Editor Jepang: Penulis Light Novel Ternyata Nggak Bisa Menulis!

8 months ago
00-d-penulis-light-novel

Penulis novel bekerja dengan menulis. Bisa dibilang bahwa prosa sudah menjadi darah dagingnya sendiri. Mereka hidup dengan cara menulis dan berkarya. Nah, apa jadinya kalau ternyata ada penulis novel yang sebenarnya nggak pandai menulis?

01-light-novel

Segmen toko buku khusus light novel Jepang. (Sumber: Forbes)

Di Jepang, seorang editor mengatakan bahwa banyak penulis light novel (novel ringan) di Jepang yang tidak memiliki kemampuan menulis yang baik. Dalam majalah web Nikkan Cyzo, sang editor yang tak ingin disebutkan namanya tersebut mengeluhkan kemampuan para penulis light novel ini.

Ada alasannya kenapa sang editor sampai mengungkapkan hal seperti itu. Ia menyebutkan, akar masalahnya ada pada sistem pencarian materi. Ia menyebutkan bahwa penerbit mencari talenta baru atau ide cerita segar melalui situs berbagi cerita. Dan di sinilah masalahnya, karena naskah yang ditulis sang novelis di situs cerita tersebut belum memenuhi standar kualitas novel cetak.

02-wattpad

Wattpad merupakan salah satu contoh website cerita. (Sumber: Wattpad)

“Sebelum diterbitkan, editor selalu meminta revisi naskah kepada penulis,” jelas sang editor. “Namun belakangan ini, kami melihat semakin banyak penulis yang kesulitan memenuhi permintaan revisi tersebut.”

Sang editor pun menceritakan pengalamannya, dimana ia meminta beberapa revisi naskah kepada seorang penulis. Ia menunggu cukup lama, hingga hitungan bulan, sebelum mendapatkan hasil revisi dari penulis. Namun, hasil revisi yang didapat ternyata tidak jauh berbeda dengan naskah sebelumnya.

“Naskah yang para penulis light novel terbitkan di internet, ditulis dengan kemampuan terbaik mereka. Di titik ini sulit bagi mereka untuk bisa berkembang lebih baik lagi,” keluh sang editor.

03-light-novel

Isi light novel mengandung cerita dengan bahasa ringan dan ilustrasi menarik. (Sumber: Jurnal Otaku)

Hal ini diperparah pula dengan pihak penerbit yang tak ingin berlama-lama dalam proses produksi novelnya. Mereka ingin segera menjual light novel tersebut, dan menunda penerbitan dengan alasan “Penulisnya nggak jago nulis,” memang tidak masuk akal.

Akhirnya, editor-lah yang harus menyelesaikan light novel tersebut. “Editor akhirnya harus menulis ulang sendiri naskahnya,” ungkap sang editor. Menurutnya, pasar light novel di Jepang kini dibanjiri oleh novel yang bahkan tidak ditulis oleh penulisnya sendiri.

Terkait hal tersebut, sang editor juga punya pengalamannya sendiri. “Penulis yang saya sunting menyerah, jadi saya lanjutkan ceritanya sampai 200 halaman,” akunya.

04-goosebumps

Kumpulan novel Goosebumps. (Sumber: KQED)

Kalau boleh jujur, sebenarnya praktik ini bukan sebuah hal yang asing. Konsep ini disebut dengan ghostwriting, dimana seseorang menuliskan sebuah novel untuk orang lain. Bro sis pernah baca novel horor Goosebumps? Ternyata sebagian besar bukunya ditulis oleh penulis lain, sementara sang penulis asli R.L. Stine hanya menyiapkan konsep ceritanya saja.

Namun dalam kasus penulis light novel ini, situasinya cukup memprihatinkan. Sang editor yang biasa menulis untuk si penulis light novel itu mengaku tidak mendapatkan apresiasi yang pantas. Namanya tidak dicantumkan sebagai co-creator, dan ia tidak mendapatkan gaji yang pantas.

“Ada light novel yang ditulis oleh editornya, tapi royalti dikirim semuanya kepada penulis,” tambah sang editor. Ditambah fakta bahwa light novel biasanya bakal dibuat kelanjutannya, dan disadur ke media lain seperti anime dan manga, menjadikan sosok editor sebagai pahlawan yang seakan tidak dihargai.

05-editor

Sumber: NYNomads

Tugas editor adalah mendorong penulis untuk menghasilkan sebuah naskah yang nggak hanya sekedar nyaman dibaca, namun juga memiliki struktur cerita yang solid. Menyuruh editor untuk menbereskan cerita yang dibuat penulis sendiri sepertinya cukup keterlaluan, ya? Kalau editor yang menulis novelnya, apa tugas si penulis sebenarnya?

Bagaimana menurut bro sis sendiri? Apakah hal ini memang kurang etis, ataukah wajar mengingat konsep ghostwriting di atas? Jangan lupa tulis di kolom komentar kalau bro sis punya pendapat sendiri!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

(Source : Facebook @WelcomeSapporo)

“Sapporo Snow Festival” Festival Salju Terbesar di Jepang

Festival musim dingin terbesar di Jepang bernama Sapporo Snow Festival sudah dibuka lho... more

Gintama (Sumber: littleanimeblog)

Gintama: Kisah Seorang Samurai yang Kini Menjadi Pekerja Serabutan

Gintama adalah sebuah manga Jepang yang berlatar belakang di jaman Edo karya Sorachi Hideaki. Manga ini pertama kali dip.. more

Bernyanyi bareng dengan karaoke. Sumber gambar: allabout-japan.com

Karaoke: Hiburan Ciptaan Jepang Yang Mendunia. Begini Loh Sejarahnya!

Karaoke mulai diperkenalkan di Kobe, Jepang sekitar tahun 1971 oleh seorang musisi Jepang bernama Daisuke Inoue. Inoue, .. more

Sumber: mojokstore.com

Review Novel: Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah

“Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah” adalah novel paling terbaru karya Puthut E. A. Nama Puthut E. A. sudah se.. more

Tere Liye

Sering Digunakan Sebagai Caption, Tere Liye Larang Netizen Gunakan Quotes-nya

Penggunaan caption sebagai pelengkap konten kita di media sosial kayaknya sekarang udah menjadi hal yang penting. Sayang.. more