Etgar Keret, Penulis Asal Israel yang Menyuarakan Perdamaian Lewat Lelucon

4 months ago
Sumber: www.greenprophet.com

Jika seandainya ada yang bertanya, siapa penulis cerpen dunia yang karyanya paling berpengaruh dalam proses kreatif menulis saya? Maka jelas nama Etgar Keret pasti akan saya sebutkan. Gak banyak penulis cerpen yang bisa mendunia, apalagi jika cerpen-cerpen itu terbilang sangat pendek, dan si penulis berasal dari Israel plus seorang Yahudi.

Dari sekian banyak cerpen Keret yang sudah saya baca, saya mencoba menarik kesimpulan bahwa Keret adalah seorang pencerita yang handal dengan selera humor yang bagus, ditambah dia gak suka peperangan.

Saya memahami apa yang kebanyakan orang lain pikirkan tentang orang Yahudi. Keret dari kacamatanya, mencoba menggambarkan kepada dunia bahwa mereka pun sama seperti kebanyakan orang lainnya. Ada banyak jenis ragamnya. Ada manusia baik dan ada pula yang jahat. Hanya saja pemerintahan Israel saat ini dikuasai oleh orang-orang beringas dan gila perang.

Sumber: www.npr.org

Sumber: www.npr.org

Tapi kita semua hidup dengan pengalaman dan ketahuan kita secara global tentang sebuah sejarah, hal ini pun pernah diceritakan Keret dalam buku memorial pendeknya yang berjudul “The Seven Good Years” di dalam buku itu, Keret menceritakan tentang ketakutannya pada sejarah kelam yang pernah dialami oleh orang Yahudi saat ia pergi ke Jerman. Sejarah membuat ia merasa paranoid terhadap orang Jerman, ia selalu merasa tidak aman walau sebenarnya tidak ada yang benar-benar mengancamnya.

Setiap kali membaca karya Keret, sering kali ditemukan beberapa bagian dari ceritanya akan mengingatkan kita pada Kafka, tidak heran memang jika Keret banyak terinspirasi dari Kafka, namun walau pun demikian, Keret masih tetap menawarkan rasa berbeda, ia tidak segan menceritakan sesuatu yang ada disekitarnya bahkan hal memalukan sekali pun yang ia alami, ia terasa begitu jujur dalam menyampaikan cerita sekaligus menipu pembaca lewat manipulasi keadaan yang kadang dibaliknya agar tidak terlihat begitu berutal. Keret sama seperti Kafka yang suka menjadikan objek-objek biasa menjadi luar biasa, mereka sama-sama tidak memberikan batasan pada hal-hal yang surealis dengan hal-hal yang realis.

Sumber: ifanafiansa.wordpress.com

Sumber: ifanafiansa.wordpress.com

Karakter-karakter yang Keret ciptakan dalam cerita-ceritanya sering kali mencoba untuk lari dari kenyataan walau pada akhirnya pelarian itu tidak pernah benar-benar berhasil terjadi. Contoh salah satu cerpen menarik yang ia tulis soal melarikan diri berjudul “Pipes”. Cerpen ini terdapat dalam buku kumpulan cerpennya “The Bus Driver Who Wanted to be God and Other Stories”.

Pipes” bercerita tentang seorang yang dianggap menderita gangguan persepsi akut. Keret menjelaskan tentang begitu anehnya hidup ini, semisal kita mendalami suatu bidang disaat sekolah dulu lalu ketika bekerja malah berada di tempat yang tidak semestinya. Suatu ketika karakter utama membuat sebuah saluran pipa kecil lalu memasukkan kelereng ke dalamnya, ternyata kelereng itu tidak pernah sampai ke ujung pipa, ia berasumsi bahwa kelereng-kelereng itu telah menghilang. Dengan kejadian itu karakter utama tadi berharap apabila ia membuat saluran pipa yang lebih besar, lalu ia masuk ke dalamnya maka ia pun akan menghilang dari dunia ini.

Sekali lagi Keret bermain-main dengan persepsi, ini mungkin sama seperti apa yang kita alami di dunia nyata, kita sering kali mencari jalan untuk lari dari sebuah masalah, namun padanyatanya ketika berhasil lari kita malah terjebak dalam masalah baru yang tidak kalah pelik.

Sumber: stillnessisalie.com

Sumber: stillnessisalie.com

Ada juga cerpen lainnya yang berjudul “Moral Something” yang terdapat dalam buku “The Girl on the Fridge” Cerpen ini bercerita tentang moral orang-orang dalam melihat sebuah tragedi mengerikan. Diceritakan bahwa seorang Arab dijatuhkan hukuman gantung karena telah membunuh seorang tentara.

Di sini Keret tidak membicarakan tentang mana yang benar, baik itu soal orang Arab yang dihukum gantung, atau juga tentara yang mati dibunuh oleh orang Arab tadi. Keret lebih banyak menggali tentang bagaimana setiap orang berhak berpendapat tentang apa yang terjadi walau belum tentu semua pendapat itu benar.

