Dwango “Cosplay Agency”: Agensi Untuk Pekerjaan Berbasis Cosplaying

3 months ago
Sumber: CosplayAgency

Pada awal kelahiran dan masa perintisannya di pop culture dunia, “Cosplay” adalah sebuah hobby dan “Cosplayer” bukanlah sebuah profesi untuk bisnis.

Cosplay adalah perwujudan passion akan satu karakter imajinasi ke dalam bentuk nyata. Perwujudannya ada di bagian penampilan (hairdo, make up, costume) serta karakteristik saat berpenampilan seperti karakter yang di-cosplay-kan.

Karakter 2B oleh Cosplayer Sherry Dayo. (Sumber: Facebook SherryCosplayer)

Karakter 2B oleh Cosplayer Sherry Dayo. (Sumber: Facebook SherryCosplayer)

Seorang cosplayer hampir semuanya lahir karena passion tadi. Karena rasa cinta. Dengan meniru penampilan dan karakteristik karakter yang dia sukai dalam format cosplaying, seorang fans akan menemukan kebahagiaan atau apapun yang dia ingin rasakan.

Karakter Honoka Kosaka oleh Cosplayer Nina Yin Kazama. (Sumber: WorldCosplay)

Karakter Honoka Kosaka oleh Cosplayer Nina Yin Kazama. (Sumber: WorldCosplay)

Tapi saat ini sudah terjadi pergeseran akan makna dan fungsi cosplay di berbagai tempat di dunia. Dengan semakin berkembangnya kemampuan seorang cosplayer dalam merakit dan mendesain kostum mereka (baik dengan bahan standard hingga premium) serta keahlian lain pendukung cosplaying (styling wig, make up dan lainnya), cosplayer mulai dilirik dengan serius oleh pihak-pihak yang berkepentingan; terutama oleh media dan perusahaan asal IP karakter yang di-cosplay-kan.

Bukan untuk dilarang atau diganggu; tapi justru untuk digandeng. Karena sekarang semakin biasa dan normal untuk sebuah perusahaan menggunakan jasa seorang cosplayer untuk kepentingan bisnis. Promosi. Marketing purpose. Menjadi wajah perusahaan. Model produk. Contoh nyata dari kondisi ini misalnya ada pada cosplayer Jessica Nigri.

Cosplayer Jessica Nigri. (Sumber: YouTube)

Cosplayer Jessica Nigri. (Sumber: YouTube)

Jessica Nigri, yang sekarang bisa dibilang sangat terkenal di cosplay scene dunia, awalnya juga merupakan cosplayer hobbyist. Kebiasaannya melakukan cosplaying character dengan pendekatan yang -ahem- lewd alias seksi membuat namanya cepat melambung ke papan atas. Dengan ditunjang proporsi tubuh yang baik, wajah menarik dan kepribadian lucu & ramah (baik di internet maupun dunia nyata) membuat Jessica Nigri berubah haluan dari “cosplay untuk hiburan” menjadi “cosplay untuk bisnis”.

Selain berjualan merchandise dirinya sendiri, Nigri juga dikenal di kalangan publisher video games. Dia bahkan sempat menjadi cosplayer resmi untuk game buatan desainer game terkenal Goichi Suda / Suda51 yang berjudul “Lollipop Chainsaw”.

James Gunn, Jessica Nigri & Suda51. (Sumber: Pinterest)

James Gunn, Jessica Nigri & Suda51. (Sumber: Pinterest)

Ada pula cosplayer Australia asal Indonesia, Pinky Lu Xun, yang menjadi cosplayer resmi untuk karakter dari majalah komik.

Karakter Lay Lay Cat oleh Cosplayer Pinky Lu Xun. (Sumber: Twitter)

Karakter Lay Lay Cat oleh Cosplayer Pinky Lu Xun. (Sumber: Twitter)

Cosplayer lainnya, Plant Lily dari Vietnam, memang belum mewakili sebuah karakter korporasi seperti Nigri maupun Pinky tapi dia juga sedang merintis jalan sebagai cosplayer professional seperti mereka. Tidak hanya cosplaying untuk hobby saja.

