Dwayne Johnson & Dave Bautista: Dari Juara Kelas Berat Ring Gulat Hingga Menjadi Juara Kelas Berat Hollywood

1 week ago

Rasanya gak berlebihan banget kalau saya katakan bahwa saat ini, kita tidaklah tidak mungkin familiar dengan dua sosok aktor berbadan kekar, Dwayne Johnson (Rampage) dan Dave Bautista (Guardians of the Galaxy).

Ya, gimana gak saya bilang demikian? Hampir seluruh film-film top saat ini (terlebih yang ada unsur action), kedua aktor berkepala plontos ini selalu ditampilkan menjadi bintangnya terlepas apakah dirinya menjadi bintang utama atau bintang pendukung (supporting actor).

Melihat kesuksesan yang diraih keduanya ini, tak pelak banyak dari kita yang merasa takjub dan bangga. Pasalnya siapa sih yang menyangka kalau seorang pegulat profesional top di WWE, juga bisa ngetop di industri perfilman?

Jauh sebelum akhirnya menjadi bintang aksi top di zaman modern ini, Johnson dan Bautista lebih dulu ngetop sebagai bintang ring gulat WWE dengan nama panggungnya masing-masing, “The Rock” dan “Batista”.

Dwayne Johnson sebagai The Scorpion King di The Mummy Returns (sumber: popsugar)

Dan di sepanjang karir gulatnya, baik Bautista maupun Johnson, sama-sama sudah menjadi juara dunia WWE (WWE World Champion) berkali-kali. Spesifiknya The Rock telah menang 10 kali dan Batista telah menang 6 kali.

Atas prestatsi yang diraih ini, seperti saya bilang sebelumnya, Rock dan Batista sukses melejit namanya yang pada akhirnya membuat Hollywood langsung me-notice keduanya.

Dan The Rock adalah yang terlebih dulu di-notice ketika di tahun 2001, dirinya sukses debut di film perdananya, The Mummy Returns memerankan Mathayus aka The Scorpion King. Walau hanya tampil sebagai peran pendukung yang gak terlalu banyak mendapatkan jatah screen time, nyatanya The Rock sukses mencuri perhatian.

Kesuksesan tersebut tentunya difaktori oleh sosoknya yang tidak hanya memang memiliki bakat akting natural yang oke, namun juga kharismanya yang sangat luar biasa. Alhasil, gak heran apabila pasca kesuksesannya di film tersebut, Hollywood pun semakin “betah” menawarkannya peran demi peran hingga dirinya menjadi sosok besar di Hollywood seperti sekarang.

Dave Bautista sebagai Ray Shane di House of the Rising Sun (sumber: Amazon)

Namun, lain cerita dan kasusnya dengan Bautista. Yap, terlepas saat ini sudah menjadi bintang sebesar The Rock, namun awal perjalanan karir akting Bautista di Hollywood tidaklah semulus pegulat yang juga memiliki nama panggilan “The People’s Champion” tersebut.

Debut akting Bautista adalah ketika dirinya memerankan sebagai petugas Polisi di film drama pembunuhan berjudul My Son, My Son, What Have Ye Done (2009). Setelah itu dirinya berperan di film drama action film kelas-B, Wrong Side of Town (2010) bersama rekan pegulatnya, Robert Szatkowski aka Rob Van Dam.

Terlepas tampil di film kelas B dan hanya berperan sebagai figuran atau pemain pendukung, salutnya nih, Batista di setiap penampilannya selalu menampilkan totalitas yang kalau diumpamakan seperti tentara militer yang melakukan tugasnya dengan sangat disiplin.

Dan terbukti, kedisiplinan yang kerap ditampilkannya ini, sukses memberikannya penghargaan film pertamanya yaitu Performer of the Year di ajang penghargaan Action On Film International Film Festival di tahun 2011 atas penampilan gemilangnya sebagai Ray Shane di film drama action, House of the Rising Sun (2011).

Bautista sebagai Drax the Destroyer di Guardians of the Galaxy (sumber: Popsugar)

Mendapatkan penghargaan tersebut, nyatanya gak membikin Bautista menjadi malas-malasan. Yang ada, sikap disiplinnya makin diperkuat lagi yang akhirnya seperti kita tahu, membuat Marvel dan sutradara James Gunn (Super), tertarik untuk men-cast dirinya sebagai karakter ikonik Marvel, Drax the Destroyer di Guardians of the Galaxy (2014).

Dan seperti kita tahu, dirinya sangatlah sukses dalam memerankan anggota “tukang pukul” di tim superhero pimpinan Star-Lord (Chris Pratt) tersebut yang akhirnya, membuat dirinya di tahun-tahun berikutnya kerap mendapatkan peran-peran keren yang mana salah satunya adalah film ke-24 franchise 007James Bond, Spectre (2015).

Sekali lagi, terlepas Johnson dan Bautista memiliki jalan menuju kesuksesan Hollywood yang lumayan berbeda, tapi gak bisa dipungkiri kalau keduanya, kini telah menjadi sosok yang cukup disegani di industri perfilman.

