Heboh Efek Denda Uni Eropa Ke Android – Asia Tidak Akan Terpengaruh?

3 weeks ago
DendaGoogle-Banner

Kalau kamu mengikuti berita teknologi dunia pasti kamu membaca laporan media beberapa waktu yang lalu dimana perusahaan teknologi raksasa Google mendapat hukuman dari Uni Eropa (melalui Komisi Antitrust atau monopoli) berupa denda uang yang jumlahnya banyak banget: $ 5,05 Milyar atau 4,34 Milyar Euro (lebih dari 75 Trilyun Rupiah dalam mata uang RI)!

Lucunya lagi, Google tahun lalu juga di denda uang oleh Uni Eropa sebesar $ 2,82 Milyar, atau 2,42 Milyar Euro. Dan alasan kedua denda ini mirip; yaitu Google dianggap melanggar undang-undang anti monopoli/antitrust yang berlaku di Eropa.

Baca juga: Project Yeti: Usaha Google Menyaingi The Big Three of Video Games?

Penyebab denda-denda ini jika dilihat secara teknis mungkin akan sedikit ribet dan membingungkan kita yang relatif awam dengan “Rules of Trade Laws” alias hukum-hukum dan aturan dagang yang berlaku di negara-negara anggota Uni Eropa. Tapi definisi situasi yang terjadi bisa dirangkumkan dengan bahasa sederhana sebagai “sebuah situasi dimana Google dianggap melakukan dominasi atas sistem operasi Android”.

DendaGoogle-Robot

Sistem operasi mobile #1 dunia saat ini (Sumber: Hindustan Times)

Dominasi yang dimaksud adalah dengan “memaksa para produsen smartphone Android agar menyertakan apps Google Search dan Google Chrome sebagai syarat mutlak penyertaan App Store / Playstore milik Google di produk mereka”.

DendaGoogle-KomisiEropa

Komisi Antitrust Eropa (Sumber: New York Times)

Buat kita pengguna smartphone Android hal itu (harus ada Chrome dan Google Search di dalam smartphone) terdengar dan terasa biasa saja bukan?

Nah… buat komisi dagang dan anti monopoli di Eropa, hal itu dianggap salah karena mempersulit perusahaan lain yang ingin bersaing dengan Google dalam menciptakan aplikasi “Search” dan “Web Browser” di sistem operasi Android smartphone.

Terdengar aneh untuk kita pemakai smartphone Android di Asia? Begitulah kondisinya di Eropa. Praktek yang dilakukan oleh Google dianggap melanggar peraturan antitrust yang berlaku di negara-negara Uni Eropa.

Baca juga: Laporan CES 2018: VR Headset Terbaru Kerjasama Google & Lenovo

Langkah Uni Eropa tersebut disambut gembira pihak-pihak yang merasa dipersulit untuk berkompetisi di sistem operasi Android. Seperti misalnya mesin pencari bernama DuckDuckGo. Mesin pencari yang meng-klaim menawarkan privasi lebih baik ketimbang Google Search tersebut berkomentar melalui Twitter  dengan mengatakan “Kami menyambut baik langkah Uni Eropa dalam menghentikan Google dengan metode anti kompetisi mereka di bidang mesin pencari online yang mengakibatkan persaingan marketshare yang tidak adil”.

DendaGoogle-duckduckgo

(Sumber: TNWCDN)

Google, melalui induk perusahaan mereka Google Alphabet Inc. menyatakan akan membawa kasus ini ke pengadilan dagang Eropa dengan argumen kalau “Google menciptakan banyak pilihan dan bukan sebaliknya”. Google juga meng-klaim kalau Android menciptakan sebuah ekosistem yang hidup, berbagai inovasi teknologi, serta harga jual rendah yang menjadi sebuah pencapaian dan bukti adanya sebuah kompetisi ideal.

Boss besar Google, CEO Sundar Pichai, juga membantah kalau Google melakukan tindakan yang salah di Eropa melalui sebuah postingan blog. Namun Kepala Komisi Uni Eropa yang mengurusi bagian kompetisi dagang, Margrethe Vestager, berpendapat kalau Google menghalangi produk dan perusahaan saingan (di bagian mesin pencari serta web browser) untuk bisa mendapatkan tempat di Android sehingga konsumen Eropa tidak mendapatkan benefit/keuntungan dari sebuah kompetisi di pasar mobile.

DendaGoogle-Margrethe&Pichai

Margrethe Vestager & Sundar Pichai (Sumber: BizAndTechCEO)

Keputusan hukuman ini, menurut Komisi Antitrust Uni Eropa, merupakan hasil dari penyelidikan pada Google sejak tahun 2015. Komisi ini juga menyatakan kalau mereka belum berhenti menyelidiki metode dan langkah-langkah bisnis Google di Eropa; termasuk dugaan kalau Google menyulitkan website-website pihak ketiga untuk menampilkan iklan/hasil pencarian dari saingan Google.

