Elseworlds: Tamparan Super Telak Bagi DCEU

5 months ago
elseworlds arrow

Apakah ketika tulisan ini diturunkan kamu-kamu sudah menyaksikan trilogi episode cross-over Arrowverse kelima yang bertajuk “Elseworlds” yang ditayangkan dari tanggal 9-11 Desember 2018 kemarin?

Kalau belum, oke akan saya rekap sejenak plot dari episode cross-over yang hingga tulisan ini dibuat, masih dibicarakan oleh seluruh fans Arrowverse dan DC. Jadi pada dasarnya episode ini mengisahkan psikiater di Arkham Asylum John Deegan (Jeremy Davies) yang berkeinginan untuk menulis ulang realita dunia sesuai keinginannya.

Keinginannya pun terkabulkan ketika ia bertemu dengan Mar Novu / Monitor (LaMonica Garrett) yang dari Earth-90 bertandang ke Earth-1 untuk kabur dari kejaran Barry Allen aka The Flash (John Wesley Shipp) yang ingin menghentikan usahanya untuk menulis ulang keadaan dunia juga.

Melihat bahwa Deegan satu visi dengannya, Monitor pun memberikan The Book of Destiny ke Deegan dan Deegan pun, langsung mengacak-acak realita yang ada yang pada akhirnya membuat Barry Allen  Earth-1 aka The Flash (Grant Gustin) bertukar identitas dan kehidupan dengan Oliver Queen aka Green Arrow (Stephen Amell).

Sumber: Den of Geek

Melihat situasi yang telah kacau balau tersebut, Barry dan Oliver pun bertekad untuk mengembalikan keadaan seperti semula dengan bantuan dari Kara Danvers aka Supergirl (Melissa Benoist) dan Clark Kent aka Superman (Tyler Hoechlin).

Dan mereka semua seiring berjalannya episode, harus berkunjung ke kota Gotham yang mana diyakini oleh Oliver, Deegan kabur ke kota Batman tersebut.

Dan oh ya ngomong-ngomong soal Batman, sayangnya bukan Bruce Wayne yang membnatu Oliver cs ketika mereka sampai disana.Melainkan adalah sepupunya, Kate Kane aka Batwoman (Ruby Rose).

Ya itulah seklumit ringkasan plot dari Elseworlds. Dan seperti yang telah dijelaskan di paragraf pembuka, episode cross-over ini hingga kini masih dibicarakan dan bahkan masih disaksikan ulang berkali-kali.

Dan tak mengherankan memang. Karena episode cross-over ini memang keren banget. Dan tentunya terdapat lumayan banyak faktor yang membuat episode ini menjadi begitu keren. Pertama-tama, tentunya adalah kisahnya yang unik.

Kedua, ditampilkannya karakter Bat-Family dan kota Gotham untuk pertama kalinya di Arrowverse. Dan yang terpenting, episode cross-over ini memberikan dampak (impact) yang signifikan tidak hanya bagi seluruh karakter yang terlibat, namun juga perkembangan Arrowverse hingga ke depannya (baca: Crisis on Infinite Earths).

Sumber: tv.avclub

Sumber: tv.avclub

Nah, berdasarkan pernyataan faktor-faktor di atas, maka tidaklah mengherankan bahwa episode cross-over ini, seakan ingin memberikan “tamparan” super keras nan telak bagi seluruh kolega mereka di rana sinematik DC (DCEU).

Memang, mungkin bukan niatan Marc Guggenheim cs untuk memberikan tamparan tersebut. Tapi kalau dilihat lagi, terlihat sekali bahwa secara tidak langsung, episode ini memang melakukan tindakan demikian.

Episode ini, sukses menunjukkan ke DCEU, bagaimana cara untuk melakukan sebuah kisah cross-over yang baik dan benar. Karena kenyataannya, film cross-over milik DCEU sejauh ini, Justice League (2017) tidaklah semengagumkan seperti yang diperlihatkan di Elseworlds.

Baca Juga: Film Justice League Snyder Cut: Antara Fakta, Mitos dan Harapan Kosong

Ya oke, Justice League terlihat lumayan fun dan kisahnya lebih enak diikuti dari Batman V Superman: Dawn of Justice (2016). Namun secara keseluruhan, masih terasa kurang greget. Nah, faktor-faktor yang tidak diterapkan di JL, sukses diterapkan di Elseworlds.

“Loh Justice League kan film berdurasu sekitar 2 jam 30 menit. Sedangkan Elseworlds adalah event 3 hari 3 malam jadi tidak heran apabila lebih terarah”. Sekarang saya tanya balik berapa lama durasi dari masing-masing episodenya dang berapa totalnya kalau dikalikan?

Exactly! 45 menit dikalikan 3 hari alias 135 menit. Atau dengan kata lain 15 menit lebih kurang dari Justice League. Nah, hanya beda 15 menit, tapi mengapa JL tidak bisa membuat filmnya sekeren seperti episode Elseworlds?

Sumber: The Indian Express

Sumber: The Indian Express

Salah satu jawabannya adalah dikarenakan campur tangan eksekutif-eksekutif studio. Dan memang masalah inilah yang hingga kini masih sering terjadi di hampir seluruh film-film di Hollywood khusunya, genre superhero.