Cosplayer Plant Lily. (Sumber: CIAYO Blog)

Cosplayer Plant Lily. (Sumber: CIAYO Blog)

Para ‘cosplayer talent’ ini biasanya me-manage sendiri kegiatan bisnis cosplay mereka. Dwango, operator dari website streaming besar Jepang “Nico Nico Douga”, mencoba memberikan solusi professional dan internasional sebagai manajemen cosplayer untuk mereka yang sedang merintis karir cosplaying mereka secara serius. Kira-kira seperti sebuah ‘modelling agency’.

Mereka menggunakan merk “Cosplay Agency” untuk perusahaan ini. Sebuah nama yang tidak basa-basi.

Sumber: CosplayAgency

Sumber: CosplayAgency

Cosplay Agency dari Dwango ini menempatkan diri sebagai titik penghubung antara cosplayer dengan klien pengguna jasa cosplayer. Jadi hampir sama dengan sebuah agen modelling di dunia foto model / model runway. Setelah mendaftar di Cosplay Agency, seorang cosplayer akan mendapatkan halaman profil yang bisa diisi dengan foto-foto contoh beserta data profil lainnya agar calon klien bisa lihat dan pelajari lebih lanjut.

Cosplayer juga dapat menampilkan ‘extra points’ mereka sebagai nilai jual, seperti misalnya kemampuan menyanyi, menari, akting, menjadi MC acara, dan hal-hal entertainment-worthy lain.

Isi dan lengkapi profil dengan sebaik-baiknya di Cosplay Agency. (Sumber: CosplayAgency)

Isi dan lengkapi profil dengan sebaik-baiknya di Cosplay Agency. (Sumber: CosplayAgency)

Dengan menampilkan semua yang terbaik yang bisa ditawarkan (termasuk mungkin kemampuan bahasa asing atau kesediaan melakukan perjalanan ke luar negeri) akan memudahkan calon klien pengguna jasa cosplayer dalam menilai cocok tidaknya mereka menggunakan jasa cosplayer yang di-manage oleh Cosplay Agency dari Dwango ini.

Karena walaupun berpusat dan beraktivitas di Jepang, Dwango Cosplay Agency sepertinya tidak menutup diri hanya untuk cosplayer negara Jepang. Cosplayer negara lain bisa mencoba untuk bergabung di manajemen Cosplay Agency ini. Walau saya pribadi menilai akan sulit untuk cosplayer di luar Jepang tampil menarik perhatian disana jika tampil biasa-biasa saja.

Cosplayer non-Jepang di Cosplay Agency. (Sumber: CosplayAgency)

Cosplayer non-Jepang di Cosplay Agency. (Sumber: CosplayAgency)

Tapi kalau Anda seorang cosplayer, percaya diri dengan skill crafting costume, dan punya keinginan menjadi seorang cosplayer internasional dan professional seperti mereka-mereka yang sudah berada di level itu, mengapa tidak mencoba diwakili oleh Cosplay Agency?

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

(sumber: Screen Rant)

Storyline Flashpoint di DCEU: Apakah Rana Sinematik DC Memang Memerlukan Reboot Segar?

Flashpoint adalah storyline komik top DC yang ditulis oleh Geoff Johns dan dirilis dari bulan Mei hingga Agustus 2011. T.. more

James & Martha. Sumber: CIAYO Comics

Top 10 Komik Romance di CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2

Berikut komik romantis terpopuler yang bisa segera kamu baca di CIAYO Comics!.. more

Sumber: Detik.com

Brawl Stars: Game Top Down Shooter Besutan Supercell

Siapa nih penggemar Clash Of Clans atau Clash Royale disini?  Kedua game keluaran Supercell tersebut sempat mengguncang.. more

Anime Matsuri X CIAYO Comics

CIAYO Comics, sebagai salah satu platform komik digital pun turut berpartisipasi di event Anime Matsuri kali ini. .. more

Sumber gambar: swolegaijin.com

4 Aplikasi Kencan Online Terpopuler di Jepang. Single? Cobain Yuk!

Berminat mencari pasangan dari Negeri Sakura?.. more