DendaGoogle-GoogleAbuse

(Sumber: Europa.EU)

Jika terbukti, Google dipastikan akan kembali terkena denda yang jumlahnya bisa milyaran dollar seperti sebelumnya.

Terkini, Google dikabarkan akan mematuhi keputusan Uni Eropa untuk mengijinkan pabrikan smartphone tidak lagi mem-bundle apps Google sebagai sebuah keharusan. Tapi tentu saja Google tidak semurah hati itu.

Dikabarkan oleh situs berita teknologi The Verge, Google akan menagih biaya lisensi antara $ 2,50 hingga $ 40 dari setiap smartphone dan tablet Android yang tidak menyertakan apps Google Search dan Google Chrome di pasar Eropa. Bahkan jika pabrikan smartphone Android tidak menyertakan Google Chrome seperti sebelumnya, mereka juga tidak akan mendapat ‘jatah bagian revenue iklan’ dari pencarian yang dilakukan pengguna Google Chrome di smartphone yang mereka jual.

DendaGoogle-googlechrome

(Sumber: ZeroHorizon.Net)

Dengan kata lain, Google memang akan mematuhi aturan Komisi Antitrust Uni Eropa. Namun dengan “tapi”. Dan “tapi” itu besar pengaruhnya ke pendapatan pabrikan smartphone Android di Eropa. Jelas Google akan melakukan berbagai cara agar apps mereka tetap ada dan menghasilkan uang di smartphone Android wilayah Eropa.

Bagaimana dengan wilayah lain? Asia misalnya?

Sampai saat ini tidak ada berita kalau Android dan Google dalam penyelidikan komisi dari negara manapun di wilayah Asia. Asia tidak memiliki komisi yang mengurusi hal-hal seperti yang terjadi di Eropa. Berbeda dengan negara-negara Uni Eropa, negara-negara Asia relatif lebih independen dalam mengurusi sistem perdagangan mereka. Lebih personal.

Baca juga: “Made By Google, Google Pixel Event”: Event Tandingan Dari Google Untuk Apple

Tapi jika dilihat sepintas, kondisi di Eropa sedikit mirip dengan di China. Dimana Google juga tidak berkutik dengan peraturan negara tersebut yang melarang adanya toko aplikasi di smartphone selain yang disetujui oleh pemerintah disana.

Sehingga “PlayStore” smartphone Android tidak tersedia di negara China karena terbentur regulasi pemerintah tersebut. China memang ketat dalam monitoring sistem komunikasi warganya. Facebook dengan berbagai produk mereka sudah merasakan hal tersebut sejak lama.

DendaGoogle-googleplay

(Sumber: PCMag)

Baca juga: Mengapa Seluruh Layanan Facebook Tidak Dapat Berjalan Di China?

Langkah Google di Eropa tadi secara langsung akan mempengaruhi harga jual smartphone Android di wilayah Eropa.

Pabrikan tentu tidak ingin menanggung biaya lisensi yang Google kenakan dan akan membuat konsumen yang menanggung biaya tersebut. Semua karena keputusan Uni Eropa yang mengenakan denda besar pada Google atas tuduhan pelanggaran undang-undang perdagangan antitrust / monopoli.

Pengguna Android di Asia tak perlu kuatir. Karena situasi di Eropa tidak akan terjadi di berbagai negara di wilayah Asia. Atau setidaknya belum. Kecil sekali kemungkinan kalau Google akan terbentur masalah antitrust saat berdagang di wilayah Asia; berhubung Asia sepertinya tidak memiliki Komisi Antitrust seperti Uni Eropa. Jadi tenang saja dan tetap instal apps Ciayo Comics dari Google PlayStore untuk menikmati berbagai konten seru di smartphone kamu ya!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Dimaz Sadewa Menguak Sejarah Batavia Lewat Komik

Sempet kepikiran nggak, kalau latar belakang sejarah dan hal-hal serius juga bisa diangkat jadi cerita yang menarik. Dim.. more

00 d hari komik dan animasi nasional

20 Tahun Hari Komik dan Animasi Nasional: Momentum Peringatan Dengan Segala Pro dan Kontra

Sejak tahun 1998, tanggal 12 Februari diperingati sebagai Hari Komik dan Animasi Nasional. Apa latar belakang gerakan na.. more

00-d-dc-universe

Bisakah DC Universe Streaming Service Menyelamatkan DCEU?

DC Comics luncurkan DC Universe, layanan streaming film dan kartun superhero DC Comics. Apakah akan berdampak pada DCEU?.. more

 (Sumber: youtube.com)

Anime Gamers: Penuh dengan Kesalahpahaman dari Awal Hingga Akhir

Gamers, anime romance comedy yang ditayangkan di musim panas 2017 ini mencoba mengambil konflik roman yang terjadi di ka.. more