Melihat kesuksesan masiv yang diraih oleh keduanya, tak pelak kitapun kini menjadi bertanya. “Apakah memang berarti sudah jaminan seluruh pegulat yang mencoba akting cepat atau lambat akan sukses?”

Hmmm, gak bisa dibilang gitu juga sih bro sis. Tapi pada umumnya, setiap pegulat yang menoba untuk akting memang akan berakhir sukses . Lihat saja rekan Bautista dan Johnson, John Cena (The Marine, Trainwreck).

Sejak memutuskan mencoba akting di depan kamera di tahun 2006 melalui drama-action, The Marine, Cena menjadi pegulat WWE yang juga ngetop sebagai aktor film. Melihat ini, kitapun tentunya makin pensaran  mengapa bisa demikian? Apakah pegulat memiliki “pelet” khusus terhadap Hollywood?

John Cena di film drama komedi, Blockers (sumber: Metro US)

Ya gak begitu juga sih bro sis. Tapi pada kenyataannya, yang namanya pegulat terutama yang bergulat di WWE, mereka tidak hanya diajarkan untuk bisa berani banting, pukul, tending di hadapan jutaan orang saja (baca: audiens di arena dan penonton di rumah).

Tapi, mereka juga diajarkan untuk bisa berakting. Karena seperti kita tahu, olahraga gulat profesional yang diemban oleh WWE, lebih mengedepankan aspek hiburan (entertainment). Atau bisa dikatakan juga disini, “opera sabun di atas ring.”

Dan dikarenakan para pegulat ini bergulat setiap tahunnya atau bahkan setiap harinya, maka lama-kelamaan otomatis, skill akting yang dimiliki pun akan semakin berkembang.

Dikarenakan faktor tersebut, Maka gak heran sekali lagi apabila Cena, Johnson dan Bautista, gak perlu lama-lama untuk beradaptasi dan tentunya menuai kesuksesan di dunia akting.

Dwayne Johnson di Rampage (sumber: foto.tempo.co)

Lalu, apakah bintang-bintang WWE saat ini (selain Cena dan beberapa veteran), juga memiliki kans yang sama besarnya seperti Johnson dan Bautista untuk juga berjaya di “ring” Hollywood?

Bisa banget bro sis. Yang terpenting apabila memang ingin sebesar Johnson dan Bautista, mereka harus benar-benar disiplin dan kerja keras. Karena ya kenyataannya memang 2 hal inilah yang membuat Batista dan The Rock bisa sesukses seperti saat ini. Oh ya jangan lupa, asah terus juga skill akting yang didapatkan.

Terlepas apakah ke depannya nanti kita akan melihat banyak bintang WWE yang juga mengikuti jejak keduanya, yang jelas kita haruslah memberikan respek dan pujian yang sangat tinggi terhadap Johnson dan Bautista.

Pasalnya, keduanya gak hanya membuktikan bahwa mereka bisa sukses besar bertransformasi dari juara kelas berat ring gulat menjadi juara kelas berat di Hollywood, kesuksesan yang diraih oleh Johnson & Bautista secara gak langsung, juga sukses meningkatkan kelas / level pandangan banyak orang terhadap sosok pegulat selama ini.

Yap bro sis. Mereka gak cuma sekedar bisa banting, pukul dan tending saja. Lebih dari itu, mereka jugalah bisa memain-mainkan emosi kita dengan sangat sempurna melalui penampilan mereka di layar lebar. Setuju gak tuh

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

(from : flickeringmyth.com)

Banyak Adegan Penuh Aksi di Film Thor: Ragnarok

Guys, bersiaplah menyambut tayangan perdana film produksi Marvel Studios, Thor: Ragnarok di bioskop kesayanganmu pada ta.. more

Sumber: static.srcdn.com & counter-currents.com

Pesan Moral Sutradara Zootopia dan Suicide Squad di Malam Oscars 2017

Tiap tahun, gelaran Oscars selalu punya kejutan yang spektakuler. Tahun ini apa ya?.. more

Canti Clarinta. Sumber: Canti Clarinta

Canti Clarita, Illustrator Fan art Kpop Dengan Kearifan Budaya Lokal

Pernah melihat fan art buatan fans kpop? Mungkin kamu sudah biasa. Nah, gimana kalau melihat fan art kpop dengan kearifa.. more

Sumber: japan-academy-prize.jp

Berikut 5 Anime Nominasi Japan Academy Prize Awards 2018!

Jika tahun lalu 'Your Name' berhasil memenangkan penghargaan Animasi terbaik 2017, Kira-kira film apa ya yang berhasil m.. more

Novel Mrs. Fletcher: Karya Tom Perrotta Tentang Kebebasan dan Impian Seksualitas

Ketika karya sastra menembus batas dan bertransformasi menjadi hal baru di media yang berbeda, jelas itu merupakan sebua.. more