara teoritis, hal ini jadi tidak memberikan ruang pada cracker untuk menduplikasi game ber-Denuvo tanpa terbentur masalah aktivasi.

Tapi ya itu tadi, bro sis. Tidak ada yang namanya “pertahanan sempurna”.

Walau lambat tapi proses pembajakan game software yang menggunakan proteksi dari Denuvo akhirnya jebol juga. Semua seri Denuvo (saat ini berada di seri 5 atau Denuvo ver 5.0) pada akhirnya tembus juga dihajar cracker yang berasal dari berbagai belahan dunia. Seperti grup cracker pembajak warez dari China “3DM” yang merilis game bajakan Dragon Age: Inquisition tak lama setelah game aslinya, yang dilindungi oleh Denuvo, rilis ke publik.

Game ber-Denuvo pertama yang dijebol cracker. Sumber gambar: remottegaming.blogspot.com

Game ber-Denuvo pertama yang dijebol cracker. Sumber gambar: remottegaming.blogspot.com

Tidak semua game yang dilindungi oleh Denuvo mudah untuk dibajak. Game Just Cause 3 misalnya. Game ini bahkan sempat membuat 3DM angkat tangan dan hiatus sebentar dari dunia cracking software (walau akhirnya game itu jebol juga proteksinya) karena sulit sekali untuk di-crack.

Sekitar satu tahun game ini tidak berhasil dibajak. Sumber gambar: crohasit.com

Sekitar satu tahun game ini tidak berhasil dibajak. Sumber gambar: crohasit.com

Tim pembajak/cracker Italia CPY (atau CONSPIR4CY) juga sukses mengatasi Denuvo di game-game kelas atas seperti Rise of the Tomb Raider, Doom, serta Resident Evil 7. Tim dari Russia BALDMAN juga sukses menjebol Denuvo ver 4.0 yang melindungi game NieR: Automata dan Tekken 7.

Terkini ada game Assassin’s Creed Origins yang Denuvo-nya diretas oleh CPY beberapa hari yang lalu. Hal ini menambah panjang daftar game kelas AAA ber-Denuvo yang berhasil dijebol proteksinya oleh cracker. Game terbaru seperti Dragon Ball FighterZ memiliki proteksi Denuvo ver 5.0 dan hingga minggu pertama February 2018 masih belum bisa dijebol oleh pembajak manapun. Tapi kita tahu kalau itu sepertinya hanya masalah waktu saja.

Entah sampai kapan game ini selamat dengan perlindungan Denuvo… Sumber gambar: gametyrant.com

Entah sampai kapan game ini selamat dengan perlindungan Denuvo… Sumber gambar: gametyrant.com

Bro sis bagaimana? Apakah memilih menunggu bajakannya keluar atau menunggu diskonan game originalnya di toko digital Steam? Atau malah langsung beli sekarang juga karena tidak sabar mencoba game Dragon Ball terbaru yang seru itu? Apapun pilihan bro sis, happy gaming selalu!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

In This Corner of the World. Sumber: youtube.com

In This Corner of the World, Kisah Manis di Tengah Peperangan

Sebagai pecinta anime anti perang,tentunya kalian ga boleh melewatkan anime satu ini. Meski sudah sempat ditayangkan pad.. more

(Sumber: youtube)

Gaming Dengan Home Console vs Gaming Dengan PC, Pilih yang Mana?

Video game dulu berfungsi sebagai permainan hiburan di pusat perbelanjaan / keramaian. Yang sukses besar pada masanya ad.. more

Sumber: yo-kai.nintendo.com

Yo-Kai Watch : Dunia Arwah Jepang Jadi Unyu Dan Gemesin

Kita tahu kalau setiap kebudayaan punya kepercayaan dan hal-hal mistikal, dan walaupun terkenal sebagai negara super maj.. more

00 darkest hour desktop

Darkest Hour: Si Perdana Menteri Rock n’ Roll Yang Bakal Membawa Pulang Oscar

Film ini punya narasi yang membosankan, namun tertutupi oleh penampilan memukau Gary Oldman sebagai PM Inggris Winston C.. more

Sumber gambar: youtube.com

PewDiePie Mencoba Memperbaiki Reputasi dengan Memanfaatkan Drama Logan Paul?

Setidaknya ada dua kejadian besar yang membuat PewDiePie menuai kecaman akibat aksi di channel YouTube dia... more