Keberutalan dalam cerpen “Moral Something” di kemas dengan sudut pandang ank-anak yang penasaran tentang apa yang terjadi jika seseorang dihukum gantung. Semua perdebatan itu berakhir dengan uji coba pada seekor kucing yang mereka gantung hingga mati.

Sejak semula mereka semua menyadari apa yang mereka kemukakan sedari awal belum tentu benar, akan tetapi setiap orang berani bertaruh untuk mempertahankan argumen masing-masing. Hingga akhirnya cerita ditutup dengan kedatangan seorang murit perempuan—mungkin perempuan tercantik di sekolah—yang menilai mereka semua sebagai manusia abnormal menjijikkan.

Penghakiman manusia atas suatu kejadian seperti yang terjadi dalam cerpen “Moral Something” memberikan pandangan mendalam, bahwa sebuah aksi muncul karena adanya reaksi, namun terkadang tidak banyak orang yang mau tau alasan, aksi seperti apa yang menimbulkan reaksi yang berlaku. Kedua hal yang tidak bisa saling terpisahkan itu sering kali ditiadakan salah satunya oleh keadilan dalam konteks universal yang sering kali tidak mampu memberikan makna keadilan yang sebenarnya.

Potret Samir El-Youssef (Sumber: www.flickr.com)

Potret Samir El-Youssef (Sumber: www.flickr.com)

Keret punya banyak pesan dan misi perdamaian dalam cerita-ceritanya, seperti kumpulan cerita yang ia tulis bersama seorang penulis asal Palestina, Samir El-Youssef, berjudul “Gaza Blues”. Hubungan antara Israel dan Palestina memang menjadi sorotan dunia selama ini, akan tetapi Keret mencoba menciptakan semacam oase bersama Samir agar orang-orang dikedua belah pihak bisa saling memahami satu sama lainnya.

Kemungkinan tulisan Keret di baca orang Palestina serta tulisan Samir dibaca orang Israel tentu akan menjadi langkah baik untuk menyuarakan perdamaian lewat pendekatan yang ringan, menghibur, sekaligus mencipta renungan panjang. Kita tidak pernah tahu kekuatan dari sebuah sastra atau karya seni, sebab niat baik pasti akan membuahkan hal-hal baik pula kedepannya. Penderitaan yang selalu diderita oleh kedua belah pihak dalam banyak generasi akan mudah terselesaikan jika kedua belah pihak saling memahami. Saya rasa tidak ada di dunia ini manusia yang ingin selama hidup mereka terus menderita (anggap saja ini harapan saya!).

Ada banyak buku yang ditulis oleh Etgar Keret, baik itu dalam bentuk kumpulan cerpen atau juga esai yang penuh kritik terhadap pemerintah. Buku-bukunya yang selalu dibumbui dengan lelucon gelap (dalam artian membahas tentang perang dengan gaya jenaka), membuat Keret punya tempat yang istimewa dibandingkan penulis cerpen lainnya.

Sumber: www.dw.com

Sumber: www.dw.com

Bisa dikatakan bahwa Keret semacam saksi banyak kejadian mengerikan, yang coba menghadapi semua kengerian itu dengan sudut pandang lucu namun kritis. Saya rasa tidak ada alasan untuk kita tidak membaca cerpen-cerpen Keret, cobalah membaca satu sebab cerpennya sangat pendek, bahkan jika kalian ingin membacanya sembari buang air besar di dalam toilet pun saya bisa bertaruh kalian tidak perlu waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikan satu cerpennya.

Apa kalian ingin bertaruh dengan saya? Walau saya tahu argumen saya belum tentu benar dan bisa kalian semua terima dengan baik.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Si Bedil (CIAYO Comics)

Yuk Kenalan Sama Si Bedil, Marbot Dadakan Mesjid Al-Ikhlas

Ada yang baru nih! Udah kenal sama Si Bedil, Marbot dadakan Mesjid Al-Ikhlas? Apa yang unik dari dia?.. more

00-m-amaki-sally

Amaki Sally, Idol Jepang Yang Tingkahnya Nggak Kayak Idol

Amaki Sally adalah idol dari grup 22/7 bentukan Yasushi Akimoto. Ia blasteran Amerika, imut, dan ternyata kebanyakan mai.. more

Dilan 1990

Film Ini Ngalahin Star Wars di Trending Topic

Indonesia kemarin sempat dikagetkan dengan trending topic Twitter yang ada. Ternyata hal ini disebabkan oleh film Dilan .. more

Sumber: twitter.com

Lelah dengan Pekerjaan? Mungkin Kamu Bisa Ikut Festival Ala Jepang ini!

Setiap hari kita selalu dihadapkan dengan rutinitas kehidupan yang sewaktu-waktu dapat membuat jenuh. Pastinya ada banya.. more

Gakuen Babysitters: Pentingnya Penitipan Anak di Tempat Kerja

Gakuen Babysitter menampilkan sebuah klub babysitter di sebuah sekolah. Kalau di sekolah ada penitipan anak-anak guru, h.. more