Masih ingat dengan campur tangan habis-habisan studio terhadap film Fan4stic (2015)? Yap. Gara-gara campur yang sangat mendominasi tersebut, alhasil membuat adaptasi live-action moderen kedua F4, menjadi film superhero teburuk yang pernah diproduksi.

Nah sekali lagi, kasus yang sama juga terjadi terhadap Justice League. Namun untungnya, Warner Bros bukanlah seperti 20th Century FOX. Karena seperti kita tahu, WB selama berpuluh-puluh tahun telah menjadi partner DC. Sehingga hasilnya pun tidak seburuk F4.

Berbeda jauh dengan Arrowverse yang notabene adalah produks televisi. Produk televisi umumnya hanya bisa diikut campuri oleh pihak televisi yang menayangkan yang mana disini, adalah CW Network.

Namun, mengingat semenjak era Smallville, sleuruh konten superhero DC memberikan rating tinggi terhadap mereka, maka pihak CW pun tidak terllau ikut campur tangan secara signifikan alias, memberikan kebebasan kreatif sepenuhnya terhadap Guggenheim cs dalam menangani Elseworlds dan episode-episode cross-over sebelumnya.

Sumber: TV Insider

Sumber: TV Insider

Jawaban lainnya adalah simply dikarenakan Snyder cs, belum terlalu memahami trik jitu dalam menuliskan naskah cross-over yang baik. Dan parahnya lagi, Whedon terlambat datang. Dan ketika datang, Whedon memilih untuk merevisi beberapa bagian saja. Jadi komplitlah sudah.

Andaikata seluruh pihak di JL kala itu mengetahui trik-tirk nya, saya jamin sekali film JL akan sekeren dan bahkan lebih keren dari seluruh episode Arrowverse. Namun ya sudah mau diapakan bukan? Yang berlalu, sudahlah berlalu.

Kini kita berharap saja, semoga seluruh pihak di DCEU saat ini, benar-benar menyaksikan Elseworld beberapa minggu yang lalu dan tentunya, bisa “mencuri” sekaligus menerapkan trik-trik yang digunakan Guggenheim cs di episode tersebut.

Dan trik-trik ini kalau bisa juga janganlah diterapkan di film-film team-up atau cross-over saja. Namun sangat diharapkan mereka juga bisa menerapkannya di film-film solo superhero-nya. Film Aquaman (2018) yang dirilis di awal bulan Desmeber ini bisa dikatakan sukses menerapkan seluruh trik dan formula di Arrowverse.

Bahkan James Wan cs, juga sukses memasukkan unsur film-film animasi superhero klasik DC yang ditayangkan di hari Sabtu atau Minggu pagi dulu. Oleh karenanya,tidak mengherankan apabila film yang dibintangi oleh Jason Momoa (Conan the Barbarian) ini, hingga tulisan ini diunggah, mendaptkan kesuksesan baik secara kritikan maupun finansial.

Sumber: Bustle

Sumber: Bustle

Sehingga bisa disimpulkan disini, bahwa episode cross-over Elseworlds, lebih dari sekedar episode cross-over Arrowverse terbaik sejauh ini. Episode ini, juga menjadi motivator bagi rekan mereka di layar lebar untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Ingat lebih baik. Jaid tidak harus ikut sama persis (menjiplak). Ya seperti yang telah dikatakan, semoga saja memang seluruh di DCEU menyaksikan episode ini. Karena kalau tidak, jangan harapkan film-film setelah Aquaman dan mungkin Shazam! (2019), bisa mempertahankan kekonsistensian kualitasnya.

Alias dengan kata lain, DCEU masih akan tetap stagnan perkembangannya hingga bertahun-tahun mendatang. Hmm, semoga saja tidak demikian.

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

Sumber: CIAYO Comics

Kamu Penakut atau Bukan? Yuk, Buktikan dengan Baca Komik ini!

"Mereka" ada di sekitar kamu. Kira-kira siapa, sih?.. more

Jalanan yang bersih dan tertata. (Sumber: fecielo)

Ternyata Inilah Alasan Mengapa Orang Jepang Sangat Menjaga Kebersihan!

Kalau jalan-jalan ke Jepang, kita bisa dengan mudah menemukan tempat pemandian air panas untuk umum maupun private. Temp.. more

CIAYO Comics X Si Juki & Mang Awung (CIAYO Pictures)

Kedua Kreator Yang Berbalasan Status Facebook Ini Berbuah Manis

Menulis status di facebook dapat membawa manfaat kebaikan ataupun mudharat keburukan bagi facebooker. Nah yang ini kayak.. more

Sumber : life-is-strange.wikia.com

Life is Strange: Ketika Waktu Tidak Berpihak

Lho, kok baru di review sekarang sih? Yap, alasannya karena yang pertama, Game Life is Strange (LIS) lagi gratis di Stea.. more

Logo CLAS:H (matsurisurabaya.wordpress.com)

CLAS:H Cosplay Live Action 2017 Hadir di 5 Kota di Indonesia

Buat yang udah malang melintang di dunia pe-cosplay-an, pasti udah nggak asing sama Cosplay Live Action Show: Hybrid (CL.. more